Tips Motivasi

Anti Stres *Metode Spiritual Motivasi Diri & Manajemen Emosi ^ Pencerahan #mindfulness #nonduality

Month: April, 2012

Tips Motivasi Sales Tanpa Komisi

Bukan berarti saya menentang pemberian komisi kepada jajaran tenaga penjual. Justru saya sangat mendukung pemberian komisi dari setiap penjualan yang berhasil dibukukan oleh sang wiraniaga.

Komisi adalah salah satu motivasi terpenting untuk seorang sales person, tapi bukan satu-satunya.

Seorang sales person atau marketing executive atau apapun perusahaan menyebutnya, haruslah seseorang yang bertipe ingin mendapatkan komisi sebesar-besarnya. Ini adalah karakter yang dibutuhkan untuk menjadi seorang sales person.

Kalau seseorang tidak termotivasi oleh komisi, sebaiknya ia ditempatkan sebagai staf biasa atau bagian lainnya. Sales person haruslah seorang karyawan yang bersifat pencari peluang; seseorang yang bertipe mengejar kesempatan. Sehingga dia akan gigih dalam memprospek dan menghasilkan penjualan bagi perusahaan. Seorang sales person yang hebat adalah seorang pengejar komisi sejati.

Namun tentunya, kita harus ingat komisi bukanlah satu-satunya cara memotivasi tim sales perusahaan. Seringkali, komisi atau insentif uang mencerminkan banyak hal lainnya. Bisa berupa pengakuan, kebutuhan berprestasi, simbol atau status, kebanggaan bagi harga diri, rasa aman, keinginan membahagiakan diri atau keluarga, dan sebagainya.

Maka, berikut beberapa tips motivasi praktis yang bisa saya bagikan tanpa menyinggung tentang komisi lagi.

Yang terutama selain pemberian insentif adalah pemberian penghargaan:
Akui prestasi sang sales person baik itu secara empat mata dengan atasan dan dalam kelompok. Berikan penghargaan dengan simbol sederhana seperti bintang atau adakan upacara kecil-kecilan untuk pemberian penghargaan. Sungguh merupakan suatu hal yang sangat mendemotivasi sales jika hasil kerjanya tidak diakui secara dramatis.

Berikan suasana persaingan yang sehat antar tim sales:
Buatlah minimal dua tim (boleh lebih) di dalam barisan tenaga penjual. Pembentukan tim akan menciptakan semangat berkompetisi antar tim dan kerja sama yang saling membantu antar sales person di dalam tim. Keahlian komunikasi dan empati juga bisa meningkat berkat interaksi antar sales person di dalam tim.

Tetapkan target dan instruksi yang terperinci:
Tuliskan tujuan yang ingin dicapai secara spesifik, berupa sasaran jangka pendek dan sasaran jangka panjang. Minta sang sales untuk bervisualisasi dan membayangkan pekerjaan serta pencapaian targetnya. Berikan petunjuk pelaksanaan yang jelas agar sales tidak ragu-ragu dalam bertindak dan melaksanakan aktivitas penjualan. Picu inisiatif untuk memulai tindakan, dengan waktu start misalnya. Jangan lupa juga untuk menaruh tenggat atau batas waktu agar sales menjadi produktif.

Ingatkan alasan dan konsekuensi dari kinerja sales secara rutin:
Motivasi seseorang berfluktuasi dan cenderung menurun seiring waktu jika tidak ada motivator yang berarti. Seorang atasan yang baik harus sering-sering mengingatkan tentang alasan bawahannya bekerja, makna dia mau bekerja keras, demi menafkahi keluarga misalnya, atau menabung untuk membeli sesuatu yang diinginkannya, dan tidak lupa memberi kesadaran akan konsekuensi negatif yang bisa didapatkan jika dia bermalas-malasan. Bicarakan setiap hari kalau bisa, bersamaan dengan aktivitas monitoring perkembangan prospek oleh supervisor/manajer kepada anak buahnya.

Jalin kebersamaan untuk membangun kepercayaan dan rasa hormat:
Adakan acara kumpul-kumpul dimana atasan seperti manajer penjualan atau supervisor bisa membaur dengan para sales person. Ciptakan suasana kekeluargaan untuk menguatkan hubungan baik yang saling mendukung antara sales person dengan atasannya. Kondisi yang menyenangkan akan menularkan perasaan antusias sehingga sales person lebih bersemangat dalam menjual.

Stimulasi inovasi sales dan kreativitas dalam meraih target penjualan:
Jadilah fleksibel dengan memberikan ruang kreativitas untuk berinovasi dalam batas tertentu namun tetap menuntut hasil. Komunikasikan target secara menantang tapi sesuaikan dengan keadaan market dan keahlian sang sales person. Jangan sampai berlebihan sehingga memberatkan dan menjadi alasan sales untuk malas. Namun jangan juga terlalu mudah sehingga membosankan. Target yang menantang adalah target yang memaksimalkan penggunaan keahlian sang penjual tanpa terlalu membebaninya.

Bukakan pintu peluang untuk promosi dan mendaki karir:
Tunjukkan bahwa perusahaan menginginkan seorang manajer/supervisor yang berasal dari dalam yang berpengalaman dan telah membuktikan diri dengan prestasinya sebagai sales. Dan untuk sales yang belum berhasil harus diberikan kritik konstruktif atau masukan yang membangun agar bisa belajar dari kesalahan dan tetap optimis serta memperbaiki diri agar berprestasi.

Perkuat motivasi barisan tenaga penjual dengan pelatihan:
Berinvestasilah pada peningkatan keahlian sales person dengan pelatihan-pelatihan yang membuatnya jago dalam menjual. Siapkan jadwal coaching, training, dan peningkatan pengetahuan secara berkala. Suntikkan semangat sales lewat kelas motivasi dan kemudahan menjual berkat meningkatnya keahlian. Pada akhirnya, sales person yang terlatih dan termotivasi tinggi akan mendatangkan banyak pelanggan yang bisa memberikan keuntungan kepada perusahaan. Tunggu apa lagi?

Baca juga:
Tehnik Motivasi Sales Call
Taktik Presentasi Sales agar Sukses
Persuasi: Rayuan Tanpa Gombal
Training Sales Persuasif

Iklan

Kecerdasan dan Kerja Keras: Thomas Alva Edison

Thomas Alva Edison (1847-1931) pernah berkata: “There is no substitute for hardwork” yang kira-kira artinya: kerja keras adalah yang terutama.

Tapi pernyataan ini tidaklah benar, karena kecerdasan adalah yang utama. Kecerdasan bisa menghemat berjam-jam kerja keras. Dia memang terkenal dengan kegigihannya, tapi kecerdasannya yang luar biasa membuat Edison mampu memberikan wawasan, pengetahuan, dan teknologi baru yang membuat kerja keras menjadi lebih mudah.

Thomas Alva Edison yang lahir di Ohio, AS pada bulan Februari adalah seorang penemu dan pebisnis ulung. Dia mengembangkan banyak perangkat yang penting seperti phonograf, kamera video, dan yang paling terkenal: bola lampu pijar atau bohlam. Dia menciptakan banyak penemuan dan juga menyempurnakan banyak ciptaan orang lain.

Terhitung sebanyak 1093 paten di AS atas namanya, dia juga memiliki banyak paten di Ingris, Perancis, dan Jerman. Komunikasi massal dan distribusi listrik untuk perumahan serta industri menjadi dimungkinkan karena inovasi dan penemuannya. Kecerdasan mendorong hasil kerja keras Edison dan para penemu lainnya menjadi beragam perangkat yang berguna untuk kita semua.

Tidak ada senjata pembunuh massal yang pernah diciptakan oleh Edison. Ketika diminta menjadi konsultan untuk Perang Dunia pertama, dia hanya ingin mengerjakan senjata untuk bertahan atau yang bersifat defensif saja. Prinsip moralnya adalah menentang kekerasan.

Tehnik eksekusi terdakwa hukuman mati di kursi listrik menggunakan listrik Alternating Current (AC) bukan Direct Current (DC) yang tidak terlalu menyakitkan karena lebih mematikan adalah berkat eksperimen oleh Edison. Dia menjadikan listrik DC yang lebih aman digunakan untuk umum dan ini menyebabkan pertentangannya dengan sesama rekan penemu yang menciptakan sistem AC; Nikola Tesla.

Teman baik Edison adalah Henry Ford sang industrialis di bidang otomotif dan Edison juga turut menyumbangkan kontribusi kepada teknologi mobil. Beberapa penemuan lainnya yang terkenal adalah mikrofon karbon untuk radio, stock ticker; sistem broadcast elektronik pertama, kinetograf dan kinetoskop, telegraf dua arah, vitaskop yang memungkinkan penayangan film dengan suara yang direkam sebelumnya.

Temuannya yang paling terkenal adalah lampu bohlam yang bertahan ribuan jam. Edison pernah berkata: kita akan membuat listrik menjadi murah sehingga hanya orang-orang kaya yang membakar lilin. Kini perkataannya menjadi kenyataan, listrik telah tersedia untuk masyarakat banyak dan lilin-lilin aromatherapy dibakar di Spa untuk orang-orang kaya. Kisahnya yang menciptakan lampu pijar tanpa menyerah setelah berkali-kali mencoba dan akhirnya sukses menjadi inspirasi untuk kerja keras.

Ternyata bukanlah Edison yang pertama kali menciptakan lampu bohlam. Bola lampu pijar telah ada sejak abad 17 dan Sir Humphry Davy pada tahun 1800-an telah menciptakan komponen-komponen yang penting untuk membuat sebuah bola lampu. Tapi adalah Edison yang menyempurnakan lampu bohlam di tahun 1880-an. Lampu pijar menjadi lebih tahan lama dan terintegrasi ke dalam sistem distribusi kelistrikan yang juga diciptakan oleh Edison. Sehingga lampu bohlam menjadi terkenal dan digunakan secara massal.

Tuli adalah penyakit yang hampir mengancam pendengaran Edison. Sejak usia 12 tahun dia telah bekerja keras berjualan koran dan makanan. Lalu dengan kecerdasannya dia membeli mesin cetak dan membuat korannya sendiri. Setelah itu dia bekerja sebagai ahli telegraf seraya membangun laboratorium pertamanya. Dia sangat senang membaca banyak buku dan sangat suka bereksperimen. Kombinasi dari pengetahuan dan kerja kerasnya ini menjadikannya penemu yang cerdas dan termasuk pencipta yang paling produktif.

Telegraf quadrupleks temuannya yang dijual kepada Western Union menjadi modal awalnya membangun laboratorium riset besar berkelas industri di New Jersey, Amerika Serikat bernama: Menlo Park. Impiannya adalah membuat banyak peralatan yang berguna dan menyumbangkan ilmu pengetahuan untuk dunia. Menlo Park menjadi salah satu kawasan industri terbesar di kota itu dan memproduksi ribuan peralatan yang dipakai oleh beragam bisnis dan publik umum.

Tentang kata-katanya seperti: Jenius adalah 1 persen inspirasi, 99% kerja keras, masih perlu dipertanyakan. Karena terbukti, banyak karyanya tercipta karena kecerdasannya yang menyempurnakan banyak temuan orang lain. Pengetahuan yang disumbangkan oleh Edison juga dikembangkan oleh banyak orang menjadi pendorong kemajuan bagi industri di masa kini dan masa depan.

