5 Tips Meningkatkan Motivasi bag. 2

by @rezawismail

Ada kalanya kita merasa kurang motivasi. Sudah membaca buku, mengikuti seminar, outbond, dll. Setelah beberapa saat, semangat kembali memudar.

Bagaimana caranya agar motivasi terus membara?

Terkadang, seorang motivator pun merasakan kurang termotivasi.

Bahkan, memikirkan sesuatu tindakan menjadi sulit. Tubuh ini hanya ingin santai, tidak melakukan apa-apa. Malas bergerak. Berubah.

Namun, perubahan yang positif bukanlah hal yang mustahil walau motivasi sedang kendor. Ada jalan yang mudah dan tidak terasa berat. Langkah kecil. Bertahap.

Berikut adalah beberapa tips untuk mendobrak kendornya motivasi:

1. Tetapkan satu sasaran saja. Fokuskan energi (yang sedang rendah levelnya ini) pada satu sasaran saja.

Kerjakan apa yang bisa dikerjakan, selesaikan dengan satu tujuan yang terpenting dan paling mungkin dilakukan serta paling mungkin tercapai tanpa gagal.

2. Mulai dari hal yang terkecil. Jangan berpikir terlalu besar. Pikirkan langkah terkecil yang bisa dilakukan. Berikan ukuran termudah. 5 menit olahraga, bahkan kalau perlu 2 menit saja asal konsisten.

Nanti kalau sudah konsisten baru ditingkatkan. Jangan menjadwalkan langsung 20 menit olahraga tapi ternyata tidak bisa konsisten setiap hari. Lakukan satu perubahan kecil saja tapi konsisten menjadi kebiasaan. Permudah. Perkecil.

3. Pikirkan keuntungannya jangan kesulitannya. Seringkali kita terlalu pusing memikirkan kesusahan dan menjadikan tugas di depan mata terlihat sangat berat. Coba tuliskan dengan fair kerugian dan keuntungan dari aktivitas produktif yang kamu ingin lakukan.

Tegaskan alasan kuat mengapa kamu melakukan itu. Ingat-ingatlah selalu tujuan akhirnya. Kalau hanya memikirkan beratnya aktivitas tersebut menjadi dua kali beratnya. Mending dikerjakan saja, langkah demi langkah, tanpa berpikir lama-lama. Maju saja satu langkah!

4. Berikan reward sederhana jangan yang mewah. Motivasi harus datang dari dalam diri. Jika rewardnya terlalu ‘wah’ itu akan jadi bumerang. Kita hanya termotivasi dari stimulus luar. Jadikan reward kecil sebagai penanda saja.

Perusahaan Jepang yang terkenal produktif hanya memberikan pulpen, piagam, pujian kepada bawahan teladannya; perusahaan Amerika yang kurang produktif menstimulasi penghargaan dengan insentif bernilai tinggi/mahal yang malah membuat banyak orang mundur/gentar.

Reward yang sederhana malah memancing banyak ide yang beberapa darinya potensial untuk menjadi inovasi baru. Mintalah bantuan seseorang untuk menciptakan/berpartisipasi membantu berjalannya sistem reward ini.

5. Just do it! Jangan membuat rencana terus-menerus.

Siapkan juga waktu untuk mengeksekusi rencana tersebut. Pisahkan antara perencanaan dan pelaksanaan/eksekusi. Jangan menganalisa pada tahapan eksekusi, bahkan jangan berpikir! Laksanakan saja rencana yang ada tanpa berpikir panjang.

Kebalikannya, jangan bertindak apapun ketika sedang dalam tahap perencanaan. Energi butuh fokus. Sumber daya energi kita terbatas; otot butuh energi, otak juga. Agar maksimal, kita harus memisahkan penggunaannya; antara otak dan otot. Jika berbarengan menjadi tidak maksimal, hilang konsentrasi, dan tidak fokus.

Buatlah rencana dengan pikiran yang detail dan berurutan, lalu laksanakan dengan tanpa berpikir lagi. Mulailah dengan yang termudah. Rencanakan langkah pertama sebagai langkah kecil yang akan mendorong segalanya di depan. Ready, get start, and go!

Langkah kelima akan dibahas lebih detail pada tulisan selanjutnya. Langkah ini (bersama tips nomer 2) merupakan kunci perubahan yang abadi.

Terkadang kita bisa berubah tapi belum tentu bisa menjaga perubahan itu dan kembali ke kebiasaan yang dahulu. Orang bisa sukses tapi belum tentu sukses selama-lamanya. Silahkan stay tuned terus dan baca tulisan-tulisan saya selanjutnya di blog ini…