Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Tag: penjualan

Sekilas Strategi Pemasaran

Bisnis adalah tentang mendapatkan profit. Keuntungan.

Bukan soal omset, margin, atau seberapa laku atau habis produk dijual. Dan profit yang bagus untuk bisnis adalah yang sustainable. Bertahan lama. Lebih banyak untung daripada rugi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang.

Pemasaran adalah tentang mempertahankan keuntungan dalam jangka panjang. Bukan hanya sekedar berjualan dan mendapatkan profit tapi hanya sementara. Marketing adalah soal perusahaan yang ingin mendapatkan pelanggan bukan cuma pembeli saja.

Maka, pertama-tama yang harus dilakukan setiap pebisnis yang ingin menyusun strategi pemasaran adalah analisa dan persiapan. Yaitu, menganalisa pasar dan mempersiapkan produk yang baik.

Selanjutnya, kita harus tahu target pasar kita. Pemasaran adalah soal pilihan dalam menyasar pasar yang tersegmentasi. Kalau kita tak memiliki ceruk pasar, berarti kita hanya berjualan komoditas atau memiliki modal yang tak terbatas.

Setelah menargetkan segmen pasar yang ingin dituju, pebisnis harus mampu mengkomunikasikan kesan dari produknya. Dimana produk tersebut akan menempati benak dari konsumen. Jangan sampai jadi yang nomor tiga, kalau bisa jadi yang pertama dan yang kedua dalam pikiran para pembeli. Setelah itu cenderung akan terlupakan.

Baca entri selengkapnya »

Tips Sales Membangun Kepercayaan Pelanggan

Salah satu kunci utama dalam kesuksesan penjualan adalah membangun kepercayaan pelanggan kepada sang sales. Sales yang terpercaya akan lebih mudah mendapatkan order pembelian dari sang pelanggan. Cara untuk membangun kepercayaan adalah dengan menciptakan kedekatan, berikut beberapa tips-nya:

  • Pertama-tama, seorang sales harus mengetahui tentang hal-hal yang dipedulikan oleh sang calon pelanggan atau prospeknya. Penjual mesti mengenal kesukaan dan ketidaksukaan, preferensi, dan karakteristik utama dari si pembeli.
    Baca entri selengkapnya »

Keahlian Terpenting Seorang Sales

Seorang Sales yang sukses bukanlah orang yang pandai berbicara, tapi lebih kepada pandai mendengarkan.. dan sedikit keberuntungan tentunya. -Reza Wahyu

Ray adalah seorang tenaga penjual yang tergolong sukses di perusahaannya. Atasannya selalu memujinya karena dia pandai membujuk prospek hingga mau membeli produk yang ditawarkannya. Semua orang mengganggap Ray berbakat dalam berbicara sehingga setiap kata-katanya seperti hipnotis bagi para pelanggannya.

Rahasia sukses Ray yang sebenarnya justru bukanlah di saat ia membuka mulut, melainkan ketika dia membuka telinganya lebar-lebar. Kesuksesannya berasal dari keterampilannya dalam mendengarkan keinginan, kebutuhan, bahkan banyak yang berawal dari keluhan sampai terjadi penjualan. Bagaimana bisa begitu?

Dengan menjadi pendengar yang baik, seorang wiraniaga akan mampu:

Baca entri selengkapnya »

Tiga Tips Marketing Efektif

Berikan mereka kualitas, itu adalah jenis iklan yang terbaik. -Milton Hershey

Ada tiga upaya pemasaran yang telah teruji paling menentukan kesuksesan dari penjualan suatu produk atau jasa. Ketiga tips marketing efektif menurut blog 100motivasi ini adalah sebagai berikut.

Pertama, kemukakan manfaat atau benefit dari setiap komunikasi kepada pelanggan. Iklan, brosur, spanduk, billboard, kemasan, presentasi lisan oleh sales person, dan sebagainya harus mengungkapkan manfaat secara langsung dan jelas yang bukan hanya sekedar fitur-fitur yang terdapat pada suatu produk.

Baca entri selengkapnya »

1 Cara Memotivasi Tenaga Penjual

Seringkali, seorang tenaga penjual atau salesman merasa terdemotivasi. Tidak terlalu bersemangat dalam menjual.

Padahal ia sudah diiming-imingi dengan komisi yang tinggi jika berhasil menjual.

Tenaga penjual atau wiraniaga ini juga sudah dibekali dengan training sales dan ilmu marketing persuasif yang mumpuni.

Lalu kenapa bisa lesu?

Kurangnya motivasi pada tenaga penjual atau sang sales executive ini biasanya disebabkan oleh ego yang trauma tanpa ia sadari.

Trauma karena menerima begitu banyaknya penolakan. Nyalinya menjadi ciut duluan. Benaknya dipenuhi keraguan dan ketakutan.

Pada umumnya, tenaga penjual atau marketing representative yang kurang motivasi ini sudah lama tidak closing atau masih jarang membukukan penjualan.

Pikirannya menjadi down dan pesimis, pasrah bahwa nasibnya sedang tidak hoki. Sekali lagi, ego-nya sudah melemah.

Ada satu cara yang bisa jadi efektif untuk memotivasi tenaga penjual atau sales person yang sedang loyo ego-nya. Cara untuk menguatkan hatinya yang sudah dipenuhi keraguan atau ketakutan akan penolakan.

Caranya adalah dengan menyinggung ego sang penjual yang bertujuan membangkitkan emosinya, yaitu amarah untuk lebih spesifiknya.

Seperti dalam tulisan saya sebelumnya, perasaan takut gagal atau ketakutan ditolak pospek dalam kasus ini; mesti ditransformasikan mejadi perasaan marah yang lebih agresif.

Emosi marah yang berkobar-kobar lebih baik daripada perasaan ketakutan yang melumpuhkan.

Kunci dari trik ini adalah membuat ego sang tenaga penjual menjadi cukup terhina sehingga ia bangkit dengan motivasi tinggi dan ingin membuktikan kehebatannya sebagai seorang tenaga penjual.

Yang perlu diperhatikan oleh sang sales supervisor atau marketing manager adalah jangan terlalu berlebihan sehingga sang tenaga penjual malah menjadi benci dan memusuhi atasannya.

Kadar amarah yang dipancing harus mencukupi untuk mengobarkan semangat dan konstruktif tapi jangan sampai menjadi emosi kebencian yang malah kontra-produktif.

Kalau perlu buatlah “musuh tandingan” (dalam tanda kutip); dari persaingan yang sehat di antara para tenaga penjual di sebuah perusahaan. Ciptakan suasana bersaing di antara para tenaga penjual.

Kondisi kompetisi ini akan membakar semangat untuk menang. Hasrat alami untuk mencetak prestasi sebagai tenaga penjual yang juara dari kumpulan sales team di kantornya.

Silahkan sang atasan yang menangani masalah pemasaran melontarkan kata-kata yang merendahkan, menjatuhkan harga diri sang tenaga penjual tapi tetap dalam batas etika.

Hinaan yang menyinggung ego sang tenaga penjual sebaiknya memiliki cakupan yang fleksibel, yang nantinya bisa diproses oleh sang tenaga penjual menjadi sebuah tantangan untuk egonya. Jangan hanya sekedar caci-maki yang tidak produktif.

Tantangan ini menjadi sarana yang bisa dimanfaatkan sang tenaga penjual untuk membuktikan diri. Meninggikan ego dan kehebatan sebagai seorang tenaga penjual. Mendorong hasratnya untuk menjaga serta meningkatkan harga diri atau derajatnya. Aktualisasi dirinya.

Caranya, sang manajer pemasaran atau sang supervisor sebagai atasan; memberikan coaching yang memancing emosi, memicu perasaan marah sang penjual.

Buatlah si tenaga penjual ini menjadi merasa tertampar secara psikologi dan mendendam untuk melawan kata-kata sang atasan dengan memberikan hasil kinerja yang membungkam segala keraguan dan ketakutannya.

Intinya adalah, timbulkan rasa marah yang bisa menyapu ketakutan akan penolakan agar menjadi seorang tenaga penjual yang lebih agresif dalam memprospek sampai closing.

Akan tetapi, ini hanyalah salah satu cara memotivasi tenaga penjual dengan mengelola salah satu emosinya. Terdapat beberapa cara dan beragam tehnik lainnya yang mengolah beberapa jenis emosi yang lain dari sang tenaga penjual.

Gunakan dengan bijak dan jangan berlebihan.

Untuk tips dan trik lainnya silahkan membaca terus blog motivasi ini 🙂