Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: motivasi

Tips Singkat Memotivasi Karyawan

Memotivasi karyawan adalah perjuangan yang harus dilakukan atasan setiap waktu. Tekanan pekerjaan, pikiran negatif, demotivasi antara sesama pegawai, dan banyak hal lainnya dapat menurunkan tingkat motivasi karyawan.

Tidak ada solusi yang sederhana dalam mengatasi isu motivasi ini. Beragam permasalahan akan terus muncul sebagai tantangan bagi perusahaan dalam memotivasi para karyawannya. Namun, berikut adalah beberapa tips singkat untuk perusahaan agar dapat memotivasi karyawannya.

Pertama; atasan harus memberikan arahan yang jelas sehingga karyawan tidak akan kebingungan. Jika karyawan tidak tahu apa saja yang harus dikerjakan, maka bagaimana karyawan tersebut bisa termotivasi?

Taktik harian perlu diarahkan oleh atasan untuk karyawan bisa bekerja sesuai dengan strategi perusahaan. Atasan harus mampu menyusun dan mengelola aktivitas yang harus dilakukan karyawan untuk memenuhi tujuan perusahaan.

Jika arahan dari sang atasan kurang jelas, karyawan akan menunda-nunda pekerjaan karena bingung dalam melaksanakan tugas apa yang selanjutnya mesti dilaksanakan dengan segera. Seorang karyawan yang bingung akan tidak termotivasi untuk bekerja.

Maka dari itu, seorang atasan yang baik adalah atasan yang tegas dalam memberikan arahan, mengingatkan prioritas, dan menetapkan tujuan dengan urutan prosedur kerja yang jelas bagi para karyawannya.

Tips yang kedua; karyawan harus mengetahui secara kongkrit apa target yang diharapkan perusahaan kepadanya. Karyawan mesti berfokus pada apa yang bisa diraihnya daripada ketakutan-ketakutannya.

Misalnya, jika perusahaan memberikan target penjualan yang tinggi kepada seorang sales person, maka dia harus fokus pada apa yang dia bisa lakukan semaksimal mungkin untuk mencapai target tersebut. Dan jangan berfokus pada ketakutan akan kegagalan dalam mencapai target tersebut atau ketakutan akan penolakan oleh prospek.

Sales person tersebut akan lebih termotivasi jika dia berfokus pada berapa banyak telpon dan presentasi kepada prospek yang dia bisa lakukan. Tentunya sebanyak-banyaknya yang dia bisa dalam sehari.

Jika dalam sehari maksimal dia bisa menelpon atau presentasi kepada 10 orang maka dia harus lakukan itu tanpa perlu memikirkan kegagalan atau penolakan. Setiap hari 10 kali (dalam contoh ini). Tidak lupa juga untuk selalu memperbaiki kualitas pembicaraan di telpon dan mutu presentasinya semaksimal mungkin.

Dengan selalu memikirkan tujuan yang positif seperti jumlah pasti yang bisa diusahakan/dikerjakan daripada ketakutan akan hal yang tak pasti seperti kegagalan, maka semangat bekerja karyawan akan selalu berkobar. Karyawan menjadi termotivasi tinggi.

Tips ketiga adalah; menjaga tingkat motivasi karyawan dengan menjaga tingkat keyakinannya dalam menyelesaikan pekerjaannya sesuai arahan dan target yang telah diberikan atasan.

Hal ini dilakukan dengan memberikan fasilitas, sarana dan prasarana yang mendukung pekerjaan sang karyawan. Perusahaan harus mempersenjatai karyawan dengan perangkat dan peralatan yang memadai. Motivasi karyawan akan terjun bebas jika karyawan merasa terhambat dengan dukungan yang kurang dari perusahaan.

Keyakinan karyawan juga dijaga dengan memberikan tugas-tugas yang sesuai dengan keahliannya. Tugas-tugas yang cukup menantang sehingga tidak membosankan tapi juga tidak terlalu sulit sehingga mustahil dikerjakan dengan tingkat keahlian yang dimiliki oleh karyawan.

