Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: karisma & kepemimpinan

Mengaplikasikan Strategi Menjadi Eksekusi

Pengetahuan tanpa praktek seperti buku yang tak pernah dibaca. -Christopher Crawford

Di dalam suatu organisasi seperti perusahaan, para pemimpin membuat keputusan eksekutif yang menentukan pilihan strategis untuk kemajuan organisasi atau perusahaannya. Dan kemajuan tersebut didapatkan dari eksekusi strategi yang telah ditetapkan.

Sayangnya, banyak detail dari strategi yang menyimpang bahkan hilang pada saat para manajer mendelegasikan eksekusi dari strategi perusahaan kepada para karyawan.

Lalu, bagaimanakan manajemen perusahaan mengimplementasikan strategi ke tahap eksekusi secara tepat?

Baca entri selengkapnya »

Disiplin Diri untuk Pelaksanaan Strategi

70% kegagalan disebabkan bukan karena lemahnya strategi melainkan karena kurangnya eksekusi dari strategi atau visi. -Ram Charan

Survei dari beragam industri oleh Harris Interactive menunjukkan bahwa hanya 37% karyawan yang memahami tujuan yang ingin dicapai perusahaannya, bahkan 13% saja dari seluruh karyawan dari suatu perusahaan yang benar-benar bisa memaksimalkan kinerjanya untuk mencapai tujuan tersebut.

Sebuah riset lebih lanjut mengungkapkan bahwa hanya 40% waktu kerja para karyawan di tingkat manajerial digunakan untuk melaksanakan tugas yang berkaitan dengan sasaran-sasaran penting di dalam departemennya. Sisanya, banyak yang sibuk tapi tidak terlalu produktif.

Produktivitas menjadi berkurang secara signifikan seiring waktu kerja yang dihabiskan tanpa berfokus pada implementasi strategi organisasi.

Dengan kata lain, perusahaan menjadi boros atau meningkatkan biaya yang disebabkan oleh kurang optimalnya upaya sang karyawan untuk bekerja secara efektif dan efisien.

Beberapa pemimpin yang kreatif; mampu menciptakan banyak ide, visi, atau strategi untuk memajukan perusahaan. Namun gagal dalam tahap pelaksanaan strateginya. Bermasalah dalam eksekusi.

Baca entri selengkapnya »

Pengembangan Model Motivasi Karyawan

Prestasi berkaitan langsung dengan aksi. Orang-orang yang sukses adalah mereka yang gigih bergerak, meski pernah melakukan kesalahan, mereka tidak pernah berhenti berusaha. -Conrad Hilton

Sejak era revolusi industri dimulai, cara-cara meningkatkan motivasi pekerja telah berkembang seiring dengan modernisasi tingkat kerumitan pekerjaan yang dilakukan oleh para karyawan dalam suatu perusahaan di masa kini.

Model motivasi kerja pertama yang paling sederhana adalah dengan menekankan hubungan pemberian insentif dengan kinerja. Motivasi karyawan dipengaruhi agar mereka meningkatkan kinerjanya dengan memberikan materi sebagai kompensasi dari prestasi kerjanya. Semakin baik prestasinya, insentif yang didapatkan akan semakin banyak atau sering.

Selanjutnya model tradisional tersebut di atas berkembang bersama kemajuan ilmu psikologi dan sosial khususnya dalam bidang sumber daya manusia di dunia bisnis. Model motivasi karyawan menjadi lebih manusiawi dan berorientasi kepada pengakuan kebutuhan sosial manusia disamping kebutuhan materi. Kepuasan kerja karyawan menjadi salah satu faktor terpenting yang harus diperhatikan oleh perusahaan.

Baca entri selengkapnya »

Prinsip Motivasi Karyawan

Keadilan tanpa kekuatan adalah kuasa yang lemah. Kekuatan tanpa keadilan adalah tirani. -Blaise Pascal

Setiap manajer yang kompeten harus memperhatikan beberapa prinsip dalam memotivasi karyawan. Cara motivasi karyawan adalah tanggung jawab dari sang atasan juga selain kewajiban bagi perusahaan untuk memberikan gaji yang layak dan keamanan dalam bekerja.

Memang perusahaan diwajibkan untuk memberikan kompensasi untuk membayar hasil kerja dan menyediakan sarana untuk memfasilitasi pelaksanaan pekerjaan oleh para karyawan.

Namun, adalah tugas sang atasan untuk menguatkan motivasi karyawan dengan beberapa prinsip utama.

Baca entri selengkapnya »

Menanamkan DNA Kepemimpinan Kepada Karyawan

Manajemen adalah efisiensi dalam mendaki tangga kesuksesan, kepemimpinan adalah yang menentukan apakah tangga tersebut bersender pada dinding yang benar. -Stephen R. Covey

Perusahaan yang sukses mengejar keuntungan dengan produktivitas yang tinggi dan mengurangi tingkat perpindahan karyawan. Interaksi dan komunikasi antara manajer dengan para karyawan serta kepada sesama rekan kerja harus dikuatkan dengan pemberdayaan.

Pemberdayaan yang menjangkau setiap individu di perusahaan, secara mendalam hingga ke dalam DNA yang menentukan karakter masing-masing diri pribadi karyawan.

Penanaman nilai inti atau DNA kepemimpinan ini ke dalam paradigma berpikir karyawan perlu dilakukan dengan transformasi yang didukung penuh oleh perusahaan dan seluruh jajaran pimpinan yang ada.

Diskusi, pujian, dan coaching yang diberikan secara berkala oleh atasan kepada bawahannya; akan meningkatkan moral serta keterikatan karyawan. Kepuasan akan meningkat sebanyak tiga kali lipat sehingga motivasi kerja secara otomatis juga menjadi tinggi.

Baca entri selengkapnya »