Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi dari dan untuk Reza Wahyu

Tag: training

Sales Training: Pelatihan Persuasi

Persuasi adalah bentuk komunikasi yang menguatkan pengaruh argumentasi agar menghasilkan komitmen untuk mengikuti tujuan dari bujukan. -Reza Wahyu

Dalam buku Psikologi Persuasi dan YES! 50 Cara Teruji untuk Menjadi Persuasif, Robert Cialdini sebagai pakar ilmu dan seni membujuk memaparkan 7 prinsip persuasi yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian oleh ahli persuasi ini menunjukkan ketujuh prinsip yang biasa digunakan oleh pembuat kebijakan, praktisi pemasaran, para penjual atau wiraniaga, dan banyak profesi lainnya yang membutuhkan sales skill agar bisa membujuk secara efektif serta mempengaruhi orang lain secara psikologis.

Dalam prakteknya, saya sukses memanfaatkan 7 prinsip persuasi ini dalam mempengaruhi prospek agar menjadi pelanggan. Ketujuh prinsip tersebut adalah; reciprocity (timbal-balik), komitmen serta konsistensi, bukti/validasi sosial, rasa suka, otoritas, kelangkaan, dan prinsip kontras.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

TTM: Tips Trainer Motivator

Trainer yang berkualitas sangatlah sulit didapatkan perusahaan. Kebanyakan motivator untuk para karyawan hanya membacakan materi lewat presentasi yang membosankan atau mengadakan banyak permainan yang cukup seru tapi tidak membawa perubahan yang permanen.

Kini, saatnya saya membagikan tips untuk menjadi trainer atau motivator yang bermutu;

1)Mulai dengan cepat dan akhiri dengan kesan yang baik. Jangan bertele-tele dengan perkenalan dan pembukaan yang panjang. Akhiri dengan kata-kata yang tak terlupakan sehingga pelatihannya selalu diingat-ingat meski telah berakhir serta mendorong perubahan yang bermakna.

2)Selalu berlatih dan melakukan persiapan dengan matang. Rekam sesi motivasi untuk evaluasi nanti. Perbanyak praktek dan perbaiki materi serta cara mempresentasikannya. Siapkan alat bantu visual, video, multimedia, alat dan media untuk menggambar, serta hadiah sederhana untuk kuis atau permainan.

3)Fokus, selalu antusias, dan menjaga tingkat energi agar tetap bersemangat dalam memberikan training dengan bahasa tubuh yang meyakinkan. Berbicaralah dengan penuh kepercayaan diri, gerakkan badan dan tangan secara harmonis berkoordinasi dengan apa yang ingin disampaikan.

4)Perhatikan dan manfaatkan emosi serta gaya belajar dari para partisipan. Gunakan gambar dan tulisan, video dan lagu, contoh kasus dan strategi, gambaran umum dan detail khusus, pertanyaan dan permainan, pengajaran dan diskusi, dan sebagainya. Ciptakan interaksi personal yang menarik dan pancing sensasi perasaan yang menggugah.

5)Sederhanakan presentasi, beri ruang agar partisipan belajar dan menemukan sendiri ilmu yang ingin diajarkan. Berikan lembaran untuk partisipan memberikan umpan balik dan menulis saran/masukan untuk sang trainer.

6)Tingkatkan kecerdasan intelektual, emosional, dan sosial untuk para partisipan dengan membentuk kelompok atau grup yang saling berkompetisi. Para peserta pelatihan akan belajar berinteraksi, bekerja sama, dan saling melengkapi dalam sebuah kelompok. Berikan tugas yang cukup menantang bagi grup-grup ini.

7)Last but not least, be yourself! Jadilah diri sendiri, jadilah versi yang terbaik dari diri sendiri. Setiap orang itu unik dan bisa memaksimalkan potensi dirinya tanpa perlu menjadi orang lain. Tapi kita juga memerlukan orang lain sebagai role-model, orang-orang yang telah mencapai kesuksesan yang ingin kita miliki. Selain mencari sosok yang bisa diteladani, kita juga harus mendapatkan tim pendukung untuk membantu presentasi ini. Tanpa dukungan orang lain, seorang trainer tidak akan berhasil dalam membawakan materi pelatihannya.

Sekian dahulu tips untuk kali ini, semoga berguna dan bisa membawa perubahan yang berarti..

Baca juga:
Motivator yang Merugikan
Menetapkan Prioritas Training Karyawan
Perusahaan Demotivator
Motivasi dari Hati (Tanpa Teriak2)

Menetapkan Prioritas Training Karyawan

Para pimpinan perusahaan perlu mengevaluasi kesempatan-kesempatan untuk pengembangan diri yang diberikan kepada para karyawannya agar memberikan hasil yang terbaik bagi kedua belah pihak. Bagi perusahaan dan juga untuk para karyawannya.

Di era globalisasi ini, persaingan semakin ketat. Semua perusahaan berusaha menjadi lebih kuat dengan mengejar teknologi terkini, inovasi baru, dan perkembangan keahlian karyawan sehingga tak tertinggal dari para pesaingnya.

Dengan memberikan pelatihan-pelatihan, perusahaan memiliki peluang untuk mentransformasikan sumber daya manusianya untuk mencapai tujuan organisasi. Pencapaian tujuan ini diperoleh perusahaan seiring dengan kemajuan para karyawannya hasil dari training yang diberikan.

Pertanyaannya adalah: bagaimana para manajer memberikan penilaian dan menetapkan prioritas training yang seperti apa yang akan diberikan kepada para karyawannya?

Dan ini bukan hanya masalah efisiensi saja karena banyak perusahaan telah menghabiskan jutaan untuk pelatihan dan pendidikan para karyawannya. Training yang diberikan haruslah juga efektif dan mengoptimalkan segala potensi yang ada di dalam diri karyawan.

Solusi yang tepat agar training mengembalikan investasi yang telah dibayarkan oleh perusahaan dengan peningkatan mutu sumber daya manusia yang ada adalah dengan memaksimalkan pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman kerja karyawan dengan penguatan bakat serta kelebihan yang dimiliki karyawan tersebut.

Jika perusahaan hanya fokus pada pelatihan yang menutupi kekurangan karyawan, maka para karyawannya hanya akan menjadi karyawan yang standar dengan kekurangan yang sudah diminimalisasi. Akan tetapi ini bukan berarti perusahaan tidak boleh memberikan training yang mengatasi kelemahan pegawai, hanya saja; perusahaan perlu memprioritaskan training yang berfokus pada penguatan kelebihan masing-masing pekerja.

Dan jika perusahaan memprioritaskan pemberian training yang berfokus pada usaha pengembangan bakat dan kelebihan yang dimiliki oleh para karyawannya, maka para karyawan ini akan menjadi spesialis. Para pekerja ahli yang memiliki kemampuan khusus yang unggul dalam persaingan. Pegawai unggulan dengan keahlian yang maksimal.

Training yang berfokus pada peningkatan kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing karyawan akan menciptakan suatu organisasi yang efektif yang dipenuhi oleh individu-individu unggulan. Perusahaan akan mampu berjalan, bahkan berlari secara optimal dan meninggalkan para pesaingnya dengan sumber daya manusia yang terfokus.

Riset kepada 65 ribu karyawan serta 500 unis bisnis oleh Gallup, konsultan manajemen terkemuka, mengungkapkan jika para karyawan memahami dan memanfaatkan kelebihannya di dalam pekerjaannya akan meningkatkan kinerjanya di dalam perusahaan secara drastis. Perusahaan menjadi lebih produktif dan tingkat loyalitas pegawai meningkat.

Perusahaan yang ingin meningkatkan produktivitas dan profitabilitasnya harus membantu para karyawannya dalam memaksimalkan potensi diri dengan menguatkan kelebihan alami yang dimiliki oleh karyawan tersebut.

Para manajer perlu menggunakan pendekatan evaluasi berdasarkan kekuatan yang ada di dalam diri karyawan untuk optimalisasi kinerja karyawan tersebut. Ini berarti, setiap karyawan harus turut berpartisipasi dalam proses penilaian kekuatannya dan proaktif menunjukkan bakat serta keahliannya yang paling menonjol dalam menjalankan pekerjaannya.

Komunikasi menjadi faktor kunci dalam mengumpulkan input dan memberikan umpan balik yang tepat agar perusahaan dan karyawan saling memahami kebutuhan pendidikan training yang terpenting bagi keduanya.

Tantangannya disini adalah; para manajer harus bisa memberikan pengarahan yang jelas agar karyawan benar-benar mengerti dalam pelaksaan tugas-tugas yang menjadi prioritasnya.

Sumber daya manusia, rintangan-rintangan yang ada, serta sarana komunikasi mesti dikelola dan diatasi agar tercipta channel-channel komunikasi baik yang formal dan informal sehingga karyawan merasa nyaman berbicara dan mengungkapkan opininya. Peran aktif karyawan akan sangat berarti dalam menentukan training berdasarkan kekuatan yang sesuai dengan masing-masing karakter yang dimiliki oleh para karyawan itu sendiri.

Perusahaan yang berhasil menjalankan strategi yang mengintegrasikan perencanaan dan implementasi ketepatan bakat serta keahlian karyawan kepada peran kerjanya, akan menikmati keunggulan dalam bersaing serta menjadi perusahaan yang suistainable. Bertahan melewati krisis karena disokong oleh karyawan-karyawan yang lebih baik.

Karyawan menjadi pekerja yang lebih baik, lebih cepat, dan unggul dengan peningkatan keahlian yang berfokus pada kelebihan dan bakatnya. Produktivitas kinerja akan meningkat, daya saing usaha akan lebih unggul, sehingga perusahaan dan karyawan akan menikmati keuntungan yang lebih secara bersama-sama.

Baca juga:
Training Sales Persuasif
Faktor X Pada Motivasi Pegawai
Memaksimalkan Produktivitas

%d blogger menyukai ini: