Teknik Memotivasi Diri

by @rezawismail

Perjalanan sejauh jutaan meter dimulai dari satu langkah. -Lao Tzu

Kutipan di atas adalah salah satu kalimat yang menginspirasi saya untuk selalu berusaha sekecil apa pun usaha itu pasti akan membawa kemajuan dalam perjalanan untuk mencapai tujuan.

Kata-kata motivasi lainnya yang saya sukai dari Lao Tzu adalah: semut yang beraksi lebih baik daripada kerbau yang bermalas-malasan. Tindakan adalah penentu kesuksesan. Semua ide yang brilian tidak akan membawa seseorang kemanapun. Satu gagasan yang sederhana bisa menjadi hebat jika ditindaklanjuti dengan aksi.

Tapi kadang kala kemalasan melanda kita, diri tidak termotivasi dan menunda-nunda pekerjaan atau kegiatan apa pun yang harus dilakukan. Motivasi yang kendor ini biasanya disebabkan oleh ketakutan, keraguan, beban pikiran yang terlalu memberatkan, dan sebagainya.

Misalnya seorang penulis yang merasa mengalami kebuntuan dan tidak bisa menuliskan apa pun. Atau seorang tenaga penjual yang terdemotivasi karena belum memiliki pelanggan yang cukup untuk memenuhi targetnya. Contoh lainnya; seorang karyawan yang sibuk mengerjakan beragam hal tapi ternyata tidak produktif karena menunda-nunda tugas utamanya yang paling berkontribusi terhadap penilaian kinerjanya.

Pertama-tama, kita harus menetapkan prioritas. Menetapkan tujuan dan sasaran-sasaran yang paling diutamakan. Hal penting apa yang harus dilakukan demi mencapai tujuan tersebut. Jangan sampai kita sibuk mengerjakan sesuatu yang mendesak tapi ternyata tidak penting. Sibuk tapi tidak produktif jadinya.

Pada contoh kita di atas; seorang penulis harus menulis, seorang sales person harus menelpon prospek, dan seorang karyawan harus menetapkan prioritas serta mendelegasikan pekerjaan yang bukan prioritasnya. Tapi masalahnya, semua memiliki alasan untuk menunda-nunda dan malas mengerjakan tugas-tugasnya tersebut.

Seorang penulis ingin membuat sebuah tulisan yang bagus dan menunda-nunda untuk mendapatkan inspirasi untuk menuliskan sesuatu yang menarik. Perasaan perfeksionis ini membuatnya tidak produktif dalam menghasilkan tulisan.

Seorang wiraniaga mengalami ketakutan tidak akan bisa mencapai targetnya yang tinggi dan juga merasakan keragu-raguan dalam mendekati prospeknya. Perasaan takut ditolak dan takut gagal membuat prestasi penjualannya menjadi merosot.

Seorang karyawan tidak berani mengambil inisiatif karena takut disalahkan. Dia malas bangun pagi dan mengerjakan beragam tugas yang tidak menyenangkan selama jam kerja. Dia selalu mengharapkan hari-hari cepat berlalu dan akhir pekan segera tiba. Pekerjaannya yang berulang-ulang membuatnya bosan dan bos yang galak membuatnya tertekan. Kinerjanya menjadi kurang bagus dan kontribusinya dianggap minimal artinya bagi perusahaan.

Segala bentuk kemalasan dan penundaan yang disengaja berasal dari pikiran-pikiran negatif. Ketakutan, keraguan, keinginan untuk menjadi sempurna, dan stres yang membebani jiwa menjadi penyebab utama kurangnya motivasi diri.

Langkah pertama dari teknik memotivasi diri adalah jangan banyak berpikir. Kalau mesti berpikir, pikirkanlah hal-hal yang baik yang membawa optimisme dan harapan. Banyak-banyak bersyukur dan terus bermimpi. Lalu berdoa dan yakini keberuntungan yang bisa datang tiba-tiba dari mana saja.

Kemudian bergeraklah, kerjakan saja tanpa berpikir terlalu rumit. Lakukan satu hal yang termudah dan jangan dulu memikirkan hal-hal yang selanjutnya. Laksanakanlah sebaik yang kita bisa, semaksimal mungkin yang kita mampu. Jangan pikirkan kesempurnaan atau target yang telah ditetapkan. Buat kemajuan dengan satu langkah yang sederhana.

Sehingga dalam contoh kita; sang penulis cukup menuliskan satu halaman bahkan satu paragraf saja kalau perlu asal benar-benar dituliskan bukan hanya di dalam pikiran. Niatkan menulis satu paragraf yang buruk atau beberapa kalimat yang masih jauh dari sempurna. Tuliskan saja satu draft yang bisa dievaluasi dan diperbaiki lagi nanti.

Dan sang sales person cukup mencoba memencet satu tombol di pesawat telponnya. Berusaha menelpon satu orang saja dan menjual dengan melaksanakan apa yang telah menjadi keahliannya sebaik-baiknya tanpa perlu mengingat-ingat target yang tinggi. Kalau perlu ingat-ingat hal yang menyenangkan seperti liburan yang mungkin didapatkan berkat komisi yang diterima sang penjual. Dengarkan musik yang disuka atau apapun yang bisa mengalihkan perhatian dari perasaan takut dan ragu-ragu.

Serta selanjutnya, seorang karyawan bisa mencari teman perjuangan dari sesama rekan kerja di kantor. Penelitian telah membuktikan tingkat motivasi akan semakin kuat jika kita berkelompok secara harmonis. Sinergi yang saling mendukung akan mendorong semangat kerja bersama. Nyatakan komitmen secara publik dan karyawan tersebut akan lebih keras berusaha memenuhi komitmen tersebut. Kerjakan hal-hal yang paling mudah terlebih dahulu dan lakukan dalam ukuran yang tidak terlalu membebani.

Sehingga, jika kita membudayakan penyegeraan untuk bertindak secara cepat maka kita akan menjadi pribadi yang selalu termotivasi. Momentum perubahan yang didorong oleh satu tindakan kecil akan membangkitkan semangat untuk terus bergerak maju dan membuat motivasi diri selalu berkobar.

Perubahan ini bisa dijadikan permanen dengan berupaya secara konsisten tanpa berhenti selama sebulan. Misalnya jika ingin berhasil diet atau membudayakan kegiatan berolah raga, kita harus mencobanya minimal selama sebulan agar menjadi perubahan yang tahan lama.

Jadi, kesimpulannya adalah; fokus pada satu aktivitas saja yang bisa dengan mudah untuk segera dikerjakan. Lawan kemalasan dengan mengerjakan sesuatu yang paling mungkin bisa dilakukan saat ini, berikan imbalan sederhana jika perlu. Pusatkan seluruh energi dan sumber daya pada suatu tindakan saja sampai berhasil diupayakan. Musnahkan ketakutan dan keraguan dengan melakukan sesuatu. Penundaan hanya akan memperbesar rasa takut dan ragu karena pikiran kita yang kompleks. Konsentrasikan diri pada kegiatan yang merupakan prioritas dalam meraih sasaran-sasaran kerja, pecah menjadi tugas-tugas kecil dan melaksanakannya sesegera mungkin.

Ingat, kecepatan adalah kunci sukses kepemimpinan dan kedisiplinan dalam bertindak adalah rahasia keberhasilan yang tidak disadari semua orang. Bahwa kesempurnaan berasal dari perulangan/repetisi dan perbaikan hasil dari evaluasi tindakan yang telah dilakukan sebelumnya. Jangan pernah berhenti berusaha, jangan menyerah sebelum mencoba!

Baca juga:
Takut Gagal = Tidak Sukses
Tanpa Kegagalan Tidak Ada Kesuksesan
Manajemen Energi untuk Kesuksesan
Memotivasi Komitmen yang Kendor