Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Tag: karyawan

Yang Paling Memotivasi

Apa yang membuat seseorang terus melangkah maju?

Yang mendorong seseorang mau melakukan sesuatu tanpa menyerah meski menghadapi banyak tantangan dari luar dan dalam diri.

Yang memotivasi seorang pengusaha untuk berusaha dan selalu memampukannya bangkit dari setiap kegagalan.

Yang menjadi motivasi seorang karyawan untuk berangkat kerja setiap hari (kerja;-) walau kasurnya lebih nyaman dari kubikal di kantor.

Tujuan.

Itu adalah Baca entri selengkapnya »

Motivasi Karyawan (Internal)

Waktu kita terbatas, jangan sia-siakan dengan menjalani kehidupan orang lain. Jangan terperangkap dalam dogma, yaitu menjalani hidup berdasarkan pemikiran orang lain. Jangan biarkan suara-suara dari opini orang lain menenggelamkan suara hati dari dalam diri. Dan yang paling penting, milikilah keberanian untuk mengikuti hati dan intuisi, yang entah bagaimana biasanya telah mengetahui apa yang benar-benar kita inginkan, hal-hal lainnya adalah nomer dua. -Steve Jobs

Karyawan termotivasi oleh gaji, termotivasi bekerja dengan imbalan uang. Benarkah begitu?

Selain uang, biasanya perusahaan menyiapkan beragam fasilitas dan bonus bahkan komisi bagi karyawan yang memberikan kinerja yang terbaik.

Dan untuk karyawan yang masih kurang termotivasi, biasanya sang manajer atau atasannya siap dengan tekanan dan ancaman untuk memberikan hukuman bagi karyawan yang bekerja tidak sesuai dengan tuntutan perusahaan.

Produktivitas diukur secara rasional, mekanisme motivasi digerakkan oleh imbalan positif seperti upah dan ancaman negatif seperti sanksi. Pada dasarnya semua mahluk menghindari duka dan mengejar suka.

Baca entri selengkapnya »

Passion dan Engagement: Kunci Produktivitas Karyawan

Passion adalah energi. Rasakan saja kekuatannya yang berasal dari fokus akan hal-hal yang menarik minat kita. -Oprah Winfrey

Bisa dipastikan, kebanyakan pemimpin perusahaan meyakini kinerja yang bagus dihasilkan dari karyawan yang memiliki tingkat employee engagement yang tinggi terhadap pekerjaan serta sangat passionate dalam mengerjakan tugas-tugasnya.

Mayoritas manajer juga percaya bahwa produktivitas para pekerja amatlah ditentukan oleh semangat motivasi sustainable atau dapat bertahan lama dalam jangka panjang. Dan semangat kerja yang bisa terus berkobar ini bukanlah yang dipancing oleh para motivator eksternal, namun motivasi yang bersumber dari dalam diri yang biasa disebut passion.

Kemudian, passion karyawan akan menjadi landasan dari employee engagement yang solid atau kokoh. Team work dalam perusahaan akan bekerja dengan dinamis dan secara efektif akan menghasilkan kinerja kelompok yang mendukung kenaikan produktivitas perusahaan.

Bagaimana mengarahkan karyawan agar bekerja dengan passion dan tingkat engagement yang tinggi? Baca entri selengkapnya »

Bagaimana Karyawan Bisa Kaya

Sebagai seorang karyawan, kita wajib menyisihkan uang untuk pensiun nanti. Karena karyawan tidak selalu bisa bekerja untuk selamanya. Pensiun harus direncanakan untuk jaminan memiliki kehidupan yang layak jika karyawan tidak aktif lagi dalam bekerja.

Selain ingin pensiun dengan tenang dan terjamin, karyawan juga memiliki impian untuk kaya sama seperti pemilik perusahaannya. Dan sebenarnya karyawan juga memiliki kesempatan yang sama dengan sang pemilik bisnis untuk kaya, untuk menjadi seorang milyarder.

Keuntungan menjadi seorang karyawan adalah mendapatkan jumlah penghasilan yang pasti setiap bulannya dengan resiko yang relatif kecil. Tapi seringkali, penghasilan seorang karyawan tidak serta-merta menjadikannya milyuner, kecuali jika dia berada di jajaran eksekutif seperti menjadi direktur.

Selain itu, seorang karyawan memiliki resiko untuk dipecat, tapi masalah tersebut masih bisa dikelola dengan mencari pekerjaan di tempat lain. Karyawan yang telah berpengalaman biasanya malah dicari oleh perusahaan lain dan mudah berpindah-pindah kantor. Jadi, resiko yang dihadapi karyawan tidak terlalu menyulitkan jika dikelola dengan baik.

Untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi resiko ini, karyawan perlu menabung dan berinvestasi. Menabung untuk mencukupi kebutuhan selama mencari pekerjaan baru atau memulai usaha lain. Selain menabung, karyawan juga harus berinvestasi.

Mengapa karyawan perlu juga berinvestasi tidak cukup hanya dengan menabung? Oleh karena dengan berinvestasi, seorang karyawan bisa menumbuhkan kekayaannya. Investasi memungkinkan seorang karyawan bisa kaya, membuat uangnya bekerja dan bertumbuh, menjadikannya seorang milyarder.

Jadi, bukan hanya pebisnis seperti para pemilik perusahaan atau profesional bernilai tinggi seperti: dokter, pengacara, konsultan, penulis, pemusik, pemain film, dan seterusnya saja yang bisa menjadi orang kaya. Karyawan juga berpeluang untuk bisa kaya dan menjadi jutawan.

Para pebisnis dan profesional mahal memang memiliki kesempatan yang besar untuk menjadi milyuner tanpa perlu berinvestasi, tapi penghasilan mereka tidak pasti setiap bulan (meski kebanyakan besar sekali menghasilkan) tapi resiko yang dihadapi juga sangat besar dan bisa membuat bangkrut serta merugikan banyak orang, para karyawannya misalnya.

Para pebisnis dan profesional ini juga memiliki kebutuhan untuk menabung dan berasuransi, karena semuanya tak terkecuali karyawan juga, menghadapi resiko kesehatan dan kematian. Namun biasanya karyawan sudah diasuransikan oleh perusahaannya, sehingga bisa berfokus pada menabung dan berinvestasi saja.

Seperti yang sudah disebutkan, karyawan tidak boleh hanya sekedar menabung. Tabungan hanya untuk mengamankan uang yang didapat, tapi untuk membuatnya bertumbuh dan memungkinkan seorang karyawan bisa kaya memerlukan kegiatan berinvestasi yang terukur. Jika seorang karyawan ingin memiliki kesempatan untuk menjadi milyarder juga, maka dia haruslah berinvestasi.

Memang bisa saja karyawan mencari penghasilan tambahan dan belajar menjadi jutawan dengan menjadi pebisnis. Memulai dari usaha kecil-kecilan dan berharap bisa memiliki perusahaan yang bisa menjadikannya seorang milyuner nantinya. Sayangnya, ini bukanlah pilihan yang mudah bagi karyawan.

Hambatan yang menghalangi karyawan untuk menjadi pebisnis adalah karena dalam berbisnis diperlukan fokus dan kesempatan. Karyawan akan sulit berkonsentrasi dalam mengembangkan usahanya menjadi besar sementara ia masih bekerja. Waktu, tenaga, dan pikiran menjadi terbelah dan akan membawa stres serta kelelahan yang akhirnya bisa membuat karyawan tersebut burn-out.

Dan kesempatannya mungkin kecil, karena karyawan kurang pengalaman dan lingkungannya serta jaringannya tidaklah mendukung. Motivasinya juga akan bermasalah, karena karyawan biasa termotivasi oleh atasan dengan menghindari tegurannya, sedangkan pebisnis termotivasi oleh passion-nya kepada bisnisnya dengan mencari-cari dan mengejar peluang.

Selain itu, bisnis membawa resiko yang membahayakan stabilitas keuangan karyawan yang sudah terbiasa dengan mentalitas anggaran yang sudah biasa diatur secara bulanan. Banyak karyawan yang akhirnya terjerumus ke dalam jeratan hutang akibat bisnis sampingannya. Masalah lain juga siap menghampiri seperti persaingan khususnya dari perusahaan-perusahaan yang lebih besar, isu legal/hukum, sosial-budaya, dan sebagainya.

Lalu, pilihan lain untuk menjadi milyarder adalah dengan menjadi profesional penyedia jasa yang memiliki pendapatan yang tinggi karena fee-nya yang mahal. Contohnya: dokter, pengacara, konsultan, penulis, pemusik, pemain film dan penyedia jasa mahal lainnya yang membutuhkan keahlian khusus atau bakat tertentu.

Namun, karyawan akan kesulitan jika mengambil langkah di jalur ini. Untuk menjadi milyarder dari jalur profesional membutuhkan waktu, biaya, pendidikan, dan pengalaman yang banyak. Maka, kesempatan terbesar bagi seorang karyawan untuk kaya adalah dengan menjadi seorang investor.

Berikut adalah beberapa tips singkat dalam berinvestasi bagi seorang karyawan;

Mulailah dengan menyisihkan gaji minimal 10 persen sampai dengan 33% (kalau bisa) khusus untuk berinvestasi saja, diluar untuk menabung dan bayar hutang, ketika waktunya gajian. Jangan menunggu sisa bisa-bisa kehabisan, sisihkan terlebih dahulu. Bahkan uang untuk berinvestasi harus diutamakan seperti kebutuhan bulanan dan pembayaran hutang. Anggap dana investasi sebagai kewajiban yang harus dibayarkan pertama kali ketika mendapatkan gaji dan uang yang dihasilkan lainnya.

Karyawan mesti berinvestasi secara hati-hati dan terencana dalam jangka waktu yang panjang. Jangan tergoda dengan tawaran investasi yang memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Waspadalah dengan skema ponzi, piramida, dan permainan uang lainnya. Jangan berjudi, berspekulasi lewat transaksi yang spekulatif seperti futures, valas spekulasi, komoditas serta saham eksotik, dan sebagainya. Berinvestasilah secara aman.

Investasi yang aman adalah dalam bentuk emas dan deposito. Jika dana investasi sudah terkumpul lumayan banyak, bisa didiversifikasikan ke pasar uang dengan membeli obligasi. Carilah obligasi yang terjamin seperti obligasi pemerintah atau obligasi perusahaan yang memiliki peringkat investasi yang bagus.

Karyawan sebaiknya menghindari investasi di pasar saham, kecuali ada dana khusus dan belilah saham dengan rating yang tinggi (bluechips) atau lewat reksadana yang terproteksi. Hati-hati juga dalam berinvestasi di bidang properti kecuali benar-benar mengerti atau ingin berbisnis kontrakan/kos-kosan atau penyewaan dalam jangka panjang. Jangan berinvestasi dalam bisnis dengan memberikan hutang atau modal untuk usaha orang lain. Jangan sampai kegiatan berinvestasi malah membawa kecemasan tambahan dan mengganggu pekerjaan utama sang karyawan.

Dan akhir kata, investasi yang paling berharga untuk seorang karyawan bukan hanya dengan uang. Tapi juga dengan pendidikan yang bisa menunjang karir dan kepintaran karyawan dalam berinvestasi. Karyawan harus mengkuti pelatihan dan training yang memotivasi kerjanya, bisa membantu peningkatan karirnya, dan menambah pengetahuannya dalam berinvestasi.

Disclaimer: Tulisan ini hanya bersifat informatif saja, bukan saran pembelian produk investasi. Investasi mengandung resiko, silahkan berkonsultasi dengan penjual produk keuangan yang berlisensi sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Penulis informasi ini tidak bertanggung jawab atas segala keputusan pembelian produk investasi oleh pembaca.

Baca juga:
Mata Uang Utama dalam Bisnis
Faktor ‘X’ pada Motivasi Pegawai
5 Tips Meningkatkan Motivasi bag. 1

Menetapkan Prioritas Training Karyawan

Para pimpinan perusahaan perlu mengevaluasi kesempatan-kesempatan untuk pengembangan diri yang diberikan kepada para karyawannya agar memberikan hasil yang terbaik bagi kedua belah pihak. Bagi perusahaan dan juga untuk para karyawannya.

Di era globalisasi ini, persaingan semakin ketat. Semua perusahaan berusaha menjadi lebih kuat dengan mengejar teknologi terkini, inovasi baru, dan perkembangan keahlian karyawan sehingga tak tertinggal dari para pesaingnya.

Dengan memberikan pelatihan-pelatihan, perusahaan memiliki peluang untuk mentransformasikan sumber daya manusianya untuk mencapai tujuan organisasi. Pencapaian tujuan ini diperoleh perusahaan seiring dengan kemajuan para karyawannya hasil dari training yang diberikan.

Pertanyaannya adalah: bagaimana para manajer memberikan penilaian dan menetapkan prioritas training yang seperti apa yang akan diberikan kepada para karyawannya?

Dan ini bukan hanya masalah efisiensi saja karena banyak perusahaan telah menghabiskan jutaan untuk pelatihan dan pendidikan para karyawannya. Training yang diberikan haruslah juga efektif dan mengoptimalkan segala potensi yang ada di dalam diri karyawan.

Solusi yang tepat agar training mengembalikan investasi yang telah dibayarkan oleh perusahaan dengan peningkatan mutu sumber daya manusia yang ada adalah dengan memaksimalkan pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman kerja karyawan dengan penguatan bakat serta kelebihan yang dimiliki karyawan tersebut.

Jika perusahaan hanya fokus pada pelatihan yang menutupi kekurangan karyawan, maka para karyawannya hanya akan menjadi karyawan yang standar dengan kekurangan yang sudah diminimalisasi. Akan tetapi ini bukan berarti perusahaan tidak boleh memberikan training yang mengatasi kelemahan pegawai, hanya saja; perusahaan perlu memprioritaskan training yang berfokus pada penguatan kelebihan masing-masing pekerja.

Dan jika perusahaan memprioritaskan pemberian training yang berfokus pada usaha pengembangan bakat dan kelebihan yang dimiliki oleh para karyawannya, maka para karyawan ini akan menjadi spesialis. Para pekerja ahli yang memiliki kemampuan khusus yang unggul dalam persaingan. Pegawai unggulan dengan keahlian yang maksimal.

Training yang berfokus pada peningkatan kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing karyawan akan menciptakan suatu organisasi yang efektif yang dipenuhi oleh individu-individu unggulan. Perusahaan akan mampu berjalan, bahkan berlari secara optimal dan meninggalkan para pesaingnya dengan sumber daya manusia yang terfokus.

Riset kepada 65 ribu karyawan serta 500 unis bisnis oleh Gallup, konsultan manajemen terkemuka, mengungkapkan jika para karyawan memahami dan memanfaatkan kelebihannya di dalam pekerjaannya akan meningkatkan kinerjanya di dalam perusahaan secara drastis. Perusahaan menjadi lebih produktif dan tingkat loyalitas pegawai meningkat.

Perusahaan yang ingin meningkatkan produktivitas dan profitabilitasnya harus membantu para karyawannya dalam memaksimalkan potensi diri dengan menguatkan kelebihan alami yang dimiliki oleh karyawan tersebut.

Para manajer perlu menggunakan pendekatan evaluasi berdasarkan kekuatan yang ada di dalam diri karyawan untuk optimalisasi kinerja karyawan tersebut. Ini berarti, setiap karyawan harus turut berpartisipasi dalam proses penilaian kekuatannya dan proaktif menunjukkan bakat serta keahliannya yang paling menonjol dalam menjalankan pekerjaannya.

Komunikasi menjadi faktor kunci dalam mengumpulkan input dan memberikan umpan balik yang tepat agar perusahaan dan karyawan saling memahami kebutuhan pendidikan training yang terpenting bagi keduanya.

Tantangannya disini adalah; para manajer harus bisa memberikan pengarahan yang jelas agar karyawan benar-benar mengerti dalam pelaksaan tugas-tugas yang menjadi prioritasnya.

Sumber daya manusia, rintangan-rintangan yang ada, serta sarana komunikasi mesti dikelola dan diatasi agar tercipta channel-channel komunikasi baik yang formal dan informal sehingga karyawan merasa nyaman berbicara dan mengungkapkan opininya. Peran aktif karyawan akan sangat berarti dalam menentukan training berdasarkan kekuatan yang sesuai dengan masing-masing karakter yang dimiliki oleh para karyawan itu sendiri.

Perusahaan yang berhasil menjalankan strategi yang mengintegrasikan perencanaan dan implementasi ketepatan bakat serta keahlian karyawan kepada peran kerjanya, akan menikmati keunggulan dalam bersaing serta menjadi perusahaan yang suistainable. Bertahan melewati krisis karena disokong oleh karyawan-karyawan yang lebih baik.

Karyawan menjadi pekerja yang lebih baik, lebih cepat, dan unggul dengan peningkatan keahlian yang berfokus pada kelebihan dan bakatnya. Produktivitas kinerja akan meningkat, daya saing usaha akan lebih unggul, sehingga perusahaan dan karyawan akan menikmati keuntungan yang lebih secara bersama-sama.

Baca juga:
Training Sales Persuasif
Faktor X Pada Motivasi Pegawai
Memaksimalkan Produktivitas