Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Tag: kesuksesan

Pengejaran Kesuksesan dan Penciptaan Kebahagiaan

Kebahagiaan tidak bisa dikejar, itu harus terjadi. -Victor Frankl

Dalam norma kehidupan, kita bertujuan untuk melakukan tindakan-tindakan yang benar dan kebahagiaan akan menyusul. Sayangnya, kita harus sadari bahwa kebahagiaan perlu secara proaktif diciptakan bukan sekedar berbuat hal-hal yang kita percaya adalah tindakan yang benar.

Di dunia kerja atau bisnis secara keseluruhan, segala aktivitas yang bertujuan ekonomis dianggap sebagai sarana dalam mencapai kesuksesan. Dan kita berharap, pencapaian kesuksesan ini akan membawa kebahagiaan.

Penciptaan kebahagiaan lewat pengejaran kesuksesan ini seringkali mengalami kegagalan. Tapi banyak orang percaya bahwa itu hanya masalah waktu. Bahwa kebahagiaan pasti akan datang hanya tertunda. Selanjutnya, kesuksesan yang selalu ada di masa depan terus ingin diraih.

Beberapa jalan menuju kesuksesan seringkali tidak berujung, sedangkan pengalaman kebahagiaan harus dirasakan dalam kekinian. Inilah paradoks yang menjadi sumber masalah mengapa kebahagiaan tidak hadir seiring kesuksesan.

Baca entri selengkapnya »

Teknik Meditasi untuk Motivasi

Hal yang terbaik adalah melakukan hal yang benar, hal yang terbaik selanjutnya adalah melakukan hal yang salah (lalu belajar memperbaikinya), hal yang terburuk adalah tidak melakukan apapun. -Theodore Rosevelt

Banyak orang merasa terlalu sibuk untuk meluangkan waktu bermeditasi. Beberapa menganggap meditasi itu tidak produktif karena hanya duduk diam tidak melakukan apa-apa. Bahkan, ada orang yang menilai meditasi itu sesuatu yang haram dilakukan karena itu merupakan ritual agama lain.

Kalau kita alergi dengan istilah meditasi, kita bisa menggantinya dengan nama: relaksasi terfokus. Dalam bermeditasi, kita tidak perlu melakukan ritual atau atribut keagamaan manapun. Cukup duduk diam dan menyadari pernafasan kita sendiri. Tak perlu pakai mantra, doa, zikir, dan sebagainya (walaupun begitu, bukan berarti tidak diperbolehkan).

Di dalam tulisan kali ini, saya akan memaparkan bahwa meditasi bisa meningkatkan motivasi dan menjadikan kita lebih produktif. Kok bisa? Padahal meditasi tampak seperti suatu aktivitas yang tidak produktif.

Pertama-tama, Baca entri selengkapnya »

Tips Motivasi Berani Gagal

Yang kita pelajari dari sejarah adalah orang-orang tidak belajar dari sejarah. -Warren Buffet

Apa persamaan Steve Jobs, Kolonel Sanders, Soichiro Honda, J.K. Rowling, Steven Spielberg, Oprah Winfrey, Albert Einstein?

Mereka adalah orang-orang yang telah meraih kesuksesan. Mereka terkenal sebagai orang sukses; inovator sukses, pekerja sukses, pebisnis sukses, pengarang sukses, sutradara sukses, pemandu acara TV sukses, dan ilmuwan yang sukses.

Namun ada lagi persamaan mereka, mereka adalah orang-orang yang pernah gagal sebelumnya.

Baca entri selengkapnya »

Tanpa Kegagalan Tidak Ada Kesuksesan

Banyak orang hanya menginginkan kesuksesan. Jarang yang menginginkan kegagalan juga. Padahal kegagalan adalah bagian dari kisah sukses seseorang.

Hambatan terbesar seseorang untuk berusaha, mengupayakan kesuksesan dirinya adalah perasaan takut mengalami kegagalan.

Ketakutan akan kegagalan akan menyebabkan ketakutan untuk bertindak. Padahal melakukan suatu tindakan yang ditakutkan itu malah bisa membawa kepada kesuksesan.

Kegagalan sungguh melumpuhkan. Dan bayangannya saja; membuat orang beralasan agar tidak melakukan sesuatu yang ditakutkan bisa membawa kegagalan.

Akhirnya, dengan menunda-nunda berbuat sesuatu, seseorang menjadi tidak berusaha sama sekali.

Dengan tidak berusaha maka dijamin tidak akan ada kegagalan, tapi sayangnya; kesuksesan juga menjadi suatu hal yang mustahil.

Oleh karena, untuk sukses seseorang mesti melakukan sesuatu yang bisa membuatnya mampu meraih kesuksesan itu.

Penelitian membuktikan bahwa 80 persen penyesalan datang dari tindakan yang tidak dilakukan daripada yang pernah dilakukan.

Jadi, melakukan kesalahan atau gagal setelah mencoba sesuatu bukan berarti tidak akan pernah sukses. Justru kunci dari kesuksesan adalah eksekusi, bertindak!

Justru jika takut dan tidak mencoba bertindak sama sekali akan membawa kegagalan absolut dan kesuksesan menjadi jauh dari kenyataan.

Dengan adanya kegagalan, kita bisa belajar dari kesalahan kita dan mengubah pendekatan dalam upaya-upaya yang kita lakukan dalam meraih kesuksesan.

Kita bisa membuat kegagalan itu bersifat hanya sementara dan menjadikannya sebagai anak tangga dalam perjalanan kita menuju puncak kesuksesan.

Kita harus ubah paradigma berpikir kita dalam melihat suatu ancaman kegagalan menjadi suatu peluang pembelajaran.

Perasaan takut akan kegagalan mesti dikalahkan oleh hasrat untuk mengatasi tantangan dan menangkap potensi keberhasilan.

Dan kalaupun gagal, kita bisa gunakan emosi seperti amarah untuk memotivasi kita agar bangkit dan mencoba kembali.

Lebih baik merasa marah daripada takut. Kemarahan bisa menjadi emosi yang membangun sedangkan ketakutan merupakan emosi yang melumpuhkan.

Perasaan marah yang bisa dikelola dengan baik, akan menjadi suatu kekuatan motivasi yang besar. Amarah bisa dimanfaatkan sebagai tenaga pendorong untuk terus bersemangat dalam mengejar kesuksesan.

Amarah yang diekspresikan secara asertif, bukan agresif, akan menegaskan karisma seseorang. Seseorang menjadi amat karismatik jika ia berhasil menaklukan perasaan amarahnya.

Dalam riset terbaru, emosi marah malah bisa membawa optimisme selain motivasi yang tinggi. Suatu hubungan bisa menjadi lebih baik dengan saling memahami jika kemarahan diekspresikan dengan jelas.

Amarah juga membuat seseorang menjadi lebih bijaksana, lebih strategis dalam bernegosiasi, dan malah mengurangi potensi kekerasan jika diungkapkan dengan semangat mencari solusi daripada hanya sekedar menyalurkan kemarahan yang ada.

Mari kita ubah paradigma berpikir kita, daripada merasa takut gagal lebih baik merasa marah terhadap kegagalan. Marah terhadap ketakutan akan kegagalan. Marah agar termotivasi untuk sukses.

Salam sukses!

Manajemen Energi untuk Kesuksesan

Bakat, keahlian, dan kegigihan memang menentukan kesuksesan seseorang dalam meraih puncak kesuksesan.

Namun untuk tetap berada di puncak tersebut, ia membutuhkan manajemen energi yang baik yang mampu membuatnya bertahan di puncak kesuksesan.

Manajemen energi yang baik terdiri dari fokus dan relaksasi, pengoptimalan dan pemulihan tenaga dari energi fisik, emosional, dan spiritual.

Pengelolaan energi yang baik akan menghasilkan lebih banyak dengan bekerja lebih sedikit. Ini disebut bekerja cerdas daripada bekerja keras.

Bekerja terlalu keras akan meruntuhkan keseimbangan karir-keluarga, merusak kesehatan, dan merugikan diri. Banyak riset yang menggambarkan bagaimana para pekerja keras ini tersangkut masalah minuman keras, stres dan depresi, serta perceraian. Seseorang yang bekerja terlalu lama dan memforsir energinya bisa membuat dirinya dan orang lain celaka.

Para atlit profesional memanfaatkan waktu jeda untuk beristirahat, menurunkan detak jantungnya, mengatur nafas agar bisa fokus kembali dan mencapai puncak ritme permainannya. Para olahragawan yang tidak memanfaatkan waktu jeda untuk melakukan ritual mini relaksasi ini, dalam sebuah permainan olahraga yang berlangsung beberapa jam, akan mudah lelah, kehilangan konsentrasi, dan kalah.

Seorang pekerja bisa menjadi jenuh dan kehilangan passion terhadap pekerjaannya, jika tidak memiliki suatu hobi atau minat lain sebegai sebuah sarana pelepasan. Pola alami dari bekerja dan melepas disebut osilasi. Keseimbangan yang harmonis antara aksi dan relaksasi ini mutlak harus dijaga.

Osilasi yang buruk akan mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh atau pelemahan sistem imun. Seseorang akan lebih mudah terserang penyakit, sensitif dan menjadi sangat egois serta pemarah. Emosi yang tidak terkendali yang disebabkan oleh manajemen energi yang buruk akan menghambat perasaan empati untuk sinergi, kreativitas untuk solusi, kesabaran, kepercayaan, kebaikan, kebijaksanaan, dan sebagainya.

Manajemen energi yang baik akan menguatkan kecerdasan emosi dan spiritual yang berperan penting dalam meraih dan mempertahankan kesuksesan. Kekuatan kehendak untuk berdisiplin, keuletan supaya bisa selalu bangkit dari kegagalan, fleksibilitas agar terus proaktif dalam menghadapi tantangan, dan seterusnya.

Gagasan saya sederhana, untuk pemaparan yang lebih lengkap; silahkan baca banyak buku yang berkaitan dengan manajemen energi ini. Baik itu untuk energi fisik, emosional atau spiritual. Bacalah tentang bagaimana cara berolahraga yang benar, makanan yang bergizi, meditasi atau tentang praktek religius lainnya yang bisa menyegarkan aspek spiritual kita, senam otak, ilmu pernafasan, kesehatan umum, dan lain-lain.

Akhir kata, saya ingin sekali lagi menekankan bahwa untuk mencapai suatu tujuan, meraih kesuksesan, dibutuhkan suatu manajemen energi yang baik. Mendapatkan dan mempertahankan keberhasilan bukan hanya membutuhkan kekuatan besar, tapi juga pemulihan dari sumber kekuatan itu sendiri. Kita harus tidak lupa untuk selalu: beristirahat…