Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: kesehatan tubuh & pikiran

Tehnik Menghentikan Pikiran Negatif

Pikiran negatif seringkali muncul otomatis dan terus merembet. Menjadi ketakutan, kecemasan, dan stres yang tak perlu.

Pikiran negatif datang tanpa diundang dan mengalir begitu saja. Kita jadi mengeluh, mengkritik, marah, panik, depresi, bahkan putus asa. Memperkeruh suasana hati dan membuat demotivasi. Mood kita jadi down.

Dari satu hal yang tidak diinginkan terjadi, beragam pikiran negatif terbayang-bayang di benak kita. Dan kita pun larut dalam pola pemikiran yang tidak produktif.

Pola pikir yang tidak produktif seperti keinginan sesaat atau emosi yang negatif akhirnya mendorong suatu perbuatan atau kebiasaan negatif.

Bisa juga berbentuk persepsi yang menghakimi diri atau orang lain secara negatif. Perasaan pesimis yang tiada henti. Kebencian atau ketidaksukaan yang menggerogoti hati. Merendahkan diri. Menghina orang lain. Dan seterusnya.

Dan saya akan membagikan satu tips sederhana untuk menghentikan pikiran-pikiran negatif yang datang. Tentunya ilmiah dan bisa dibuktikan sendiri.

Tehnik ini berdasarkan riset atau penelitian yang telah sukses dan teruji selama bertahun-tahun. Trik yang telah saya coba sendiri selama ini dan berhasil.

Dalam bidang psikologi perilaku, tips sederhana yang akan saya bagikan ini termasuk dalam golongan aversion therapy.

Bentuknya berupa pengkondisian pikiran untuk mengasosiasikan stimulus yang tidak menyenangkan dengan perilaku yang negatif. Setruman adalah salah satu contoh stimulus ini.

Stimulus yang berupa sensasi yang tidak nyaman ini, diberikan secara bersamaan dengan perilaku yang ingin dihentikan agar memicu aversion: ketidaksukaan atau penghindaran diri terhadap perilaku yang tidak diinginkan. Berhenti dari perilaku negatif.

Dalam hal ini; pikiran negatif adalah perilaku yang tidak diinginkan yang ingin dihentikan. Dan stimulus yang terasa tidak enak adalah karet gelang yang dijepret di tangan (tidak perlu setruman, repot!)

Kita pakai karet gelang di pergelangan tangan kita. Begitu pikiran negatif muncul, tarik dan jepretkan karet gelang itu di tangan kita sambil bilang stop!

Lalu kita segera ganti pikiran negatif yang ingin kita ubah dan hentikan itu menjadi suatu pikiran atau perilaku yang positif. Rangkaian pikiran negatif ini akan berhenti dan tidak akan berlanjut menjadi perilaku yang negatif yang bisa kita sesalkan nantinya.

Otak kita akan belajar mengasosiasikan rasa sakit di pergelangan yang dijepret dengan pikiran negatif ini. Dan jika dibiasakan selama 21 hari, otak kita akan terprogram untuk menghindari pikiran-pikiran negatif ini. Silahkan baca tulisan saya sebelumnya tentang sukses dalam 21 hari dalam meng-install satu kebiasaan baru.

Otak kita akan lebih cerdas mengenali dan menyadari pikiran negatif yang menyusup. Pemikiran kita akan menjadi lebih produktif. Pikiran negatif hilang dan kita akan lebih optimis. Perasaan kita menjadi positif dan termotivasi tinggi. Pekerjaan menjadi lancar serta kehidupan lebih membahagiakan. Sukses! Amin…

Tips Meredakan Stres

Stres sebenarnya diperlukan, dalam kadar yang tepat. Stres memacu kinerja, memotivasi diri untuk beraksi.

Stres yang wajar hanya berlangsung selama beberapa saat saja dan memacu semangat bekerja. Stres dibutuhkan untuk mengubah rintangan menjadi tantangan. Mencari solusi dari masalah.

Akan tetapi, stres yang berlebihan hanya akan merugikan kita. Menurunkan motivasi bahkan melumpuhkan. Mengurangi vitalitas dan buruk bagi kesehatan. Mengendurkan semangat.

Stres yang tinggi dan dalam jangka waktu yang lama akan merusak hubungan sosial, tidak baik untuk kemajuan karir atau bisnis, buruk bagi tubuh dan mental/pikiran atau kejiwaan, dan bahkan bisa menyebabkan peyakit jantung serta kematian.

