Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi dari dan untuk Reza Wahyu

Cara Mudah untuk Berubah

Untuk maju, kita perlu berubah. Untuk bertahan kita perlu beradaptasi dari perubahan. Perubahan itu pasti. Segalanya berubah. Kita tinggal pilih; ikut berubah atau expired/punah.

Kesuksesan membutuhkan perubahan. Dan kesuksesan yang tahan lama membutuhkan perubahan yang tahan lama juga. Kita bisa berubah untuk sesaat atau untuk selamanya. Silahkan pilih!

Namun terkadang, perubahan itu sulit. Otak primitif kita takut pada perubahan. Oleh karena, perubahan itu tidak nyaman. Bisa berbahaya, kata otak primitif kita.

Namun, otak modern kita (neo-cortex) bisa bekerja maksimal dengan menciptakan perubahan. Ide-ide brilian, inovasi dan kreativitas datang dari pikiran modern kita (otak depan/prefrontal cortex).

Sayangnya, otak modern ini bisa lumpuh, kalah diambil alih oleh insting otak primitif kita. Amygdala adalah bagian otak primitif yang mengendalikan emosi seperti amarah dan rasa takut. Istilah ilmiah seperti pembajakan amygdala berarti perasaan emosional secara spontan menutup pemikiran kreatif. Ketakutan akan perubahan melumpuhkan kita.

Sebenarnya, ada dua cara untuk berubah. Secara radikal dan secara bertahap. Seperti alam mengajarkan kita, ada evolusi dan mutasi. Breakthrough atau terobosan yang inovatif kadang diperlukan, namun perubahan yang perlahan tapi pasti (kaizen) lebih memudahkan.

Mencapai kesuksesan untuk berubah bisa dianalogikan seperti memanjat gunung.

Kita bisa mencapai puncak gunung (kesuksesan) dengan melompat tinggi, berlari menanjak lurus ke atas, dengan jarak tersingkat. Namun resikonya, kita bisa terjatuh dan tidak sanggup melanjutkan pendakian.

Kita bisa kehabisan tenaga sebelum sampai di puncak gunung tersebut. Ada cara yang lebih mudah:

Berjalan perlahan mengitari gunung tersebut, sedikit demi sedikit mengarah ke puncak. Kita tidak akan kehilangan tenaga, karena tidak berjalan lurus mengarah ke atas melawan gravitasi secara frontal.

Kita melangkah secara landai mengitari gunung, memutar seperti spiral yang perlahan mengarah ke atas. Berjalan mengelilingi semua sisi gunung, menikmati pemandangan, dan tak terasa semakin ke atas. Pelan namun pasti, kita akan sampai di puncak (kesuksesan).

Bagaimana caranya mengimplementasikan langkah-langkah mudah untuk berubah ini? Berikut ringkasannya:

1. Tetapkan satu tujuan saja. Kita hanya bisa mencapai satu puncak gunung saja, kita tidak bisa menggapai dua atau lebih puncak gunung dalam waktu yang sama. Bidik sasaran kamu ke satu arah dahulu, jika sudah mulai ada kemajuan barulah coba bidang lainnya.

Prioritaskan mana yang mau dirubah terlebih dahulu: keuangan, masalah hutang, berat badan & diet, olah raga, dll. Berkonsentrasi pada satu hal yang ingin dirubah akan meningkatkan peluang kesuksesannya dengan menggunakan tenaga dan energi mental secara efektif. Fokus!

2. Rencanakan pencapaian tujuan dalam beberapa aktivitas yang mudah.

Buat daftar tugas dan kerjakan mulai dari yang paling kecil. Nikmati prosesnya dan jangan pikirkan hasil selama mengerjakan satu langkah mudah tersebut. Kerjakanlah tanpa gagal minimal 1 bulan atau 30 kali (menjadikannya kebiasaan). Caranya? Buatlah menjadi sangat mudah dikerjakan.

Bila merasakan keengganan dalam mengerjakannya; kurangi ukurannya, waktu, kuantitas, dll. Yang penting konsisten dan berkesinambungan. Contoh: ingin berubah menjadi rajin berolahraga? Tetapkan saja jadwal olahraga 1 (SATU) menit saja asalkan bisa teratur/rutin daripada 30 menit tapi akhirnya ditunda-tunda dan gagal.

Jika sudah bisa berubah (walau kecil-kecilan) barulah tingkatkan ukurannya. Lakukan perbaikan yang juga kecil-kecilan tapi terus-menerus. Kerjakanlah selalu satu langkah kecil yang amat sangat mudah. Biar kecil yang penting konsisten.

3. Cari teman dalam perjuangan ini. Seperti mendaki gunung lebih baik jangan sendirian, begitu juga dalam melaksanakan perubahan. Jika kita punya teman seperjalanan maka perjalanannya menjadi tidak terlalu berat/sulit.

Carilah partner atau grup/kelompok pendukung. Berkomitmenlah untuk saling mendukung dalam mencapai tujuan. Minimal, milikilah seseorang yang bisa mengingatkan untuk terus melangkah dan jangan menyerah.

Berbagilah rasa syukur jika telah mencapai beberapa sasaran kecil, jalani perubahan dengan perlahan. Rekan kita juga harus bisa memberikan penghargaan sederhana atau pujian yang positif untuk mendorong kemajuan kita.

Lagipula, tidak ada orang bisa sukses tanpa bantuan orang lain. Kesuksesan lebih mudah diraih lewat kerjasama yang sinergis dan harmonis. Selain orang lain, diri kita sendiri juga bisa menjadi pendorong dan juga sekaligus sebagai rekan yang dapat mengingatkan diri kita sendiri untuk selalu fokus.

Buatlah catatan kecil berisi tujuan yang ingin dicapai dan alasannya di selembar kartu pengingat dan bacalah kartu tersebut beberapa kali sehari. Semangatilah diri dengan selalu mengingat tujuan dan alasan yang bermakna sepanjang hari.

Cara ini sudah teruji dan terbukti keampuhannya. Coba saja dan buktikan!

Sekian sharing pengetahuan dari saya. Nanti disambung lagi di lain tulisan.

Semoga kita semua dilimpahi berkah dan kekuatan agar bisa menunggangi perubahan, serta maju terus mengembangkan diri kita. Tetap semangat dan pantang menyerah 🙂

Baca juga:
5 Tehnik Pencapaian Tujuan yang Efektif dan 5 Tehnik yang Tidak Efektif
Motivasi ‘Just Do It’ – The 1st Step (Zeigarnik Effect)
Manajemen Energi untuk Kesuksesan
4 Kunci Keberhasilan Perubahan

5 Tips Meningkatkan Motivasi bag. 2

Ada kalanya kita merasa kurang motivasi. Sudah membaca buku, mengikuti seminar, outbond, dll. Setelah beberapa saat, semangat kembali memudar.

Bagaimana caranya agar motivasi terus membara?

Terkadang, seorang motivator pun merasakan kurang termotivasi.

Bahkan, memikirkan sesuatu tindakan menjadi sulit. Tubuh ini hanya ingin santai, tidak melakukan apa-apa. Malas bergerak. Berubah.

Namun, perubahan yang positif bukanlah hal yang mustahil walau motivasi sedang kendor. Ada jalan yang mudah dan tidak terasa berat. Langkah kecil. Bertahap.

Berikut adalah beberapa tips untuk mendobrak kendornya motivasi:

1. Tetapkan satu sasaran saja. Fokuskan energi (yang sedang rendah levelnya ini) pada satu sasaran saja.

Kerjakan apa yang bisa dikerjakan, selesaikan dengan satu tujuan yang terpenting dan paling mungkin dilakukan serta paling mungkin tercapai tanpa gagal.

2. Mulai dari hal yang terkecil. Jangan berpikir terlalu besar. Pikirkan langkah terkecil yang bisa dilakukan. Berikan ukuran termudah. 5 menit olahraga, bahkan kalau perlu 2 menit saja asal konsisten.

Nanti kalau sudah konsisten baru ditingkatkan. Jangan menjadwalkan langsung 20 menit olahraga tapi ternyata tidak bisa konsisten setiap hari. Lakukan satu perubahan kecil saja tapi konsisten menjadi kebiasaan. Permudah. Perkecil.

3. Pikirkan keuntungannya jangan kesulitannya. Seringkali kita terlalu pusing memikirkan kesusahan dan menjadikan tugas di depan mata terlihat sangat berat. Coba tuliskan dengan fair kerugian dan keuntungan dari aktivitas produktif yang kamu ingin lakukan.

Tegaskan alasan kuat mengapa kamu melakukan itu. Ingat-ingatlah selalu tujuan akhirnya. Kalau hanya memikirkan beratnya aktivitas tersebut menjadi dua kali beratnya. Mending dikerjakan saja, langkah demi langkah, tanpa berpikir lama-lama. Maju saja satu langkah!

4. Berikan reward sederhana jangan yang mewah. Motivasi harus datang dari dalam diri. Jika rewardnya terlalu ‘wah’ itu akan jadi bumerang. Kita hanya termotivasi dari stimulus luar. Jadikan reward kecil sebagai penanda saja.

Perusahaan Jepang yang terkenal produktif hanya memberikan pulpen, piagam, pujian kepada bawahan teladannya; perusahaan Amerika yang kurang produktif menstimulasi penghargaan dengan insentif bernilai tinggi/mahal yang malah membuat banyak orang mundur/gentar.

Reward yang sederhana malah memancing banyak ide yang beberapa darinya potensial untuk menjadi inovasi baru. Mintalah bantuan seseorang untuk menciptakan/berpartisipasi membantu berjalannya sistem reward ini.

5. Just do it! Jangan membuat rencana terus-menerus.

Siapkan juga waktu untuk mengeksekusi rencana tersebut. Pisahkan antara perencanaan dan pelaksanaan/eksekusi. Jangan menganalisa pada tahapan eksekusi, bahkan jangan berpikir! Laksanakan saja rencana yang ada tanpa berpikir panjang.

Kebalikannya, jangan bertindak apapun ketika sedang dalam tahap perencanaan. Energi butuh fokus. Sumber daya energi kita terbatas; otot butuh energi, otak juga. Agar maksimal, kita harus memisahkan penggunaannya; antara otak dan otot. Jika berbarengan menjadi tidak maksimal, hilang konsentrasi, dan tidak fokus.

Buatlah rencana dengan pikiran yang detail dan berurutan, lalu laksanakan dengan tanpa berpikir lagi. Mulailah dengan yang termudah. Rencanakan langkah pertama sebagai langkah kecil yang akan mendorong segalanya di depan. Ready, get start, and go!

Langkah kelima akan dibahas lebih detail pada tulisan selanjutnya. Langkah ini (bersama tips nomer 2) merupakan kunci perubahan yang abadi.

Terkadang kita bisa berubah tapi belum tentu bisa menjaga perubahan itu dan kembali ke kebiasaan yang dahulu. Orang bisa sukses tapi belum tentu sukses selama-lamanya. Silahkan stay tuned terus dan baca tulisan-tulisan saya selanjutnya di blog ini…

Bagaimana Cara Bangun Pagi

Selisih waktu bangun pagi pada jam 5 dengan bangun jam 7, jika waktu tidur dianggap relatif sama; hampir sama dengan penambahan umur sebanyak 10 tahun dalam kehidupan. -Philip Doddridge

Bangun pagi memiliki banyak keuntungan dan berkaitan erat dengan level motivasi kita sepanjang hari.

Bangun kesiangan yang jelas membuat mood kurang bagus, malas, buru-buru sehingga ada yang kelupaan, belum kalau terlambat yang bisa merusak jadwal atau hubungan dengan orang lain.

Beberapa keuntungan bangun pagi adalah: punya waktu tambahan untuk bersiap-siap, olahraga, sarapan, membuat rencana, memandang mentari terbit, menghindari kemacetan, dan keterlambatan, serta keheningan/ketenangan jiwa untuk memulai hari melawan stres.

Beberapa tips berikut bisa membantu kita untuk bisa bangun pagi, yaitu:

1. Tidur lebih awal.

Memang bisa saja sewaktu-waktu kita tidur larut malam tetapi tetap mampu bangun pagi. Namun hal ini tidak bisa dirancang untuk menjadi kebiasaan yang konsisten setiap harinya.

Biarkan tubuh beradaptasi dan membentuk jadwal biologisnya dengan jumlah jam tidur yang cukup. Namun jangan memaksakan diri jika memang tidak mengantuk. Biarkan tubuh menemukan ritmenya.

Bantulah dengan berolahraga di siang hari dan tidur siang sesedikit mungkin (kalau perlu ganti dengan siesta, meditasi, relaksasi). Jangan minum kopi secara berlebihan khususnya di sore/malam hari.

Lakukan aktivitas yang tidak menstimulasi otak sebelum tidur tapi yang kira-kira membuat mengantuk. Saya biasanya membaca topik yang membosankan/berat. Sekali lagi; olah raga itu penting agar mudah mengantuk nanti.

2. Letakkan alarm agak jauh dari tempat tidur.

Kalau bisa, buat tubuh kamu terpaksa berdiri untuk mematikan alarm tersebut. Hal ini akan mengaktifkan beberapa bagian otak dan otot yang sedang rileksasi sedari tidur semalaman.

Lakukan simulasi ketika sebelum tidur atau bahkan di siang/sore hari; cobalah reka ulang kejadian mulai dari mematikan alarm hingga ke kamar mandi/sarapan, berpura-puralah seakan-akan sudah di pagi hari.

Jadi, berlatihlah (seperti akting di adegan film). Buatlah sandiwara seakan-akan sedang bangun pagi sebelum bangun pagi yang betulan!

Lakukan berulang-ulang hingga masuk ke alam bawah sadar, sehingga ketika bangun pagi betulan kita bisa secara otomatis melakukannya meski otak belum sepenuhnya terjaga.

3. Putuskan untuk bangun saat mematikan alarm.

Jangan berpikir atau mendengarkan pikiran yang membujuk untuk ke tempat tidur 5 menit lagi.

Tak perlu terlalu banyak berpikir, tubuh kamu masih lemas kurang energi, jadi berikan energi kepada otot terlebih dahulu daripada otak. Kerjakan apa saja yang tidak butuh waktu untuk berpikir banyak.

Segera ambil minum/ngopi, setel tv/radio, sikat gigi/cuci muka atau langsung saja mandi sekalian. Sebelum tidur, cobalah buat jadwal daftar kegiatan yang akan dilakukan di esok hari.

Contoh: ketika pagi, bangun dari kasur, matikan alarm, buka pintu, keluar kamar, ambil gelas, minum, ke toilet, pipis, ambil handuk, mandi, dll. Jangan lupa simulasikan dan dilatih berulang-ulang agar menjadi otomatis tanpa berpikir.

4. Kerjakan sesuatu yang bermakna.

Cari alasan penting untuk bangun pagi. Jangan begadang, lebih baik mengerjakan sesuatu di pagi/dini hari setelah bangun tidur. Kita bisa lebih fokus setelah beristirahat daripada begadang.

Mintalah dukungan partner, teman, rekan, bahkan bos untuk menciptakan kompetisi atau sebagai pihak yang menegur dan bisa juga sebagai pihak yang memberikan reward jika berhasil bangun pagi.

Imbalan tersebut bisa sesuatu yang sederhana seperti pujian singkat atau teh yang nikmat. Pancing juga ketakutan dengan konsekuensi jika terlambat bangun. Pikirkan kesusahan dan kesulitan yang akan didapatkan jika terlambat bangun pagi. Kalau perlu buat perjanjian membayar denda pada seseorang.

5. Disiplin dan konsisten.

Perubahan tidak perlu drastis, bertahap tidak mengapa yang terpenting adalah menguatkan kebiasaan bangun pagi secara konsisten. Lebih baik bangun 5-10 menit lebih pagi setiap hari daripada mampu bangun 1-2 jam lebih pagi tapi hanya sesekali saja. Kedisiplinan perlu kekuatan pikiran dan dilatih seperti otot untuk berkembang menjadi semakin kuat.

Baca juga:
Tips Cara Bangun Pagi 2
Tips Bangun Pagi 3: Tehnik Zombie
Cara Disiplin dalam Bekerja
Tips Memotivasi Disiplin Diri