Tradisi kerja keras yang menghabiskan banyak waktu dan tenaga telah digantikan oleh beragam teknologi yang memudahkan, mesin-mesin yang cepat dan sistem listrik yang efisien. Efektivitas seseorang dalam bekerja juga akan meningkat jika dibekali dengan pengetahuan dan kecerdasan yang memadai. Contoh sedehananya: pabrik-pabrik di negara maju lebih produktif dan lebih cepat dalam mengolah hasil pertanian daripada negara-negara lain yang penduduknya masih bekerja keras mengolah hasil pertanian secara manual tanpa mesin-mesin yang canggih. Kecerdasan lebih unggul daripada hanya sekeda kerja keras.

Tingkatkan kecerdasan kita dengan banyak belajar. Ilmu pengetahuan semakin berkembang, banyak wawasan baru yang bisa memberi lompatan kuantum bagi perusahaan dan individu. Perusahaan lebih menghargai individu-individu yang memiliki pengetahuan tinggi daripada tenaga besar. Direktur dan manajer berkeahlian khusus mendapatkan penghasilan lebih tinggi daripada para staf pelaksana yang bekerja lebih keras namun tanpa ilmu manajemen atau kecerdasan eksekutif. Kerja cerdas lebih bernilai dibandingkan kerja keras saja. Jangan hanya mengandalkan kerja keras, pendidikan dan pelatihan adalah pengungkit utama yang akan melontarkan kesuksesan ke tempat yang tertinggi!

Baca juga:
Kaizen: Pelajaran Manajemen dari Edwards Deming
Kiat Sukses Manajemen Zappos
Inspirasi Sukses Ford (Kisah Kepemimpinan Alan Mulally)
Kunci Sukses Manajemen dari Steve Jobs

Kaizen: Pelajaran Manajemen dari Edwards Deming

Setelah Perang Dunia II, Amerika membantu perekonomian Jepang agar bangkit kembali dan terus maju. Para ahli industri didatangkan dari Amerika untuk mengembangkan sebuah program pelatihan manajemen.

Salah satu program dalam training tersebut adalah perbaikan dalam 4 tahap atau yang kemudian disebut sebagai: Kaizen. Perbaikan mutu secara terus-menerus. Dr. Deming adalah pioner, pakar yang mengenalkan dan mengimplementasikan konsep peningkatan kualitas yang berkesinambungan ini.

William Edwards Deming menjadi nama yang memiliki reputasi sangat tinggi di Jepang. Kontribusinya sangat signifikan dalam kemajuan perekonomian Jepang. Dunia industri dan bisnis di Jepang berhasil mendunia karena ajaran Deming tentang kontrol kualitas secara total. Produk-produk yang dimanufaktur di Jepang menjadi lebih unggul di dalam persaingan secara global.

Kaisar Jepang di tahun 1960 memberikan penghargaan kepada Deming. Di Amerika Serikat, Deming menjalankan bisnis konsultan bagi banyak perusahaan multinasional hingga tutup usia di umur 93 tahun. Kisahnya yang terkenal adalah ketika Deming sukses mengantarkan Ford yang merugi menjadi perusahaan otomotif yang paling menguntungkan mengalahkan GM dan Chrysler. Presiden Reagan dari AS memberikan medali nasional kepada Deming di tahun 1987.

Tehnik-tehnik yang diajarkan Deming membawa banyak perusahaan menjadi semakin produktif dan berkualitas, pangsa pasar meningkat sementara biaya menurun. Perencanaan di dalam manajemen harus mencakup strategi jangka panjang yang mengutamakan peningkatan kualitas dan pengurangan biaya serta limbah.

Perbaikan mutu secara konsisten atau kaizen, mengikuti suatu siklus yang terdiri dari:
1. Standarisasi operasi dan aktivitas (prosedur).
2. Pengukuran standar operasi dengan evaluasi waktu dan prosesnya.
3. Penilaian pengukuran terhadap kebutuhan dengan eksperimen eksekusi.
4. Inovasi untuk menyesuaikan kebutuhan dan meningkatkan produktivitas.
5. Standarisasi operasi/prosedur baru yang telah diperbaiki ini.
Dan ulangi siklus secara terus-menerus.

