Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: bisnis & wirausaha

Tips Inspirasi: Temukan Teladan

Menjadi orang terkaya di akhir hayat saya bukanlah hal yang penting, mengatakan bahwa saya telah mengerjakan sesuatu yang menakjubkan sebelum saya tidur adalah hal yang terpenting. -Steve Jobs

Salah satu cara untuk tetap termotivasi dalam komitmen kita untuk sukses mencapai tujuan adalah menemukan teladan. Teladan adalah orang yang telah sukses terlebih dahulu di bidang yang menjadi tujuan tersebut. Seorang teladan akan memberikan inspirasi dan kekuatan yang memotivasi diri; khususnya ketika komitmen kita mulai kendor.

Ketika kita mencari dan menemukan seorang teladan, bukan berarti kita harus meniru segalanya. Yang terutama adalah membuat pengamatan secara mendalam. Observasi yang teliti akan membawa minat yang lebih; inspirasi yang akan mengobarkan semangat membara dalam memotivasi diri kita untuk ingin menjadi seperti teladan kita. Bahkan untuk menjadi lebih baik dari sang teladan.

Makna yang sesungguhnya dengan memiliki seorang teladan adalah untuk menyingkirkan segala ketakutan dan keraguan yang ada di dalam pikiran ketika kita ingin mengejar impian. Pemahaman bahwa mimpi kita bisa menjadi nyata dalam diri seorang teladan akan membawa kesadaran bahwa kita juga berpotensi mencapai kesukesan yang sama, atau paling tidak mendekati.

Namun demikian, bukan berarti kita tidak bisa memiliki teladan yang berasal dari dunia khayalan. Boleh saja teladan kita itu berupa tokoh fiktif, agar kita bisa mengingat kualitas sikapnya sehingga kita bisa terinspirasi ketika kita membayangkan, menonton atau membacanya di dalam sebuah karya fiksi.

Menemukan seseorang atau beberapa orang teladan bukan berarti kita harus memujanya secara membabi buta. Kita juga harus tahu bahwa tidak ada orang yang sempurna. Teladan yang baik berarti memiliki kelemahan dan kekurangan juga, selain kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Kita harus belajar agar tidak melakukan kesalahan yang sama atau bahkan mempelajari bagaimana cara seorang teladan mengatasi masalahnya tersebut dalam mencapai kesuksesan.

Selain mencari inspirasi dari orang-orang yang sedang menjalani kehidupan seperti yang kita inginkan, para teladan ini juga bisa menjadi kolega yang berharga dalam karir kita. Pertemanan dengan seorang teladan akan memaksa diri kita untuk meningkatkan kualitas diri ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan adanya kemajuan teknologi, akses kepada sang teladan menjadi lebih mudah. Mengikuti akun twitter-nya misalnya, menjadi solusi yang mudah untuk terus terinspirasi dan menjalin koneksi.

Jadi, memiliki seorang teladan amatlah penting. Sungguh amatlah banyak keuntungan dan manfaat yang didapat kala kita memiliki seorang teladan. Investasi waktu dan tenaga dalam membaca biografi, menyisihkan waktu untuk berusaha meniru paradigma berpikir sang teladan, adalah aktivitas yang bernilai tinggi untuk kesuksesan kita. Sempatkanlah waktu untuk mengingat dan berkontemplasi kepada teladan kita secara rutin agar level motivasi kita terjaga dengan konsisten.

Teladan yang inspiratif akan memberikan kekuatan agar kita tetap teguh dalam mengejar impian kita. Dengan meniru seorang teladan dan memodifikasi peniruan kita sesuai karakter kita sendiri, kita bisa menjadi orang yang lebih baik dari sang teladan. Adaptasi model yang bisa dicontoh dari seorang teladan akan memberikan kemudahan dan semangat dalam bekerja. Kesimpulannya, seorang teladan akan menjadi inspirasi motivasi yang sangat berharga. Coba saja!

Baca juga:
Mencari Inspirasi
Memotivasi Komitmen yang Kendor
Kepemimpinan yang Menginspirasi
Kecerdasan dan Kerja Keras: Thomas Alva Edison

Tips Memotivasi Diri Ketika Gagal

Ketika kita mengalami kegagalan, kita merasakan emosi yang negatif. Bisa berupa perasaan kecewa, sedih, kesal, marah, takut, traumatis, bahkan putus asa. Rasa yang melumpuhkan. Motivasi diri jatuh sehingga sangat sulit untuk bangkit kembali. Perasaan yang sungguh mengerikan.

Kata-kata apapun tidak ada yang cukup menghibur dan memotivasi. Mungkin beberapa rekan atau sahabat berusaha menyemangati dengan kata-kata yang bermaksud baik. Tapi perasaan yang dibawa oleh kegagalan itu tetap menghantui.

Bisa jadi kita sendiri yang berusaha memotivasi diri dengan kata-kata, afirmasi, dan segala tulisan tentang teori menghadapi kegagalan. Namun, kata-kata dari manapun dan oleh siapapun, tidak akan ada yang bisa membuat rasa gagal menjadi sirna.

Lalu, bagaimanakah cara yang tepat untuk mengatasi kegagalan dan membuat diri kembali termotivasi? Berikut tips memotivasi diri ketika gagal:

1)Kita harus menerima perasaan apapun yang kita rasakan ketika gagal. Jangan berusaha dihindari, disangkal, atau ditekan. Terima dan rasakan. Bayangkan dengan beragam perspektif termasuk dari sudut pandang orang ketiga, visualisasikan dengan imajinasi yang yang aneh atau lucu. Perasaan memang kodratnya untuk dirasakan, dan pasti akan memudar. Seperti menelan pil pahit, rasa pahitnya akan menghilang seiring waktu. Segalanya pasti berlalu.

2)Segala kata-kata memang tidak cukup, perbuatanlah yang bisa membantu. Lakukan sesuatu, bertindak dan bergerak. Kegagalan memberikan kehampaan karena tujuan yang ingin diraih tidak didapatkan. Berikan diri sebuah tujuan baru, buat otak dan otot tetap terus aktif. Lakukan segera satu hal yang bisa dikerjakan secepatnya. Ciptakan kesibukan yang berguna. Mulailah dari satu hal kecil jika yang lainnya terasa sulit, misalnya: bersih-bersih dan membuang sampah, membantu orang lain, dan sebagainya.

3)Kalaupun tetap merasa demotivasi, tidak apa-apa, itu wajar. Segala emosi negatif yang datang akibat kegagalan adalah perasaan yang bisa kita rasakan tanpa perlu menindaklanjuti secara impulsif. Bedakan garis tegas antara perasaan dan perbuatan. Kita boleh saja merasakan perasaan marah misalnya, dan memang kita tidak bisa menolak emosi yang terjadi di hati. Namun, kita bisa kontrol diri kita untuk tidak melakukan perbuatan berkonsekuensi yang negatif. Meski gagal dan terasa tidak enak, kita bisa bertindak secara positif. Jangan bereaksi, tapi beraksi; jadilah proaktif. Melakukan inisiatif berdasarkan prinsip yang benar bukan berdasarkan perasaan belaka.

4)Walau telah gagal, sadari bahwa kegagalan itu hanya sementara dan parsial, masih banyak bidang lain di dalam kehidupan yang tidak gagal. Syukuri dan buat daftar hal-hal yang masih baik-baik saja. Nilailah diri dengan adil, jangan terlalu menghukum diri dengan melihat secara obyektif keadaan diri secara keseluruhan. Kadangkala pandangan kita terlalu sempit untuk melihat lebih luas. Lihatlah jauh ke depan seperti Tuhan, masih banyak berkah lain dan kegagalan hanyalah salah satu rencana kecil di dalam gambaran besar takdir kehidupan kita.

5)Ambil hikmah dari kegagalan, anggaplah bahwa kegagalan hanyalah pelajaran yang sangat berharga dengan guru yang buruk. Pelajari kegagalan sebagai anak tangga menuju kesuksesan. Renungkan kesalahan-kesalahan yang ada agar tidak terulang lagi dan ajari orang lain agar terhindar dari kegagalan seperti yang dialami. Pada akhirnya, yang akan kita ingat bukanlah seberapa banyak kegagalan yang terjadi. Melainkan kesuksesan yang terasa begitu indahnya, begitu manis; karena kita pernah menelan pil pahit kegagalan. Begitulah kodrat kehidupan.

