Tehnik Sales Semi Hipnotis

by @rezawismail

Untuk kepraktisan membaca tulisan ini saya akan menyederhanakan definisi hipnotis sebagai perintah yang sugestif ke alam bawah sadar. Pada umumnya, alam bawah sadar seseorang bisa diakses ketika berada di dalam keadaan gelombang otak alpha-theta. Hipnotisme bisa bekerja dengan baik jika dilakukan kepada seseorang yang sedang berada di dalam gelombang otak alpha serta theta ini.

Seorang sales atau tenaga penjual akan lebih berpeluang menjual dengan mempengaruhi keputusan membeli kepada alam bawah sadar seorang prospek. Jumlah penolakan akan berkurang karena alam bawah sadar lebih kuat pengaruhnya di dalam pikiran seorang calon pembeli.

Kelemahannya adalah, walaupun akhirnya sales tersebut berhasil closing, kemungkinan gagal akan tetap ada. Yaitu, sang pembeli menyesali keputusan pembeliannya yang impulsif dari alam bawah sadarnya dan membatalkan pembelian tersebut. Hipnotis kebanyakan pengaruhnya tidak bertahan lama jika tidak diiringi dengan perubahan mindset yang dipicu oleh pikiran kritis.

Untuk itu, jika seorang sales sudah berhasil closing, ia harus melengkapi presentasinya. Sales tersebut mesti menambahkan alasan-alasan yang rasional untuk pikiran kritis seseorang. Pikiran kritis ini adalah pikiran yang mengawal alam bawah sadar. Dan pikiran kritis ini bekerja berdasarkan logika yang rasional bukan emosional. Pikiran kritis biasanya bekerja di dalam gelombang otak beta.

Inilah yang disebut tehnik sales semi hipnotis. Mempengaruhi pikiran seorang calon pembeli atau prospek dengan penanaman perintah secara bawah sadar. Lalu menambahkan alasan-alasan pembelian secara logis dan rasional kepada pikiran kritis sebagai pembenaran perbuatan membeli dan tidak menyesalinya. Dengan begitu, efek dari tehnik sales semi hipnotis ini menjadi tahan lama.

Tehnik sales semi hipnotis kuncinya ada pada cara menanamkan perintah pembelian kepada alam bawah sadar sang prospek tanpa dihalangi oleh pikiran kritisnya. Sekali lagi, pikiran kritis adalah pikiran yang menggunakan logika sebagai acuannya.

Dan pikiran kritis cenderung skeptis atau tidak mudah percaya, serta suka menentang. Inti dari hipnotis adalah melenyapkan untuk sementara kesadaran pikiran kritis yang menjaga gerbang alam bawah sadar seseorang untuk memasukkan atau menanamkan suatu perintah yang biasa disebut juga sebagai sugesti.

Untuk menambahkan alasan logis atau rasional terhadap suatu pembelian produk atau jasa yang dijual oleh seorang sales adalah upaya yang relatif lebih mudah daripada upaya untuk melemahkan pikiran kritis seseorang. Alasan logis bisa dicari dengan melihat fitur-fitur yang ada di dalam sebuah produk dan ditransformasikan menjadi keunggulan atau benefit yang sesuai dengan keinginan dan karakter prospek.

Sedangkan untuk menghilangkan pengaruh pikiran kritis sang prospek, setidaknya untuk sementara saat sales memberikan sugesti hipnotisnya; membutuhkan beberapa tehnik yang cukup rumit. Berikut beberapa contoh tehnik semi hipnotis yang bisa diupayakan oleh seorang sales untuk membungkam pikiran kritis dari seorang calon pembeli atau prospek:

1. Repetisi: ini adalah tehnik yang paling mudah namun paling rentan gagal. Sugesti dilakukan berulang-ulang dengan harapan bisa melemahkan pertahan pikiran kritis, bisa berbalik menjadi penolakan dari prospek karena pikiran kritisnya malah menjadi semakin kuat untuk menentang melawan berondongan sugesti yang diulang-ulang. Pengulangan yang monoton akan menimbulkan kecurigaan dan melatih kewaspadaan pikiran kritis untuk menolak sugesti yang diberikan. Gunakanlah tehnik ini secara pas dan bijaksana, manfaatkan keragaman. Variasi ini bisa berupa variasan dalam kata-kata atau kalimat yang digunakan, intonasi, media (visual, tulisan, lisan, dll.), subyek atau orang yang memberikan sugesti, timing, lokasi, dan sebagainya. Serta jangan berlebihan.

2. Emosi: sales memberikan sugesti pembelian ketika sang prospek sedang dalam keadaan emosional yang intens atau memanfaatkan perasaan sang prospek yang sedang menuncak untuk menguatkan sugestinya. Perasaan yang bisa dimanfaatkan seperti ketakutan, kecemasan, kesedihan, kebanggaan, rasa iri, amarah, keinginan untuk menang atau sukses, hasrat yang menggebu-gebu, rasa lapar atau kekenyangan yang belebihan, rasa kantuk yang tak tertahankan, bahkan nafsu seksual, dan lain-lain. Ketika seseorang terlalu emosional, pikiran kritisnya menjadi tidak terlalu aktif. Makanya ada istilah: marah membabi buta, cinta itu buta, dan seterusnya.

3. Rileksasi: sugesti yang diberikan oleh seorang sales cukup sekali atau dua kali saja tapi pada saat yang tepat. Sisanya, pertemuan dipenuhi oleh obrolan-obrolan kecil yang nyaman yang tidak membuat ketegangan. Pertemuan ini bisa berupa lunch meeting atau pertemuan sambil makan bersama, sales bermain golf bersama prospek, menggunakan suara yang pelan dan tenang, memakai musik yang membuai, minuman yang menstimulasi seperti alkohol, teh atau kopi, dan lain-lain. Biarkan perintah atau sugesti yang hanya diucapkan satu kali tersebut mengendap dan tertanam semakin dalam ke alam bawah sadar yang terbuka oleh rileksasi.

4. Persuasi: tehnik sales semi hipnotis bisa menanamkan sugesti sang penjual kepada pikiran alam bawah sadar sang calon pembeli dengan memanfaatkan beberapa tips psikologi persuasif seperti menggunakan figur otoritas atau orang yang dihormati pendapatnya oleh sang prospek, memakai simbol kewenangan dan endorsement dari pakar, ahli, artis, selebritis, tokoh agama atau masyarakat, dan seterusnya. Tehnik persuasi lainnya adalah menggunakan testimoni, membangun persepsi akan kelangkaan yang bisa melonjakkan nilai suatu produk jika langka dan terbatas, perasaan suka dan membangun kepercayaan lewat kesamaan, pengaruh sense of belonging kepada suatu grup tertentu atau komunitas atau demografi yang sejenis, identifikasi diri prospek kepada kelas sosial atau kelompok masyarakat yang dimilikinya, kolektivitas dan validasi jaringan, pernyataan tertulis dan seterusnya seperti yang pernah saya tulis disini dan tentang training sales persuasif).

5. Gradual: pemberian sugesti diberikan secara bertahap dan sedikit demi sedikit agar tidak menimbulkan pertentangan yang berarti dari pikiran kritis sang prospek. Dimulai dari pernyataan yang umum atau global hingga ke pernyataan yang khusus dan spesifik dari produk yang ingin dijual. Permintaan atau pertanyaan kecil yang mudah disetujui dan lebih berpotensi dianggap kebenaran harus diberikan lebih awal untuk membangun persetujuan oleh pikiran kritis. Pernyataan-pernyataan yang lebih mungkin diiyakan oleh prospek diberikan secara konsisten hingga akhirnya tiba saatnya untuk mengatakan kalimat sugestif inti yang ingin ditanamkan. Penanaman sugesti ini didahului oleh pemberian data dan informasi yang akurat dan kredibel atau prinsip serta nilai yang diyakini oleh prospek. Tehnik gradual atau sugesti yang bertahap ini adalah pondasi dari prinsip pemasaran permisif yang telah terbukti efektif bagi para sales. Pemasaran yang bertahap tapi konsisten, perlahan tapi pasti.

Bersambung ke tulisan selanjutnya. Saya baru mengungkapkan 5 tehnik sederhana dari banyak tehnik sales semi hipnotis lainnya. Saya akan terangkan lebih detail dari kelima tehnik tersebut di atas dan menambahkan tehnik-tehiknya lagi di tulisan yang akan datang.