Menanamkan DNA Kepemimpinan Kepada Karyawan

by @rezawismail

Manajemen adalah efisiensi dalam mendaki tangga kesuksesan, kepemimpinan adalah yang menentukan apakah tangga tersebut bersender pada dinding yang benar. -Stephen R. Covey

Perusahaan yang sukses mengejar keuntungan dengan produktivitas yang tinggi dan mengurangi tingkat perpindahan karyawan. Interaksi dan komunikasi antara manajer dengan para karyawan serta kepada sesama rekan kerja harus dikuatkan dengan pemberdayaan.

Pemberdayaan yang menjangkau setiap individu di perusahaan, secara mendalam hingga ke dalam DNA yang menentukan karakter masing-masing diri pribadi karyawan.

Penanaman nilai inti atau DNA kepemimpinan ini ke dalam paradigma berpikir karyawan perlu dilakukan dengan transformasi yang didukung penuh oleh perusahaan dan seluruh jajaran pimpinan yang ada.

Diskusi, pujian, dan coaching yang diberikan secara berkala oleh atasan kepada bawahannya; akan meningkatkan moral serta keterikatan karyawan. Kepuasan akan meningkat sebanyak tiga kali lipat sehingga motivasi kerja secara otomatis juga menjadi tinggi.

Pengembangan minat, bakat, dan keahlian khusus yang dimiliki karyawan perlu diprogram secara rutin dan diberikan perhatian secara khusus oleh atasan yang terkait langsung. Pembinaan lewat hubungan yang membangun kepercayaan akan memudahkan penanaman DNA kepemimpinan ke dalam diri karyawan.

DNA kepemimpinan yang berhasil ditanamkan akan semakin memajukan diri karyawan dan juga memampukannya untuk dapat meneruskan kesuksesan perusahaan supaya bertahan dalam jangka waktu yang lama serta agar terus berkembang menjadi yang terbaik.

Penguatan perilaku karyawan yang menunjukkan antusiasme, optimisme, rasa ingin tahu, selera humor, dan kemampuan untuk selalu bersyukur harus dibuat dalam satu program pengembangan diri yang berkesinambungan.

Program pelatihan ini perlu didukung penuh oleh para manajer dalam rangka menyiapkan lahan mental yang positif untuk penanaman benih kepemimpinan pada diri karyawan.

Atasan semestinya berinteraksi dengan bawahan tanpa penilaian kritis yang cenderung negatif. Jangan selalu memaksakan kontrol dan menuntut pencapaian kesempurnaan, tapi juga jangan menghindar dengan pengabaian. Tunjukkan kepedulian yang akan memotivasi karyawan untuk menumbuhkan kompetensi inti kepemimpinan di dalam hatinya.

Para karyawan bisa segera mulai menumbuhkan jiwa kepemimpinan dari dalam dirinya kapan saja. DNA sang pemimpin yang sudah ada semenjak kelahiran. Keistimewaan manusia yang diciptakan penuh kesadaran untuk membedakan kebaikan dari keburukan.

Jadi, yang pertama-tama perlu diberdayakan untuk menanamkan DNA kepemimpinan adalah empati, yaitu kemampuan untuk memahami perasaan orang lain. Ini bukan berarti menjadikan karyawan terlalu sensitif tapi membentuknya sebagai pribadi yang cerdas secara emosional dan mengerti jalan pikiran orang lain.

Keahlian berempati akan membuat karyawan pintar dalam bekerja sama, menggalang sinergi, bernegosiasi dan meningkatkan kemampuan persuasi bagi karyawan yang bekerja sebagai tenaga penjual atau sales person.

Selanjutnya adalah sikap yang proaktif yang perlu dikembangkan ketika mesti merespon sesuatu yang terjadi di luar diri karyawan. Perilaku yang reaktif hanya akan membawa stres, penyesalan, keraguan, penundaan, dan akhirnya penurunan motivasi.

Pengelolaan stres juga perlu dilatih agar pelaksanaan rencana tindakan dan implementasi instruksi tidak terhambat atau tertunda. Stres yang kurang menonjol bisa membawa kemalasan sedangkan stress yang berlebihan akan membebani kinerja sehingga karyawan malah menjadi tidak produktif.

Penyegeraan diri dalam bertindak ini perlu juga diimbangi dengan kematangan berpikir. Pemikiran-pemikiran yang kreatif dengan membebaskan imajinasi karyawan akan membawa suatu inovasi baru. Inovasi adalah salah satu ciri utama pemimpin selain visi masa depan.

Dan terakhir, karyawan perlu diberikan keleluasaan untuk mengeksplorasi dan menavigasi dirinya di dalam mendaki karir. Kepemimpinan berarti menguatkan pengendalian diri dan mengontrol emosi agar karyawan mampu mengarahkan kontribusinya kepada hasil yang optimal. Fleksibilitas pencapaian target kerja dan dukungan untuk kemandirian meraih sasaran-sasaran yang telah ditugaskan.

Maka, aktivasi DNA kepemimpinan yang ditanamkan akan bisa menjadi suatu kekuatan diri sang karyawan. Kekuatan yang dapat membawa kesuksesan personal dan perusahaan tempatnya bekerja. Double success!

Baca juga:
Evolusi, Emosi, dan Motivasi
Kepemimpinan yang Hebat
Internalisasi Kesuksesan
Faktor ‘X’ pada Motivasi Pegawai