Baca juga:
Tanpa Kegagalan Tidak Ada Kesuksesan
Takut Gagal = Tidak Sukses
Tips Motivasi Saat Gagal
Kisah Kesuksesan

Rahasia Sukses Bisnis Waralaba McDonald’s

Pada tahun 1950an, Ray Kroc adalah seorang pengusaha yang menjual mesin milkshake, alat pengocok minuman dengan susu. Suatu ketika, dia mendengar sebuah restoran di California (AS) yang terkenal dengan hamburger dan kentang gorengnya, memiliki sekurang-kurangnya delapan mesin milkshake. Sungguh merupakan sebuah rumah makan yang ramai.

Ray Kroc pun terkesan dan segera terbang dari Chicago ke Los Angeles, dan berkendara sejauh kira-kira 100 KM ke San Bernardino, tempat restoran itu berada. Sedari pagi dia mengamati: mulai dari para karyawannya yang berseragam dan bekerja dengan disiplin, sampai siang hari ketika banyak pengunjung yang mendatangi dan makan di restoran tersebut. Semua pelanggan yang membeli makanan di tempat itu tampak sangat antusias.

Keesokan harinya, Ray Kroc datang kembali ke restoran hamburger itu dan mencoba melihat langsung ke dapurnya. Dapurnya sangatlah terorganisasi, dengan prinsip lini produksi yang rapih. Semua makanan dimasak dan dipersiapkan secara teratur sehingga efisien dalam penyajiannya. Setelah 8 tahun berdiri, restoran tersebut membangun “Speedee Service System” yang membuat penyajian pesanan pelanggan menjadi lebih cepat. Restoran yang dulunya menyajikan menu barbecue dengan proses yang agak lama, telah bertransformasi menjadi restoran cepat saji yang terkenal karena kecepatannya dalam menyajikan hamburger dan kentang goreng.

Saat itu, Ray Kroc sangat terkesan dengan kentang goreng yang sedang dipersiapkan. Kentang itu dipilih dari kualitas yang terbaik, direndam dalam minyak panas, dan dibumbui dengan garam serta gula untuk karamelisasi sehingga tampak kuning keemasan. Sungguh merupakan proses memasak yang seperti sebuah ritual saja, dan dia pun mencicipi kentang goreng tersebut. Kentang gorengnya sangat garing di luar dan lembut di dalam, rasa yang memberikan inspirasi. Hari itu juga, Ray Kroc mendapatkan inspirasi untuk memiliki banyak restoran di beragam negara yang menjual kentang goreng keemasan yang sangat berkesan itu.

Selanjutnya, Ray Kroc bernegosiasi dengan kedua bersaudara yang memiliki restoran tersebut. Dia menanyakan apakah dia bisa memiliki hak franchise atau waralaba untuk restoran itu. Di tahun 1955, Ray Kroc bergabung menjadi agen franchise untuk waralaba restoran tersebut. Lalu dia memiliki impian untuk menjadikan restoran itu mendunia dan berniat membelinya dari kedua bersaudara sang pemilik restoran. Dengan agresif, Ray Kroc berupaya mengambil alih kepemilikan dari kedua bersaudara yang bernama Richard dan Maurice itu. Dua bersaudara dengan nama belakang yang sama: McDonalds.

Kini, McDonald’s Corporation menjadi rangkaian restoran cepat saji terbesar di dunia, setiap harinya melayani sekitar 70 juta pelanggan di 120 negara. Puluhan ribu restoran McDonald’s telah menampung jutaan karyawan di seluruh dunia. Ray Kroc dengan sukses membawa bisnis makanan cepat saji ala Amerika menjadi fenomena globalisi dan merevolusi standar layanan industri restoran dengan tehnik produksi yang efisien namun mutu makanannya tetap konsisten.

Konsistensi kualitas makanan yang disajikan inilah yang menjadi kunci keberhasilan Ray Kroc dalam membesarkan restoran McDonald’s di seluruh dunia. Dia menciptakan standarisasi yang sangat ketat untuk menu yang disajikan. Dia mengerahkan para pakar dengan hidrometer untuk mengukur secara tepat kadar air dari kentang-kentang yang akan dipanen. Dia juga menerapkan tehnik pengolahan kentang tersebut dengan pengeringan di ruang penyimpanan khusus. Dan dengan canggihnya, restoran McDonald’s menggunakan komputer yang dirancang oleh seorang insinyur berpengalaman untuk mengkalibrasi suhu dan mengukur durasi menggoreng kentang yang optimal. Seni memasak bertransformasi menjadi sesuatu yang ilmiah, yang secara konsisten menghasilkan menu yang berkualitas tinggi setiap waktu dimana saja. Riset-riset selanjutnya membawa inovasi seperti burger Big Mac, saus rahasia, menu tertentu seperti paket nasi dan sebagainya.

McDonald’s merupakan pelopor makanan cepat saji yang membawa sistem produksi massal dengan konsep waralaba, seperti pabrik sehingga mampu melayani banyak orang di banyak negara. Keuntungannya selain berasal dari penjualan makanan oleh restoran-restoran yang dijalankan oleh perusahaan, juga berasal dari pendapatan royalti, uang sewa, ongkos/fee franchise yang dibayarkan oleh para pewaralaba. Kiat suksesnya adalah standarisasi layanan yang memberikan kualitas yang konsisten dimanapun restoran McDonald’s berada.

Kiat sukses McDonald’s yang lain adalah pemasarannya yang sangat gencar. Selain menggunakan teknologi canggih dan prosedur standar di semua jaringan restorannya, McDonald’s juga menjadi distributor mainan terbesar di dunia. Pemasarannya dengan cerdik mengincar anak-anak dengan mainan, happy meals berporsi kecil, dan arena bermain. Anak-anak ini akan menjadi pelanggan yang meramaikan restoran karena pasti mengajak orang tua dan jika mereka sudah tua, mereka akan mengajak anak-anak mereka. Sehingga mereka menjadi pelanggan yang setia. Sungguh merupakan suatu taktik pemasaran yang luar biasa.

Namun, apakah siasat dari Ray Kroc yang terhebat? Bukan hanya sekedar teknologi seperti hidrometer, kompor yang terkomputerisasi, layanan yang terstandarisasi, atau mengiming-imingi anak-anak dengan mainan dan badut. Perhatikan nama badutnya; Ronald McDonald. Ray Kroc tidak mengubah restoran yang telah ia ambil alih menjadi bermerek: Ray atau Kroc. Strateginya adalah membangun merek McDonald’s menjadi merek yang tertanam kuat di pikiran semua orang di dunia. Baca nama-nama makanannya yang dimulai dengan Mac atau Mc. Nama makanan yang menjamin mutunya dimana saja dengan kualitas penyajian yang konsisten. Dan lihatlah huruf “m” yang melengkung tinggi di depan semua restoran. Tertancap kuat bukan hanya di setiap restoran, tapi juga menancap kuat di benak setiap orang yang melihatnya yang menjadi para pelanggannya.

Rahasia sukses Ray Kroc adalah menciptakan suatu merek global yang bernilai sangat tinggi: McDonald’s

Baca juga:
Rahasia Sukses
Kisah Kesuksesan
Kepemimpinan yang Kreatif seperti Steve Jobs
Inspirasi Inovasi: Strategi Sukses Kuda Hitam

Berpikir dalam Bahasa Asing Membantu Pengambilan Keputusan

Dalam sebuah riset bisnis yang diadakan oleh para peneliti di Universitas Chicago, ditemukan bahwa orang-orang bisa berpikir secara lebih rasional dalam mengambil keputusan ketika memikirkan masalah tersebut dan mencari solusinya dengan menggunakan bahasa asing.

Boaz Keysar, seorang pakar komunikasi dan yang juga merupakan profesor bidang psikologi di Universitas Chicago mengemukakan bahwa orang-orang menjadi lebih berani dan termotivasi untuk mengambil kesempatan yang beresiko untuk mendapatkan keuntungan jika berpikir dalam bahasa asing.

Dalam penelitian sebelumnya diketahui bahwa pada dasarnya manusia secara alami ingin menghindari bahaya, sehingga banyak orang yang tidak berani mengambil peluang yang mengandung resiko meski resikonya kecil dan terukur. Meski peluang untuk berhasilnya lebih besar.