Secara singkat, Plan-Do-Check-Act: mendesain suatu rencana, menguji rencana tersebut, memeriksa dan mengevaluasi hasilnya, akhirnya melaksanakan atau eksekusi berdasarkan hasil yang telah dievaluasi serta diperbaiki. Menyusun rencana yang sudah diperbaiki dan begitu seterusnya.

Kaizen telah menjadi kunci kesuksesan kompetitif Jepang dan sudah banyak diadaptasi dalam beragam metode aplikasi. Salah satu perusahaan yang sukses dalam menerapkan Kaizen ini adalah Toyota. Selain dalam dunia bisnis, Kaizen juga dapat diaplikasikan kepada pengembangan diri seperti yang diajarkan oleh Anthony Robbins dengan istilah CANI (Constant And Never-ending Improvement/ perbaikan yang berkelanjutan) serta Robert Maurer sebagai prinsip perbaikan pribadi.

Elemen inti dari Kaizen adalah kemauan untuk berubah dan maju, memprioritaskan kualitas, selalu memberikan upaya yang konsisten, keterlibatan seluruh pegawai, dan komunikasi. Kedisiplinan dan kerjasama tim adalah yang utama dalam meningkatkan moral pekerja untuk menjalankan siklus mutu Kaizen. Semua karyawan harus memberikan saran demi perbaikan.

Pelajaran manajemen yang diajarkan oleh Deming adalah:
-Menciptakan tujuan yang konstan dalam meningkatkan kualitas produk agar kompetitif, unggul dalam persaingan.
-Berani berubah untuk mengambil tanggung jawab dalam memimpin dan menghadapi tantangan.
-Mengurangi ketergantungan akan pengawasan dengan membangun sistem produksi yang bermutu tinggi.
-Meminimalkan biaya keseluruhan dan membangun hubungan yang terpercaya dengan suplier.
-Membuat suatu sistem pendidikan untuk pengembangan diri karyawan, pelatihan pekerjaan dan kepemimpinan.
-Mendorong supervisi yang membantu orang dan mesin bekerja secara lebih baik.
-Menghilangkan kekhawatiran dan kecemasan agar orang-orang bekerja dengan efektif.
-Menghilangkan penghalang antar departemen agar seluruh karyawan saling bekerja sama dengan baik.
-Menghilangkan slogan, angka-angka yang tak penting, sasaran dan kuota, serta apapun yang tak berguna dalam mengelola pegawai.
-Membuat semua karyawan aktif berpartisipasi dalam transformasi dan mencapai perubahan demi kemajuan perusahaan.

Dan yang perlu dihindari oleh manajemen menurut Deming adalah:
1. Ketidak konsistennya tujuan.
2. Menekankan pada keuntungan dalam jangka pendek saja.
3. Evaluasi kinerja tahunan, angka-angka yang tertulis yang tak perlu.
4. Biaya-biaya yang berlebihan.
5. Manajemen yang kurang baik.

Manajemen yang kurang baik bagi Deming adalah:
-Perencanaan jangka panjang yang kurang diutamakan.
-Terlalu bergantung pada teknologi dan teori-teori manajemen.
-Tidak mengembangkan solusi untuk meningkatkan kualitas produk.
-Menyalahkan para karyawan lain, bagian inspeksi, departemen kendali mutu, daripada bertanggung jawab sebagai manajer, supervisor, dan para pekerja sebagai penentu kualitas.
-Banyak beralasan serta kurang komunikatif dan berinisiatif dalam bekerja sama mencapai tujuan perusahaan.

Baca juga:
Cara Disiplin dalam Bekerja
Olahraga Meningkatkan Produktivitas Karyawan
Memaksimalkan Produktivitas

%d blogger menyukai ini: