Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Tag: sukses

Rahasia Sukses

Saya pernah menanyakan seorang penulis sukses apa rahasia sukses dia.

Katanya; rahasianya adalah banyak membaca.

Selama ini, saya mengira penulis yang baik itu yang rajin menulis. Tapi katanya itu biasa. Dan seorang penulis memang senang menulis.

Yang berat adalah membaca sebanyak-banyaknya.

Penulis yang baik harus membaca banyak data untuk riset kepenulisannya. Jaman dulu, seorang penulis mesti mengubek-ubek perpustakaan. Membuka kliping koran dan majalah. Membeli banyak buku.

Jaman sekarang bagusnya sudah ada internet. Internet mempermudah riset kepenulisan. Namun, membaca sebanyak-banyaknya tetap harus dilakukan.

Membaca beragam hal untuk memperluas wawasannya. Padahal belum tentu semua yang sebaiknya dibaca, enak untuk dibaca. Meski ada banyak hal yang kurang diminati, tetap harus dibaca.

Membaca karya penulis lain yang lebih sukses. Atau yang gagal. Walau egonya malas-malasan membaca tulisan orang lain. Atau gengsi mengakui kehebatan penulis lainnya.

Menulis satu buku yang sukses, teman saya ini telah membaca ribuan buku dan beragam tulisan.

Inilah yang disebut persiapan. Mungkin persiapan terasa berat, tapi sangatlah penting. Kita harus mampu mendisiplinkan diri dalam persiapan sukses kita.

Banyak orang menginginkan kesuksesan yang instan. Tanpa melalui fase persiapan yang mungkin tidak menarik. Tapi persiapan menentukan kesuksesan.

Maukah kita berdisiplin; kerja keras untuk menyiapkan kesuksesan diri kita?

Internalisasi Kesuksesan

Epictetus adalah seorang yang terlahir sebagai budak. Lalu dia berhasil mendirikan sekolah filsafat di Yunani. Dia menjadi filsuf yang amat dihormati.

Banyak orang besar seperti Kaisar Hadrian menemuinya untuk meminta nasehat. Kaisar Roma di masa selanjutnya, Marcus Aurelius juga banyak terinspirasi olehnya, seperti juga banyak penulis, pemikir, dll. yang hidup di jaman modern.

Salah satunya adalah penemu cabang psikoterapi modern, RBT dan CBT; Albert Ellis. Salah satu perangkat psikologis yang paling berguna dalam tehnik motivasi yang akan saya paparkan, adalah: internalisasi tujuan.

Epictetus pernah berkata bahwa dari segala sesuatunya, ada hal-hal yang diluar kontrol kita. Seperti juga ada beberapa hal yang berada dalam kendali kita. Sepertinya, anak kecil juga tahu, tapi implikasi kalau kita meresapi filosofi ini, kita akan bebas dari stres yang tak perlu dan akan mampu termotivasi selalu.

Banyak hal memang di luar kendali kita. Beberapa orang menyebutnya nasib. Contohnya:

1. Kita tak bisa memilih dimana kita dilahirkan dan gen apa yang diwariskan,

2. Kita tidak bisa menentukan siapa orang tua kita dan karakter keluarga/suku kita,

3. Kita tidak bisa mengendalikan bagaimana gaya dan metode orang lain mendidik kita,

4. Kita tidak berwenang untuk mengontrol cuaca, pikiran orang lain, dan kejadian alamiah lainnya secara absolut,

5. Dan segala kejadian eksternal yang bisa terjadi tanpa kita harapkan atau kita duga secara akurat akan terjadi diluar kuasa kita.

Misalnya seperti; mengapa bencana terjadi, atau tiba-tiba kemujuran muncul bagitu saja. Bagaimana orang lain bersikap kepada kita, dll. Memang kita bisa mencoba mempengaruhi hal-hal tersebut.

Namun, kita bisa belajar mengubah nasib dengan mengerjakan hal-hal yang di dalam kendali kita secara optimal.

Contohnya; kita ingin memenangi suatu pertandingan. Sepak bola misalnya. Tujuan ini bisa disebut keberhasilan yang eksternal, di luar kendali kita.

Kita tidak bisa mengontrol bagaimana orang lain bersikap:

-Mungkin saja rekan se-tim kita ada yang cedera atau tertimpa musibah.
-Bisa jadi tim lawan lebih jago dari kita atau malah berbuat curang.
-Kompetensi dan kreativitas para pelatih yang bertanding.
-Atau para wasit yang memihak sebelah.
-Dan cuaca yang tidak mendukung, dll.