Golongan manusia yang berhasil bertahan hidup dan tidak punah adalah mereka yang selalu waspada akan bahaya yang mengancam nyawa. Sifat ini diteruskan secara genetik kepada umat manusia di jaman modern. Kini banyak orang takut mengambil keputusan yang beresiko walau tidak sampai membahayakan. Padahal keputusan tersebut lebih berpeluang dalam memberikan keuntungan.

Dan penemuan yang baru ini menyatakan bahwa kecenderungan untuk menghindar tersebut berkurang dan orang-orang menjadi bersemangat memutuskan untuk mengejar kesempatan jika berpikir dalam bahasa asing. Proses pengambilan keputusan menjadi lebih strategis, logis, dan optimis.

Berpikir dalam bahasa asing meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengambil keputusan yang terbaik. Hal ini disebabkan karena bahasa asing menciptakan mekanisme di otak yang memberikan ruang untuk berpikir secara logis daripada berintuisi secara otomatis. Kemampuan kognitif menjadi bertambah berkat pemikiran kreatif yang rasional daripada sekedar pemikiran sesaat yang emosional.

Efek bahasa asing ini teruji lewat beberapa eksperimen di Universitas Chicago. Beberapa partisipan yang mampu berbahasa asing dipilih untuk mengeksplorasi proses pengambilan keputusan bisnisnya dengan beberapa pilihan sebagai sebuah percobaan yang ilmiah. Hasilnya diukur secara statistik ekonomi.

Ketika para partisipan berpikir dengan bahasa ibu atau bahasa negaranya sendiri, mereka cenderung takut dan ragu-ragu untuk mengambil keputusan yang secara statistik ekonomi terbukti menguntungkan. Sedangkan partisipan yang menggunakan bahasa asing lebih sukses dalam mengambil keputusan.

Sayuri Hayakawa sebagai rekan peneliti mengungkapkan bahwa dengan berpikir dalam bahasa asing, seseorang mampu menahan emosinya. Reaksi yang emosional bisa mempengaruhi pengambilan keputusan yang didasarkan rasa takut daripada optimisme walaupun peluangnya bagus.

Beberapa penelitian juga dilakukan di Korea, Perancis, dan Amerika Serikat. Ditemukan bahwa pengambilan keputusan sangat dipengaruhi oleh deskripsi persoalannya. Pilihan yang berfokus pada keuntungan cenderung dicurigai beresiko, sedangkan pilihan yang digambarkan memiliki kerugian cenderung dianggap berpotensi tidak terlalu beresiko.

Namun, jika permasalahannya dipikirkan dalam bahasa asing; pilihan-pilihan ini bisa dipikirkan dengan logis tanpa terpengaruh dengan bagaimana pilihan-pilihan tersebut dipresentasikan. Pemgambil keputusan bisa mempertimbangkan pilihan-pilihan yang ada dengan matang dan obyektif.

Hasil studi ini sangat besar relevansinya dalam perekonomian global dan bagaimana para individu mengambil keputusan khususnya di dunia bisnis dan keuangan. Para pebisnis, manajer, dan karyawan yang biasa memproses pengambilan keputusan dalam bahasa asing lebih unggul dalam berpikir dengan akal sehat tanpa terlalu dipengaruhi oleh emosi negatifnya. Berpikir dalam bahasa asing terbukti menguntungkan!

Referensi: B. Keysar, S. L. Hayakawa, S. G. An. The Foreign-Language
Effect: Thinking in a Foreign Tongue Reduces Decision
Biases . Psychological Science, 2012; DOI:
10.1177/0956797611432178

Sumber: University of Chicago (2012, April 25). Thinking in a
foreign language helps economic decision-making.
ScienceDaily. Retrieved April 30, 2012, from http://
http://www.sciencedaily.com /
releases/2012/04/120425093938.htm

Bagaimana Karyawan Bisa Kaya

Sebagai seorang karyawan, kita wajib menyisihkan uang untuk pensiun nanti. Karena karyawan tidak selalu bisa bekerja untuk selamanya. Pensiun harus direncanakan untuk jaminan memiliki kehidupan yang layak jika karyawan tidak aktif lagi dalam bekerja.