Maka, stres perlu dikelola.. diredakan jika terasa berlebihan.

Untuk meredakan stres yang berlebihan, berikut beberapa tips yang sederhana:

1. Berdiam

Dan berpikir. Menghadapi stres dan tatap ketakutan. Bayangkan skenario terburuk dan ciptakan beragam rencana antisipasi. Cari solusi bagi masalah yang ada.

Berdiam diri dan menyepi. Meditasi dan mengheningkan pikiran. Menjauh dari keramaian dan pikirkan satu hal saja. Bernafas tenang dan relaksasi diri. Gali intuisi.

2. Bersuara

Bersenandung atau bersiul. Mainkan alat musik yang ceria. Lalu bernyanyi sesuka hati. Bersama teman-teman. Berbagi beban dan ceritakan segalanya ke teman. Biar lega dan siapa tahu mendapatkan ide baru.

Tuliskan semuanya. Perasaan, pemikiran, atau apapun. Buat kisah fiksi atau puisi. Telpon atau chatting. Pergi ke psikolog. Meminta nasehat pada yang ahli. Menangis sekedarnya. Berteriaklah kalau perlu.

3. Bekerja

Lakukan satu hal yang bisa dilakukan sekarang juga. Minta bantuan orang lain. Kerjakan bersama-sama. Mohon pertolongan atasan. Bertindaklah berdasarkan kata hati saja.

Bergeraklah. Berjalan kaki atau berolahraga. Pergi ke gym atau lampiaskan ke sansak. Aktiflah lalu minta dipijat. Lepaskan ketegangan yang tersisa di otot.

4. Berlari

Menjauhlah dari masalah kalau bisa. Ambil cuti dan berliburlah. Pergi menonton film atau pertunjukan. Bermain saja bersama teman lama atau anak-anak. Menari dan tertawa bareng.

Beralih ke hobi. Berkebun dan lupakan dulu pekerjaan. Cari hiburan dan segarkan pikiran. Pandanglah yang indah-indah. Dengarkan melodi yang riang. Cium aroma yang harum. Rasakan makanan yang nikmat. Berendam di air hangat. Tidur. Siesta.

5. Berserah diri

Pasrah dan ikhlaskan semua. Ke tempat ibadah dan akui keterbatasan manusiawi kita. Terima takdir yang tak bisa diubah dan nasib yang tak bisa ditolak seperti musibah misalnya. Bersujud pada-Nya.

Lepaskan segala keinginan dan jadilah kebal dari kekecewaan. Jangan terlalu berharap terus melangkah dengan upaya yang terbaik sebisanya. Nikmati saja segala kesulitan dan bertindak proaktif semampunya. Lalu, serahkan hasil akhirnya pada Sang Maha Kuasa.

Sekian. Semoga bermanfaat dan silahkan dipraktekkan. Stres berkurang, produktivitas bertambah. Sukses jadinya!

Visualisasi Negatif

Melanjutkan tulisan sebelumnya, saya akan membahas salah satu tehnik dari filosofi Yunani; Stoik. Tehnik yang bisa digunakan untuk memotivasi diri ini disebut Visualisasi Negatif.

Visualisasi seringkali menjadi tehnik yang disarankan oleh banyak motivator. Kita didorong untuk menggunakan imajinasi kita untuk membayangkan impian yang kita inginkan terjadi. Bahkan ada yang disebut sebagai hukum ketertarikan yaitu kita akan mendapatkan apa yang kita pikirkan. Dan salah satu tehniknya adalah visualisasi.

Para atlit juga banyak berlatih dengan tehnik visualisasi ini dan terbukti tampil lebih baik dalam pertandingan. Tapi ini lebih lazim disebut sebagai pemahatan pikiran yang bukan sekedar visualisasi biasa.

Biasanya visualisasi adalah membayangkan hasil yang diinginkan. Namun untuk para atlit yang sukses menggunakan imajinasi untuk membayangkan prosesnya. Proses ketika sang atlit tampil dengan semua indera bukan hanya visual. Sang atlit harus membayangkan suasananya, mendengarkan suara-suara, dan merasakan otot-otot mana yang sedang digunakan secara detail. Inilah yang disebut sebagai pemahatan pikiran.

Namun, visualisasi positif yang biasa; yang membayangkan hasil akhir seperti sedang berangan-angan saja. Kita sebut saja jenis visualisasi ini sebagai fantasi. Penelitian terbaru membuktikan bahwa fantasi bisa berbahaya kalau tidak sesuai ekspektasi.

Riset oleh Oettingen and Mayer (2002) menunjukkan orang-orang yang berfantasi (visualisasi positif) tentang masa depannya malah kurang berhasil mencapai tujuannya dibandingkan mereka yang tidak berfantasi.

Fantasi atau visualisasi positif ini bisa menurunkan motivasi karena otak dibuat terbiasa dan tidak penasaran lagi. Orang yang berfantasi juga menjadi kurang berkonsentrasi pada detail dalam proses pencapaian tujuannya.

Sehingga banyak yang salah perhitungan dan menemukan banyak kesulitan yang tidak diantisipasi sebelumnya. Jadi, kita perlu berhati-hati dalam berfantasi atau memvisualisasikan tujuan-tujuan kita. Jangan terlalu berangan-angan.

Buatlah tujuan secara realistis dengan mempertimbangkan sejarah sebelumnya. Ciptakan rencana kerja untuk pencapaian tujuan yang detail dalam proses pengerjaannya. Siapkan antisipasi untuk tantangan atau kesulitan yang mungkin muncul.

Pahatlah pikiran secara detail dalam proses pengerjaan dan antisipasi tantangan yang ada seperti para atlit hebat dalam contoh sebelumnya.

Dan terakhir, lakukan visualisasi negatif.

Apa itu visualisasi negatif? Dalam filsafat Stoicisme; visualisasi negatif berarti membayangkan kejadian yang tidak diinginkan terjadi di masa depan. Visualisasi negatif adalah kebalikan dari fantasi yang positif.

Kita malah disarankan membayang hal yang buruk yang terjadi. Tapi, tehnik ini bisa membawa kebahagiaan dan motivasi tinggi.

Sebagai contoh, kita bisa menggunakan visualisasi negatif ini kepada orang-orang yang kita sayangi. Kita bayangkan mereka akan sakit atau bahkan meninggalkan kita. Kita juga bisa bayangkan benda-benda yang kita miliki menjadi rusak atau hilang.

Dampaknya justru kita akan menjadi bersyukur dan menjaga mereka dengan sebaik-baiknya. Menikmati setiap momen bersama. Berbahagia.

Dan jika kita gunakan tehnik ini pada pencapaian tujuan, kita akan semakin termotivasi. Sebenarnya memang ada dua jenis motivasi; motivasi mengejar dan motivasi menghindar.

Sebagai contoh: orang yang bangun pagi karena bersemangat ingin mendapatkan lebih banyak peluang usaha disebut orang dengan motivasi jenis pengejar. Sedangkan orang yang baranjak dari kasurnya karena takut dimarahi atasan adalah orang yang motivasinya bersifat penghindar.

Kebanyakan dari kita masuk ke dalam kategori motivasi menghindar. Kalau kamu adalah tipe pengejar, kamu tidak membutuhkan motivator dan membaca tulisan-tulisan seperti di blog ini. Orang yang memiliki motivasi mengejar selalu termotivasi tinggi untuk mendapatkan tujuannya, meski peluangnya kecil. Sedangkan orang dengan motivasi penghindar lebih termotivasi tinggi karena ketakutannya pada resiko yang bisa dihadapi.

Beberapa orang yang mengaku memiliki jenis motivasi pengejar sebenarnya adalah penghindar. Dia termotivasi karena ingin menghindari kerugian akan kehilangan kesempatan yang besar. Biasanya kalau peluangnya cukup besar untuk mendapatkan sesuatu, ketakutan akan penyesalan karena tidak mendapatkannya lebih mendominasi. Ini tetap disebut motivasi penghindar karena takut rugi besar.

Kalau yang motivasi pengejar, besar ataupun kecil tetap akan dikejar. Motivasi penghindar tidak akan terlalu bersemangat jika peluang berhasilnya rendah, dia akan termotivasi kalau kesempatan berhasilnya besar. Dan dia didorong oleh motivasi menghindari penyesalan, kerugian karena tidak mendapatkan peluang yang cukup tinggi tersebut.

Visualisasi negatif sangat cocok untuk orang-orang dengan tipe motivasi penghindar ini. Dan saya katakan bahwa banyak dari kita lebih dominan memiliki motivasi dengan tipe menghindar.

Visualisasi negatif akan mengingatkan orang dengan tipe motivasi penghindar untuk menghindari konsekuensi negatif yang bisa timbul jika gagal. Bayangan akan kegagalan akan menghantui kita dan akhirnya kita akan termotivasi tinggi untuk sukses.

Tapi ingat, visualisasi negatif ini bukan berarti berpikir negatif tanpa pertimbangan logis. Kita hanya membayangkan dan mengingatkan diri pada kemungkinan buruk yang mungkin terjadi. Jangan menjadi paranoid sehingga terlalu overprotektif atau malah lumpuh tak bergerak sama sekali.

Visualisasi negatif digunakan untuk berkontemplasi, berpikir dengan rasional bukan larut dengan perasaan negatif yang emosional. Jika sukses dilakukan, kita malah akan semakin menghargai setiap orang, setiap kesempatan, dan setiap momen yang ada. Kita akan lebih berhati-hati dan penuh perhitungan dalam menghadapai segala resiko yang ada.

Kita akan semakin termotivasi karena ingin menghindari kegagalan yang telah dibayangkan. Oleh karena, motivasi penghindar lebih besar kekuatannya daripada motivasi pengejar. Begitulah semua mahluk hidup di bumi yang tidak punah masih tetap sukses bertahan hidup. Bertahan dan menang!

3 Pilar Perasaan Positif

Berpikir positif.
Berkata positif.
Bertindak positif.

Inilah ketiga pilar perasaan positif.

Apa pentingnya perasaan positif?

Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence mengatakan bahwa kecerdasan emosional seseorang akan lebih menentukan kesuksesannya daripada kecerdasan intelektual dan keahlian teknis.

Martin Seligman sebagai Bapak dari gerakan psikologi positif modern menyatakan bahwa mereka yang memiliki emosi yang lebih positif akan hidup lebih lama, lebih sehat, lebih banyak teman dan lebih sukses.

Perasaan positif akan membawa optimisme, kekuatan untuk terus berjuang, dan kegigihan untuk tidak mudah menyerah. Perasaan positif akan mempermudah komunikasi, negosiasi, dan persuasi.

Perasaan positif akan memberikan semangat, antusiasme, dan ide-ide kreatif. Keberhasilan akan lebih dimungkinkan dengan perasaan yang positif. Probabilitas kesuksesan akan lebih meningkat tinggi.

Dan perasaan positif ini ditopang oleh tiga pilar: pikiran, perkataan, dan perbuatan yang positif.

Perbuatan yang positif berarti bertindak secara positif. Kita bisa memilih untuk cemberut atau tersenyum. Pilihlah untuk tersenyum. Senyum dengan bibir, gigi, dan mata. Senyum dari badan; aktif dan ceria.

Bertindaklah bahagia, atau cobalah seakan-akan bahagia. Berposturlah seperti orang bahagia, tegak dan rileks. Bergeraklah dengan penuh semangat. Berolahraga, menyanyi, dan menari dengan riang-gembira.

Berkumpulah dengan orang-orang yang positif. Kelilingi diri kita dengan mereka yang selalu memberikan semangat yang realistis, dukungan yang sinergis, dan hubungan yang harmonis. Jadilah proaktif, responsif, dan inovatif.

Berderma, memberikan bantuan, dan rela menolong adalah perbuatan yang sangat positif yang perlu sering-sering dilakukan.

Perkataan yang positif berarti selalu mengucap syukur hal-hal yang memang patut disyukuri, hal-hal yang biasanya terlupakan untuk disyukuri, dan hal-hal yang akan kita syukuri di masa depan.

Ucapkan kalimat-kalimat penuh kehangatan, harapan, dan antusiasme. Pujilah diri sendiri dan orang lain. Jangan mengeluh tapi bicarakanlah masalah serta diskusikanlah solusi. Katakan cinta atau sayang lebih sering, minta maaf dan beri maaf lebih royal, bilang terima kasih dan terima pujian dengan santun.

Berbasa-basilah dengan sopan dan berbicaralah dengan jujur, tulus, serta terbuka. Bacakan tulisan-tulisan yang berguna, berkualitas, dan inspiratif. Ceritakanlah kisah-kisah seru, lucu, dan menghibur. Afirmasikan kebahagiaan.

Pikiran positif berarti memiliki keyakinan, persepsi, paradigma, dan kognisi yang positif. Nah, ini yang agak sulit dilakukan: berpikir positif. Beberapa tulisan panjang untuk membahas bagaimana caranya agar bisa berpikir positif perlu saya buat.

Ribuan buku sudah terbit tentang berpikir positif. Beragam tehnik dan trik dibahas untuk mengendalikan pikiran. Pikiran memang susah dikontrol. Pikiran negatif bisa datang begitu saja.

Memori kita juga pasti tidak semuanya indah. Mindset kita juga sudah terbentuk bertahun-tahun dan sulit untuk dirubah. Belum lagi efek hormonal, kimia, dan genetik yang bisa menentukan pikiran tanpa bisa kita pengaruhi.

Walaupun begitu, ada beberapa tips praktis untuk mengubah pikiran agar lebih positif.

Beberapa tips untuk membuat pikiran lebih positif adalah:

1. Mengelola input-input yang lebih positif: makanan yang sehat, lingkungan yang bersih, bahan bacaan, tontonan, input audio yang bagus, obrolan yang baik. Mengenang memori dan membayangkan masa depan yang indah.

Untuk setiap pikiran negatif yang timbul, bangkitkan tiga pikiran yang positif. Pasrahkan dan lepaskan tekanan mental yang datang.

2. Terus mengingat makna dan alasan dari keberadaan/eksistensi pribadi. Motivasi yang sejati berasal dari jiwa yang ingin melayani. Ingatlah selalu: kita tercipta di bumi untuk mencintai.

3. Meningkatkan kesadaran dan kebijaksanaan. Sadari setiap pikiran, negatif atau positif, datang dan pergi.

Amati kedamaian yang mengisi ruang antar pemikiran. Ciptakan jeda antara stimulus dan respon. Kita tidak perlu menindaklanjuti setiap pikiran dengan otomatis.

Jadilah bijak, pilihlah prinsip-prinsip yang universal dan nilai-nilai yang abadi daripada pikiran-pikiran yang impusif dan instingtif.

Tiga tips praktis di atas hanyalah puncak dari gunung es. Masih banyak tips untuk bisa berpikir positif yang belum banyak diketahui orang.

Saya akan membahasnya di tulisan-tulisan selanjutnya…

Kesadaran: Kunci Perubahan

Salah satu kunci sukses untuk melakukan perubahan dari diri seseorang adalah dengan meningkatkan dan memanfaatkan kesadarannya.

Kesadaran ibarat cahaya senter yang menerangi, untuk bisa dengan jelas melihat apa-apa yang perlu dirubah.

Kita tidak bisa merubah sesuatu tanpa kita tahu apakah sesuatu itu ada dan memang layak untuk diubah.

Kalau kita menyadari ada sesuatu yang salah atau yang bisa diperbaiki, maka kita bisa melakukan perubahan yang sesuai.

Perubahan memang bisa terasa sulit dan membutuhkan kerja keras.

Merubah kebiasaan yang negatif menjadi disiplin diri yang positif memang membutuhkan kerja keras, namun awal dari inisiatif tersebut dimulai dari kesadaran.

Dan kesadaran adalah kemampuan otak untuk menyingkirkan segala distraksi, seperti emosi, untuk bisa mengamati secara obyektif dan berpikir secara jernih. Inilah yang disebut kesadaran.

Psikolog terkenal yang menginspirasi Stephen Covey sang guru manajemen efektif, adalah Victor Frankl yang pernah mengajarkan bahwa antara stimulus dan respon terdapat kebebasan manusia.

Dalam bukunya: The 7 Habits of Highly Effective People, Covey mengembangkan prinsip ini agar kita menjadi pribadi yang proaktif.

Pribadi proaktif berarti berinisiatif dengan kesadaran untuk merespon stimulus/kejadian apapun dengan aktif sesuai prinsip-prinsip universal. Proaktif bermakna tidak reaktif ataupun pasif.

Apapun bisa terjadi di dalam kehidupan ini, tapi kita bisa memaknainya dengan persepsi yang jernih. Dengan kesadaran tinggi.

Manusia memang bisa menjadi korban takdir yang kejam. Manusia tidak selalu bisa memilih kejadian eksternal namun ia bisa memilih bagaimana menyikapi kejadian eksternal ini. Inilah yang disebut kebebasan manusia untuk memaknai kehidupannya oleh sang psikolog besar, Frankl.

Victor Frankl mengamati dengan mata kepalanya sendiri, saat dia ikut ditangkap dan ditahan oleh Nazi, bagaimana para tahanan berperilaku menghadapi takdir yang kejam. Dengan keadaan tersiksa, beberapa orang berkelakuan seperti babi dan beberapa lainnya bisa seperti nabi.

Ada yang yang ditunjuk menjadi ‘capo’ dan bertindak kejam kepada sesama manusia dan ada yang sukarela membantu sesama tanpa pamrih. Ada yang putus asa lalu menyerah pada nasib dan ada yang terus semangat bertahan sampai akhir. Frankl bisa bertahan sampai dia bebas dari kamp konsentrasi Auschwitz Nazi yang seperti neraka dunia tersebut.

Victor Frankl bisa bertahan hidup dan selamat dari pembantaian massal dengan menyadari bahwa dia memiliki pilihan untuk bereaksi menghadapi stimulus eksternalnya. Stimulus berupa lingkungan yang kejam dan menjatuhkan.

Frankl memilih untuk menyadari potensi besar yang dimiliki manusia. Kekuatan untuk bertahan dari penderitaan. Kekuatan untuk memilih tindakan yang penuh kesadaran. Victor Frankl malah membuat mahakaryanya di tengah-tengah musibah yang dialaminya.

Bukunya yang berjudul Man’s Search for Meaning menjadi salah satu dari 10 buku yang paling berpengaruh menurut Library of Congress di Amerika dan menyumbangkan pencerahan dalam bidang psikologi serta filsafat eksistensialisme.

Ketika ditanya apa resepnya bisa tetap optimis untuk bertahan, Frankl mengungkapkan kecintaannya pada istrinya yang juga ditangkap namun ditempatkan di kamp yang terpisah.

Dia mempertahankan harapan untuk suatu saat di masa depan dia bisa bertemu kembali dengan istrinya. Frankl memaknai arti keberadaannya dengan cinta. Inilah kekuatan cinta.

Apa yang kita bisa pelajari dari kisah Victor Frankl ini? Kita bisa memilih untuk menyerah pada nasib atau terus bertahan dengan memberikan alasan yang berarti dalam perjuangan kita.

Selanjutnya, kita memiliki kekuatan sejati sebagai manusia: mahluk yang berkesadaran.

Kita harus menyadari bahwa kita memiliki kebebasan berperilaku, memilih respon dengan berkesadaran. Kita bisa saja otomatis marah pada orang yang menjatuhkan kita, otomatis depresi pada kegagalan kita, otomatis takut pada tantangan yang ada.

Otomatis disini berarti alamiah, insting, reaksi yang pasif. Namun, kita juga mampu menyadari keotomatisan ini dan berubah. Inilah yang dimaksud sebagai kesadaran sebagai kunci dari perubahan.

Kita harus sadari respon-respon instingtif kita dan merubahnya menjadi respon-respon proaktif penuh pemikiran yang positif. Kita akan dapat berkata dan bertindak terpuji, dengan menyadari pikiran-pikiran kita.

Kita akan bisa memilih perkataan dan tindakan yang paling optimal untuk kesuksesan dan kebahagiaan kita dalam jangka panjang. Kita akan mampu menguasai emosi daripada diperbudaknya. Semua diawali dengan kesadaran.

Bagaimana cara kita bisa melatih dan meningkatkan kesadaran ini? Caranya dengan mulai menyadari nafas. Mulailah sadari nafas yang tadinya otomatis, ternyata bisa dikontrol. Lalu, setelah terbiasa menyadari nafas, kita bisa mulai mencoba menyadari pikiran-pikiran yang melintas di otak kita.

Tidak perlu larut terbawa dan banyak menganalisa setiap pikiran yang hadir, cukup sadari dan amati. Pada akhirnya kita akan bisa menyadari emosi yang biasanya otomatis dan mengendalikannya untuk kesuksesan.

Emosi adalah energi pendorong. Emosi merupakan elemen dasar dari motivasi.

Dan motivasi dimulai dari kesadaran…