Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: motivasi

Teknik Memotivasi Diri

Perjalanan sejauh jutaan meter dimulai dari satu langkah. -Lao Tzu

Kutipan di atas adalah salah satu kalimat yang menginspirasi saya untuk selalu berusaha sekecil apa pun usaha itu pasti akan membawa kemajuan dalam perjalanan untuk mencapai tujuan.

Kata-kata motivasi lainnya yang saya sukai dari Lao Tzu adalah: semut yang beraksi lebih baik daripada kerbau yang bermalas-malasan. Tindakan adalah penentu kesuksesan. Semua ide yang brilian tidak akan membawa seseorang kemanapun. Satu gagasan yang sederhana bisa menjadi hebat jika ditindaklanjuti dengan aksi.

Tapi kadang kala kemalasan melanda kita, diri tidak termotivasi dan menunda-nunda pekerjaan atau kegiatan apa pun yang harus dilakukan. Motivasi yang kendor ini biasanya disebabkan oleh ketakutan, keraguan, beban pikiran yang terlalu memberatkan, dan sebagainya.

Misalnya seorang penulis yang merasa mengalami kebuntuan dan tidak bisa menuliskan apa pun. Atau seorang tenaga penjual yang terdemotivasi karena belum memiliki pelanggan yang cukup untuk memenuhi targetnya. Contoh lainnya; seorang karyawan yang sibuk mengerjakan beragam hal tapi ternyata tidak produktif karena menunda-nunda tugas utamanya yang paling berkontribusi terhadap penilaian kinerjanya.

Pertama-tama, kita harus menetapkan prioritas. Menetapkan tujuan dan sasaran-sasaran yang paling diutamakan. Hal penting apa yang harus dilakukan demi mencapai tujuan tersebut. Jangan sampai kita sibuk mengerjakan sesuatu yang mendesak tapi ternyata tidak penting. Sibuk tapi tidak produktif jadinya.

Baca entri selengkapnya »

Teknik Motivasi Karyawan yang Baik

Kepemimpinan yang efektif adalah yang mengutamakan prioritas. Manajemen yang efektif adalah kedisplinan yang melaksanakan prioritas tersebut. -Stephen Covey

Teknik motivasi yang sukses akan meningkatkan produktivitas dalam pencapaian tujuan. Beberapa teknik motivasi yang telah teruji dapat diterapkan manajemen suatu perusahaan untuk mendorong kinerja dari para karyawannya.

Beberapa manajer bisa saja menggunakan teknik-teknik yang kurang baik yang memicu rasa takut seperti bentakan dan ancaman. Memang ketakutan yang dialami anak buahnya akan memancing respons emosi yang membuat mereka bekerja.

Namun, hasilnya hanya memberikan hasil dalam jangka pendek dan akan merugikan dalam jangka panjang. Ketakutan yang memicu produktivitas akan berubah menjadi kebencian yang tidak produktif. Walaupun begitu, ketegasan tetap menjadi kualitas yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin. Jadi, daripada menebar ketakutan lebih baik menanamkan rasa hormat dengan kesantunan yang karismatik.
Baca entri selengkapnya »

Memotivasi Kepatuhan: Eksperimen Milgram

Kinerja yang bagus merupakan kombinasi dari kepatuhan dan keleluasaan.  -Nadia Boulanger

Dalam eksperimennya yang terkenal di bidang psikologi, Stanley Milgram mengungkapkan betapa kuatnya pengaruh kepatuhan terhadap perilaku seseorang. Seseorang bisa dengan amat patuh menjalankan perintah meski itu bertentangan dengan akal sehat dan nurani.

Milgram terinspirasi oleh seorang penjahat perang dunia kedua yang bisa dengan keji membunuh jutaan manusia dengan alasan hanya menjalankan perintah atasan saja. Milgram membuktikan lewat sebuah riset, mayoritas partisipan di dalam penelitiannya menjalankan instruksi dengan patuh meski punya keinginan untuk menentang.

Para peserta dalam percobaan Milgram direkrut lewat iklan koran untuk mengikuti sebuah studi tentang daya ingat (padahal tentang kepatuhan). Partisipan dibayar dan dipilih secara acak untuk berperan sebagai sang murid atau sang guru. Risetnya diinformasikan seakan-akan bertujuan untuk menghubungkan kekuatan memori seseorang dengan setruman listrik yang dialirkan peserta yang berperan sebagai sang guru.

Tingkat setruman diatur melalui beberapa tombol dengan label “setruman kecil,” “setruman moderat” dan “bahaya: setruman parah.” Dua tombol terakhir berlabel “XXX.” Masing-masing memiliki daya listrik yang semakin besar mulai dari 15 volt hingga 300 volt.

Setiap peserta yang berperan seorang “guru” akan menekan tombol untuk menyetrum “murid” jika sang murid menjawab salah dari pertanyaan-pertanyaan yang dibacakan sang guru berdasarkan tulisan yang harus diingat-ingat sebelumnya. Perlu diketahui, sebenarnya peranan guru atau murid tampak acak padahal peran sang murid dimainkan oleh seorang aktor yang berpura-pura kesakitan karena disetrum (dan tidak ada listrik yang menyetrum di mesinnya).

Para partisipan yang menjadi subyek penelitian Milgram ini ditempatkan diruangan yang terpisah sehingga hanya bisa mendengar suara dari sang murid untuk menjawab pertanyaannya. Suara keluhan, jeritan, dan permintaan tolong untuk menghentikan setruman juga bisa terdengar di ruangan sang guru alias orang yang diteliti. Di ruangan tersebut juga hadir seorang peneliti sebagai figur otoritas yang menekankan kepatuhan jika peserta menjadi ragu-ragu untuk menjalankan tugasnya dalam membacakan soal dan khususnya dalam menekan tombol setruman.

Selama percobaan berlangsung, peserta akan mendengar sang murid yang memohon ingin dilepaskan atau mengeluh tentang kondisi jantungnya yang kurang fit. Setelah tingkat setruman sebesar 300-volt dicapai, sang murid (yang merupakan seorang aktor yang berpura-pura kesakitan) menggedor-gedor dinding dan berteriak minta untuk dibebaskan. Di titik ini, peserta biasanya mulai ragu-ragu untuk menekan tombol setruman sebagai hukuman dari jawaban yang salah.

Di dalam ruangan yang sama dengan partisipan yang berperan sebagai sang guru, terdapat seorang peneliti yang berperan sebagai seorang ilmuwan berjas putih sebagai seorang figur otoritas. Sang ilmuwan ini mengatakan kalimat-kalimat yang penuh ketegasan untuk menyuruh peserta agar terus memberikan kejutan listrik di saat peserta mulai ragu-ragu dalam menekan tombol setruman.

Bahkan ketika sudah tidak terdengar suara dan peserta mulai was-was apakah sang murid pingsan atau terkena serangan jantung, sang peneliti sebagai figur otoritas tetap meminta peserta untuk mematuhi perintahnya dan kembali menyetrum dengan menekan tombol. Hasilnya, mayoritas peserta taat menjalankan perintah meski akal sehat dan hati nuraninya menentang.

Saat Milgram mensurvey mahasiswa Universitas Yale, dia memprediksikan bahwa tidak lebih dari 3 dari 100 peserta akan tega memberikan tingkat setruman tertinggi. Pada kenyataannya, ketika dilakukan uji coba yang sebenarnya; hasil eksperimen Milgram mengungkapkan mayoritas peserta (65-75%) dalam risetnya patuh melaksanakan tugas hingga tingkat setruman maksimum. Baca entri selengkapnya »

Teori Motivasi: Hirarki Kebutuhan Abraham Maslow

Seseorang tidak bisa berpikir dengan perut yang lapar. -Anonim

Di tahun 1943, seorang psikologis dari Amerika; Abraham Maslow (1908-1970), menulis sebuah mahakaryanya yang sangat berpengaruh di bidang psikologi motivasi. Teori Motivasi Manusia adalah tulisan Maslow yang menjadi inspirasi bagi banyak kebijakan di beragam perusahaan modern untuk memotivasi para karyawannya.

Maslow mengungkapkan berbagai tingkatan kebutuhan manusia, mulai dari kebutuhan fisik hingga psikologis. Dan bermacam kebutuhan ini, disusun dalam suatu piramida yang hirarkis, berdasarkan sifat kebutuhannya.