Praktik pengelolaan SDM perusahaan yang terbaik adalah dengan menempatkan karyawan sesuai dengan tingkat keahliannya. Selanjutnya setelah menempatkan karyawan pada posisi kerja atau jabatan yang tepat, tetapkanlah sasaran-sasaran kerja yang tidak terlalu mudah tetapi akan mengembangkan penguasaan keahlian sang karyawan.

Pekerjaan yang membosankan akan menurunkan tingkat motivasi karyawan. Sedangkan pekerjaan yang terkesan terlalu sulit akan meniadakan motivasi karyawan tersebut. Tingkat tantangan yang optimal sesuai dengan keahlian yang dimiliki akan menciptakan suatu kondisi ideal dalam bekerja yang disebut dengan teori flow.

Maka, sesuaikanlah pekerjaan karyawan agar selalu menantang bagi keahliannya namun tidak berat membebani mentalnya. Sehingga karyawan akan memasuki kondisi flow, dimana waktu tidak terasa karena karyawan menjadi termotivasi dan berkonsentrasi penuh pada pekerjaannya. Dalam kondisi ini, kinerja yang dihasilkan akan menjadi sangat produktif.

Dan, terakhir; jangan lupa agar membuat karyawan bersyukur dan bangga bekerja di dalam perusahaan yang selalu memberikan pengakuan serta penghargaan. Ciptakan sistem remunerasi yang adil, bonus yang proporsional, kemajuan karir yang bagus berkat pelatihan yang memadai. Jangan lupa juga untuk mencukupi kebutuhan asuransi, pensiun, serta fasilitas pinjaman untuk karyawan.

Sebagai tambahan; buatlah keadaan yang menyenangkan di kantor, adakan acara yang bersifat kekeluargaan serta menyehatkan, kegiatan yang membuat karyawan merasa bermakna bagi lingkungan, dan yang terpenting adalah membangun hubungan kerja yang harmonis antara bawahan dengan atasan. Tanamkan kepedulian pribadi yang personal karena mayoritas karyawan merasa jatuh motivasinya dan ingin pindah pekerjaan, akibat relasi yang kurang baik dengan atasannya. Istilahnya: benci sama bos 🙂

Baca juga:
Motivasi Kerja Karyawan dan Tipe Motivator
Kebosanan = Musuh Motivasi Karyawan
Faktor ‘X’ pada Motivasi Pegawai
Cara Memberi Motivasi Pegawai

Berpikir dalam Bahasa Asing Membantu Pengambilan Keputusan

Dalam sebuah riset bisnis yang diadakan oleh para peneliti di Universitas Chicago, ditemukan bahwa orang-orang bisa berpikir secara lebih rasional dalam mengambil keputusan ketika memikirkan masalah tersebut dan mencari solusinya dengan menggunakan bahasa asing.

Boaz Keysar, seorang pakar komunikasi dan yang juga merupakan profesor bidang psikologi di Universitas Chicago mengemukakan bahwa orang-orang menjadi lebih berani dan termotivasi untuk mengambil kesempatan yang beresiko untuk mendapatkan keuntungan jika berpikir dalam bahasa asing.

Dalam penelitian sebelumnya diketahui bahwa pada dasarnya manusia secara alami ingin menghindari bahaya, sehingga banyak orang yang tidak berani mengambil peluang yang mengandung resiko meski resikonya kecil dan terukur. Meski peluang untuk berhasilnya lebih besar.

Golongan manusia yang berhasil bertahan hidup dan tidak punah adalah mereka yang selalu waspada akan bahaya yang mengancam nyawa. Sifat ini diteruskan secara genetik kepada umat manusia di jaman modern. Kini banyak orang takut mengambil keputusan yang beresiko walau tidak sampai membahayakan. Padahal keputusan tersebut lebih berpeluang dalam memberikan keuntungan.

Dan penemuan yang baru ini menyatakan bahwa kecenderungan untuk menghindar tersebut berkurang dan orang-orang menjadi bersemangat memutuskan untuk mengejar kesempatan jika berpikir dalam bahasa asing. Proses pengambilan keputusan menjadi lebih strategis, logis, dan optimis.

Berpikir dalam bahasa asing meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengambil keputusan yang terbaik. Hal ini disebabkan karena bahasa asing menciptakan mekanisme di otak yang memberikan ruang untuk berpikir secara logis daripada berintuisi secara otomatis. Kemampuan kognitif menjadi bertambah berkat pemikiran kreatif yang rasional daripada sekedar pemikiran sesaat yang emosional.

Efek bahasa asing ini teruji lewat beberapa eksperimen di Universitas Chicago. Beberapa partisipan yang mampu berbahasa asing dipilih untuk mengeksplorasi proses pengambilan keputusan bisnisnya dengan beberapa pilihan sebagai sebuah percobaan yang ilmiah. Hasilnya diukur secara statistik ekonomi.

Ketika para partisipan berpikir dengan bahasa ibu atau bahasa negaranya sendiri, mereka cenderung takut dan ragu-ragu untuk mengambil keputusan yang secara statistik ekonomi terbukti menguntungkan. Sedangkan partisipan yang menggunakan bahasa asing lebih sukses dalam mengambil keputusan.

Sayuri Hayakawa sebagai rekan peneliti mengungkapkan bahwa dengan berpikir dalam bahasa asing, seseorang mampu menahan emosinya. Reaksi yang emosional bisa mempengaruhi pengambilan keputusan yang didasarkan rasa takut daripada optimisme walaupun peluangnya bagus.

Beberapa penelitian juga dilakukan di Korea, Perancis, dan Amerika Serikat. Ditemukan bahwa pengambilan keputusan sangat dipengaruhi oleh deskripsi persoalannya. Pilihan yang berfokus pada keuntungan cenderung dicurigai beresiko, sedangkan pilihan yang digambarkan memiliki kerugian cenderung dianggap berpotensi tidak terlalu beresiko.

Namun, jika permasalahannya dipikirkan dalam bahasa asing; pilihan-pilihan ini bisa dipikirkan dengan logis tanpa terpengaruh dengan bagaimana pilihan-pilihan tersebut dipresentasikan. Pemgambil keputusan bisa mempertimbangkan pilihan-pilihan yang ada dengan matang dan obyektif.

Hasil studi ini sangat besar relevansinya dalam perekonomian global dan bagaimana para individu mengambil keputusan khususnya di dunia bisnis dan keuangan. Para pebisnis, manajer, dan karyawan yang biasa memproses pengambilan keputusan dalam bahasa asing lebih unggul dalam berpikir dengan akal sehat tanpa terlalu dipengaruhi oleh emosi negatifnya. Berpikir dalam bahasa asing terbukti menguntungkan!

Referensi: B. Keysar, S. L. Hayakawa, S. G. An. The Foreign-Language
Effect: Thinking in a Foreign Tongue Reduces Decision
Biases . Psychological Science, 2012; DOI:
10.1177/0956797611432178

Sumber: University of Chicago (2012, April 25). Thinking in a
foreign language helps economic decision-making.
ScienceDaily. Retrieved April 30, 2012, from http://
http://www.sciencedaily.com /
releases/2012/04/120425093938.htm

Bagaimana Karyawan Bisa Kaya

Sebagai seorang karyawan, kita wajib menyisihkan uang untuk pensiun nanti. Karena karyawan tidak selalu bisa bekerja untuk selamanya. Pensiun harus direncanakan untuk jaminan memiliki kehidupan yang layak jika karyawan tidak aktif lagi dalam bekerja.

Selain ingin pensiun dengan tenang dan terjamin, karyawan juga memiliki impian untuk kaya sama seperti pemilik perusahaannya. Dan sebenarnya karyawan juga memiliki kesempatan yang sama dengan sang pemilik bisnis untuk kaya, untuk menjadi seorang milyarder.

Keuntungan menjadi seorang karyawan adalah mendapatkan jumlah penghasilan yang pasti setiap bulannya dengan resiko yang relatif kecil. Tapi seringkali, penghasilan seorang karyawan tidak serta-merta menjadikannya milyuner, kecuali jika dia berada di jajaran eksekutif seperti menjadi direktur.

Selain itu, seorang karyawan memiliki resiko untuk dipecat, tapi masalah tersebut masih bisa dikelola dengan mencari pekerjaan di tempat lain. Karyawan yang telah berpengalaman biasanya malah dicari oleh perusahaan lain dan mudah berpindah-pindah kantor. Jadi, resiko yang dihadapi karyawan tidak terlalu menyulitkan jika dikelola dengan baik.

Untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi resiko ini, karyawan perlu menabung dan berinvestasi. Menabung untuk mencukupi kebutuhan selama mencari pekerjaan baru atau memulai usaha lain. Selain menabung, karyawan juga harus berinvestasi.

Mengapa karyawan perlu juga berinvestasi tidak cukup hanya dengan menabung? Oleh karena dengan berinvestasi, seorang karyawan bisa menumbuhkan kekayaannya. Investasi memungkinkan seorang karyawan bisa kaya, membuat uangnya bekerja dan bertumbuh, menjadikannya seorang milyarder.

Jadi, bukan hanya pebisnis seperti para pemilik perusahaan atau profesional bernilai tinggi seperti: dokter, pengacara, konsultan, penulis, pemusik, pemain film, dan seterusnya saja yang bisa menjadi orang kaya. Karyawan juga berpeluang untuk bisa kaya dan menjadi jutawan.

Para pebisnis dan profesional mahal memang memiliki kesempatan yang besar untuk menjadi milyuner tanpa perlu berinvestasi, tapi penghasilan mereka tidak pasti setiap bulan (meski kebanyakan besar sekali menghasilkan) tapi resiko yang dihadapi juga sangat besar dan bisa membuat bangkrut serta merugikan banyak orang, para karyawannya misalnya.

Para pebisnis dan profesional ini juga memiliki kebutuhan untuk menabung dan berasuransi, karena semuanya tak terkecuali karyawan juga, menghadapi resiko kesehatan dan kematian. Namun biasanya karyawan sudah diasuransikan oleh perusahaannya, sehingga bisa berfokus pada menabung dan berinvestasi saja.

Seperti yang sudah disebutkan, karyawan tidak boleh hanya sekedar menabung. Tabungan hanya untuk mengamankan uang yang didapat, tapi untuk membuatnya bertumbuh dan memungkinkan seorang karyawan bisa kaya memerlukan kegiatan berinvestasi yang terukur. Jika seorang karyawan ingin memiliki kesempatan untuk menjadi milyarder juga, maka dia haruslah berinvestasi.

Memang bisa saja karyawan mencari penghasilan tambahan dan belajar menjadi jutawan dengan menjadi pebisnis. Memulai dari usaha kecil-kecilan dan berharap bisa memiliki perusahaan yang bisa menjadikannya seorang milyuner nantinya. Sayangnya, ini bukanlah pilihan yang mudah bagi karyawan.

Hambatan yang menghalangi karyawan untuk menjadi pebisnis adalah karena dalam berbisnis diperlukan fokus dan kesempatan. Karyawan akan sulit berkonsentrasi dalam mengembangkan usahanya menjadi besar sementara ia masih bekerja. Waktu, tenaga, dan pikiran menjadi terbelah dan akan membawa stres serta kelelahan yang akhirnya bisa membuat karyawan tersebut burn-out.

Dan kesempatannya mungkin kecil, karena karyawan kurang pengalaman dan lingkungannya serta jaringannya tidaklah mendukung. Motivasinya juga akan bermasalah, karena karyawan biasa termotivasi oleh atasan dengan menghindari tegurannya, sedangkan pebisnis termotivasi oleh passion-nya kepada bisnisnya dengan mencari-cari dan mengejar peluang.

Selain itu, bisnis membawa resiko yang membahayakan stabilitas keuangan karyawan yang sudah terbiasa dengan mentalitas anggaran yang sudah biasa diatur secara bulanan. Banyak karyawan yang akhirnya terjerumus ke dalam jeratan hutang akibat bisnis sampingannya. Masalah lain juga siap menghampiri seperti persaingan khususnya dari perusahaan-perusahaan yang lebih besar, isu legal/hukum, sosial-budaya, dan sebagainya.

Lalu, pilihan lain untuk menjadi milyarder adalah dengan menjadi profesional penyedia jasa yang memiliki pendapatan yang tinggi karena fee-nya yang mahal. Contohnya: dokter, pengacara, konsultan, penulis, pemusik, pemain film dan penyedia jasa mahal lainnya yang membutuhkan keahlian khusus atau bakat tertentu.

Namun, karyawan akan kesulitan jika mengambil langkah di jalur ini. Untuk menjadi milyarder dari jalur profesional membutuhkan waktu, biaya, pendidikan, dan pengalaman yang banyak. Maka, kesempatan terbesar bagi seorang karyawan untuk kaya adalah dengan menjadi seorang investor.

Berikut adalah beberapa tips singkat dalam berinvestasi bagi seorang karyawan;

Mulailah dengan menyisihkan gaji minimal 10 persen sampai dengan 33% (kalau bisa) khusus untuk berinvestasi saja, diluar untuk menabung dan bayar hutang, ketika waktunya gajian. Jangan menunggu sisa bisa-bisa kehabisan, sisihkan terlebih dahulu. Bahkan uang untuk berinvestasi harus diutamakan seperti kebutuhan bulanan dan pembayaran hutang. Anggap dana investasi sebagai kewajiban yang harus dibayarkan pertama kali ketika mendapatkan gaji dan uang yang dihasilkan lainnya.

Karyawan mesti berinvestasi secara hati-hati dan terencana dalam jangka waktu yang panjang. Jangan tergoda dengan tawaran investasi yang memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Waspadalah dengan skema ponzi, piramida, dan permainan uang lainnya. Jangan berjudi, berspekulasi lewat transaksi yang spekulatif seperti futures, valas spekulasi, komoditas serta saham eksotik, dan sebagainya. Berinvestasilah secara aman.

Investasi yang aman adalah dalam bentuk emas dan deposito. Jika dana investasi sudah terkumpul lumayan banyak, bisa didiversifikasikan ke pasar uang dengan membeli obligasi. Carilah obligasi yang terjamin seperti obligasi pemerintah atau obligasi perusahaan yang memiliki peringkat investasi yang bagus.

Karyawan sebaiknya menghindari investasi di pasar saham, kecuali ada dana khusus dan belilah saham dengan rating yang tinggi (bluechips) atau lewat reksadana yang terproteksi. Hati-hati juga dalam berinvestasi di bidang properti kecuali benar-benar mengerti atau ingin berbisnis kontrakan/kos-kosan atau penyewaan dalam jangka panjang. Jangan berinvestasi dalam bisnis dengan memberikan hutang atau modal untuk usaha orang lain. Jangan sampai kegiatan berinvestasi malah membawa kecemasan tambahan dan mengganggu pekerjaan utama sang karyawan.

Dan akhir kata, investasi yang paling berharga untuk seorang karyawan bukan hanya dengan uang. Tapi juga dengan pendidikan yang bisa menunjang karir dan kepintaran karyawan dalam berinvestasi. Karyawan harus mengkuti pelatihan dan training yang memotivasi kerjanya, bisa membantu peningkatan karirnya, dan menambah pengetahuannya dalam berinvestasi.

Disclaimer: Tulisan ini hanya bersifat informatif saja, bukan saran pembelian produk investasi. Investasi mengandung resiko, silahkan berkonsultasi dengan penjual produk keuangan yang berlisensi sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Penulis informasi ini tidak bertanggung jawab atas segala keputusan pembelian produk investasi oleh pembaca.

Baca juga:
Mata Uang Utama dalam Bisnis
Faktor ‘X’ pada Motivasi Pegawai
5 Tips Meningkatkan Motivasi bag. 1

Dari Customer Service Menuju Customer Loyalty

Tidak ada bisnis tanpa pelanggan.

Menjaga kesetiaan pelanggan atau customer loyalty dengan pelayanan pelanggan atau customer service adalah sesuatu yang mutlak dilakukan oleh perusahaan di masa kini. Kesetiaan pelanggan menentukan nasib perusahaan dalam persaingan bisnisnya.

Hidup-mati sebuah perusahaan yang memiliki banyak pesaing sangat tergantung pada kesetiaan dari para pelanggannya. Jangan sampai para pelanggan pindah ke perusahaan pesaing.

Kesetiaan pelanggan ini ditentukan oleh kualitas dari pelayanan pelanggan yang diberikan perusahaan. Penilaian oleh pelanggan terhadap mutu pelayanan yang diberikan oleh perusahaan, adalah penentu dari tingkat kesetiaan pelanggan tersebut.

Karenanya, kesetiaan para pelanggan kepada suatu perusahaan bisa dinilai dari kualitas pelayanan perusahaan kepada para pelanggannya.

Mengapa kesetiaan pelanggan begitu penting?

Kesetiaan pelanggan menentukan tingkat keuntungan yang dihasilkan dari kegiatan penjualan perusahaan. Pembelian berulang atau repeat order, pembelian silang antar produk yang berbeda atau cross-buying, pembelian berkat ajakan seseorang atau word of mouth, referensi dan beragam jenis pembelian lainnya akan membukukan penghasilan yang tinggi bagi perusahaan jika pelayanan pelanggan dikelola dengan baik.

Bagaimana caranya memberikan pelayanan pelanggan yang baik yang mendatangkan tingkat kesetiaan pelanggan yang tinggi?

Caranya adalah dengan memperhatikan aspek emosi pelanggan. Keputusan seorang pelanggan untuk membeli kebanyakan bersifat emosional.

Pada umumnya, pelanggan membeli dan memutuskan untuk setia dengan satu merek atau perusahaan dengan 70% emosi dan 30% secara logika rasional. Dengan begitu, perusahaan jangan hanya berfokus pada fitur namun juga manfaat, bukan hanya karakter namun juga keunikan, dan tidak hanya sekedar melayani dengan standar namun juga memberikan kepuasan yang melampaui ekspektasi.

Sisi emosi pelanggan mesti diperhatikan sejak perusahaan mulai berpromosi, dalam melaksanakan kegiatan pemasarannya. Faktor-faktor psikologi perlu diperhitungkan disini. Dan tentunya; juga dalam kegiatan melayani pelanggan tersebut.

Tujuannya adalah untuk menciptakan hubungan yang erat dan saling menguntungkan antara perusahaan dan pelanggannya. Mari kita lihat beberapa hasil survei industri yang menjadi indikator dalam mengukur tingkat kesetiaan pelanggan.

Riset menunjukkan bahwa 80% pembeli yang kecewa dengan kualitas pelayanan tidak mengajukan keluhan atau komplain, mereka langsung pindah membeli kepada perusahaan lain. Berganti perusahaan, ke perusahaan saingan.

Maka dari itu, perusahaan harus mampu mengukur tingkat kualitas pelayanan secara akurat, yaitu dari sudut pandang sang konsumen itu sendiri.

Masalahnya adalah, dalam pikiran 80% pemilik bisnis atau para direktur meyakini perusahaannya telah memberikan pelayanan pelanggan yang memuaskan. Sebuah paradigma ego yang menyesatkan pandangan.

Padahal dalam kenyataannya, sebanyak 54% pelanggannya tidak merasakan pelayanan yang memuaskan itu. Sisanya antara yang setuju tapi masih banyak yang ragu-ragu menilai pelayanan yang didapatkan alias tetap kurang puas.

Kenyataan lain yang tragis adalah sebanyak 20% perusahaan tidak memiliki strategi khusus dengan beberapa program untuk menjaga dan meningkatkan kesetiaan pelanggan.

27,5% dari kegiatan pemasaran tidak memanfaatkan para pelanggan yang terpuaskan menjadi pelanggan yang setia yang bisa mengajak orang lain untuk menjadi pembeli juga.

29% perusahaan merasa kesulitan dalam memasukkan program loyalitas ke dalam strategi utama di level korporat. Hanya 57% perusahaan yang memiliki program loyalitas.

62% perusahaan mengalami kesulitan dan hambatan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan mutu yang optimal untuk mendorong kesetiaan pelanggan ke tingkat yang maksimal.

Ini disebabkan karena banyak perusahaan, sebesar 87% perusahaan ysng disurvei, hanya bergantung pada departemen pemasaran atau marketing dalam menyusun dan melaksanakan taktik yang mendorong kesetiaan pelanggan.

Padahal jika perusahaan gagal dalam menjaga kesetiaan pelanggannya, yang mati bukan hanya satu departemen, tapi seluruh departemen alias perusahaan itu sendiri.

Jadi, bagaimana solusinya dalam menjaga keberlangsungan hidup perusahaan dengan meningkatkan kesetiaan pelanggannya?

Caranya adalah dengan menyediakan pelayanan pelanggan yang berkualitas. Perusahaan harus memperlakukan para pelanggannya dengan baik karena 50% konsumen menilai dari mutu pelayanan ketika ingin mengikuti program loyalitas dari perusahaan itu.

Sebanyak 81% dari para pelanggan yang setia cenderung melakukan pembelian berulang jika perusahaan tersebut memberikan kualitas pelayanan yang prima.

Perhitungan keuangan membuktikan jika ada peningkatan sebanyak 5% saja dari level kesetiaan dari para pelanggannya, keuntungan yang berpotensi dihasilkan perusahaan bisa melonjak sebesar 125%!

Contoh dari beberapa program loyalitas yang mampu menjaga kesetiaan pelanggan bisa berupa program keanggotaan, pemberian diskon dan insentif khusus atau reward. Dan perusahaan harus secara proaktif memberikan penawaran program tersebut.

Dan akhirnya, perusahaan mesti menyediakan saluran komunikasi yang interaktif yang untuk mendapatkan umpan balik atau feedback langsung dari para pelanggannya. Fasilitas komunikasi seperti telpon, email, situs, chat adalah beberapa sarana yang menjadi inisiatif wajib dalam menyediakan multi- jalur untuk para pelanggan berinteraksi dengan perusahaan.

Beberapa kemajuan teknologi informasi mutakhir perlu dimanfaatkan oleh perusahaan. Penggunaan telpon pintar atau smartphone yang meningkat tajam, perangkat mobile seperti komputer tablet dan ipad serta aplikasi-aplikasinya.

Perkembangan media internet juga perlu dikelola, seperti beberapa situs sosial seperti facebook dan twitter, blog dan newsletters, dan seterusnya. Isu-isu tertentu juga perlu diperhatikan seperti persoalan lingkungan (go green), masalah sosial-budaya, dan seterusnya.

Kembali lagi, intinya adalah: Kesetiaan pelanggan sangatlah penting bagi perusahaan karena meningkatkan keuntungan yang didapat dari peningkatan penjualan.

Dan kesetiaan ini dihasilkan dari pelayanan pelanggan yang berkualitas tinggi. Dari perspektif pelanggan.

Baca juga:
Cara Melampaui Target Hingga 3000%: Service with Care
Kiat Sukses Manajemen Zappos
RePositioning Adalah Keniscayaan
Tips Marketing Sapi Ungu

Tips Motivasi Sales Tanpa Komisi

Bukan berarti saya menentang pemberian komisi kepada jajaran tenaga penjual. Justru saya sangat mendukung pemberian komisi dari setiap penjualan yang berhasil dibukukan oleh sang wiraniaga.

Komisi adalah salah satu motivasi terpenting untuk seorang sales person, tapi bukan satu-satunya.

Seorang sales person atau marketing executive atau apapun perusahaan menyebutnya, haruslah seseorang yang bertipe ingin mendapatkan komisi sebesar-besarnya. Ini adalah karakter yang dibutuhkan untuk menjadi seorang sales person.

Kalau seseorang tidak termotivasi oleh komisi, sebaiknya ia ditempatkan sebagai staf biasa atau bagian lainnya. Sales person haruslah seorang karyawan yang bersifat pencari peluang; seseorang yang bertipe mengejar kesempatan. Sehingga dia akan gigih dalam memprospek dan menghasilkan penjualan bagi perusahaan. Seorang sales person yang hebat adalah seorang pengejar komisi sejati.

Namun tentunya, kita harus ingat komisi bukanlah satu-satunya cara memotivasi tim sales perusahaan. Seringkali, komisi atau insentif uang mencerminkan banyak hal lainnya. Bisa berupa pengakuan, kebutuhan berprestasi, simbol atau status, kebanggaan bagi harga diri, rasa aman, keinginan membahagiakan diri atau keluarga, dan sebagainya.

Maka, berikut beberapa tips motivasi praktis yang bisa saya bagikan tanpa menyinggung tentang komisi lagi.

Yang terutama selain pemberian insentif adalah pemberian penghargaan:
Akui prestasi sang sales person baik itu secara empat mata dengan atasan dan dalam kelompok. Berikan penghargaan dengan simbol sederhana seperti bintang atau adakan upacara kecil-kecilan untuk pemberian penghargaan. Sungguh merupakan suatu hal yang sangat mendemotivasi sales jika hasil kerjanya tidak diakui secara dramatis.

