Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi dari dan untuk Reza Wahyu

Tag: motivasi kerja

Tips Singkat Memotivasi Karyawan

Memotivasi karyawan adalah perjuangan yang harus dilakukan atasan setiap waktu. Tekanan pekerjaan, pikiran negatif, demotivasi antara sesama pegawai, dan banyak hal lainnya dapat menurunkan tingkat motivasi karyawan.

Tidak ada solusi yang sederhana dalam mengatasi isu motivasi ini. Beragam permasalahan akan terus muncul sebagai tantangan bagi perusahaan dalam memotivasi para karyawannya. Namun, berikut adalah beberapa tips singkat untuk perusahaan agar dapat memotivasi karyawannya.

Pertama; atasan harus memberikan arahan yang jelas sehingga karyawan tidak akan kebingungan. Jika karyawan tidak tahu apa saja yang harus dikerjakan, maka bagaimana karyawan tersebut bisa termotivasi?

Taktik harian perlu diarahkan oleh atasan untuk karyawan bisa bekerja sesuai dengan strategi perusahaan. Atasan harus mampu menyusun dan mengelola aktivitas yang harus dilakukan karyawan untuk memenuhi tujuan perusahaan.

Jika arahan dari sang atasan kurang jelas, karyawan akan menunda-nunda pekerjaan karena bingung dalam melaksanakan tugas apa yang selanjutnya mesti dilaksanakan dengan segera. Seorang karyawan yang bingung akan tidak termotivasi untuk bekerja.

Maka dari itu, seorang atasan yang baik adalah atasan yang tegas dalam memberikan arahan, mengingatkan prioritas, dan menetapkan tujuan dengan urutan prosedur kerja yang jelas bagi para karyawannya.

Tips yang kedua; karyawan harus mengetahui secara kongkrit apa target yang diharapkan perusahaan kepadanya. Karyawan mesti berfokus pada apa yang bisa diraihnya daripada ketakutan-ketakutannya.

Misalnya, jika perusahaan memberikan target penjualan yang tinggi kepada seorang sales person, maka dia harus fokus pada apa yang dia bisa lakukan semaksimal mungkin untuk mencapai target tersebut. Dan jangan berfokus pada ketakutan akan kegagalan dalam mencapai target tersebut atau ketakutan akan penolakan oleh prospek.

Sales person tersebut akan lebih termotivasi jika dia berfokus pada berapa banyak telpon dan presentasi kepada prospek yang dia bisa lakukan. Tentunya sebanyak-banyaknya yang dia bisa dalam sehari.

Jika dalam sehari maksimal dia bisa menelpon atau presentasi kepada 10 orang maka dia harus lakukan itu tanpa perlu memikirkan kegagalan atau penolakan. Setiap hari 10 kali (dalam contoh ini). Tidak lupa juga untuk selalu memperbaiki kualitas pembicaraan di telpon dan mutu presentasinya semaksimal mungkin.

Dengan selalu memikirkan tujuan yang positif seperti jumlah pasti yang bisa diusahakan/dikerjakan daripada ketakutan akan hal yang tak pasti seperti kegagalan, maka semangat bekerja karyawan akan selalu berkobar. Karyawan menjadi termotivasi tinggi.

Tips ketiga adalah; menjaga tingkat motivasi karyawan dengan menjaga tingkat keyakinannya dalam menyelesaikan pekerjaannya sesuai arahan dan target yang telah diberikan atasan.

Hal ini dilakukan dengan memberikan fasilitas, sarana dan prasarana yang mendukung pekerjaan sang karyawan. Perusahaan harus mempersenjatai karyawan dengan perangkat dan peralatan yang memadai. Motivasi karyawan akan terjun bebas jika karyawan merasa terhambat dengan dukungan yang kurang dari perusahaan.

Keyakinan karyawan juga dijaga dengan memberikan tugas-tugas yang sesuai dengan keahliannya. Tugas-tugas yang cukup menantang sehingga tidak membosankan tapi juga tidak terlalu sulit sehingga mustahil dikerjakan dengan tingkat keahlian yang dimiliki oleh karyawan.

Praktik pengelolaan SDM perusahaan yang terbaik adalah dengan menempatkan karyawan sesuai dengan tingkat keahliannya. Selanjutnya setelah menempatkan karyawan pada posisi kerja atau jabatan yang tepat, tetapkanlah sasaran-sasaran kerja yang tidak terlalu mudah tetapi akan mengembangkan penguasaan keahlian sang karyawan.

Pekerjaan yang membosankan akan menurunkan tingkat motivasi karyawan. Sedangkan pekerjaan yang terkesan terlalu sulit akan meniadakan motivasi karyawan tersebut. Tingkat tantangan yang optimal sesuai dengan keahlian yang dimiliki akan menciptakan suatu kondisi ideal dalam bekerja yang disebut dengan teori flow.

Maka, sesuaikanlah pekerjaan karyawan agar selalu menantang bagi keahliannya namun tidak berat membebani mentalnya. Sehingga karyawan akan memasuki kondisi flow, dimana waktu tidak terasa karena karyawan menjadi termotivasi dan berkonsentrasi penuh pada pekerjaannya. Dalam kondisi ini, kinerja yang dihasilkan akan menjadi sangat produktif.

Dan, terakhir; jangan lupa agar membuat karyawan bersyukur dan bangga bekerja di dalam perusahaan yang selalu memberikan pengakuan serta penghargaan. Ciptakan sistem remunerasi yang adil, bonus yang proporsional, kemajuan karir yang bagus berkat pelatihan yang memadai. Jangan lupa juga untuk mencukupi kebutuhan asuransi, pensiun, serta fasilitas pinjaman untuk karyawan.

Sebagai tambahan; buatlah keadaan yang menyenangkan di kantor, adakan acara yang bersifat kekeluargaan serta menyehatkan, kegiatan yang membuat karyawan merasa bermakna bagi lingkungan, dan yang terpenting adalah membangun hubungan kerja yang harmonis antara bawahan dengan atasan. Tanamkan kepedulian pribadi yang personal karena mayoritas karyawan merasa jatuh motivasinya dan ingin pindah pekerjaan, akibat relasi yang kurang baik dengan atasannya. Istilahnya: benci sama bos šŸ™‚

Baca juga:
Motivasi Kerja Karyawan dan Tipe Motivator
Kebosanan = Musuh Motivasi Karyawan
Faktor ā€˜Xā€™ pada Motivasi Pegawai
Cara Memberi Motivasi Pegawai

Motivasi dan Teori Tiga Otak

Kebanyakan orang membagi otak menjadi dua, otak kiri dan otak kanan. Teorinya; otak kiri lebih logis dan rasional, sedangkan otak kanan lebih kreatif dan emosional.

Dan sekarang, saya akan memperkenalkan teori yang membagi otak menjadi tiga. Teori ini sangat berguna dalam memahami motivasi dan perilaku manusia.

Teori ini biasa disebut teori ‘triune brain’ yang dikemukakan pertama kali oleh dokter dari Amerika yang juga peneliti otak: Paul D. MacLean.

Dalam teori ini, otak dibagi tiga; R-complex atau bagian batang otak dan cerebellum, sistem limbic yang terdiri dari septum, amygdala, hypothalamus, hippocampal dan cingulate complex, serta bagian ketiga: cerebral neocortex yang terletak di bagian depan. Agar mempermudah, kita sederhanakan saja menjadi: otak belakang, otak tengah, dan otak depan.

Bagian otak yang membedakan manusia dengan binatang adalah bagian depan, prefrontal neocortex. Ini adalah bagian otak yang menentukan kecerdasan kita. Dengan bagian otak depan ini, kita bisa berpikir panjang, belajar dari masa lalu serta beragam input-analisis, berkhayal serta membayangkan masa depan, berinovasi, berbahasa, bersosialisasi, dan sebagainya.

Sedangkan otak tengah adalah otak yang bertanggung jawab terhadap emosi kita. Otak tengahlah yang mendorong motivasi kita untuk bertindak. Otak ini lebih kuat pengaruhnya daripada otak depan. Otak tengah bersifat impulsif, reaktif, dan bisa sangat cepat menggerakkan perilaku tanpa berpikir panjang. Bertindak secara tiba-tiba. Gerakan refleks contohnya.

Kalau otak bagian belakang adalah otak instingtif serta merupakan bagian otak yang mengatur jalannya pencernaan, jantung, sirkulasi, nafas, sistem reproduksi, dan sebagainya berjalan otomatis tanpa disadari. Otak belakang bersifat teratur dan rutin.

Beberapa teori motivasi mengakomodasi pengertian secara parsial. Ada motivasi yang menyatakan semangat berasal dari penetapan tujuan di masa depan. Ini adalah kerja otak depan. Lalu ada juga yang menyatakan manusia termotivasi dengan mengejar kesenangan dan menghindari penderitaan, ini adalah sifat otak tengah. Dan lalu ada yang mengungkapkan rahasia motivasi ada pada kedisiplinan dan repetisi, ini adalah jalan otak belakang.

