Memutuskan Cara Mengambil Keputusan

by @rezawismail

Banyak pemimpin yang ingin bisa membuat keputusan yang benar padahal jauh lebih baik untuk mampu mengambil keputusan dengan cara yang benar.

Penilaian benar atau kurang tepatnya suatu keputusan sulit diketahui berdasarkan perasaan saja padahal ukurannya belum diketahui karena hasil keputusannya belum berdampak banyak di saat momen memutuskan.

Jika saja kita dapat menciptakan suatu proses yang dapat diandalkan untuk selalu bisa memutuskan dengan lebih kompeten. Ukuran dari evaluasi pengambilan keputusan dapat secara lebih prediktif untuk direplikasi pada proses pembuatan keputusan di masa-masa yang akan datang.

Beberapa prinsip harus diputuskan terlebih dahulu dalam proses pengambilan keputusan. Kita mesti memutuskan cara-cara yang berkualitas sebelum memutuskan perihal yang utamanya. Berikut tips-tips untuk dapat menghasilkan keputusan yang tepat:

Output Keputusan yang Tepat dari Input yang Berkualitas

Pertama-tama, kita harus memperoleh input-input yang banyak, beragam, dan berkualitas sebelum menghasilkan output sebagai sebuah keputusan yang baik. Kita dapat mengkualifikasikan input-input ini sebagai data, informasi dari segala sisi, dan pemikiran-pemikiran dari orang-orang yang memiliki wawasan serta kompetensi.

Dalam kisah-kisah kerajaan, seorang raja selalu memiliki satu atau lebih penasihat yang dianggap memiliki kapabilitas dan kebijaksanaan untuk menghasilkan opini yang bagus sebagai masukan.

Selain itu, kita harus mengoleksi pemikiran yang beragam jangan mau hanya mempunyai para pengikut tanpa seorang pun yang berani menentang pendapat sang pembuat keputusan. Perspektif yang bervariasi serta kreatif akan memungkinkan inovasi baru dari sebuah keputusan menjadi lebih efektif atau efisien hingga revolusioner.

Dasar Prosedur Pengambilan Keputusan

Proses pengambilan keputusan ini harus berdiri tegak pada pondasi yang kokoh dari analisis yang mendalam, dan bukan sekedar asumsi-asumsi tanpa fakta yang jelas. Verifikasi hipotesis yang dikalkulasikan dalam pengolahan input agar menjadi output berupa keputusan yang layak harus dilandasi dengan logika yang sehat.

Selanjutnya, setiap pengambil keputusan harus berkomitmen penuh terhadap arahan dari hasil yang diinginkan. Jangan sampai terlalu melenceng dan keputusannya menjadi kurang integritas. Pendekatan yang terstruktur sangat diperlukan dalam mengadopsi prosedur ketika sedang berdiskusi.

Definisi dari isu atau permasalahan yang sedang dihadapi untuk dapat diatasi dengan solusi yang dihasilkan oleh keputusan yang tepat dapat mulai dicanangkan dari awal. Setelah itu, beberapa kriteria dapat menjadi saringan dalam mencari kemungkinan atau probabilitas yang berpotensi menjadi keputusan yang tepat.

Produktif dengan Rencana Alternatif dan Batas Waktu

Jangan lupa untuk selalu menyiapkan alternatif atau skenario cadangan dan mengujinya, sehingga keputusan yang sebenarnya dapat terus disesuaikan sampai mendekati sempurna.

Akhirnya, jangan sampai proses pengambilan keputusan mengalami kebuntuan bahkan kelumpuhan. Tetapkan batas waktu yang jelas dan putuskan dengan tegas serta siap dengan semua konsekuensinya. Seringkali, kontribusi yang paling berarti malah terjadi setelah kita merevisi sebuah keputusan dan menjadikannya sebagai momentum awal penggerak kemajuan.

Lebih baik mengambil keputusan yang salah dan memperbaikinya daripada menyesal telah membuang-buang waktu dan tidak menghasilkan keputusan apapun yang produktif.

Salam sentosa!