Biasanya piramida Maslow ini berfokus pada lima tingkat kebutuhan, mulai dari yang mendasar untuk bertahan hidup hingga kepada kebutuhan sosial dan kebutuhan untuk mengembangkan diri di dalam kehidupan.

Kelima tingkat kebutuhan tersebut adalah:

Baca entri selengkapnya »

Tips Bangun Pagi 3: Tehnik Zombie

Tidur cepat dan bangun pagi membawa kesehatan, kesejahteraan, dan kebijaksanaan. -Benjamin Franklin.

Akhirnya saya bisa memenuhi janji saya untuk menuliskan tips tentang bagaimana cara bangun pagi bagian ke-3. Seperti tulisan yang pertama dan kedua, dalam tulisan ketiga ini saya akan membagikan cara bangun pagi yang telah teruji dan sukses.

Beragam tehnik cara bangun pagi sudah saya pernah tuliskan dan memang ampuh untuk membuat kita bisa terbangun dari tidur lebih pagi. Tapi bagaimana melawan rasa kantuk yang bisa membuat kita ketiduran lagi?

Banyak orang bisa bangun pagi hanya untuk tersadar beberapa saat dan beberapa waktu kemudian tertidur kembali; dan pada akhirnya malah jadi bangun terlambat dan kesiangan.

Bisa saja kita berhasil menerapkan tehnik-tehnik yang telah saya bagikan di tulisan cara bangun pagi yang kesatu dan bagian 2, namun kita merasa sangat malas untuk beranjak dari tempat tidur.

Seseorang mungkin saja sudah bisa membuka mata tapi hanya sebentar saja, dan karena masih bermalas-malasan di atas kasur, dia lalu berlanjut meneruskan mimpinya. Percuma saja bisa bangun pagi jika melek hanya untuk sesaat saja lalu menutup mata dan merem kembali.

Sebagai contoh; suatu pagi kita terbangun sejenak pada jam 5 pagi. Lalu kita berpikir; tunggu 5 menit lagi baru bangkit dari ranjang. Kemudian setelah 5 menit lewat, kita kembali terbuai. Jadi, bangun pagi saja tidak cukup, kita harus bisa menjaga kesadaran dan memotivasi diri untuk bisa segera mulai beraktivitas.

Masalahnya adalah, ketika seseorang bangun pagi dan baru mulai tersadar. Dia akan merasa sangat mengantuk, masih lemas dan kurang energi. Kadar oksigennya masih rendah setelah tertidur semalaman.

Sayangnya, kita malah menggunakan energi yang sedikit tersebut untuk berpikir. Ketika bangun di pagi hari, otak kita sibuk memikirkan alasan untuk tetap berbaring dan menunggu 5 menit lagi. Otak kita mengkonsumsi banyak energi ketika sedang berpikir. Sehingga tubuh masih lemas dan malas untuk bangkit dari tempat tidur.

Tehnik Zombie adalah tehnik dimana kita mengurangi aktivitas berpikir otak dan mulai mengaktifkan otot-otot di dalam diri untuk bergerak menjauhi ranjang, guling, dan bantal. Disebut tehnik zombie, karena zombie terkenal dengan pikirannya yang dangkal dan bergerak hanya mengikuti instingnya untuk makan (manusia!) Otak dan akal zombie sudah rusak sehingga tidak bisa berpikir secara mendalam. Zombie hanya bergerak memangsa tanpa banyak berpikir atau merenung.

Jadi, yang perlu kita lakukan setelah bangun pagi dengan sedikit kesadaran dan oksigen, serta tingkat energi yang masih rendah adalah kita perlu berhenti berpikir, mengumpulkan tenaga, lalu mulai bergerak dengan bangun dari tidur dan menjauhi ranjang.

Caranya adalah:

  1. Mengalihkan kesadaran dari otak yang sedang berpikir mencari alasan untuk tetap berbaring nyaman kepada nafas yang keluar-masuk. Perhatikan saja nafas masuk dan keluar, sehingga otak berhenti memikirkan berbagai hal lainnya.
    Baca entri selengkapnya »