Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: kesehatan tubuh & pikiran

Meningkatkan Kepuasan Kerja untuk Motivasi Karyawan

Karyawan yang termotivasi dalam bekerja adalah karyawan yang memiliki tingkat kepuasan yang tinggi dalam pekerjaannya.

Perusahaan harus memperhatikan kepuasan kerja karyawan karena hal ini akan mendorong kinerja dan loyalitas yang tinggi.

Kepuasan kerja karyawan akan mencegah kepindahan, menguatkan motivasi, dan meningkatkan kontribusi karyawan, serta menghindari stres pemicu konflik di kantor maupun di rumah.

Pada akhirnya, karyawan yang puas dalam pekerjaannya akan menguntungkan perusahaan dan juga keluarga dari karyawan yang puas.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan perusahaan dalam menjaga kepuasan kerja karyawan;

Kebosanan adalah musuh dari kepuasan karyawan. Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, kebosanan akan menggerogoti motivasi kerja karyawan.

Perusahaan harus memberikan tugas-tugas yang bervariasi dan beragam. Selain itu, tugas tersebut haruslah cukup menantang agar tidak membuat bosan. Tapi jangan sampai terlalu sulit dan mustahil untuk dikerjakan.

Karyawan juga diberikan wewenang atau kendali/kontrol dan sedikit keleluasaan untuk menentukan bagaimana target-targetnya bisa dicapai. Manajemen jangan terlalu kaku dan membatasi kreativitas karyawan.

Sumber kebosanan karyawan selanjutnya adalah tugas-tugas administratif atau hal-hal yang merepotkan. Contohnya, seorang sales force atau tenaga penjual merasa tugas yang malas untuk dikerjakan bukanlah membujuk prospek yang sulit, bisa jadi ribetnya mengerjakan laporan, administrasi penjualan, dan lain-lain.

Perusahaan harus mampu membuat prosedur kerja yang tidak merepotkan dan manajemen dokumentasi yang efektif.

Lalu, kepuasan karyawan juga bergantung pada persepsi dari keadilan. Perusahaan harus mengatur persepsi karyawan agar tidak ada yang merasa iri dan diperlakukan tidak adil serta merata dalam hal pembayaran upah atau gaji atas produktivitas karyawan.

Jika satu karyawan merasa bayarannya sama dengan rekannya yang memiliki tugas sejenis, maka ia akan merasa lebih puas daripada jika ia pikir rekannya tersebut dibayar lebih banyak. Sistem remunerasi haruslah tampak fair walau agak confidential.

Rasa iri atau diperlakukan tidak adil akan menurunkan tingkat kepuasan kerja karyawan.

Berikutnya yang menentukan kepuasan karyawan adalah hasrat karyawan untuk berkembang dan merasa maju.

Perusahaan sebaiknya memberikan perhargaan atas pencapaian suatu target yang diberikan dan memberikan pendidikan serta training agar keahlian atau kompetensi karyawan semakin meningkat.

Karyawan harus bisa mengukur sudah seberapa banyak kontribusinya kepada perusahaan. Karyawan bisa mendapatkan feedback untuk mengetahui sudah seberapa dekat ia dengan target atau penyelesaian tugas yang diberikan manajemen.

Tugas-tugas karyawan yang diberikan bisa dipecah atau dibagi-bagi dalam beberapa target yang terukur. Pekerjaan yang diberikan haruslah jelas parameter dan indikatornya untuk penilaian prestasinya.

Selain perasaan karyawan dalam pencapaian prestasinya, ia juga harus merasa didukung untuk pengembangan dirinya. Kompetensi dan keahlian yang meningkat akan membawa peningkatan juga dalam kepuasan kerjanya.

Maka dari itu, perusahaan harus menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, manajemen yang suportif, dan sistem yang mendukung. Karyawan yang merasa bahwa perusahaannya selalu siap sedia mendukungnya akan merasa lebih puas dalam pekerjaannya.

Sedangkan karyawan yang merasa tidak diacuhkan perusahaan pada akhirnya akan merugikan perusahaan itu sendiri…

Olahraga Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Olahraga telah teruji mampu meningkatkan produktivitas karyawan.

Menurut penelitian terbaru di Inggris dan di Amerika, karyawan yang pergi ke gym dan berolahraga, terbukti menjadi lebih produktif dan lebih kooperatif. Riset ini membandingkan antara karyawan yang tidak berolahraga dan yang berolahraga selama beberapa waktu tertentu.

Menurut survey ini, para karyawan yang berolahraga dilaporkan memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi daripada karyawan yang tidak berolahraga.

Sebanyak 65% karyawan yang bugar ini, selain lebih produktif, menjadi lebih baik dalam manajemen waktu dan hubungan interpersonalnya.

Karyawan yang berolahraga bersama-sama akan mengembangkan network/jaringannya, membantu toleransi dan pemahaman sehingga mengurangi konflik di tempat kerja. Olahraga mengajarkan teamwork atau bekerja di dalam tim untuk meraih kesuksesan.

Dalam penelitian yang lebih umum dari manfaat olahraga selain menyehatkan tubuh, olahraga juga menguatkan kesehatan mental. Kemampuan berpikir menjadi lebih terfokus dan tingkat stres pada pikiran semakin berkurang.

Dengan stres yang mereda dan kecerdasan kognitif yang membaik, seorang karyawan menjadi lebih termotivasi dan akan semakin optimis dalam mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan.

Olahraga pastinya akan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh, membuat seorang karyawan yang bugar menjadi jarang sakit atau absen. Olahraga yang cukup di siang hari juga akan membantu karyawan untuk memperoleh tidur yang berkualitas di malam hari dan bisa membuatnya untuk selalu bangun pagi. Tentunya semua hal ini akan menjaga produktivitasnya sepanjang tahun.

Peredaran darah yang lancar ke otak juga akan memicu kreativitas dan inovasi. Karyawan yang rajin berolahraga dapat memberikan ide-ide inovatif yang mampu memberikan kinerja secara efektif dan efisien. Pada akhirnya akan memberikan keuntungan pada perusahaan.

Manfaat lain dari olahraga bagi karyawan adalah mengobarkan semangat kompetisi dan pemikiran strategis yang terdapat dalam beberapa jenis olahraga permainan. Karyawan yang rutin berolahraga akan mampu berstrategi serta meningkatkan daya saingnya. Karyawan yang handal akan memberikan rasio kontribusi kepada profit perusahaan secara lebih tinggi.

Karyawan yang terbiasa dalam berolahraga jenis permainan akan terlatih untuk selalu berdisiplin meningkatkan kemampuannya, bersemangat dalam bekerjasama, dan tidak melakukan kecurangan (fair play). Hal ini akan mengurangi tingkat kriminalitas di dalam perusahaan seperti korupsi dan fraud yang bisa merugikan perusahaan.

Perusahaan yang ingin mengurangi kerugian akibat kecurangan karyawan, menurunkan biaya pengobatan karyawan, dan meningkatkan produktivitas karyawan sebaiknya menyediakan sarana dan fasilitas olahraga.

Perusahaan yang ingin karyawannya termotivasi harus mendukung kegiatan olahraga dalam berbagai event, klub, dan perlombaan. Pembangunan infrastruktur seperti lapangan atau fitness center misalnya, akan menjadi investasi yang menguntungkan bagi perusahaan itu sendiri.

Last but not least, yang perlu diperhatikan oleh perusahaan dalam merencanakan program peningkatan produktivitas karyawan dengan berolahraga adalah: menjaga tingkat kepuasan karyawan dan waktu yang digunakan untuk berolahraga agar terjadwal dengan baik jangan sampai berlebihan.

Masalahnya adalah, kebanyakan perusahaan memiliki karyawan yang kekurangan bukan malah kebanyakan berolahraga…

Afirmasi yang Berhasil

Satu kata yang lebih baik daripada ribuan kata-kata hampa; adalah yang membawa ketentraman. – Buddha

Ada beberapa motivator yang mengajarkan tehnik afirmasi untuk meraih kesuksesan. Afirmasi adalah suatu pernyataan sugestif yang diulang-ulang. Harapannya, afirmasi dapat memprogram pikiran bahkan mendatangkan keajaiban dalam kehidupan.

Namun, apakah afirmasi bisa benar-benar merubah kehidupan seseorang?

Jawaban singkatnya, afirmasi bisa berguna jika diaplikasikan secara tepat. Tapi kalau afirmasi hanya sekedar diulang-ulang saja sepanjang hari, tidak akan terlalu berpengaruh kepada kesuksesan.