Berikan suasana persaingan yang sehat antar tim sales:
Buatlah minimal dua tim (boleh lebih) di dalam barisan tenaga penjual. Pembentukan tim akan menciptakan semangat berkompetisi antar tim dan kerja sama yang saling membantu antar sales person di dalam tim. Keahlian komunikasi dan empati juga bisa meningkat berkat interaksi antar sales person di dalam tim.

Tetapkan target dan instruksi yang terperinci:
Tuliskan tujuan yang ingin dicapai secara spesifik, berupa sasaran jangka pendek dan sasaran jangka panjang. Minta sang sales untuk bervisualisasi dan membayangkan pekerjaan serta pencapaian targetnya. Berikan petunjuk pelaksanaan yang jelas agar sales tidak ragu-ragu dalam bertindak dan melaksanakan aktivitas penjualan. Picu inisiatif untuk memulai tindakan, dengan waktu start misalnya. Jangan lupa juga untuk menaruh tenggat atau batas waktu agar sales menjadi produktif.

Ingatkan alasan dan konsekuensi dari kinerja sales secara rutin:
Motivasi seseorang berfluktuasi dan cenderung menurun seiring waktu jika tidak ada motivator yang berarti. Seorang atasan yang baik harus sering-sering mengingatkan tentang alasan bawahannya bekerja, makna dia mau bekerja keras, demi menafkahi keluarga misalnya, atau menabung untuk membeli sesuatu yang diinginkannya, dan tidak lupa memberi kesadaran akan konsekuensi negatif yang bisa didapatkan jika dia bermalas-malasan. Bicarakan setiap hari kalau bisa, bersamaan dengan aktivitas monitoring perkembangan prospek oleh supervisor/manajer kepada anak buahnya.

Jalin kebersamaan untuk membangun kepercayaan dan rasa hormat:
Adakan acara kumpul-kumpul dimana atasan seperti manajer penjualan atau supervisor bisa membaur dengan para sales person. Ciptakan suasana kekeluargaan untuk menguatkan hubungan baik yang saling mendukung antara sales person dengan atasannya. Kondisi yang menyenangkan akan menularkan perasaan antusias sehingga sales person lebih bersemangat dalam menjual.

Stimulasi inovasi sales dan kreativitas dalam meraih target penjualan:
Jadilah fleksibel dengan memberikan ruang kreativitas untuk berinovasi dalam batas tertentu namun tetap menuntut hasil. Komunikasikan target secara menantang tapi sesuaikan dengan keadaan market dan keahlian sang sales person. Jangan sampai berlebihan sehingga memberatkan dan menjadi alasan sales untuk malas. Namun jangan juga terlalu mudah sehingga membosankan. Target yang menantang adalah target yang memaksimalkan penggunaan keahlian sang penjual tanpa terlalu membebaninya.

Bukakan pintu peluang untuk promosi dan mendaki karir:
Tunjukkan bahwa perusahaan menginginkan seorang manajer/supervisor yang berasal dari dalam yang berpengalaman dan telah membuktikan diri dengan prestasinya sebagai sales. Dan untuk sales yang belum berhasil harus diberikan kritik konstruktif atau masukan yang membangun agar bisa belajar dari kesalahan dan tetap optimis serta memperbaiki diri agar berprestasi.

Perkuat motivasi barisan tenaga penjual dengan pelatihan:
Berinvestasilah pada peningkatan keahlian sales person dengan pelatihan-pelatihan yang membuatnya jago dalam menjual. Siapkan jadwal coaching, training, dan peningkatan pengetahuan secara berkala. Suntikkan semangat sales lewat kelas motivasi dan kemudahan menjual berkat meningkatnya keahlian. Pada akhirnya, sales person yang terlatih dan termotivasi tinggi akan mendatangkan banyak pelanggan yang bisa memberikan keuntungan kepada perusahaan. Tunggu apa lagi?

Baca juga:
Tehnik Motivasi Sales Call
Taktik Presentasi Sales agar Sukses
Persuasi: Rayuan Tanpa Gombal
Training Sales Persuasif