Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Tag: perubahan

Kesadaran: Kunci Perubahan

Salah satu kunci sukses untuk melakukan perubahan dari diri seseorang adalah dengan meningkatkan dan memanfaatkan kesadarannya.

Kesadaran ibarat cahaya senter yang menerangi, untuk bisa dengan jelas melihat apa-apa yang perlu dirubah.

Kita tidak bisa merubah sesuatu tanpa kita tahu apakah sesuatu itu ada dan memang layak untuk diubah.

Kalau kita menyadari ada sesuatu yang salah atau yang bisa diperbaiki, maka kita bisa melakukan perubahan yang sesuai.

Perubahan memang bisa terasa sulit dan membutuhkan kerja keras.

Merubah kebiasaan yang negatif menjadi disiplin diri yang positif memang membutuhkan kerja keras, namun awal dari inisiatif tersebut dimulai dari kesadaran.

Dan kesadaran adalah kemampuan otak untuk menyingkirkan segala distraksi, seperti emosi, untuk bisa mengamati secara obyektif dan berpikir secara jernih. Inilah yang disebut kesadaran.

Psikolog terkenal yang menginspirasi Stephen Covey sang guru manajemen efektif, adalah Victor Frankl yang pernah mengajarkan bahwa antara stimulus dan respon terdapat kebebasan manusia.

Dalam bukunya: The 7 Habits of Highly Effective People, Covey mengembangkan prinsip ini agar kita menjadi pribadi yang proaktif.

Pribadi proaktif berarti berinisiatif dengan kesadaran untuk merespon stimulus/kejadian apapun dengan aktif sesuai prinsip-prinsip universal. Proaktif bermakna tidak reaktif ataupun pasif.

Apapun bisa terjadi di dalam kehidupan ini, tapi kita bisa memaknainya dengan persepsi yang jernih. Dengan kesadaran tinggi.

Manusia memang bisa menjadi korban takdir yang kejam. Manusia tidak selalu bisa memilih kejadian eksternal namun ia bisa memilih bagaimana menyikapi kejadian eksternal ini. Inilah yang disebut kebebasan manusia untuk memaknai kehidupannya oleh sang psikolog besar, Frankl.

Victor Frankl mengamati dengan mata kepalanya sendiri, saat dia ikut ditangkap dan ditahan oleh Nazi, bagaimana para tahanan berperilaku menghadapi takdir yang kejam. Dengan keadaan tersiksa, beberapa orang berkelakuan seperti babi dan beberapa lainnya bisa seperti nabi.

Ada yang yang ditunjuk menjadi ‘capo’ dan bertindak kejam kepada sesama manusia dan ada yang sukarela membantu sesama tanpa pamrih. Ada yang putus asa lalu menyerah pada nasib dan ada yang terus semangat bertahan sampai akhir. Frankl bisa bertahan sampai dia bebas dari kamp konsentrasi Auschwitz Nazi yang seperti neraka dunia tersebut.

Victor Frankl bisa bertahan hidup dan selamat dari pembantaian massal dengan menyadari bahwa dia memiliki pilihan untuk bereaksi menghadapi stimulus eksternalnya. Stimulus berupa lingkungan yang kejam dan menjatuhkan.

Frankl memilih untuk menyadari potensi besar yang dimiliki manusia. Kekuatan untuk bertahan dari penderitaan. Kekuatan untuk memilih tindakan yang penuh kesadaran. Victor Frankl malah membuat mahakaryanya di tengah-tengah musibah yang dialaminya.

Bukunya yang berjudul Man’s Search for Meaning menjadi salah satu dari 10 buku yang paling berpengaruh menurut Library of Congress di Amerika dan menyumbangkan pencerahan dalam bidang psikologi serta filsafat eksistensialisme.

Ketika ditanya apa resepnya bisa tetap optimis untuk bertahan, Frankl mengungkapkan kecintaannya pada istrinya yang juga ditangkap namun ditempatkan di kamp yang terpisah.

Dia mempertahankan harapan untuk suatu saat di masa depan dia bisa bertemu kembali dengan istrinya. Frankl memaknai arti keberadaannya dengan cinta. Inilah kekuatan cinta.

Apa yang kita bisa pelajari dari kisah Victor Frankl ini? Kita bisa memilih untuk menyerah pada nasib atau terus bertahan dengan memberikan alasan yang berarti dalam perjuangan kita.