Afirmasi, seperti juga doa dan hipnotis, bisa bekerja ketika pikiran sedang tenang dan terfokus. Bahasa spiritualnya; khusyu’ sedangkan bahasa ilmiahnya: otak sedang dalam keadaan alpha-theta.

Baca entri selengkapnya »

1 Cara Memotivasi Tenaga Penjual

Seringkali, seorang tenaga penjual atau salesman merasa terdemotivasi. Tidak terlalu bersemangat dalam menjual.

Padahal ia sudah diiming-imingi dengan komisi yang tinggi jika berhasil menjual.

Tenaga penjual atau wiraniaga ini juga sudah dibekali dengan training sales dan ilmu marketing persuasif yang mumpuni.

Lalu kenapa bisa lesu?

Kurangnya motivasi pada tenaga penjual atau sang sales executive ini biasanya disebabkan oleh ego yang trauma tanpa ia sadari.

Trauma karena menerima begitu banyaknya penolakan. Nyalinya menjadi ciut duluan. Benaknya dipenuhi keraguan dan ketakutan.

Pada umumnya, tenaga penjual atau marketing representative yang kurang motivasi ini sudah lama tidak closing atau masih jarang membukukan penjualan.

Pikirannya menjadi down dan pesimis, pasrah bahwa nasibnya sedang tidak hoki. Sekali lagi, ego-nya sudah melemah.

Ada satu cara yang bisa jadi efektif untuk memotivasi tenaga penjual atau sales person yang sedang loyo ego-nya. Cara untuk menguatkan hatinya yang sudah dipenuhi keraguan atau ketakutan akan penolakan.

Caranya adalah dengan menyinggung ego sang penjual yang bertujuan membangkitkan emosinya, yaitu amarah untuk lebih spesifiknya.

Seperti dalam tulisan saya sebelumnya, perasaan takut gagal atau ketakutan ditolak pospek dalam kasus ini; mesti ditransformasikan mejadi perasaan marah yang lebih agresif.

Emosi marah yang berkobar-kobar lebih baik daripada perasaan ketakutan yang melumpuhkan.

Kunci dari trik ini adalah membuat ego sang tenaga penjual menjadi cukup terhina sehingga ia bangkit dengan motivasi tinggi dan ingin membuktikan kehebatannya sebagai seorang tenaga penjual.

Yang perlu diperhatikan oleh sang sales supervisor atau marketing manager adalah jangan terlalu berlebihan sehingga sang tenaga penjual malah menjadi benci dan memusuhi atasannya.

Kadar amarah yang dipancing harus mencukupi untuk mengobarkan semangat dan konstruktif tapi jangan sampai menjadi emosi kebencian yang malah kontra-produktif.

Kalau perlu buatlah “musuh tandingan” (dalam tanda kutip); dari persaingan yang sehat di antara para tenaga penjual di sebuah perusahaan. Ciptakan suasana bersaing di antara para tenaga penjual.

Kondisi kompetisi ini akan membakar semangat untuk menang. Hasrat alami untuk mencetak prestasi sebagai tenaga penjual yang juara dari kumpulan sales team di kantornya.

Silahkan sang atasan yang menangani masalah pemasaran melontarkan kata-kata yang merendahkan, menjatuhkan harga diri sang tenaga penjual tapi tetap dalam batas etika.

Hinaan yang menyinggung ego sang tenaga penjual sebaiknya memiliki cakupan yang fleksibel, yang nantinya bisa diproses oleh sang tenaga penjual menjadi sebuah tantangan untuk egonya. Jangan hanya sekedar caci-maki yang tidak produktif.

Tantangan ini menjadi sarana yang bisa dimanfaatkan sang tenaga penjual untuk membuktikan diri. Meninggikan ego dan kehebatan sebagai seorang tenaga penjual. Mendorong hasratnya untuk menjaga serta meningkatkan harga diri atau derajatnya. Aktualisasi dirinya.

Caranya, sang manajer pemasaran atau sang supervisor sebagai atasan; memberikan coaching yang memancing emosi, memicu perasaan marah sang penjual.

Buatlah si tenaga penjual ini menjadi merasa tertampar secara psikologi dan mendendam untuk melawan kata-kata sang atasan dengan memberikan hasil kinerja yang membungkam segala keraguan dan ketakutannya.

