Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi by Reza Wahyu

Tag: stres

Tips Relaksasi untuk Optimalisasi Otak

Otak bekerja seperti komputer, dan stres membuat otak tidak bisa berfungsi secara optimal. Stres memang diperlukan untuk memicu inisiatif. Namun stres yang berlebihan membebani kerja otak yang seperti komputer itu.

Dalam perumpamaan ini, stres bagaikan program (software) yang mengkonsumsi memori (RAM) komputer. Membuat komputer (otak) berjalan lambat. Pemikiran menjadi terhambat dan buntu.

Saya pernah menuliskan beberapa tips untuk meredakan stres. Disini, saya akan berbagi lagi beberapa tips relaksasi yang berguna juga dalam meredakan stres dan mengoptimalkan kerja otak.

Otak yang bekerja secara optimal akan mampu berpikir secara inovatif, menangkap berbagai peluang, memaksimalkan ingatan serta intuisi, menemukan solusi yang kreatif, dan sebagainya. Berikut adalah tips-tips singkat relaksasi untuk optimalisasi otak;

1. Pasrah dan ikhlas menerima apapun yang telah terjadi (di masa lalu) serta yang akan terjadi (di masa depan). Tapi tetap proaktif mengusahakan perubahan yang bisa dilakukan sekarang(di masa kini). Belajar terus agar bijaksana dan bisa memisahkan hal-hal mana yang masih bisa diubah dan hal-hal mana yang harus diterima karena diluar kendali kita sebagai manusia.

2. Pijat. Otot-otot yang tegang menyimpan ingatan stres yang terkadang tidak disadari bahkan sudah terlupakan oleh otak tapi tidak bagi otot. Pijatan akan melepaskan stres yang tersimpan yang menciptakan ketegangan di otot. Pemijatan yang tepat juga akan melancarkan peredaran darah yang pada akhirnya akan memaksimalkan distribusi nutrisi serta oksigen ke otak sehingga kita bisa berpikir dengan optimal.

3. Bernafas dalam dan banyak minum. Ketika stres, nafas kita cenderung pendek untuk memompa adrenalin sehingga meningkatkan tekanan darah dan membuat jantung berdetak dengan lebih cepat. Dengan bernafas secara panjang dan mendalam akan menenangkan jantung kita serta menurunkan tekanan darah. Nafas yang dalam juga akan membawa banyak oksigen ke otak, yang diperlukan dalam proses berpikir otak yang membutuhkan banyak oksigen serta energi. Jangan lupa juga untuk minum karena dehidrasi atau kekurangan cairan menurunkan daya berpikir serta merusak sel-sel saraf di otak. Air dan oksigen adalah dua kebutuhan utama untuk otak.

4. Memejamkan mata. Otak yang stres akan memproduksi banyak gelombang beta. Gelombang beta akan membuat otak selalu waspada yang pada akhirnya akan melelahkan otak. Sedangkan otak yang rileks akan berada dalam gelombang alpha yang lebih rendah dari gelombang beta. Memejamkan mata secara otomatis menurunkan gelombang otak. Silahkan tidur siang sebentar saja jika keadaan memungkinkan. Selain itu, maksimalkan tidur malam serta jangan lupa agar selalu bangun pagi agar otak segar dan prima. Baca tips untuk bangun pagi disini.

5. Berolahraga dan berada di bawah pancaran sinar matahari. Olahraga akan membuang hormon yang menyebabkan stres. Angkat berat di gym, memukul sansak, atau berenang bagus untuk meredakan stres. Lebih bagus jika bisa berjalan kaki di luar ruangan selama 30 menit. Berjalan akan mengeluarkan stres dari sistem saraf dan sinar matahari akan memicu produksi vitamin D yang telah terbukti membantu melawan depresi. Orang yang kekurangan sinar matahari akan cenderung dilanda stres, makanya ada istilah winter blues atau bete di musim dingin. Berkeringatlah!

6. Istirahat dan berlibur. Ambil jeda singkat dalam jam kerja. Ajukan cuti dan pergi liburan setelah beberapa bulan bekerja. Lepaskan ketegangan di tubuh, khususnya di area mulut dan rahang jika kita sering menggunakannya dalam pekerjaan kita. Setiap hari di kantor, ambil waktu untuk istirahat minimal 3 kali; sekali untuk makan dan dua kali untuk coffee break serta berdoa (sholat bagi yang beragama islam baru lanjutkan dengan doa) atau bisa juga melakukan visualisasi dan afirmasi yang positif. Baca tentang cara melakukan afirmasi yang baik disini. Ambil waktu 5 menit untuk pause atau menenangkan pikiran di setiap jam kerja jika bisa. Setiap minggu, pergilah ke tempat-tempat yang alami dan banyak pohonnya seperti taman daripada hanya sekedar berjalan-jalan di mal. Berliburlah ke pegunungan, danau, atau pantai setiap mendapatkan cuti tahunan. Alam akan membawa suasana damai di dalam batin.

7. Dengarkan musik yang menenangkan. Biasanya berupa musik instrumentalia dengan melodi yang lembut. Atau apapun jenis lagunya yang penting membuat kita tenang, senang, atau riang-gembira. Bisa juga mencoba mendengarkan instruksi meditasi dan brainwave entraintment seperti binaural beat kalau cocok. Meditasi dan binaural beat akan menurunkan gelombang otak, yang pastinya bisa meredakan pikiran yang sedang stres.

8. Bersahabat dengan orang-orang yang positif dan optimis. Minta dukungan mereka yang baik hati serta ceria. Ceritakan masalah (curhat) jika itu bisa membuat kita lega. Yang perlu diingat, lingkungan akan sangat mempengaruhi mood kita maka kelilingilah diri kita dengan orang-orang yang bisa menenangkan kita bukan orang-orang yang malah menyedot energi dengan mengeluh, bergosip, dan suka menyalahkan orang lain. Berkumpul dan bersosialisasi telah terbukti membawa perasaan percaya diri serta mampu menghilangkan stres yang tak perlu. Kesendirian malah membawa perasaan kesepian yang membuat stres otak dan hati kita.

9. Bercinta. Berpegangan tangan, berpelukan, dan segala jenis sentuhan dengan orang yang dicinta akan membuat otak secara otomatis memproduksi hormon yang membahagiakan. Hormon yang mampu meredakan stres. Usahakan hubungan asmara kita berjalan romantis, jangan sampai pasangan malah menjadi salah satu sumber stres kita. Bicarakan segala masalah yang timbul secara baik-baik dan kompak. Rutinlah mengalami ‘puncak’ keintiman bersama-sama. Dijamin stres akan segera menghilang jika kita memiliki interaksi yang mesra dengan pacar atau suami/istri.

10. Berkonsultasi dengan profesional. Jika stres sudah terlampau memberatkan (mengganggu keseimbangan neurotransmitter). Mulailah dengan konselor, lalu psikolog, baru psikiater sebagai pilihan terakhir yang menggunakan bantuan dari obat-obatan (awas kecanduan). Jangan remehkan perasaan stres yang depresif sehingga menimbulkan kebencian diri, rasa ingin bunuh diri, atau pekerjaan yang terlalu menekan mental. Hati-hati dengan stres yang bisa membuat kita gila atau schizofrenia, paranoid berlebihan, berhalusinasi, dan sebagainya.

Sekian dahulu tips singkat saya kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Salam Damai 🙂

Iklan

Tips Bekerja dengan Semangat Pikiran Positif

Menurut survei pada tahun 2011 oleh CareerBuilding: 1 dari 4 perusahaan mengalami penurunan produktivitas karena hampir setengah karyawannya (45 persen) mengalami burn-out. Burn-out adalah kondisi dimana kelelahan terjadi bukan hanya secara fisik namun juga psikis. Pikiran pekerja mengalami stres dan karyawan merasa energinya terperas habis.

Dalam survei ini juga disebutkan sebanyak 77 persen karyawan pada seluruh perusahaan yang terdata menjadi kurang produktif akibat burn-out ini. Level motivasi dan kreativitasnya menurun drastis. Mengurangi nilai bisnis perusahaan. Dan pada akhirnya merugikan karyawan itu sendiri; kesehatan karyawan menjadi terganggu.

Kondisi burn-out ini sendiri disebabkan oleh manajemen waktu yang kurang efisien, penambahan jam kerja dan load pekerjaan yang meningkat, serta stres yang tidak bisa dikelola dengan baik.

Solusi yang terbaik untuk mengatasi burn-out ini adalah dengan menetapkan prioritas dan mengatur kesibukan yang produktif. Lalu mendelegasikan tugas dan bekerja sama dengan atasan-rekan-bawahan secara efektif. Kemudian redakan stres yang melanda.

Pikiran stres yang penuh kecemasan akan mengaktifkan amygdala, bagian otak tengah yang memproses respons emosional dan akan menghabiskan energi psikis. Sehingga neo-cortex, bagian otak depan yang memproses kreativitas dan pemecahan masalah menjadi kurang aktif. Hal inilah yang menyebabkan penurunan produktivitas kerja.

Bekerja dengan semangat pikiran yang positif haruslah dikultivasi. Berikut beberapa tips sederhana agar pikiran selalu penuh dengan energi positif dan termotivasi untuk bekerja secara optimal:

1. Selalu bersyukur. Biasakan diri dengan mensyukuri minimal 5 hal yang bisa disyukuri pada hari itu. Bisa dilakukan sebelum tidur atau menuliskannya pada sebuah notes khusus. Tuliskan jurnal mingguan semua perasaan positif, pencapaian prestasi, dan kebaikan-kebaikan yang diterima selama seminggu.

2. Ambil waktu istirahat setiap ada jeda dalam pekerjaan. Re-charge diri dengan meminta cuti untuk berlibur. Rutinlah berolahraga beberapa kali dalam seminggu. Ketika bekerja, jangan lupa minum air putih yang banyak serta bernafas secara mendalam selama 5 menit setiap jam. Pelajari meditasi untuk relaksasi jika perlu. Jangan memforsir diri untuk terus bekerja non-stop berjam-jam lamanya.

3. Bangun lebih pagi dan buat daftar prioritas. Fokuskan pada tugas-tugas terpenting yang harus dikerjakan pada hari itu. Siapkan segala dokumen dan perangkat pendukung yang akan digunakan. Jangan tunda komunikasi yang diperlukan dalam rencana pekerjaan yang akan dilakukan. Persiapan yang matang akan menghindarkan diri dari stres yang tak perlu akibat kepanikan, ketergesaan, dan stres karena kelupaan.

4. Tuliskan perasaan dan makna pekerjaan pada sebuah catatan atau bicarakan permasalahan yang dikhawatirkan kepada teman bahkan psikolog. Sisihkan waktu untuk bersosialiasi, bersenang-senang dengan keluarga dan sahabat, serta bermain-main dengan hobi. Ekspresikan kreativitas yang melatih keahlian berinovasi nantinya. Baca buku dan tonton film yang lucu. Manfaatkan humor secara bijak dalam bersosialisasi, sesuaikan dengan karakter komunitasnya.

5. Latih pikiran agar selalu optimis namun tetap realistis, memiliki paradigma yang ingin maju serta berkembang, dan melihat segala sesuatu dari perspektif yang positif. Hentikan pikiran negatif yang muncul. Melatih mindset ini perlu waktu dan kedisiplinan. Sama seperti ketika seseorang ingin mengembangkan kekuatan ototnya, kekuatan pikiran positif perlu disiplin. Cara untuk disiplin adalah dengan memaksakan diri kepada suatu tindakan baru hingga menjadikannya kebiasaan sesuai dengan penelitian ilmiah tentang otak. Neuroscience telah membuktikan bahwa otak bisa berkembang seiring lamanya praktek/jam terbang suatu tindakan, hal ini disebut dengan neuroplasticity: fleksibilitas jaringan serabut saraf di otak.

Penelitian tentang persepsi dan mindset ini membuktikan bahwa; pikiran yang positif penuh semangat akan meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan kinerja karyawan secara keseluruhan. Dan pada akhirnya akan memberikan kepuasan dalam kehidupan pada umumnya. Kebahagiaan.

Tips Motivasi Saat Gagal

Kegagalan adalah salah satu penyebab stres. Saat stres, banyak orang berusaha bangkit kembali dan mencari motivasi agar tidak berputus asa akibat kegagalannya.

Reaksi yang umum yang sering dilakukan orang ketika gagal adalah: menjadi emosional seperti menyalahkan diri sendiri, pengalihan pikiran atau pelarian, penolakan atau pengingkaran diri, penggunaan alkohol atau obat-obatan, pelampiasan amarah dan menuding kesalahan orang lain, menarik diri atau menyendiri, dan sebagainya. Kebanyakan reaksi ini tidak efektif dan malah bersifat negatif.

Tehnik yang paling efektif untuk memotivasi diri agar bangkit kembali dari kegagalan sebenarnya adalah ikhlas menerima kegagalan dan belajar dari kegagalan tersebut.

Banyak profesional seperti psikolog, menggunakan tehnik-tehnik psikologis seperti penerimaan dan reframing, yaitu pemaknaan ulang peristiwa dengan sudut pandang yang lebih positif. Paradigma berpikir diubah agar kegagalan dipersepsikan sebagai sebuah pembelajaran yang berharga. Kegagalan malah bisa menjadi sesuatu yang bisa disyukuri. Contohnya pada kalimat: Masih untung…

Dan tips terbaik berdasarkan riset terkini untuk motivasi saat gagal adalah dengan humor dan tawa.

Para peneliti sudah menemukan hubungan antara humor dengan stres dan kesembuhan. Humor dan tawa menjadi obat yang mujarab dalam melawan penyakit yang disebabkan oleh stres. Bahkan para pekerjanya pun (yang bekerja di bidang medis seperti para perawat) bisa terus termotivasi merawat orang-orang yang sekarat dengan humor.

Para manajer yang humoris adalah manajer yang efektif dalam mengelola karyawan. Penelitian membuktikan, humor memberikan kekuatan untuk menghadapi beragam permasalahan, mengkondisikan pikiran agar kreatif, dan memberikan kepuasan kerja. Humor dan tawa juga menyempurnakan komunikasi dengan memberikan rasa kedekatan secara intim, rasa kekompakan dan rasa saling percaya.

Maka, humor dan tawa selain mampu meredakan stres akibat kegagalan juga bisa mempengaruhi orang lain atau kelompok lewat komunikasi humoris yang memberikan keakraban.

Jadi, pelajarilah humor dan tawa lebih serius. Lihatlah tontonan yang lucu, dengarkan lawakan, bacalah kisah komedi, dan cari serta ceritakan lelucon. Tapi jangan sampai berlebihan, jangan menyinggung orang lain dengan humor yang kasar. Lebih baik belajar menertawakan diri sendiri dan pada akhirnya kita akan bisa menertawakan kegagalan kita. Demi kesuksesan di masa depan!