Tarian Kehidupan

by @rezawismail

Sadari saat kita bernafas..

Rasakan udaranya, berterimakasihlah dengan hidung dan paru-parumu.

Rasakan jantung berdetak, kalau perlu sentuhlah dadamu dengan tangan,

Bersyukurlah memiliki jantung yang bekerja tanpa henti, ucapkan terima kasih pada jantungmu dan juga tanganmu yang telah berfungsi dengan baik, dan lanjutkan apresiasi kepada bagian-bagian tubuhmu yang lain.

Lanjutkan kepada mata, apresiasikan rasa syukur dengan berterima kasih sudah memampukanmu melihat..

Lalu terus ke dalam kepala.

Hargai pikiran-pikiran yang muncul, yang akan datang dan yang sudah pergi.

Ternyata, kamu bisa tahu bahwa tubuh ini dengan semua organ-organnya adalah wahana, alat-alat untukmu menjalani kehidupan.

Termasuk pikiran-pikiran, saat pikiran bisa diamati dan diapresiasi, kamu tahu bahwa pikiran juga bagian yang berguna namun terpisah dari kesadaran yang sejati.

Siapakah yang menyadari pikiran ini?

Itulah kehidupan yang menari, dan kita semua adalah tariannya..

Terima dan cintai kehidupan di saat ini, pasrah dan nikmati momen sekarang, lepaskan ilusi kalau pikiran dan tubuh ini adalah sang penari, bukan itu tapi..

Kehidupan adalah sang penari dan kamu lah tariannya!

*kata-kata disini dirancang untuk sedikit menghipnotis, jika agak pusing mohon minum air putih segelas saja ☺