Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: eksekusi & produktivitas

Pelajaran Motivasi dari Starbucks’ LATTE

Saat Starbucks menganalisa hubungan kekuatan kehendak dengan motivasi kerja para karyawannya, ternyata mereka yang tampak kurang semangat dalam bekerja tetap mampu memberikan kinerja yang bagus.

Namun, jika menghadapi suatu kejadian yang tak terduga atau tekanan yang mendadak dalam pekerjaan, karyawan yang memiliki tekad kuat maupun yang kurang, sama-sama bisa kehilangan kontrol.

Misalnya, ketika seorang pelanggan mulai mengeluh lalu marah-marah dan membentak bisa membuat seorang barista yang biasanya kalem menjadi ikut meledak atau bahkan menangis. Momen-momen berat yang membawa stres kepada para pegawai ini perlu diantisipasi.

Starbucks lalu mengembangkan suatu metode baru dalam pelatihan untuk memberikan layanan pelanggan yang baik. Jadi, waktu terjadi sesuatu seperti pembeli yang marah-marah, barista yang merasa takut atau marah bisa tetap menjalankan suatu rutinitas yang ada dalam pedomannya yaitu: LATTE.

Baca entri selengkapnya »

Tips Motivasi: Coba Lagi

Jangan Menyerah, kedua kata-kata ini seringkali kita dengar sebagai penyemangat.

Tips motivasi yang sederhana namun sulit diterapkan. Jangan menyerah terkadang malah membuat kita ingin menyerah saja. Itu karena seringkali alam bawah sadar menangkapnya secara afirmatif. Proses berpikir secara kognitif berbeda dengan implan memori yang sugestif. Biasanya, sugesti dalam suatu kalimat afirmasi diterima oleh alam bawah sadar secara sederhana dengan menghilangkan indikasi negasi seperti kata tidak, bukan, dan sebagainya.

Sama seperti ketika seseorang disuruh untuk tidak membayangkan awan putih, namun di otaknya malah tergambar awan putih. Itu sebabnya visualisasi dalam otak tidak bisa menggambarkan ide yang negatif seperti ketiadaan awan melainkan bayangan awan itu sendiri yang diimajinasikan.

Begitu juga orang yang berusaha berhenti merokok, jika dia ingin berhenti merokok sebaiknya mengucapkan afirmasi: ingin hidup lebih sehat, bukan berafirmasi dengan kata-kata: tidak merokok lagi. Maka dari itu, cara afirmasi atau sugesti diri yang baik adalah dengan menggunakan kalimat yang positif. Jadi, jangan bilang jangan menyerah. Tapi: Ayo coba lagi! Baca entri selengkapnya »

Memutuskan Cara Mengambil Keputusan

Banyak pemimpin yang ingin bisa membuat keputusan yang benar padahal jauh lebih baik untuk mampu mengambil keputusan dengan cara yang benar.

Penilaian benar atau kurang tepatnya suatu keputusan sulit diketahui berdasarkan perasaan saja padahal ukurannya belum diketahui karena hasil keputusannya belum berdampak banyak di saat momen memutuskan.

Jika saja kita dapat menciptakan suatu proses yang dapat diandalkan untuk selalu bisa memutuskan dengan lebih kompeten. Ukuran dari evaluasi pengambilan keputusan dapat secara lebih prediktif untuk direplikasi pada proses pembuatan keputusan di masa-masa yang akan datang.

Baca entri selengkapnya »

Menciptakan Komitmen Kerja yang Berkualitas dari Karyawan

Amy Arnsten adalah seorang profesor di bidang ilmu neuroscience di Universitas Yale. Dia mempelajari pengaruh respons emosional dari otonomi diri terhadap fungsi kognitif. Yaitu persepsi bahwa seseorang merasa dirinya kehilangan kontrol akan juga membuat penurunan dalam kompetensi pikiran.

Contoh sederhananya, bila seorang manajer mengatur para karyawannya dengan otonomi yang sangat terbatas. Misalnya dengan mendiktekan tugas-tugas tanpa memberikan ruang untuk berinovasi, maka para karyawan yang merasakan kurangnya rasa kontrol dirinya, akan menjadi tidak terlalu produktif.

Pusat kendali emosi di dalam otak orang yang merasa tidak bebas berkarya, apakah itu nyata atau hanya persepsinya saja, akan menurunkan kemampuan fungsi berpikir di level tertentu.

Jadi, jika perusahaan menginginkan hasil kinerja yang berkualitas dengan komitmen yang tinggi dari para karyawan, sebaiknya penetapan tujuan atau target dideskripsikan cukup dengan garis-garis besarnya saja.

Baca entri selengkapnya »

Cara Sederhana Berbahagia

Ketidakbahagiaan adalah salah satu hal yang menurunkan motivasi. Stres yang berlebihan dapat menghambat kinerja dan produktivitas, bahkan membawa penyakit. Statistik menunjukkan sebanyak 69 persen orang dewasa yang stres memiliki gejala fisik yang negatif akibat stres.

Kita bisa mengurangi stres serta meningkatkan semangat kerja dengan beberapa tips sederhana:

Berhenti membanding-bandingkan diri dengan orang lain.

Seringkali jiwa kompetitif kita termotivasi oleh perbandingan dan ingin mengalahkan orang lain. Tapi, penelitian di bidang psikologi terkini menunjukkan bahwa orang yang kurang berbahagia lebih suka membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Bahwa; kepercayaan dirinya tergantung dari apakah dia lebih baik atau kalah dari orang lain.

Walaupun kita bisa saja lebih unggul dari orang-orang di sekitar kita, tetap saja akan ada orang lain yang setidaknya selangkah lebih maju dari kita; di dalam pekerjaan, pasangan, karir, keuangan, keberuntungan, dll.

Sedangkan orang yang bahagia, tidak terlalu memikirkan perbandingan dirinya dengan orang lain. Orang yang berbahagia adalah mereka yang cukup dengan umpan balik yang positif, bahwa mereka lebih baik dari kinerja mereka sendiri di masa lalu.

Membanding-bandingkan diri dengan orang lain hanya akan membawa ketidakbahagiaan. Sumber: businessinsider.com

Berolahraga secara rutin.

Olah raga yang rutin akan meningkatkan kadar serotonin, salah satu neurotransmitter atau hormon yang menigkatkan mood untuk berbahagia. Juga, olah raga yang intensif akan membuat otak memproduksi hormon dophamine yang membuat kita senang, riang-gembira.

Baca entri selengkapnya »