Intinya adalah, timbulkan rasa marah yang bisa menyapu ketakutan akan penolakan agar menjadi seorang tenaga penjual yang lebih agresif dalam memprospek sampai closing.

Akan tetapi, ini hanyalah salah satu cara memotivasi tenaga penjual dengan mengelola salah satu emosinya. Terdapat beberapa cara dan beragam tehnik lainnya yang mengolah beberapa jenis emosi yang lain dari sang tenaga penjual.

Gunakan dengan bijak dan jangan berlebihan.

Untuk tips dan trik lainnya silahkan membaca terus blog motivasi ini 🙂

Manajemen Energi untuk Kesuksesan

Bakat, keahlian, dan kegigihan memang menentukan kesuksesan seseorang dalam meraih puncak kesuksesan.

Namun untuk tetap berada di puncak tersebut, ia membutuhkan manajemen energi yang baik yang mampu membuatnya bertahan di puncak kesuksesan.

Manajemen energi yang baik terdiri dari fokus dan relaksasi, pengoptimalan dan pemulihan tenaga dari energi fisik, emosional, dan spiritual.

Pengelolaan energi yang baik akan menghasilkan lebih banyak dengan bekerja lebih sedikit. Ini disebut bekerja cerdas daripada bekerja keras.

Bekerja terlalu keras akan meruntuhkan keseimbangan karir-keluarga, merusak kesehatan, dan merugikan diri. Banyak riset yang menggambarkan bagaimana para pekerja keras ini tersangkut masalah minuman keras, stres dan depresi, serta perceraian. Seseorang yang bekerja terlalu lama dan memforsir energinya bisa membuat dirinya dan orang lain celaka.

Para atlit profesional memanfaatkan waktu jeda untuk beristirahat, menurunkan detak jantungnya, mengatur nafas agar bisa fokus kembali dan mencapai puncak ritme permainannya. Para olahragawan yang tidak memanfaatkan waktu jeda untuk melakukan ritual mini relaksasi ini, dalam sebuah permainan olahraga yang berlangsung beberapa jam, akan mudah lelah, kehilangan konsentrasi, dan kalah.

Seorang pekerja bisa menjadi jenuh dan kehilangan passion terhadap pekerjaannya, jika tidak memiliki suatu hobi atau minat lain sebegai sebuah sarana pelepasan. Pola alami dari bekerja dan melepas disebut osilasi. Keseimbangan yang harmonis antara aksi dan relaksasi ini mutlak harus dijaga.

Osilasi yang buruk akan mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh atau pelemahan sistem imun. Seseorang akan lebih mudah terserang penyakit, sensitif dan menjadi sangat egois serta pemarah. Emosi yang tidak terkendali yang disebabkan oleh manajemen energi yang buruk akan menghambat perasaan empati untuk sinergi, kreativitas untuk solusi, kesabaran, kepercayaan, kebaikan, kebijaksanaan, dan sebagainya.

Manajemen energi yang baik akan menguatkan kecerdasan emosi dan spiritual yang berperan penting dalam meraih dan mempertahankan kesuksesan. Kekuatan kehendak untuk berdisiplin, keuletan supaya bisa selalu bangkit dari kegagalan, fleksibilitas agar terus proaktif dalam menghadapi tantangan, dan seterusnya.

Gagasan saya sederhana, untuk pemaparan yang lebih lengkap; silahkan baca banyak buku yang berkaitan dengan manajemen energi ini. Baik itu untuk energi fisik, emosional atau spiritual. Bacalah tentang bagaimana cara berolahraga yang benar, makanan yang bergizi, meditasi atau tentang praktek religius lainnya yang bisa menyegarkan aspek spiritual kita, senam otak, ilmu pernafasan, kesehatan umum, dan lain-lain.

Akhir kata, saya ingin sekali lagi menekankan bahwa untuk mencapai suatu tujuan, meraih kesuksesan, dibutuhkan suatu manajemen energi yang baik. Mendapatkan dan mempertahankan keberhasilan bukan hanya membutuhkan kekuatan besar, tapi juga pemulihan dari sumber kekuatan itu sendiri. Kita harus tidak lupa untuk selalu: beristirahat…