Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi dari dan untuk Reza Wahyu

Tag: kebiasaan

Perubahan Bukan Menggunakan Kekuatan Tekad Saja

Kemajuan, perkembangan, atau perbaikan apapun membutuhkan perubahan. Akan tetapi, perubahan bisa terasa sulit untuk dilakukan.

Banyak orang atau organisasi gagal melakukan perubahan karena hambatan yang begitu kokoh. Tantangan yang menyulitkan selalu ada ketika kita ingin berubah dan melawan perilaku yang telah begitu tertanam dalam-dalam di alam bawah sadar pikiran kita.

Seringkali dibutuhkan niat yang kuat dan mental yang gigih untuk melakukan perubahan. Kehendak yang benar-benar besar dirasa sangat diperlukan dalam memulai suatu langkah perubahan.

Tapi ternyata, kekuatan tekad (will power) saja tidak cukup untuk menciptakan suatu perubahan yang permanen. Berapa banyak orang yang menyatakan berubah hanya untuk beberapa saat dan kembali lagi pada situasi atau kondisi yang lama.

Penelitian membuktikan bahwa kekuatan tekad bisa berkurang seiring waktu penggunaannya. Energi mental dari kehendak bisa terkuras dan menurun sebelum perubahan berhasil dalam jangka waktu yang lama. Pada awalnya kita begitu bersemangat untuk berubah tapi lama-kelamaan akhirnya kita menyerah pada keadaan atau status quo.

Misalnya pada kasus orang yang berhasil diet menurunkan berat badannya dan setahun kemudian kembali kepada pola makan yang lama sehingga berat badannya kembali naik. Fenomena ini sering disebut diet yoyo.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Cara Disiplin dalam Bekerja

Setiap keunggulan sumber daya manusia berasal dari: ilmu pengetahuan, sikap, dan disiplin.

Ilmu pengetahuan memberikan keunggulan dengan inovasi dan efisiensi. Sikap memberikan keunggulan dalam kompetensi dan kepemimpinan. Disiplin memberikan keunggulan yang konsisten dan tahan lama.

Ilmu pengetahuan di era informasi ini relatif lebih mudah dicari dan dipelajari. Sikap biasanya sulit diubah karena sudah tercetak dalam karakter yang ditentukan oleh genetika dan faktor lingkungan pembentuk kepribadian seseorang.

Sedangkan, yang sulit dibentuk pada awalnya namun menjadi mudah dan menguntungkan pada akhirnya adalah kedisiplinan. Disiplin yang sukses akan menjadi kebiasaan seseorang atau budaya di dalam perusahaan bahkan negara.

Jika ilmu pengetahuan berarti meningkatkan kapasitas otak dan sikap adalah kecerdasan emosi seseorang, maka kebiasaan dari disiplin berasal dari pembentukan jalan saraf.

Semakin sering dilakukan dan dipraktekkan, suatu perbuatan akan menjadi semakin mudah. Jalan sarafnya akan semakin terbentuk kuat dan cepat untuk dilakukan.

Contohnya seperti belajar bersepeda atau mengemudi. Awalnya terasa sangat sulit namun lama-kelamaan akan menjadi mudah. Disiplin yang berhasil adalah disiplin yang menjadi kebiasaan.

Memang, seringkali untuk berdiplin itu pertama-tama memang susah. Dan pada awalnya untuk berdisiplin seseorang harus dipaksa dulu dan merasa terpaksa barulah bisa serta terbiasa. Inilah fase disiplin yang sulit, lalu setelah bisa dan terbiasa: disiplin menjadi mudah. Disiplin telah bertransformasi menjadi kebiasaan, bahkan budaya.

Pemerintah Singapura menerapkan denda yang tinggi jika membuang sampah sembarangan. Pada awalnya, warga Singapura merasa terpaksa untuk hidup bersih. Kini, mereka telah terbiasa dan menjaga kebersihan sudah menjadi budaya negara.

Disiplin harus diterapkan karyawan dalam beberapa aspek: disiplin waktu agar selalu tepat, disiplin kerja untuk menjalankan proses yang konsisten, disiplin menjaga kualitas, disiplin dalam berkomunikasi dan mempererat hubungan di kantor, dan akhirnya disiplin untuk memberikan hasil yang terbaik.

Perusahaan manufaktur Jepang menerapkan budaya disiplin dengan sangat keras, tapi hasilnya bisa sukses mengalahkan perusahaan-perusahaan Amerika dalam waktu yang tidak lama. Kini, kerja keras telah menjadi budaya bagi orang Jepang.

Disiplin memang harus dipaksakan pada awalnya. Maka dari itu, disiplin membutuhkan kekuatan untuk berinisiatif. Motivasi dari tindakan berdisiplin. Alasan untuk melakukan suatu perbuatan secara terus-menerus. Ini adalah soal penanaman nilai.

Contohnya; jika seorang anak ingin dilatih agar terbiasa menggosok gigi maka tehnik pertama dalam disiplin adalah penanaman nilai kesehatan gigi. Dengan adanya alasan untuk menjaga kesehatan gigi, fase pertama disiplin bisa dimulai.

Paksa, bisa, lalu terbiasa. Mungkin pada awalnya anak ini akan merasa susah, kesulitan menggosok gigi. Lalu, setelah bisa dia harus mengulang-ulang kegiatan menggosok gigi ini sampai menjadi suatu ritual. Akhirnya, anak ini setelah dewasa akan terbiasa menggosok gigi sebagai ritual, budaya hidupnya. Tanpa merasa sulit lagi seperti waktu awalnya dipaksa menggosok gigi. Menggosok gigi menjadi suatu kegiatan yang otomatis tanpa kesulitan yang berarti.

Jadi, untuk berdisplin itu awalnya memang sulit. Tapi seiring waktu akan menjadi mudah karena terbiasa. Jalan sarafnya akan terbentuk dan semakin kuat serta cepat. Tips-nya adalah paksakan saja! Perusahaan yang ingin memiliki karyawan yang disiplin harus berani memaksa. Tapi jangan lupa, tanamkan nilai serta beri motivasi/alasan kuat untuk berdisiplin.

Selanjutnya, silahkan baca tulisan saya sebelumnya tentang meng-install kedisiplinan lewat membangun kebiasaan yang sukses dalam 21 hari.

Tips Cara Bangun Pagi 2

Ini adalah sekuel dari tulisan saya sebelumnya tentang: Bagaimana Cara Bangun Pagi.

Seperti film saja, ada sekuelnya 😉

Kalau pada artikel sebelumnya, tips pertama untuk bangun pagi; saya menyarankan agar tidur lebih dini, bagaimana kalau ternyata pada malam hari sebelumnya kita tidur terlalu larut? Bahkan menjelang dini hari baru tertidur. Berikut tips-tips untuk bangun pagi yang bisa diaplikasikan meski sedang kurang tidur.

1. Minum air yang banyak.

Di malam hari sebelum tidur, minumlah air yang banyak. Minimal 2 gelas besar. Dan jangan kencing lagi sebelum tidur. Jika terpaksa kencing, minum lagi segelas air sebelum tidur. Tujuannya agar kebelet ingin pipis di pagi hari meski belum terbangun. Begitu pagi datang dan kebelet, segera bangun dan pergi ke toilet tanpa berpikir lagi.

Siapkan juga segelas air di malam hari untuk diminum keesokan harinya ketika bangun tidur. Kita cenderung malas dan kurang motivasi di pagi hari karena dehidrasi. Tubuh kekurangan cairan sewaktu bangun tidur, makanya badan terasa lemas. Agar tidak lemas, minumlah segelas air kalau perlu air isotonik agar cepat menyegarkan tubuh yang sedang dehidrasi.

2. Segera bangun dari kasur begitu melek.

Ketika pertama kali membuka mata, niatkan untuk tidak menyentuh bantal, guling dan kasur. Langsung berdiri ke tepi ranjang dan lakukan ritual pagi seperti ke toilet atau minum segelas air. Jangan banyak berdebat bolak-balik dengan pikiran :”lima menit lagi.”

Cara mudahnya, siapkan alarm yang keras di luar pintu kamar. Kalau perlu, beli alarm yang bisa bergerak liar kesana-kemari sehingga kamu harus mengejarnya untuk mematikannya. Intinya; ketika masih setengah sadar jangan banyak berpikir karena bikin ngantuk. Langsung bangun dan berdiri begitu mata mulai terbuka.

3. Nyalakan kebisingan.

Setel radio, nyalakan televisi. Dengarkan berita dan aktifkan pikiran agar lebih sadar dengan memperhatikan berita. Kalau perlu, miliki alarm-radio atau televisi yang bisa menyala otomatis pada waktu yang ditentukan untuk bangun tidur di pagi hari.

Atau dengarkan kaset/audio bersuarakan motivator favorit kamu. Setel DVD atau nyalakan youtube yang menayangkan seminar penyemangat. Kalau perlu rekam suara kamu sendiri dan dengarkan pesan-pesan yang memotivasi.

Bisa juga minta bantuan seseorang untuk membangunkan dan mulai berbicara dengan keras. Lewat telpon juga bisa. Lebih hebat lagi kalau atasan yang menelpon, dijamin langsung bangun 😉

4. Berolah raga yang ringan.

Lakukan yoga. Latih kelenturan dengan gerakan-gerakan pemanasan/stretching. Sambil menarik nafas dalam-dalam menghirup udara pagi yang menyegarkan. Coba berjalan cepat sebentar. Atau berlari di tempat. Sambil berteriak.

Namun jangan sampai merasa lelah lalu ingin berbaring. Segera pergi ke kamar mandi dan gosok gigi. Yang penting; gerakkan tubuh meski pikiran masih setengah sadar. Tujuannya agar rasa kantuk menghilang karena kadar oksigen mulai meningkat akibat berolahraga.

5. Pancing emosi.

Pancinglah emosi kamu dengan cepat. Ingat-ingat kemarahan bos atau konsekuensi yang menakutkan jika terlambat. Bayangkan seperti film yang berjudul: “terlambat bikin malu.”

Atau gunakan perasaan yang positif. Ingat-ingat makna, sasaran, dan insentif dalam bekerja. Kalau perlu tempel gambar rumah/mobil idaman atau tulisan pernyataan tujuan di dinding kamar tidur. Bayangkan keluarga yang kita nafkahi, orang-orang tercinta, lebih bagus lagi jika yang dicinta ada di kantor 😉

Sekian tips bangun pagi saya kali ini. Semoga artikel cara bangun pagi ini berguna dan saya semakin bersemangat untuk melanjutkan sekuelnya hingga menjadi trilogi!

Update tulisan terbaru: Tips Bangun Pagi 3: Tehnik Zombie