Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi dari dan untuk Reza Wahyu

Tag: teori motivasi

Motivasi Karyawan dengan Teori Flow

Ketika pekerjaan dinikmati, hidup serasa menyenangkan; ketika kerja dianggap kewajiban, kehidupan seperti perbudakan. -Maxim Gorky

Kita semua pernah mengalami saat waktu berlari tanpa disadari. Hal ini biasanya terjadi ketika kita mengerjakan sesuatu yang kita sukai. Pikiran menjadi sangat fokus berkonsentrasi. Tiada kebosanan, yang ada hanya kesenangan pribadi. Kita menjadi lupa diri. Beraktivitas penuh semangat dan motivasi.

Kondisi ini secara psikologi disebut ‘flow’ atau mengalir. Istilah lainnya adalah berapi-api, fokus prima, konsentrasi penuh, terpusat, in the zone, present, in the moment, groove, in tune, dan lain-lain.

Teori flow ini, konsepnya dikemukakan oleh seorang psikolog bernama Mihaly Csikszentmihalyi.

Dan jika seseorang bekerja di dalam keadaan flow ini maka dia akan sangat bersemangat dan konsentrasi penuh dengan pekerjaan yang sedang dilakukannya. Kepercayaan dirinya menjadi meningkat secara maksimal dan termotivasi penuh untuk meraih tujuan.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Teori Motivasi ERG Alderfer: Existence-Relatednes-Growth

Butuh keberanian untuk bertumbuh dan merealisasikan potensi diri kita yang sejati. -E. E. Cummings

Clayton Paul Alderfer adalah seorang pakar psikologi organisasi di Amerika. Alderfer mengembangkan teori motivasi hirarki kebutuhan Abraham Maslow menjadi lebih efektif dan efisien. Silahkan baca tentang teori motivasi piramida Maslow di blog 100motivasi.wordpress.com dengan klik disini.

Piramida kebutuhan manusia yang digagas Maslow diklasifikasikan menjadi tiga kategori oleh Alderfer. Ketiga tingkatan kebutuhan itu adalah; eksistensi, hubungan, dan pertumbuhan. Biasa disebut sebagai teori motivasi ERG (Existence, Relatedness, dan Growth).

Seperti pada model hirarki Maslow yang berjenjang, teori ERG juga memiliki prioritas sesuai dengan urutannya. Penelitian menunjukkan ketimpangtindihan piramida kebutuhan Maslow, dan teori motivasi ERG memberikan solusinya.

Teori Motivasi ERG Aderfer ini bisa diaplikasikan secara tepat mengikuti kebutuhan personal setiap individu di dalam sebuah organisasi. Studi empiris dalam menetapkan ketiga kebutuhan ini telah diuji dan dibuktikan secara ilmiah.

Teori ERG bersifat progresif namun tetap fleksibel tanpa mengharuskan optimalisasi pemenuhan ketiga kebutuhannya. Walaupun para manajer juga mesti memperhatikan pemenuhan ketiga kebutuhan pada karyawannya.

Baca entri selengkapnya »

Pengembangan Model Motivasi Karyawan

Prestasi berkaitan langsung dengan aksi. Orang-orang yang sukses adalah mereka yang gigih bergerak, meski pernah melakukan kesalahan, mereka tidak pernah berhenti berusaha. -Conrad Hilton

Sejak era revolusi industri dimulai, cara-cara meningkatkan motivasi pekerja telah berkembang seiring dengan modernisasi tingkat kerumitan pekerjaan yang dilakukan oleh para karyawan dalam suatu perusahaan di masa kini.

Model motivasi kerja pertama yang paling sederhana adalah dengan menekankan hubungan pemberian insentif dengan kinerja. Motivasi karyawan dipengaruhi agar mereka meningkatkan kinerjanya dengan memberikan materi sebagai kompensasi dari prestasi kerjanya. Semakin baik prestasinya, insentif yang didapatkan akan semakin banyak atau sering.

Selanjutnya model tradisional tersebut di atas berkembang bersama kemajuan ilmu psikologi dan sosial khususnya dalam bidang sumber daya manusia di dunia bisnis. Model motivasi karyawan menjadi lebih manusiawi dan berorientasi kepada pengakuan kebutuhan sosial manusia disamping kebutuhan materi. Kepuasan kerja karyawan menjadi salah satu faktor terpenting yang harus diperhatikan oleh perusahaan.

Baca entri selengkapnya »