Jika kita sudah memahami cara kerja tiga bagian otak, maka teori motivasi yang berbeda-beda ini bisa disatukan secara utuh. Dan pemersatu dari ketiga teori ini adalah teori tiga bagian otak serta pengelolaan energi. Maka komplit sudah pengertian kita dan bisa memulai mengaplikasikannya dalam meningkatkan motivasi diri.

Otak adalah organ yang paling banyak mengkonsumsi energi daripada organ lainnya di tubuh manusia. Maka dari itu, kita harus mengelola energi secara efektif dan efisien ketika menggunakan ketiga bagian otak.

Pertama-tama, kita memfokuskan energi untuk memikirkan tujuan kita. Otak depan kita membutuhkan waktu untuk berpikir secara kreatif dan berinovasi dalam mencari cara-cara untuk mencapai kesuksesan. Kita bisa tuliskan tujuan dan cara-cara pencapaiannya pada tahap ini.

Selanjutnya, kita harus berhenti berpikir dan fokuskan energi ke otak tengah. Kita mesti memanfaatkan emosi kita untuk mendorong tindakan. Jangan terus-menerus menghabiskan energi untuk berpikir sehingga kita kekurangan energi untuk bertindak, lalu menjadi malas dan menunda-nunda pekerjaan. Kuncinya disini adalah manajemen energi antara otak depan dengan otak tengah kita. Antara tahap perencanaan dan pelaksanaan.

Dalam tahap pelaksanaan, kita harus berhenti berpikir dan menggunakan energi yang ada untuk eksekusi tindakan. Sebagai pemicu eksekusi tindakan dalam mengimplementasikan tujuan kita bisa memacu emosi kita. Berinisiatif dengan dorongan emosional. Kita bisa gunakan perasaan positif seperti semangat mengejar sesuatu yang menyenangkan, atau perasaan negatif seperti ketakutan menghindari sesuatu yang tidak menyenangkan.

Beragam emosi memang bersifat menggerakkan. Bahkan emosi seperti amarah, dendam, kebencian, nafsu, kesedihan, bisa menyebabkan kita bertindak secara impulsif dan gegabah. Kita harus berhati-hati dalam menuruti emosi dan menggunakan otak depan kita sebagai pengendali. Arahkan emosi kita untuk mendorong tindakan yang mendekati kita kepada tujuan yang kita inginkan.

Emosi memang penentu motivasi bertindak. Namun kita harus mengarahkan tindakan tersebut tetap sejalan dengan pemikiran logis kita. Tapi seringkali, emosi mengalahkan logika. Banyak orang bertindak secara tidak rasional mengikuti dorongan emosinya yang sesaat.

Makanya kita mengenal istilah marah membabi buta dan gelap mata. Kecanduan, kegemukan karena makan secara rakus dan boros karena berbelanja secara impulsif adalah beberapa contoh bertindak tanpa berpikir panjang. Otak depan kita kalah melawan otak tengah.

Maka dari itu, pada akhirnya kita harus mengarahkan energi kita kepada otak bagian belakang yang lebih kuat dan tahan lama pengaruhnya daripada kedua bagian otak lainnya. Kita perkuat tindakan yang positif dan melemahkan tindakan yang negatif lewat repetisi. Kita utamakan konsistensi tanpa perlu berpikir atau melibatkan emosi. Fokuskan energi pada pembentukan ritual. Sehingga tertanam di otak kita sebagai kebiasaan yang sulit diubah karena sudah masuk ke alam bawah sadar. Otak bagian belakang.

Inilah teori motivasi yang komplit berdasarkan penyatuan ketiga bagian otak dan manajemen energi. Sebagai penutup, saya akan memberikan contoh dengan memanfaatkan teori ini. Sebagai contohnya; saya ingin menurunkan berat badan. Bagaimana saya memotivasi diri dengan menggunakan teori tiga otak ini?

Pertama-tama; saya meluangkan waktu untuk berpikir dan belajar. Saya memfokuskan energi saya untuk menetapkan tujuan dan mencari cara-cara untuk mencapai target berat badan yang saya inginkan. Saya pelajari ilmu nutrisi, biologi otot, olahraga angkat beban, aerobik, cardio, teori fitness, diet karbo, dan sebagainya. Singkatnya, saya perlu diet dan berolahraga. Selanjutnya saya susun dan tuliskan rencana tindakan saya.

Lalu saya fokuskan energi saya untuk segera bertindak sesuai rencana dan memicu respon emosional untuk mendorong tindakan saya tersebut. Saya menyiapkan lingkungan yang mendukung, sistem imbalan dan hukuman, serta orang-orang yang bisa membantu saya. Saya memilih makanan diet yang enak dan jenis olah raga yang menyenangkan. Saya juga memanfaatkan perasaan malu karena kelebihan berat badan, menyalurkan perasaan marah ke sansak, dan memanipulasi ketakutan akan penyakit akibat obesitas seperti diabetes, stroke, serangan jantung, bahkan kematian.

Terakhir, saya menegakkan kedisiplinan dengan bertindak secara repetitif. Minimal selama 21 hari agar diet dan olahraga saya bisa menjadi kebiasaan yang berjalan otomatis. Pembentukan ritual ini tidak boleh gagal sehari pun, kalau perlu dipaksakan atau dikurangi kadarnya. Yang penting konsisten tanpa bolong-bolong. Menjadi rutin.

Contohnya; saya memaksakan diri untuk berolahraga meskipun sedang malas dengan cara 15 menit saja yang penting konsisten setiap hari. Sebaiknya saya berolahraga selama setengah jam setiap hari, tapi daripada saya tunda-tunda dan batal, saya kurangi menjadi 15 menit saja. Bahkan kalau masih malas, cukup 5 menit saja. Yang penting konsisten setiap hari. Disini fokusnya adalah penanaman kebiasaannya dahulu, bukan kuantitas atau kualitas tindakannya.

Akhirnya, setelah 21 hari: saya termotivasi setiap hari untuk berolahraga dan bersemangat dalam menjalankan diet saya. Berat badan saya berhasil turun sepuluh kilogram. Sukses!

Baca juga:
Manajemen Energi untuk Kesuksesan
Sukses dalam 21 Hari
Cara Mudah untuk Berubah
Cara Disiplin dalam Bekerja

Mencari Inspirasi

Ada hari-hari dimana kita merasa tidak memiliki inspirasi, ketika kita membutuhkan semangat dan kreativitas untuk mengerjakan sesuatu. Menulis blog ini misalnya.

Seringkali, saya merasa bingung harus menulis apa. Kalau kata orang bule: writer’s block dan saya harus mencari inspirasi untuk bisa menulis.

Dalam tulisan ini, saya akan berbagi beberapa tips untuk mencari inspirasi.

(catatan: dalam salah satu tips saya sebutkan dengan membaca blog orang lain kita bisa terinspirasi. Dan tulisan ini terinspirasi oleh blog zenhabits.)

Saya memang bukan yang paling ahli dalam mencari inspirasi namun saya ingin berbagi beberapa tips yang berguna.

Mengapa kita terkadang sulit mendapatkan inspirasi?

Inspirasi adalah suatu hal yang tidak dapat dipaksakan. Banyak orang menganggap inspirasi itu seperti sebuah ilham atau wangsit. Sulit didapatkan secara instan sesuai kehendak kita.

Sebenarnya inspirasi itu adalah penemuan yang didapatkan dengan mencari secara terbuka. Jangan kita menutup diri dan mengkhususkan pencarian dengan ide bertemakan tertentu.

Inspirasi adalah ide yang ditemukan dengan mencari secara proaktif. Jangan hanya menunggu, segera bertindak. Dan inspirasi yang mampu memotivasi kita adalah sebuah ide yang tidak hanya ditemukan namun memicu tindak lanjut dari kita.

Inspirasi didapatkan dari mencari dan mengamati karya ilahi, spiritual (seperti ilham/wangsit), kreasi orang lain, inspirasi dari alam, dari ide-ide yang lama maupun yang baru.

Inspirasi yang kita temukan juga akan menginspirasi orang lain pada saatnya nanti. Inilah pencapaian inspirasi tertinggi, menjadi inspirasional.

Cara Mencari Inspirasi

Inspirasi dimulai dengan niat kita untuk mencarinya. Mencari dengan mata terbuka dan tidak terpusat pada satu tempat atau satu hal saja. Itulah kunci dalam mencari inspirasi: untuk menjaga pikiran terbuka. Pikiran yang tertutup tidak akan dapat menampung ide inspiratif yang datang.

Jadilah orang yang peka. Menjadi jeli dan sensitif terhadap keindahan dari segala sesuatunya. Lihatlah segalanya di sekitar kita yang mungkin kita tidak duga-duga bisa menjadi sumber inspirasi.

Beberapa sumber inspirasi yang potensial:

  • Membaca buku, blog (orang lain dan diri sendiri), majalah, koran, dll.
  • Menonton film berbagai genre, melihat berita, dokumenter, program acara TV, mendengarkan radio, podcast, dll.
  • Orang di sekitar, amati dan ajaklah berbincang. Lihat situs jejaring sosial seperti twitter dan facebook tetapi jangan terlalu terbuai sehingga menghabiskan waktu.
  • Alam atau carilah tempat yang banyak pohonnya. Taman kota terdekat misalnya. Kalau tidak sempat, minimal pandangi lukisan tentang alam.
  • Pergi saja kemanapun, berjalan kaki, naik mobil/motor, traveling atau naiki bis dan kelilingi kota. Lihatlah anak-anak bermain, amati kesibukan kota, ikuti sebuah promo tour dan nikmati pemandangan sepanjang perjalanannya.
  • Datangi pertunjukkan seni, konser musik, opera. Pergi ke museum, dll.
  • Pelajari beragam sejarah, budaya, agama di dalam negeri dan seluruh dunia. Cari beragam foto-foto yang indah dari semua tempat di bumi.
  • Berolahraga, main bilyar atau bowling dengan kawan-kawan. Berlatih basket atau badminton dengan teman. Atau berenang sendirian, dll.
  • Ingat-ingat mimpi kamu semalam, atau tanyakan mimpi dari orang lain. Ceritakan khayalan dan fantasi yang pernah dimiliki, tulis ulang.
  • Cari kisah inspiratif di internet; google, lihat diskusi forum, baca wikipedia dan kisah-kisah sukses dari orang lain, perusahaan besar, dll.
  • Renungkan kehidupan, inspirasi itu ada di mana-mana.

Mempertahankan Inspirasi

Tentunya kita tidak ingin inspirasi hanya datang sekali. Kita membutuhkan inspirasi secara berkala dan terus-menerus selama kita ingin terus berkarya.

Jika kita gunakan tips-tips mencari inspirasi seperti yang telah saya tulis di atas, lama-kelamaan kita akan semakin baik dan cepat dalam mendapatkan inspirasi. Semakin sering tips-tips di atas dilakukan, semakin bagus.

Namun, terkadang inspirasi cepat menghilang. Bagaimana caranya untuk mempertahankan agar inspirasi terus terjaga?

Berikut adalah tips untuk menjaga inspirasi agar selalu hadir:

  • Bekerja dengan orang-orang yang positif, kreatif, energik, orang-orang yang penuh semangat dan antusiasme. Antusiasme itu menular.
  • Membaca setiap hari beragam hal, beragam topik.
  • Pergi keluar. Alam adalah inspirasi yang baik, janganlah berada di dalam ruangan atau kantor sepanjang hari.
  • Bicara dengan orang-orang yang baru dikenal dan orang-orang yang selama ini hanya kenal sekilas saja. Banyak cerita menarik yang akan kita dapatkan dari orang-orang ini.
  • Keluar dari rutinitas, lihatlah segala sesuati dari perspektif yang berbeda. Ambil rute yang lain ketika ke kantor atau pulang ke rumah. Cicipi makanan di restoran yang baru. Kunjungi tempat-tempat yang baru di daerah kita.
  • Ambil waktu dalam kesendirian. Lakukan sejenis meditasi atau perenungan kontemplatif. Observasi pemikiran-pemikiran yang melintas di benak kita sendiri. Amati nafas dan segala sensasi diri.
  • Aktif berolahraga setiap hari. Minimal berjalan kaki selama 10-20 menit perhari. Peredaran darah akan lancar dan otak akan segar serta siap menerima inspirasi.
  • Sekarang ambil tindakan walau masih belum mendapatkan inspirasi. Menulis blog contohnya; tulislah artikel sejelek-jeleknya, tanpa inspirasi sama sekali pada awalnya. Tidak usah diterbitkan dahulu. Nanti, saya jamin di tengah-tengah tulisan, inspirasi akan datang.

Setelah mendapatkan inspirasi ambillah tindakan dan lakukan sesuatu. Minimal catatlah ide yang datang sebelum terlupakan. Kembangkan inspirasi menjadi inovasi dan kreasi yang akhirnya menjadi sebuah karya yang menginspirasi dunia.