Tips Motivasi

Anti Stres *Metode Spiritual Motivasi Diri & Manajemen Emosi ^ Pencerahan #mindfulness #nonduality

Tag: kesuksesan

Tanpa Kegagalan Tidak Ada Kesuksesan

Banyak orang hanya menginginkan kesuksesan. Jarang yang menginginkan kegagalan juga. Padahal kegagalan adalah bagian dari kisah sukses seseorang.

Hambatan terbesar seseorang untuk berusaha, mengupayakan kesuksesan dirinya adalah perasaan takut mengalami kegagalan.

Ketakutan akan kegagalan akan menyebabkan ketakutan untuk bertindak. Padahal melakukan suatu tindakan yang ditakutkan itu malah bisa membawa kepada kesuksesan.

Kegagalan sungguh melumpuhkan. Dan bayangannya saja; membuat orang beralasan agar tidak melakukan sesuatu yang ditakutkan bisa membawa kegagalan.

Akhirnya, dengan menunda-nunda berbuat sesuatu, seseorang menjadi tidak berusaha sama sekali.

Dengan tidak berusaha maka dijamin tidak akan ada kegagalan, tapi sayangnya; kesuksesan juga menjadi suatu hal yang mustahil.

Oleh karena, untuk sukses seseorang mesti melakukan sesuatu yang bisa membuatnya mampu meraih kesuksesan itu.

Penelitian membuktikan bahwa 80 persen penyesalan datang dari tindakan yang tidak dilakukan daripada yang pernah dilakukan.

Jadi, melakukan kesalahan atau gagal setelah mencoba sesuatu bukan berarti tidak akan pernah sukses. Justru kunci dari kesuksesan adalah eksekusi, bertindak!

Justru jika takut dan tidak mencoba bertindak sama sekali akan membawa kegagalan absolut dan kesuksesan menjadi jauh dari kenyataan.

Dengan adanya kegagalan, kita bisa belajar dari kesalahan kita dan mengubah pendekatan dalam upaya-upaya yang kita lakukan dalam meraih kesuksesan.

Kita bisa membuat kegagalan itu bersifat hanya sementara dan menjadikannya sebagai anak tangga dalam perjalanan kita menuju puncak kesuksesan.

Kita harus ubah paradigma berpikir kita dalam melihat suatu ancaman kegagalan menjadi suatu peluang pembelajaran.

Perasaan takut akan kegagalan mesti dikalahkan oleh hasrat untuk mengatasi tantangan dan menangkap potensi keberhasilan.

Dan kalaupun gagal, kita bisa gunakan emosi seperti amarah untuk memotivasi kita agar bangkit dan mencoba kembali.

Lebih baik merasa marah daripada takut. Kemarahan bisa menjadi emosi yang membangun sedangkan ketakutan merupakan emosi yang melumpuhkan.

Perasaan marah yang bisa dikelola dengan baik, akan menjadi suatu kekuatan motivasi yang besar. Amarah bisa dimanfaatkan sebagai tenaga pendorong untuk terus bersemangat dalam mengejar kesuksesan.

Amarah yang diekspresikan secara asertif, bukan agresif, akan menegaskan karisma seseorang. Seseorang menjadi amat karismatik jika ia berhasil menaklukan perasaan amarahnya.

Dalam riset terbaru, emosi marah malah bisa membawa optimisme selain motivasi yang tinggi. Suatu hubungan bisa menjadi lebih baik dengan saling memahami jika kemarahan diekspresikan dengan jelas.

Amarah juga membuat seseorang menjadi lebih bijaksana, lebih strategis dalam bernegosiasi, dan malah mengurangi potensi kekerasan jika diungkapkan dengan semangat mencari solusi daripada hanya sekedar menyalurkan kemarahan yang ada.

Mari kita ubah paradigma berpikir kita, daripada merasa takut gagal lebih baik merasa marah terhadap kegagalan. Marah terhadap ketakutan akan kegagalan. Marah agar termotivasi untuk sukses.

Salam sukses!

Iklan

Manajemen Energi untuk Kesuksesan

Bakat, keahlian, dan kegigihan memang menentukan kesuksesan seseorang dalam meraih puncak kesuksesan.

Namun untuk tetap berada di puncak tersebut, ia membutuhkan manajemen energi yang baik yang mampu membuatnya bertahan di puncak kesuksesan.

Manajemen energi yang baik terdiri dari fokus dan relaksasi, pengoptimalan dan pemulihan tenaga dari energi fisik, emosional, dan spiritual.

Pengelolaan energi yang baik akan menghasilkan lebih banyak dengan bekerja lebih sedikit. Ini disebut bekerja cerdas daripada bekerja keras.

Bekerja terlalu keras akan meruntuhkan keseimbangan karir-keluarga, merusak kesehatan, dan merugikan diri. Banyak riset yang menggambarkan bagaimana para pekerja keras ini tersangkut masalah minuman keras, stres dan depresi, serta perceraian. Seseorang yang bekerja terlalu lama dan memforsir energinya bisa membuat dirinya dan orang lain celaka.

Para atlit profesional memanfaatkan waktu jeda untuk beristirahat, menurunkan detak jantungnya, mengatur nafas agar bisa fokus kembali dan mencapai puncak ritme permainannya. Para olahragawan yang tidak memanfaatkan waktu jeda untuk melakukan ritual mini relaksasi ini, dalam sebuah permainan olahraga yang berlangsung beberapa jam, akan mudah lelah, kehilangan konsentrasi, dan kalah.

Seorang pekerja bisa menjadi jenuh dan kehilangan passion terhadap pekerjaannya, jika tidak memiliki suatu hobi atau minat lain sebegai sebuah sarana pelepasan. Pola alami dari bekerja dan melepas disebut osilasi. Keseimbangan yang harmonis antara aksi dan relaksasi ini mutlak harus dijaga.

Osilasi yang buruk akan mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh atau pelemahan sistem imun. Seseorang akan lebih mudah terserang penyakit, sensitif dan menjadi sangat egois serta pemarah. Emosi yang tidak terkendali yang disebabkan oleh manajemen energi yang buruk akan menghambat perasaan empati untuk sinergi, kreativitas untuk solusi, kesabaran, kepercayaan, kebaikan, kebijaksanaan, dan sebagainya.

Manajemen energi yang baik akan menguatkan kecerdasan emosi dan spiritual yang berperan penting dalam meraih dan mempertahankan kesuksesan. Kekuatan kehendak untuk berdisiplin, keuletan supaya bisa selalu bangkit dari kegagalan, fleksibilitas agar terus proaktif dalam menghadapi tantangan, dan seterusnya.

Gagasan saya sederhana, untuk pemaparan yang lebih lengkap; silahkan baca banyak buku yang berkaitan dengan manajemen energi ini. Baik itu untuk energi fisik, emosional atau spiritual. Bacalah tentang bagaimana cara berolahraga yang benar, makanan yang bergizi, meditasi atau tentang praktek religius lainnya yang bisa menyegarkan aspek spiritual kita, senam otak, ilmu pernafasan, kesehatan umum, dan lain-lain.

Akhir kata, saya ingin sekali lagi menekankan bahwa untuk mencapai suatu tujuan, meraih kesuksesan, dibutuhkan suatu manajemen energi yang baik. Mendapatkan dan mempertahankan keberhasilan bukan hanya membutuhkan kekuatan besar, tapi juga pemulihan dari sumber kekuatan itu sendiri. Kita harus tidak lupa untuk selalu: beristirahat…

4 Kunci Keberhasilan Perubahan

Kita semua pernah membuat sebuah komitmen untuk suatu perubahan.

Kita ingin lebih hemat, ingin lebih langsing, lebih sering berolahraga, lebih sukses menjual, dan seterusnya.

Dan seringkali kita gagal memenuhi komitmen itu. Entah kenapa tekad kita melemah, luntur. Kebiasaan lama mulai dilakukan kembali.

Perubahan yang diinginkan tidak berhasil.

Supaya komitmen untuk berubah bisa berhasil dan sukses dalam jangka waktu yang lama, berikut 4 kunci keberhasilan untuk melakukan perubahan:

1. Kelihaian

Lihailah dalam membuat suatu perubahan. Pikirkan tehnik-tehnik yang revolusioner agar perubahan terjadi dengan lebih segera. Manfaatkan bantuan dari orang-orang di sekitar kita, gunakan manajemen waktu yang efisien, dan olah berbagai sumber daya dengan efektif.

Pelajari beragam tips mengolah batin agar lebih siap untuk berubah. Perkuat komitmen dengan pemrograman pikiran diri sendiri dan mempengaruhi pikiran orang lain.

2. Kesabaran

Jangan terlalu berharap kita bisa berubah secara instan. Perubahan membutuhkan waktu. Alam telah menunjukkan itu lewat evolusi. Perubahaan yang bertahap. Bersabarlah.

Jika kita bersabar, perubahan yang diinginkan bisa diraih dan akan bertahan dalam jangka panjang. Pada akhirnya, konsistensi akan lebih menjamin hasil yang lebih baik daripada antusiasme yang meledak-ledak di awal-awal saja.

3. Kegigihan

Setelah bersabar, kita tingkatkan kesebaran dengan secara aktif gigih dalam bertindak. Lakukan segala hal yang bisa kita lakukan semampunya untuk menciptakan perubahan yang diinginkan.

Jangan pernah berhenti berusaha. Ketekunan akan membuahkan hasil seperti air yang lembut mampu melubangi batu yang keras dengan tetesan-tetesannya yang gigih.

4. Ketabahan

Dalam perjalanan kita untuk mencapai kesuksesan, untuk berhasil berubah sesuai komitmen awal kita, terdapat banyak halangan dan rintangan yang akan menjatuhkan semangat kita.

Seiring waktu berjalan, usaha kita akan diuji dan kekecewaan akan datang silih berganti. Motivasi akan meredup karena kegagalan-kegagalan yang ditemui. Tetaplah tabah.

Cari jalan lain, putar otak buat strategi baru. Tabahlah menghadapi masalah dan bangkitlah mencari solusi. Tabah dan terus proaktif.

Jika kita sudah menggunakan kelihaian, lalu bersabar dan meningkatkan kesabaran tersebut dengan kegigihan, maka ketabahan akan menyempurnakan upaya kita untuk mengadakan perubahan.

Perubahan yang sempurna membutuhkan 4 kunci: kelihaian, kesabaran, kegigihan, dan ketabahan.

Di antara komitmen dan tujuan kita, ada rencana tindakan. Dan tindakan-tindakan kita harus mengandung keempat elemen kunci untuk perubahan ini. Selamat beraksi!

%d blogger menyukai ini: