Menurunkan Berat Badan dengan Water Fasting

by @rezawismail

Sewaktu saya mengetahui bahwa kadar trigliserida (lemak darah) saya tinggi, saya tahu saya harus menurunkan berat badan.

Lalu saya mencoba diet dengan cara water fasting atau berpuasa dengan hanya minum air. Selama diet tersebut saya tidak mengkonsumsi makanan apapun, hanya minum air putih, teh tawar, dan minuman elektrolit supaya saya tidak pusing.

Ternyata, selama tiga hari saya tidak makan apapun, berat badan saya turun hingga 6 kilogram! Tetapi, setelah makan, naik kembali satu kilogram. Lumayan lah, hanya tiga hari bisa turun 5 kilogram. Not bad at all.

Plus, saya jadi lebih bersemangat dalam bekerja..

Ternyata, berpuasa membuat badan saya ringan dan saya sanggup naik ke kantor saya di lantai 8 lewat tangga padahal saya masih berpuasa kecuali minum air saja. Saya tidak merasa lemas atau kelaparan yang berarti.

Pikiran saya malah terasa lebih tajam dan mudah fokus, memori menguat, serta tidak ada gejala demam. Hanya sempat terasa sedikit pusing tapi hanya sebentar. Tingkat energi juga hanya terasa berkurang 5 persen di hari ketiga berpuasa.

Waktu di malam hari kedua, saya sempat merasa lapar dan ingin makan nasi padang atau nasi warteg langganan. Akan tetapi, setelah saya renungkan, itu hanya pikiran belaka. Pikiran yang sudah terpola dan bernafsu ingin makan nasi padang/warteg. Dan saya tidak mau melekat pada nafsu keinginan.

Saya jadi merasa kalau selama ini kita menjadi budak pikiran, dan selalu mengikuti hawa nafsu. Keinginan-keinginan muncul menjadi obsesi yang harus dipenuhi, dan ketidakpuasan adalah nama permainannya oleh karena; kepuasan akan terpenuhinya keinginan itu hanya sementara.

Lalu, saya amati saja pikiran ingin makan itu (yang terasa seperti rasa lapar) sampai keinginan itu lewat alias hilang dan saya ketiduran. Esok paginya setelah saya bangun pagi, rasa lapar itu sudah hilang. Dan selama tiga hari saya berpuasa, saya tidak merasa kelaparan.

Selama 72 jam saya tidak makan apapun, saya belajar banyak. Ternyata, seringkali rasa lapar itu sebenarnya hanya nafsu keinginan belaka, atau malah sinyal kalau tubuh kita butuh minum. Rasa dehidrasi itu sama seperti rasa lapar. Kalau kita kekurangan nutrisi dan vitamin-vitamin, kita juga akan merasa kelaparan. Itulah makanya kita lebih cepat kenyang kalau makan makanan bergizi dibandingkan junk food.

Kini, saya bisa makan dengan perhatian penuh. Tanpa terdistraksi dengan gadget, atau bacaan atau sambil ngobrol. Saya berusaha tidak mengikuti arus pikiran, dan lebih menyadari momen yang ada. Terkadang, pikiran membawa kita terlalu jauh sampai kita kebingungan.

Ego yang selalu berpikir, bisa membawa kesusahan dan penderitaan. Saya menjadi kelebihan berat badan karena ego, dan banyaknya excuses atau alasan-alasan yang diciptakan pikiran. Harus makan ini lah, mesti nyobain makanan itu lah, mumpung ada makanan atau sedang ditraktir, selagi masih punya uang, dan sebagainya.

Seringkali, tanpa sadar, kita mendengarkan ocehan-ocehan pikiran itu dan menganggapnya berasal dari diri sendiri. Padahal pikiran-pikiran itu bisa timbul begitu saja dan memiliki energi yang kita suburi dengan perhatian kita. Kita memperhatikan pikiran secara berlebihan sampai melekat dan mengganggap pikiran itu adalah identitas diri kita.

Lepaskan identifikasi diri dengan pikiran, dan terhubung dengan kesadaran akan kekinian akan membawa kita pada kedamaian. Perhatikanlah lingkungan sekitar, denyut kehidupan di tubuh kita dan juga sekeliling, dan relakan pikiran hanya lewat berlalu begitu saja.

Rasakan nafas kita secara sadar, syukuri setiap berkah yang diterima, dan berbaik hatilah. Memang ada waktunya belajar dari masa lalu dan merencanakan masa depan, pikiran bagus dalam menganalisis tapi jangan dibiarkan liar setiap saat menyita perhatian kita.

Pikiran adalah alat, jangan sampai malah kita yang diperbudak oleh pikiran. Manfaatkan pikiran, jangan terhanyut olehnya. Pikiran bukanlah diri kita yang sejati, diri kita yang asli adalah kesadaran itu sendiri. Dalam berdiet, saya menyadari keterpisahan antara pikiran dengan kesadaran.

Dan kesadaran saya juga yang menguatkan diet dengan Water Fasting ini sampai berhasil menurunkan berat badan. Rasakan keberadaan kesadaran dan pisahkan dari pikiran-pikiran. Fokuskan perhatian hanya pada masa sekarang. Pekalah terhadap sensasi-sensasi yang terjadi di tubuh kita. Dengarkan tanpa menilai, lihat tanpa melabeli, dan relaks!

Tips lainnya adalah, jangan diniatkan hanya sebagai diet tapi sebagai perubahan gaya hidup..

Kalau disebut diet; itu hanya untuk sesaat saja (supaya turun berat badan) lalu nanti malah bisa jadi diet-yoyo alias tak berguna karena berat badan naik lagi. Sebaiknya, ubahlah mindset atau pola pikir, jadikan puasa menjadi suatu kebiasaan yang rutin dilakukan setiap minggu selama kita hidup. Berat badan akan turun dan konsisten, kesehatan kita pun terjaga..

Salam sehat dan damai!