Selain ingin pensiun dengan tenang dan terjamin, karyawan juga memiliki impian untuk kaya sama seperti pemilik perusahaannya. Dan sebenarnya karyawan juga memiliki kesempatan yang sama dengan sang pemilik bisnis untuk kaya, untuk menjadi seorang milyarder.

Keuntungan menjadi seorang karyawan adalah mendapatkan jumlah penghasilan yang pasti setiap bulannya dengan resiko yang relatif kecil. Tapi seringkali, penghasilan seorang karyawan tidak serta-merta menjadikannya milyuner, kecuali jika dia berada di jajaran eksekutif seperti menjadi direktur.

Selain itu, seorang karyawan memiliki resiko untuk dipecat, tapi masalah tersebut masih bisa dikelola dengan mencari pekerjaan di tempat lain. Karyawan yang telah berpengalaman biasanya malah dicari oleh perusahaan lain dan mudah berpindah-pindah kantor. Jadi, resiko yang dihadapi karyawan tidak terlalu menyulitkan jika dikelola dengan baik.

Untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi resiko ini, karyawan perlu menabung dan berinvestasi. Menabung untuk mencukupi kebutuhan selama mencari pekerjaan baru atau memulai usaha lain. Selain menabung, karyawan juga harus berinvestasi.

Mengapa karyawan perlu juga berinvestasi tidak cukup hanya dengan menabung? Oleh karena dengan berinvestasi, seorang karyawan bisa menumbuhkan kekayaannya. Investasi memungkinkan seorang karyawan bisa kaya, membuat uangnya bekerja dan bertumbuh, menjadikannya seorang milyarder.

Jadi, bukan hanya pebisnis seperti para pemilik perusahaan atau profesional bernilai tinggi seperti: dokter, pengacara, konsultan, penulis, pemusik, pemain film, dan seterusnya saja yang bisa menjadi orang kaya. Karyawan juga berpeluang untuk bisa kaya dan menjadi jutawan.

Para pebisnis dan profesional mahal memang memiliki kesempatan yang besar untuk menjadi milyuner tanpa perlu berinvestasi, tapi penghasilan mereka tidak pasti setiap bulan (meski kebanyakan besar sekali menghasilkan) tapi resiko yang dihadapi juga sangat besar dan bisa membuat bangkrut serta merugikan banyak orang, para karyawannya misalnya.

Para pebisnis dan profesional ini juga memiliki kebutuhan untuk menabung dan berasuransi, karena semuanya tak terkecuali karyawan juga, menghadapi resiko kesehatan dan kematian. Namun biasanya karyawan sudah diasuransikan oleh perusahaannya, sehingga bisa berfokus pada menabung dan berinvestasi saja.

Seperti yang sudah disebutkan, karyawan tidak boleh hanya sekedar menabung. Tabungan hanya untuk mengamankan uang yang didapat, tapi untuk membuatnya bertumbuh dan memungkinkan seorang karyawan bisa kaya memerlukan kegiatan berinvestasi yang terukur. Jika seorang karyawan ingin memiliki kesempatan untuk menjadi milyarder juga, maka dia haruslah berinvestasi.

Memang bisa saja karyawan mencari penghasilan tambahan dan belajar menjadi jutawan dengan menjadi pebisnis. Memulai dari usaha kecil-kecilan dan berharap bisa memiliki perusahaan yang bisa menjadikannya seorang milyuner nantinya. Sayangnya, ini bukanlah pilihan yang mudah bagi karyawan.

Hambatan yang menghalangi karyawan untuk menjadi pebisnis adalah karena dalam berbisnis diperlukan fokus dan kesempatan. Karyawan akan sulit berkonsentrasi dalam mengembangkan usahanya menjadi besar sementara ia masih bekerja. Waktu, tenaga, dan pikiran menjadi terbelah dan akan membawa stres serta kelelahan yang akhirnya bisa membuat karyawan tersebut burn-out.

Dan kesempatannya mungkin kecil, karena karyawan kurang pengalaman dan lingkungannya serta jaringannya tidaklah mendukung. Motivasinya juga akan bermasalah, karena karyawan biasa termotivasi oleh atasan dengan menghindari tegurannya, sedangkan pebisnis termotivasi oleh passion-nya kepada bisnisnya dengan mencari-cari dan mengejar peluang.

Selain itu, bisnis membawa resiko yang membahayakan stabilitas keuangan karyawan yang sudah terbiasa dengan mentalitas anggaran yang sudah biasa diatur secara bulanan. Banyak karyawan yang akhirnya terjerumus ke dalam jeratan hutang akibat bisnis sampingannya. Masalah lain juga siap menghampiri seperti persaingan khususnya dari perusahaan-perusahaan yang lebih besar, isu legal/hukum, sosial-budaya, dan sebagainya.

Lalu, pilihan lain untuk menjadi milyarder adalah dengan menjadi profesional penyedia jasa yang memiliki pendapatan yang tinggi karena fee-nya yang mahal. Contohnya: dokter, pengacara, konsultan, penulis, pemusik, pemain film dan penyedia jasa mahal lainnya yang membutuhkan keahlian khusus atau bakat tertentu.

Namun, karyawan akan kesulitan jika mengambil langkah di jalur ini. Untuk menjadi milyarder dari jalur profesional membutuhkan waktu, biaya, pendidikan, dan pengalaman yang banyak. Maka, kesempatan terbesar bagi seorang karyawan untuk kaya adalah dengan menjadi seorang investor.

Berikut adalah beberapa tips singkat dalam berinvestasi bagi seorang karyawan;

Mulailah dengan menyisihkan gaji minimal 10 persen sampai dengan 33% (kalau bisa) khusus untuk berinvestasi saja, diluar untuk menabung dan bayar hutang, ketika waktunya gajian. Jangan menunggu sisa bisa-bisa kehabisan, sisihkan terlebih dahulu. Bahkan uang untuk berinvestasi harus diutamakan seperti kebutuhan bulanan dan pembayaran hutang. Anggap dana investasi sebagai kewajiban yang harus dibayarkan pertama kali ketika mendapatkan gaji dan uang yang dihasilkan lainnya.

Karyawan mesti berinvestasi secara hati-hati dan terencana dalam jangka waktu yang panjang. Jangan tergoda dengan tawaran investasi yang memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Waspadalah dengan skema ponzi, piramida, dan permainan uang lainnya. Jangan berjudi, berspekulasi lewat transaksi yang spekulatif seperti futures, valas spekulasi, komoditas serta saham eksotik, dan sebagainya. Berinvestasilah secara aman.

Investasi yang aman adalah dalam bentuk emas dan deposito. Jika dana investasi sudah terkumpul lumayan banyak, bisa didiversifikasikan ke pasar uang dengan membeli obligasi. Carilah obligasi yang terjamin seperti obligasi pemerintah atau obligasi perusahaan yang memiliki peringkat investasi yang bagus.

Karyawan sebaiknya menghindari investasi di pasar saham, kecuali ada dana khusus dan belilah saham dengan rating yang tinggi (bluechips) atau lewat reksadana yang terproteksi. Hati-hati juga dalam berinvestasi di bidang properti kecuali benar-benar mengerti atau ingin berbisnis kontrakan/kos-kosan atau penyewaan dalam jangka panjang. Jangan berinvestasi dalam bisnis dengan memberikan hutang atau modal untuk usaha orang lain. Jangan sampai kegiatan berinvestasi malah membawa kecemasan tambahan dan mengganggu pekerjaan utama sang karyawan.

Dan akhir kata, investasi yang paling berharga untuk seorang karyawan bukan hanya dengan uang. Tapi juga dengan pendidikan yang bisa menunjang karir dan kepintaran karyawan dalam berinvestasi. Karyawan harus mengkuti pelatihan dan training yang memotivasi kerjanya, bisa membantu peningkatan karirnya, dan menambah pengetahuannya dalam berinvestasi.

Disclaimer: Tulisan ini hanya bersifat informatif saja, bukan saran pembelian produk investasi. Investasi mengandung resiko, silahkan berkonsultasi dengan penjual produk keuangan yang berlisensi sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Penulis informasi ini tidak bertanggung jawab atas segala keputusan pembelian produk investasi oleh pembaca.

Baca juga:
Mata Uang Utama dalam Bisnis
Faktor ‘X’ pada Motivasi Pegawai
5 Tips Meningkatkan Motivasi bag. 1