Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi dari dan untuk Reza Wahyu

Tag: perusahaan

Kisah Efisiensi vs Inovasi

Pada suatu ketika* terdapat dua perusahaan yang bergerak di industri otomotif.

Mereka memproduksi mobil. Kita sebut saja mereka perusahaan E dan I.

Kedua perusahaan ini telah menikmati masa kejayaan mereka. Produksi minyak untuk BBM melimpah. Daya beli pasar yang tinggi. Pesaing yang masih sedikit, dst.

Lalu, datanglah krisis..

Produksi minyak mulai berkurang. Perekonomian masyarakat melemah. Persaingan meningkat. Peraturan mengetat dan isu lingkungan mencuat.

Dan banyak hal lagi yang membuat dua perusahaan ini mulai goyah.

Bagaimana mereka memecahkan masalah ini?

Perusahaan E melakukan efisiensi. Karyawannya dikurangi. Biaya-biaya yang bisa ditekan; ditekan, bahkan dibuang kalau bisa.

Fokus manajemennya ada pada efisiensi. Dan perusahaan E bisa survive melewati krisis kali ini.

Lalu krisis kedua datang lagi. Ketiga. Keempat. Kelima. Dst. Minyak bumi pun makin habis. Masyarakat makin berhemat. Produsen mobil lain makin banyak.

Dan banyak tantangan lain yang timbul yang mengurangi keuntungan dari penjualan mobil.

Perusahaan E terus mengencangkan pinggang terus mengutamakan efisiensi. Laju produksi diturunkan. Banyak karyawannya yang dikeluarkan dan akhirnya keluar dengan sendirinya. Teknologi mobil buatannya kurang inovatif, boros bensin dan dianggap kemahalan.

Lalu perusahaan E mulai kehilangan banyak pelanggan. Pendapatannya menyusut. Hutang menjadi tertunggak.

Pada akhirnya perusahaan E pun kolaps. Harus di bail-out pemerintah atau bangkrut. Binasa.

Lain ceritanya dengan perusahaan I. Ketika krisis, meski harus melakukan efisiensi. Perusahaan I tidak berfokus kesitu. Perusahaan I berfokus pada inovasi.

Inovasi dengan riset dan pengembangan meski biayanya tidak efisien. Memperbaiki proses produksi dengan peralatan yang baru. Mencari dan memelihara SDM yang ahli meski biayanya tinggi.

Yang terpenting adalah inovasi.

Perusahaan I mencoba menciptakan mesin baru. Yang irit dan membutuhkan sedikit BBM. Mesin hybrid. Mesin listrik. Mesin hidrogen. Mesin berteknologi canggih.

Mesin yang akhirnya tidak terlalu terpengaruh oleh penurunan produksi minyak karena kecanggihannya.

Lalu perusahaan I membuat lini produksi baru. Mobil-mobil jenis baru yang peduli lingkungan dan didukung masyarakat serta disubsidi pemerintah.

Mobil canggih yang dijual murah tapi dengan mesin berteknologi baru yang berkualitas. Mobil jenis baru kala itu. Perusahaan I membuka segmen pasar baru yang masih sepi pesaing.

Seiring waktu, pasar baru ini mulai banyak pesaingnya. Mobil canggih dan murah mulai diproduksi pabrik mobil lainnya. Namun para konsumen percaya dengan pengalaman panjang perusahaan I sebagai pelopor yang terbukti terus mengutamakan inovasi.

Posisi perusahaan I aman untuk jangka waktu yang lama. Selama fokusnya pada inovasi, bukan efisiensi.

(*) berdasarkan kisah nyata yang sedikit dimodifikasi

Faktor ‘X’ pada Motivasi Pegawai

“70 % kegagalan disebabkan oleh kurangnya eksekusi atau implementasi dari strategi; bukan karena lemahnya strategi itu sendiri.” -Ram Charan.

Hasil survey beragam industri: hanya 37 % pegawai/karyawan memahami apa tujuan tingkat korporat dan cuma 13 % yang bekerja sinergis secara optimal untuk tujuan perusahaannya. (Harris Interactive)

Banyak ide bagus berkembang dan bermunculan di ruang-ruang rapat direksi, manajer, staf di perusahaan. Akan tetapi, yang dibutuhkan oleh perusahaan bukan ide bagusnya melainkan eksekusi dari ide-ide (bahkan pada ide yang tidak terlalu bagus pada awalnya, tapi bisa direvisi sambil berjalan).

Inilah faktor terpenting dalam motivasi pegawai, eksekusi. Faktor X yang berari eXecution. Ide yang baik adalah ide yang dilaksanakan bukan yang bagus secara teori saja.

Banyak perusahaan gagal pada tahap pelaksanaan. Para eksekutif di banyak perusahaan tidak akan pernah kekurang ide, strategi, visi, misi, dll. Kita punya teori motivasi intrinsik, psikologi personal & intra-personal/dinamika sosial, drive, NLP, NAC, neuroscience, dll.

Bagaimana mengaplikasikan pengetahuan-pengetahuan ini menjadi praktek nyata? Seperti apa transisi dari teori/perencanaan menjadi implementasi? Ini membutuhkan faktor X (eksekusi) yang terdiri dari beberapa elemen penting:

1. Penetapan tujuan yang jelas dan terfokus. Tujuan ini harus bisa diterjemahkan ke dalam rencana tindakan mingguan dan harian (kalau perlu bulanan, semesteran, tahunan). Namun yang terpenting adalah pemusatan konsentrasi.

Kita harus berfokus pada satu sasaran terpenting dan prioritaskan maksimal 2 sasaran pendamping.

2. Penegasan antara jadwal perencanaan dan pelaksanaan. Jika sudah dalam tahap pelaksanaan sudah tidak perlu memikirkan perencanaan. Pemikiran akan dilakukan lagi pada tahap evaluasi dan perencanaan ulang yang dinilai dari akuntabilitas para manajer dan pegawai pelaksana.

Kalau diperlukan, perusahaan bisa menunjuk satu orang agen perubahan yang memimpin sekelompok pegawai (pecahlah suatu departemen/divisi menjadi beberapa kelompok kecil). Ciptakan juga simbolisasi dan kompetisi internal perusahaan dalam menanamkan budaya eksekusi dari strategi tingkat korporat perusahaan.

Tahap pelaksanaan juga mesti memiliki penanda untuk melacak dan mengukur seberapa jauh sudah berjalan serta seberapa dekat dengan tujuan akhir/bulanan, sebagai contohnya.

3. Atasan harus secara berkala memonitor perkembangan dari eksekusi strateginya.

Pegawai pun diberikan kesempatan untuk membuat pertanggungjawaban lewat evaluasi dan umpan balik. Para eksekutif perusahaan harus mampu mengkomunikasikan konsep dari nilai-nilai pokok/prinsip dari ide-ide/strateginya kepada manajer sebagai moderator dari para pelaksana.

Budaya perusahaan harus mampu men-stimulasi peran proaktif dari semua lini termasuk karyawan di level bawah. Penghargaan harus diberikan secara sederhana, agar lebih banyak memancing partisipasi aktif para pegawai.

Penghargaan sederhana akan mendorong keberanian pegawai dalam memberikan ide/tindakan yang memajukan perusahaan, yaitu dengan mengarahkan motivasi pegawai dari eksternal menjadi lebih bersifat internal (karena kesederhanaan penghargaannya).

Saya akan jelaskan lebih gamblang lagi beberapa konsep di atas yang mungkin belum terlalu jelas pada tulisan-tulisan selanjutnya. Stay tuned!

%d blogger menyukai ini: