Kepemimpinan yang Kreatif seperti Steve Jobs

by @rezawismail

Steve Jobs telah meninggalkan kita semua, namun kepemimpinannya yang kreatif dan visioner terus dikenang dunia. Karya-karyanya di barisan produk teknologi Apple dan sentuhannya di perusahaan animasi Pixar telah memberikan kesuksesan yang fenomenal. Kini, iPod, iPhone, iPad dan beragam komputer Mac telah menjadi tren global dan dikenal sebagai merek yang sangat berkualitas.

Inovasinya tidak hanya hebat, tapi melegenda. Steve Jobs berhasil membawa perusahaan Apple menuju puncak kejayaan dengan kreativitasnya. Bagaimana Steve Jobs menjadi begitu visioner dan kreatif?

Mari kita baca beberapa pemikiran Steve Jobs dari kata-katanya sendiri!

Dalam pidatonya di Universitas Stanford, Steve Jobs berkata: “Pekerjaanmu akan mengisi sebagian besar hidupmu, dan satu-satunya cara untuk benar-benar puas adalah dengan melakukan apa yang kamu yakini sebagai mahakarya. Dan satu-catunya cara menciptakan mahakarya adalah dengan mencintai pekerjaanmu. Jika kamu belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan diam saja. Dengan sepenuh hati, kamu akan tahu ketika kamu telah menemukannya.” Sesuai dengan tema blog ini, Steve Jobs menginspirasi kita dengan mengungkapkan motivasi yang sejati, datang dari hati.

Ketika diwawancarai oleh MSNBC/Newsweek, Steve Jobs berkata: “kita mencoba untuk membuat sesuatu yang lebih menyeluruh dan sederhana. Saat kamu pertama kali mencoba memecahkan masalah, solusi yang pertama muncul yang kamu dapat pikirkan adalah yang sangat rumit dan kebanyakan orang berhenti disitu. Namun, kalau kamu terus berjuang, dan menantang permasalahannya serta mengupas lapisan demi lapisan bawangnya, kamu akan sering sampai kepada solusi yang sangat elegan dan sederhana.” Sungguh Steve Jobs merupakan teladan yang baik, di tengah-tengah perjuangannya melawan penyakit kanker ganas, dia tidak pernah menyerah dan terus menciptakan banyak produk yang inovatif. Kepemimpinannya telah membawa Apple sebagai perusahaan yang tangguh yang mampu melewati krisis.

Ada kata-katanya yang kocak tapi bermakna dalam di majalah Fortune: “Kita menggambarkan tombol-tombol di layar sebegitu menggiurkannya sehingga kamu ingin menjilatnya.” Betapa Steve Jobs menekankan keindahan pada produk-produk teknologinya. Sungguh kreatif ciptaannya, lihat saja icon-icon di layar iPhone, iPad, iPod, dan beragam komputer Mac. Kreativitas yang baik akan menciptakan keindahan pada produk. Namun, keindahan produk bukan satu-satunya yang penting bagi Steve Jobs, seperti kata-katanya tentang desain di bawah ini.

Berikut kutipan kata-kata Steve Jobs di Wired: “Desain adalah sebuah kata yang lucu, beberapa orang berpikir bahwa desain berarti tentang bagaimana tampilannya. Tapi tentu saja, kalau kamu gali lebih dalam, itu adalah tentang bagaimana kinerjanya. Desain Mac bukanlah hanya tentang penampilannya, meski itu adalah bagian darinya. Yang paling utama, adalah bagaimana kinerjanya.” Seringkali kita berpikir bahwa desain adalah soal penampilan, penampakan luar. Namun untuk menciptakan produk yang fenomenal seperti Mac, desain harus mencakup kinerja yang berkualitas tinggi. Sebagai pekerja, kita jangan hanya mementingkan agar kita selalu tampak bagus, tapi juga memberikan kinerja yang baik.

Dan kritiknya kepada konsep pemasaran berdasarkan survey kelompok terfokus, dipaparkan Steve Jobs di majalah Business Week sebagai berikut: “sesungguhanya sulit untuk mendesain produk dengan mengambil masukan dari kelompok terfokus. Seringkali, orang-orang tidak tahu apa yang mereka inginkan sampai kamu tunjukkan kepada mereka.” Ini menunjukkan kepercayaan dirinya yang dibuktikan dengan menciptakan produk-produk inovatif yang tak terpikirkan oleh para pesaing dan diminati oleh jutaan konsumen.

Dia tidak malu berinovasi dari ide-ide orang lain, Steve Jobs ingat perkataan Picasso seorang maestro pelukis dunia dalam kutipannya berikut: “Picasso berkata bahwa artis yang baik itu meniru, artis yang hebat mencuri. Dan kami selalu berani mengambil ide-ide besar dan saya pikir bagian yang membuat Macintosh menjadi hebat adalah orang-orang yang berkontribusi padanya merupakan musisi, pujangga dan seniman, zoologis serta ahli sejarah, yang kebetulan juga merupakan ilmuwan komputer terbaik di dunia.” Dia memang pernah menyinggung Bill Gates bahwa Windows ciptaan Bill Gates menyontek karyanya, tapi Steve Jobs disadari oleh perkataan Bill Gates bahwa mereka sama-sama berniat mencuri dari Xerox. Jangan takut untuk belajar dengan cara meniru dan memodifikasi. Inspirasi kebanyakan datang dari orang lain.

Ditulis oleh Wall Street Journal, Steve Jobs pernah berkata: “Orang-orang dari teknologi tidak memahami proses kreatif yang membuat perusahaan menjalankan produksinya, dan mereka tidak menghargai betapa beratnya. Serta perusahaan-perusahaan yang kreatif tidak menghargai seberapa kreatifnya teknologi itu; mereka pikir itu hanya sesuatu yang kamu beli. Dan disitulah jurang pemisah yang lebar untuk pemahaman di antara keduanya.” Disini Steve Jobs menekankan bahwa setiap perusahaan harus menghargai nilai kreativitas meski perusahaan itu merupakan perusahaan dengan produk berteknologi canggih.

Terakhir, saya akan mengutip kata-kata Steve Jobs ketika diwawancarai oleh majalah Playboy: “Sangatlah jarang kamu melihat seniman di usia 30-an dan 40-an mampu memberikan kontribusi yang memukau.” Dan di usia 50-an, Steve Jobs mengajarkan kita bahwa usia tidak menjadi alasan untuk bisa sepertinya. Tua atau muda, kita harus bisa berkarya. Kepemimpinan Steve Jobs yang kreatif, telah berkontribusi pada kesuksesan inovasi produk-produk digitalnya meski dia tidak semuda dulu lagi.

Steve Jobs memang telah tiada, tapi kepemimpinannya telah mengajarkan kita cara-cara untuk meraih keberhasilan lewat visi yang jelas dan inovasi yang berkualitas. Silahkan renungkan pemikiran-pemikirannya.

Mari jadikan kehidupan kita juga akan dikenang sebagai pribadi yang memberi inspirasi…