Tips Memotivasi Diri Ketika Gagal

by @rezawismail

Ketika kita mengalami kegagalan, kita merasakan emosi yang negatif. Bisa berupa perasaan kecewa, sedih, kesal, marah, takut, traumatis, bahkan putus asa. Rasa yang melumpuhkan. Motivasi diri jatuh sehingga sangat sulit untuk bangkit kembali. Perasaan yang sungguh mengerikan.

Kata-kata apapun tidak ada yang cukup menghibur dan memotivasi. Mungkin beberapa rekan atau sahabat berusaha menyemangati dengan kata-kata yang bermaksud baik. Tapi perasaan yang dibawa oleh kegagalan itu tetap menghantui.

Bisa jadi kita sendiri yang berusaha memotivasi diri dengan kata-kata, afirmasi, dan segala tulisan tentang teori menghadapi kegagalan. Namun, kata-kata dari manapun dan oleh siapapun, tidak akan ada yang bisa membuat rasa gagal menjadi sirna.

Lalu, bagaimanakah cara yang tepat untuk mengatasi kegagalan dan membuat diri kembali termotivasi? Berikut tips memotivasi diri ketika gagal:

1)Kita harus menerima perasaan apapun yang kita rasakan ketika gagal. Jangan berusaha dihindari, disangkal, atau ditekan. Terima dan rasakan. Bayangkan dengan beragam perspektif termasuk dari sudut pandang orang ketiga, visualisasikan dengan imajinasi yang yang aneh atau lucu. Perasaan memang kodratnya untuk dirasakan, dan pasti akan memudar. Seperti menelan pil pahit, rasa pahitnya akan menghilang seiring waktu. Segalanya pasti berlalu.

2)Segala kata-kata memang tidak cukup, perbuatanlah yang bisa membantu. Lakukan sesuatu, bertindak dan bergerak. Kegagalan memberikan kehampaan karena tujuan yang ingin diraih tidak didapatkan. Berikan diri sebuah tujuan baru, buat otak dan otot tetap terus aktif. Lakukan segera satu hal yang bisa dikerjakan secepatnya. Ciptakan kesibukan yang berguna. Mulailah dari satu hal kecil jika yang lainnya terasa sulit, misalnya: bersih-bersih dan membuang sampah, membantu orang lain, dan sebagainya.

3)Kalaupun tetap merasa demotivasi, tidak apa-apa, itu wajar. Segala emosi negatif yang datang akibat kegagalan adalah perasaan yang bisa kita rasakan tanpa perlu menindaklanjuti secara impulsif. Bedakan garis tegas antara perasaan dan perbuatan. Kita boleh saja merasakan perasaan marah misalnya, dan memang kita tidak bisa menolak emosi yang terjadi di hati. Namun, kita bisa kontrol diri kita untuk tidak melakukan perbuatan berkonsekuensi yang negatif. Meski gagal dan terasa tidak enak, kita bisa bertindak secara positif. Jangan bereaksi, tapi beraksi; jadilah proaktif. Melakukan inisiatif berdasarkan prinsip yang benar bukan berdasarkan perasaan belaka.

4)Walau telah gagal, sadari bahwa kegagalan itu hanya sementara dan parsial, masih banyak bidang lain di dalam kehidupan yang tidak gagal. Syukuri dan buat daftar hal-hal yang masih baik-baik saja. Nilailah diri dengan adil, jangan terlalu menghukum diri dengan melihat secara obyektif keadaan diri secara keseluruhan. Kadangkala pandangan kita terlalu sempit untuk melihat lebih luas. Lihatlah jauh ke depan seperti Tuhan, masih banyak berkah lain dan kegagalan hanyalah salah satu rencana kecil di dalam gambaran besar takdir kehidupan kita.

5)Ambil hikmah dari kegagalan, anggaplah bahwa kegagalan hanyalah pelajaran yang sangat berharga dengan guru yang buruk. Pelajari kegagalan sebagai anak tangga menuju kesuksesan. Renungkan kesalahan-kesalahan yang ada agar tidak terulang lagi dan ajari orang lain agar terhindar dari kegagalan seperti yang dialami. Pada akhirnya, yang akan kita ingat bukanlah seberapa banyak kegagalan yang terjadi. Melainkan kesuksesan yang terasa begitu indahnya, begitu manis; karena kita pernah menelan pil pahit kegagalan. Begitulah kodrat kehidupan.

Baca juga:
Tanpa Kegagalan Tidak Ada Kesuksesan
Takut Gagal = Tidak Sukses
Tips Motivasi Saat Gagal
Kisah Kesuksesan