Kita bisa katakan, kemenangan adalah nasib. Dengan tujuan ingin memenangi pertandingan. Kita bisa sukses, bisa gagal.

Namun bagaimana kalau kita menerapkan filosofi Epictetus (Stoik)? Kita bisa menginternalisasikan tujuan kesuksesan kita.

Sukses didefinisikan oleh hal-hal yang di dalam kendali kita.

Seperti apa tujuan yang diinternalisasi itu?

Dalam contoh pertandingan bola ini, kita ubah tujuan kita: dari ingin memenangi pertandingan menjadi bertanding semaksimal mungkin.

Menyuguhkan kerja tim dan individu yang optimal.

Berjuang sekuat tenaga dengan keahlian kita.

Memberikan yang terbaik!

Dengan tujuan kesuksesan ini, kita akan sangat fokus:

-Berlatih dengan sebaik-baiknya dengan persiapan yang matang.
-Tidak terganggu oleh stres yang tak perlu saat menganalisa kekuatan lawan.
-Atau memikirkan ulasan para komentator dan media serta orang lain yang pesimis.

Kita hanya berkonsentrasi oleh:

1. Apa kata pelatih dan menjalankan instruksinya sebaik-baiknya
2. Menjaga dan membangun kekompakan tim secara sinergis
3. Dan memberikan kinerja yang sebaik-baiknya

Dalam pertandingan, kita tidak akan mudah menyerah dan terus mencari strategi serta taktik yang terunggul. Menghargai teman, lawan, wasit, pelatih, dll. karena melihat upaya mereka. Seperti kita juga, yang sama-sama berupaya secara maksimal.

Kita akan menjadi pemain bola yang paling sportif dan memiliki determinasi untuk memberikan yang terbaik.

Bagusnya, hal ini justru yang mendekatkan diri pada kemenangan. Meningkatkan peluang untuk mengalahkan lawan. Kita menjadi berpotensi besar menang dalam pertandingan tersebut.

Tapi kita tak bertujuan kesitu, kesuksesan kita hanya diukur dari dalam: seberapa maksimal kita berkontribusi.

Inilah yang dimaksud dengan internalisasi kesuksesan.

Dengan model kesuksesan seperti ini, dijamin kita tidak akan pernah gagal.

Kita gagal kalau kita sama sekali tidak mau berusaha secara optimal.

Dan kekalahan hanya akan menjadi cambuk untuk berlatih lebih keras lagi. Kemenangan akan memberikan motivasi untuk selalu memberikan yang terbaik.

Menang-kalah, kita tetap beruntung karena mendapatkan pelajaran yang berharga untuk berkembang lebih baik lagi. Tetap bersemangat dengan motivasi internal.

Menang pertandingan bukan tujuan, tapi sebagai insentif pendorong saja. Tujuan kita adalah berusaha semaksimal mungkin. Memberikan upaya dalam kewenangan kita sebaik-baiknya.

Menjadi diri sendiri sehebat yang kita mampu sampai titik darah penghabisan tanpa perduli menang atau kalah.

Kekalahan tidak akan membuat kita sedih atau kecewa. Kemenangan tidak akan menjadikan kita sombong atau jumawa. Kita akan memiliki mental juara. Hati yang tenang dan damai.

Konsentrasi pikiran yang terfokus pada kesuksesan internal. Mindset pemenang yang selalu berjuang sekuat tenaga tanpa pusing memikirkan hasilnya.

Sehingga menang atau kalah tidak menjadi masalah. Kita puas telah berjuang dengan sekuat tenaga. Berupaya memaksimalkan kemampuan kita. Melakukan yang terbaik.

Jangan sampai menyesal dan penasaran karena tidak melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan. Ayo internalisasikan semua tujuan kesuksesan kita sekarang juga!

Satu Hal Utama Penentu Motivasi

Saya akan bagikan satu hal yang paling utama dalam mengobarkan motivasi. Semangat bekerja di hari ini. Semoga bermanfaat!

Satu hal yang terpenting dalam mengobarkan semangat kerja adalah: kerja. Beraksi. Lakukan sesuatu dengan segera. Jangan terlalu banyak berpikir.

Tidak perlu menganalisis dan berencana terlalu lama. Just do it immediately!

Salah satu rahasia kesuksesan adalah mengetahui bahwa: motivasi mengikuti aksi. Momentum tindakan akan menyulut motivasi. Penundaan akan mematikan motivasi.

Bergeraklah dan lakukan sesuatu!

Aksi adalah penentu utama yang membedakan pemenang dari pecundang. Seseorang tidak akan pernah sukses kalau diam saja dan tidak berani mencoba.

Kegagalan bisa diambil hikmahnya dan dipelajari untuk mencoba lebih baik.

Lebih baik gagal dalam percobaan pertama, kedua, dst. Tapi suatu kali percobaan bisa berhasil. Namun kalau tidak mencoba sama sekali, sukses tidak akan pernah bisa terjadi.

Jangan sampai menyesal karena tidak mencoba!

Tindakan yang tidak berhasil lebih baik daripada tidak bertindak sama sekali. Darimana kita tahu kalau tindakan kita tepat? Belajar dari pengalaman. Pengalaman diri sendiri dan orang lain.

Kita akan menjadi pakar sesuatu jika kita berpengalaman lebih dari 10 ribu jam. Seorang ahli adalah orang yang sudah mencoba dan terus berusaha konsisten di bidangnya.

Seorang pecundang hanya menunggu sampai dia tahu tindakan yang tepat.

Menunggu itu membosankan dan menguras motivasi. Jangan sampai kelamaan menunggu malah keburu mati!

Maksud saya; mati semangatnya 🙂

Aksi adalah pendorong perubahan. Tidak ada kemajuan tanpa pergerakan. Inovasi akan mati jika tidak ditindaklanjuti.

Ide bagus adalah ide yang dijalani, sehebat-hebatnya pemikiran kalau tidak dilakukan hanya akan menjadi sampah pikiran. Penyedot energi. Jangan terlalu banyak berpikir. Bisa lesu-lemas-terdemotivasi. Hati-hati!

Tindakan-tindakan apa saja yang bisa mengobarkan motivasi? Berikut adalah beberapa contoh aksi yang dapat mengobarkan semangat kerja:

1. Paling pertama; tetapkan tujuan yang jelas. Yang selaras dengan hati.

Buat komitmen. Tuliskan dan tunjukkan pada orang lain. Umumkan pada semuanya. Deklarasikan tujuan dengan keyakinan. Lalu lakukan langkah pertama.

2. Beraksilah sekarang juga. Mulai dari fisik. Jangan berpikir lagi, lupakan aktivitas mental. Bertindak dengan gerakan. Rapikan meja. Telpon klien. Pakai sepatu olahraga. Buang junkfood di kulkas. Dll.

Jangan terlalu banyak berpikir menginginkan rencana yang sempurna. Jalani rencana dan sesuaikan dengan kondisi yang ada sepanjang perjalanan.

3. Berinteraksi dengan orang-orang yang penuh semangat. Berkumpulah dengan mereka yang optimis dan pekerja keras. Jauhi orang-orang yang negatif dan suka mengeluh.

Hubungi sahabat-sahabat yang saling mendukung. Kontak dan ajak ngobrol teman-teman yang sudah sukses.

4. Bacalah buku-buku motivasi. Biografi orang sukses. Baca setiap hari. Targetkan 3 buku per minggu.

Dengarkan musik yang mengobarkan semangat. Jangan musik yang bikin sedih. Dengarkan juga audiobook yang mendidik.

Tonton video yang menginspirasi. Jagalah input pikiran dari hal-hal yang negatif. Pilihlah untuk membaca, lihat, dengarkan hal-hal yang positif setiap harinya.

5. Kenakan pakaian orang sukses. Tetapkan gaya berpikir dari sudut pandang orang sukses. Tegakkan badan dan berjalanlah seperti orang sukses.

Berbicara dengan ketenangan, kepercayaan diri, dan penuh kalimat yang positif. Berperilakulah seperti orang sukses dan yakinlah bahwa kita adalah orang sukses.

Pupuklah mindset kesuksesan sedari dini.

Sekian tips dari saya kali ini. Sampai ketemu di tulisan selanjutnya 😉

5 Cara Meningkatkan Peluang untuk Sukses

Dalam tulisan kali ini, saya akan membagikan sebagian tips untuk meningkatkan peluang kesuksesan. Peluang kesuksesan ini bisa berarti sebagai peningkatan kekayaan pada umumnya.

Peningkatan jumlah prospek, klien, atau pelanggan bagi para marketing dan sales. Bisa juga peningkatan bisnis untuk perusahaan dan peningkatan karir untuk para karyawan. Dan tidak menutup kemungkinan, peningkatan peluang untuk mendapatkan jodoh bagi yang belum laku 😉

Untuk sukses, seseorang mesti memperoleh kesempatan dan menindaklanjuti kesempatan tersebut dengan kompetensi dirinya. Untuk mendapatkan kesempatan tersebut, seseorang harus meningkatkan probabilitas dari kesempatan yang datang. Dan probabilitas ini disebut peluang.

Cara meningkatkan probabilitas kesempatan untuk sukses adalah memperbanyak peluang. Semakin banyak kesempatan yang didapat semakin berpeluang untuk sukses.

Oke – selanjutnya, langsung saja, tanpa bertele-tele lagi berikut adalah tips untuk meningkatkan peluang kesuksesan:

1. Mencoba Banyak Hal yang Baru

Dengan mencoba banyak hal yang baru, seseorang akan terbuka atau terekspos terhadap pencocokan minat dan bakatnya. Darimana kita tahu kalau ternyata kita berbakat di suatu bidang jika kita tidak pernah mencobanya?

Bisa saja seseorang ternyata memiliki potensi menjadi maestro di bidang seni tari namun karena dia tidak pernah mencoba menari, dia tidak akan tahu bahwa dia berpeluang sukses di bidang seni tari contohnya.

Cara termudah adalah dengan membuat beberapa daftar kegiatan yang belum pernah dilakukan, tempat yang belum pernah didatangi, makanan dan hiburan yang belum pernah dicoba, dll.

Lalu lempar dadu atau diundi dan lakukan saja hasil undian yang keluar. Dijamin kamu akan memperoleh banyak keuntungan walaupun ternyatan bukan disitu minat dan bakatmu.

Seorang penjual atau orang yang bekerja di bidang sales dan marketing akan memperoleh banyak kenalan baru. Pebisnis bisa mendapatkan jaringan/networking yang banyak. Dan minimal kita bisa memiliki banyak pengetahuan baru sehingga menjadi pribadi yang berwawasan luas.

Cobalah memasak, ikut klub olahraga baru, mencicipi restoran yang unik, dan mengikuti seminar.

2. Tingkatkan Komunikasi

Jalinlah pertemanan dimana pun kamu berada. Pererat hubungan dengan sahabat-sahabat lama. Habiskan waktu setiap hari untuk mengontak 5 orang lewat telpon, email, sms, bbm, dll.

Berbicaralah dengan orang yang sedang mengantri di depan, di samping, atau di belakang kamu. Obrolkanlah beragam topik, jadilah pribadi yang berwawasan luas. Galilah lebih dalam kepribadian rekan kamu, orang asing yang sedang menjual sesuatu ke kamu, dan siapapun yang kamu jumpai.

Buatlah daftar nama dari keluarga dekat dan jauh, teman baru dan sahabat lama, rekan kerja dan sesama alumni. Lalu analisa sudah berapa lama tidak berhubungan dan pikirkan bagaimana caranya untuk secepatnya berkomunikasi.

Jadilah orang yang terbuka, jujur, dan tulus.

3. Membaca & Belajar

Manfaatkan kapasitas otak kamu yang besar. Isilah dengan beragam informasi yang berguna. Perbaharui wawasan kamu dengan banyak memperhatikan berita terkini, tren terbaru, dan beragam info yang menarik.

Jadikan ini modal untuk berkomunikasi dengan orang lain, target sales, prospek marketing, klien bisnis, calon partner usaha, dan siapapun yang kamu temui atau hubungi. Pelajarilah ilmu di dalam, di luar, dan yang berkaitan dengan disiplin ilmu yang kamu punya.

Buka internet yang praktis dan perdalam pengetahuan yang dipunya. Setiap hari, tulis satu hal baru yang dipelajari.

4. Rileks

Orang yang sedang stres dan pikirannya sedang berkecamuk, tidak akan bisa melihat dengan jeli peluang-peluang yang ada. Contohnya jika ada uang yang tergeletak di jalan, lebih besar kemungkinannya untuk ditemukan oleh orang yang sedang berjalan santai daripada oleh orang yang sedang stres.

Rileksasikan pikiran kamu, pijat tubuhmu dengan rutin, dan bermeditasilah. Silahkan berlibur panjang jika ada kesempatan. Ambil istirahat jika memungkinkan. Pelajari seni Siesta atau tidur ayam.

Lepaskan ketegangan pikiran dan murah hati untuk memaafkan. Jadilah pribadi yang tenang dan pikiran yang siap menerima beragam peluang.

5. Gigih!

Bayangkan ini. Orang yang baru belajar main catur akan berpeluang sangat kecil untuk mengalahkan lawan mainnya yang sudah biasa main catur. Orang yang sudah dua kali bermain catur akan lebih berpeluang menang dibandingkan orang yang baru sekali main catur.

Dan orang yang telah tiga kali main catur lebih berpeluang untuk menang melawan orang yang baru sekali mencoba bermain catur. Tapi apakah orang yang baru tiga kali main catur bisa menang melawan orang yang sudah biasa bermain catur? Amat kecil peluangnya.

Tapi bagaimana caranya agar dia bisa meningkatkan peluang untuk menang bermain catur? Dengan terus mencoba bermain catur, maka dia akan belajar banyak dan mengantisipasi beragam pola, taktik, dan strategi lawannya. Peluang dia menang meningkat seiring kegigihannya.

Jangan pernah menyerah, kamu tidak akan pernah tahu seberapa dekat kamu dengan keberhasilan jika kamu menyerah. Bisa saja emas yang ingin kita dapatkan tinggal 5 meter lagi menggali goa itu, tapi kalau kita berhenti menggali, kita tidak akan pernah berhasil memperoleh emas itu.

Kegagalan hanyalah batu lompatan atau anak tangga menuju puncak keberhasilan.

Sekian kata-kata motivasi saya kali ini. Mohon jangan hanya membaca teori saja namun eksekusi prakteknya. Saya sudah berikan beberapa tips praktis untuk menjalankan ide-ide saya di atas kecuali untuk yang kelima.

Kegigihan membutuhkan tekad yang kuat, prakteknya ada pada keempat tips yang lainnya.

Untuk menguatkan tekad atau kehendak kita agar bisa menjadi pribadi yang gigih, karyawan yang sukses berdisiplin, atau pejuang cinta yang pantang menyerah 😉 saya akan bahas pada tulisan selanjutnya…

Sukses dalam 21 Hari

Dalam tulisan saya sebelumnya, saya katakan: untuk maju kita perlu berubah.

Untuk sukses dalam perubahan itu, kita mesti membuat perubahannya menjadi permanen. Menjadi kebiasaan. Lalu dibudayakan. Dan itu perlu waktu.

Salah satu tips yang sering dibagikan para motivator adalah mendisiplinkan diri untuk melakukan perubahan dengan kebiasaan baru selama beberapa waktu tertentu. Ada yang bilang 21 hari ada juga yang mengatakan 30 hari.

Secara ilmiah, otak akan menguatkan koneksi baru antara sinapsis-nya (sel-sel saraf di otak) selama beberapa waktu tertentu. Yang awalnya terasa sulit dan berat akan menjadi mudah karena terbiasa.

Bayangkan ketika seseorang telah belajar mengemudikan mobil atau bersepeda. Kemampuan telah diperoleh tetapi masih kikuk. Karena itu otak butuh pembiasaan, pengalaman, agar menjadi semi-otomatis, masuk ke memori jangka panjang dan alam bawah sadar.

Mulanya terasa kaku dan aneh, setelah kurang-lebih sebulan mencoba, barulah rada lancar kita berkendaranya. Makanya, walau sudah bertahun-tahun saya tidak naik sepeda, beberapa waktu yang lalu saya membeli sepeda, saya dapat dengan lancar menaikinya.

Oleh karena, memiliki kemampuan yang ter-install di memori saraf otak dari kecil dahulu.

Tips ini mirip seperti konsep free-trial dalam marketing. Seringkali setelah mencoba dan keenakan, kita jadi keterusan membeli. Entah itu keanggotaan gym atau software. Kita tahu untuk memulai kebiasaan baru sangatlah berat, apalagi mempertahankannya selama beberapa minggu.

Namun setelah kita melewati fase kelembaman/inersia tersebut, maka momentum perubahan akan membantu kita untuk terus maju dengan kebiasaan yang sudah tidak baru ini. Ini selaras dengan hukum fisika Newtownian.

Memang untuk membayangkan perubahan yang permanen terasa agak susah. Mengubah diri agar berolahraga setiap hari, membiasakan makan makanan yang sehat, berhenti merokok, dll.

Sepertinya terlalu berat untuk mengubah diri dan bertahan setiap hari seumur hidupmu. Perubahan yang permanen itu menakutkan. Kalau kita takut, amygdala di otak primitif kita (sistem limbik dan otak tengah) akan mengambil alih kekuasaan berpikir dari otak modern kita yang kreatif (frontal/neo-cortex).

Makanya; ketakutan itu melumpuhkan.

Tapi bagaimana kalau kita bayangkan untuk berubah hanya sementara saja: 21 hari misalnya, lalu kita bebas kembali ke kebiasaan kita yang lama. Lumayan tidak terlalu mengerikan bukan?

Pikirkan saja itu seperti mencoba-coba hal yang baru dan kita bisa hitung mundur hari menuju kebebasan jika kita tidak mau melanjutkan kebiasaan baru ini nantinya. Tidak terlalu rugi untuk ambil waktu sebulan dalam hidup kamu mencoba berolahraga misalnya, lalu kembali malas-malasan.

Malah, kamu bisa mendapatkan beberapa keuntungan dan wawasan baru. Setidaknya kamu pernah mencoba hal yang baru.

Komitmen untuk sukses menjalankan perubahan/kebiasaan baru ini memang membutuhkan kedisiplinan, tapi tidak sesulit mengubah diri secara permanen. Disiplin untuk 21-30 hari saja tidak terlalu berat.

Buat saja kebiasaan barunya tidak terlalu sulit. Dibikin ringan-ringan saja kalau perlu. Yang penting konsisten, baru setelah 21 hari ditingkatkan intensitasnya. Contohnya: berolahraga selama 5 menit saja setiap harinya.

Lalu pikirkan nilai-nilai atau alasan yang bermakna mengapa kita mau berubah. Dan cari teman yang mau mengingatkan kita setiap harinya selama masa percobaan ini saja. Kalau perlu, umumkan niat kamu ke publik.

Disiplin 21 hari ini akan memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi jadinya.

Nah, jika kita telah berhasil menjalani perubahan baru selama 21 hari, apa yang akan terjadi? Kita bisa memperpanjangnya menjadi genap 30 hari atau sebulan dan memperoleh banyak wawasan untuk keputusan jangka panjang.

Jika kita ingin membuat perubahannya menjadi permanen, hal itu akan lebih mudah karena otak telah memprosesnya sebagai kebiasaan harian. Ingatan jangka panjang. Kalau bisa, kita coba jalankan 21 hari lagi atau tambah menjadi sebulan-2 bulan lagi.

Keuntungan lainnya adalah, kita bisa meng-uninstall-nya jika kita merasa tidak cocok dengan kebiasaan baru ini. Tapi ingat; jangan bilang kita tidak bisa berhenti merokok atau tidak mampu berolahraga setiap hari jika kita tidak pernah mencobanya minimal selama 21 hari.

Biasanya sih, kalau sudah 21 hari menjalankannya terasa tanggung jika tidak dilanjutkan. Dan pada saat menjalankannya, akan terasa sayang jika ada yang bolong, toh hanya untuk 21 hari saja kan 😉

Sepanjang tahun 2011, beberapa kebiasaan baru berhasil saya install secara permanen; menggunakan tips free-trial 21 hari ini. Salah satunya; saya berhasil diet rendah kalori dan turun berat badan sebanyak 10 kg.

Saya mulai dengan tidak makan nasi putih dan gula serta karbohidrat lainnya selama 3 minggu (awalnya). Saat memulai memang terasa aneh, lemas, dan sulit. Namun setelah beberapa minggu, semuanya berjalan otomatis.

Setelah 21 hari saya mencoba makan nasi tetapi tidak bisa banyak-banyak dan akhirnya saya coba perpanjang menjadi 30 hari dan melihat apa yang akan terjadi. Akhirnya, saya malah keterusan sampai sekarang tidak makan nasi.

Saya memiliki alasan kuat dibalik perubahan ini. Saya memiliki seorang ibu yang menderita sakit diabetes/gula darah tinggi. Sebelumnya juga saya telah memeriksakan diri dan hasilnya: kadar trigliserida di dalam darah saya cukup tinggi. Kata dokter, itu awal dari penyakit diabetes.

Saya pun harus mengurangi konsumsi kalori dari gula dan karbohidrat. Awalnya terdengar mustahil malah, bukan sulit lagi! Tapi akhirnya saya sukses berubah menggunakan tips ‘Coba dalam 21 Hari’ ini. Semoga kamu juga bisa, selamat mencoba!