Selanjutnya, kita memiliki kekuatan sejati sebagai manusia: mahluk yang berkesadaran.

Kita harus menyadari bahwa kita memiliki kebebasan berperilaku, memilih respon dengan berkesadaran. Kita bisa saja otomatis marah pada orang yang menjatuhkan kita, otomatis depresi pada kegagalan kita, otomatis takut pada tantangan yang ada.

Otomatis disini berarti alamiah, insting, reaksi yang pasif. Namun, kita juga mampu menyadari keotomatisan ini dan berubah. Inilah yang dimaksud sebagai kesadaran sebagai kunci dari perubahan.

Kita harus sadari respon-respon instingtif kita dan merubahnya menjadi respon-respon proaktif penuh pemikiran yang positif. Kita akan dapat berkata dan bertindak terpuji, dengan menyadari pikiran-pikiran kita.

Kita akan bisa memilih perkataan dan tindakan yang paling optimal untuk kesuksesan dan kebahagiaan kita dalam jangka panjang. Kita akan mampu menguasai emosi daripada diperbudaknya. Semua diawali dengan kesadaran.

Bagaimana cara kita bisa melatih dan meningkatkan kesadaran ini? Caranya dengan mulai menyadari nafas. Mulailah sadari nafas yang tadinya otomatis, ternyata bisa dikontrol. Lalu, setelah terbiasa menyadari nafas, kita bisa mulai mencoba menyadari pikiran-pikiran yang melintas di otak kita.

Tidak perlu larut terbawa dan banyak menganalisa setiap pikiran yang hadir, cukup sadari dan amati. Pada akhirnya kita akan bisa menyadari emosi yang biasanya otomatis dan mengendalikannya untuk kesuksesan.

Emosi adalah energi pendorong. Emosi merupakan elemen dasar dari motivasi.

Dan motivasi dimulai dari kesadaran…

Cara Mudah untuk Berubah

Untuk maju, kita perlu berubah. Untuk bertahan kita perlu beradaptasi dari perubahan. Perubahan itu pasti. Segalanya berubah. Kita tinggal pilih; ikut berubah atau expired/punah.

Kesuksesan membutuhkan perubahan. Dan kesuksesan yang tahan lama membutuhkan perubahan yang tahan lama juga. Kita bisa berubah untuk sesaat atau untuk selamanya. Silahkan pilih!

Namun terkadang, perubahan itu sulit. Otak primitif kita takut pada perubahan. Oleh karena, perubahan itu tidak nyaman. Bisa berbahaya, kata otak primitif kita.

Namun, otak modern kita (neo-cortex) bisa bekerja maksimal dengan menciptakan perubahan. Ide-ide brilian, inovasi dan kreativitas datang dari pikiran modern kita (otak depan/prefrontal cortex).

Sayangnya, otak modern ini bisa lumpuh, kalah diambil alih oleh insting otak primitif kita. Amygdala adalah bagian otak primitif yang mengendalikan emosi seperti amarah dan rasa takut. Istilah ilmiah seperti pembajakan amygdala berarti perasaan emosional secara spontan menutup pemikiran kreatif. Ketakutan akan perubahan melumpuhkan kita.

Sebenarnya, ada dua cara untuk berubah. Secara radikal dan secara bertahap. Seperti alam mengajarkan kita, ada evolusi dan mutasi. Breakthrough atau terobosan yang inovatif kadang diperlukan, namun perubahan yang perlahan tapi pasti (kaizen) lebih memudahkan.

Mencapai kesuksesan untuk berubah bisa dianalogikan seperti memanjat gunung.

Kita bisa mencapai puncak gunung (kesuksesan) dengan melompat tinggi, berlari menanjak lurus ke atas, dengan jarak tersingkat. Namun resikonya, kita bisa terjatuh dan tidak sanggup melanjutkan pendakian.

Kita bisa kehabisan tenaga sebelum sampai di puncak gunung tersebut. Ada cara yang lebih mudah:

Berjalan perlahan mengitari gunung tersebut, sedikit demi sedikit mengarah ke puncak. Kita tidak akan kehilangan tenaga, karena tidak berjalan lurus mengarah ke atas melawan gravitasi secara frontal.

Kita melangkah secara landai mengitari gunung, memutar seperti spiral yang perlahan mengarah ke atas. Berjalan mengelilingi semua sisi gunung, menikmati pemandangan, dan tak terasa semakin ke atas. Pelan namun pasti, kita akan sampai di puncak (kesuksesan).

Bagaimana caranya mengimplementasikan langkah-langkah mudah untuk berubah ini? Berikut ringkasannya:

1. Tetapkan satu tujuan saja. Kita hanya bisa mencapai satu puncak gunung saja, kita tidak bisa menggapai dua atau lebih puncak gunung dalam waktu yang sama. Bidik sasaran kamu ke satu arah dahulu, jika sudah mulai ada kemajuan barulah coba bidang lainnya.

Prioritaskan mana yang mau dirubah terlebih dahulu: keuangan, masalah hutang, berat badan & diet, olah raga, dll. Berkonsentrasi pada satu hal yang ingin dirubah akan meningkatkan peluang kesuksesannya dengan menggunakan tenaga dan energi mental secara efektif. Fokus!

2. Rencanakan pencapaian tujuan dalam beberapa aktivitas yang mudah.

Buat daftar tugas dan kerjakan mulai dari yang paling kecil. Nikmati prosesnya dan jangan pikirkan hasil selama mengerjakan satu langkah mudah tersebut. Kerjakanlah tanpa gagal minimal 1 bulan atau 30 kali (menjadikannya kebiasaan). Caranya? Buatlah menjadi sangat mudah dikerjakan.

Bila merasakan keengganan dalam mengerjakannya; kurangi ukurannya, waktu, kuantitas, dll. Yang penting konsisten dan berkesinambungan. Contoh: ingin berubah menjadi rajin berolahraga? Tetapkan saja jadwal olahraga 1 (SATU) menit saja asalkan bisa teratur/rutin daripada 30 menit tapi akhirnya ditunda-tunda dan gagal.

Jika sudah bisa berubah (walau kecil-kecilan) barulah tingkatkan ukurannya. Lakukan perbaikan yang juga kecil-kecilan tapi terus-menerus. Kerjakanlah selalu satu langkah kecil yang amat sangat mudah. Biar kecil yang penting konsisten.

3. Cari teman dalam perjuangan ini. Seperti mendaki gunung lebih baik jangan sendirian, begitu juga dalam melaksanakan perubahan. Jika kita punya teman seperjalanan maka perjalanannya menjadi tidak terlalu berat/sulit.

Carilah partner atau grup/kelompok pendukung. Berkomitmenlah untuk saling mendukung dalam mencapai tujuan. Minimal, milikilah seseorang yang bisa mengingatkan untuk terus melangkah dan jangan menyerah.

Berbagilah rasa syukur jika telah mencapai beberapa sasaran kecil, jalani perubahan dengan perlahan. Rekan kita juga harus bisa memberikan penghargaan sederhana atau pujian yang positif untuk mendorong kemajuan kita.

Lagipula, tidak ada orang bisa sukses tanpa bantuan orang lain. Kesuksesan lebih mudah diraih lewat kerjasama yang sinergis dan harmonis. Selain orang lain, diri kita sendiri juga bisa menjadi pendorong dan juga sekaligus sebagai rekan yang dapat mengingatkan diri kita sendiri untuk selalu fokus.

Buatlah catatan kecil berisi tujuan yang ingin dicapai dan alasannya di selembar kartu pengingat dan bacalah kartu tersebut beberapa kali sehari. Semangatilah diri dengan selalu mengingat tujuan dan alasan yang bermakna sepanjang hari.

Cara ini sudah teruji dan terbukti keampuhannya. Coba saja dan buktikan!

Sekian sharing pengetahuan dari saya. Nanti disambung lagi di lain tulisan.

Semoga kita semua dilimpahi berkah dan kekuatan agar bisa menunggangi perubahan, serta maju terus mengembangkan diri kita. Tetap semangat dan pantang menyerah 🙂

Baca juga:
5 Tehnik Pencapaian Tujuan yang Efektif dan 5 Tehnik yang Tidak Efektif
Motivasi ‘Just Do It’ – The 1st Step (Zeigarnik Effect)
Manajemen Energi untuk Kesuksesan
4 Kunci Keberhasilan Perubahan