Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: disiplin & manajemen waktu

Seri Marketing in Me: Tips Motivasi ala Gamers

Pertama kali saya bekerja, saya memiliki jabatan sebagai Marketing Executive. Nama yang keren dan saya bertugas memasarkan produk yang dijual oleh perusahaan tempat saya bekerja itu.

Pada awalnya saya bersemangat dalam mempelajari cara-cara membujuk para pembeli dan meningkatkan keahlian menjual saya. Tapi, lama-kelamaan saya merasa jenuh dan malas untuk bekerja. Utamanya karena rasa takut akan penolakan dan stres oleh tekanan target dari atasan.

Ketika saya sedang tidak bekerja, saya mempunyai hobi bermain video games. Saya bisa memainkan video games sampai berjam-jam hingga lupa waktu. Seperti orang kecanduan saja.

Di akhir pekan bahkan saya bisa memainkan video games hingga dini hari. Dan saya pun berpikir, bagaimana caranya agar saya bisa bekerja serajin saya bermain video games?

Saya begitu bersemangatnya dalam bermain video games dan begitu malasnya ketika bekerja. Lalu, saya mulai mempelajari teknik-teknik motivasi dari ilmu psikologi terkini dan ternyata: banyak hal yang memang bisa kita pelajari dari video games.

Baca entri selengkapnya »

Sales Success Story

Alkisah,
Ada dua orang sales person di sebuah perusahaan. Kita sebut saja sales 1 dan sales 2. Sales 1 memiliki prestasi penjualan yang selalu tinggi. Sedangkan sales 2 jarang closing. Mereka berusia sepantaran, penampilan yang tidak jauh beda, dan tingkat intelegensi yang setara.

Secara emosi, mereka sama-sama termotivasi setelah mendengarkan ceramah motivator dan memiliki wawasan product knowledge yang juga sama. Lalu, apa yang membedakan mereka sehingga menghasilkan perbedaan kinerja penjualan yang signifikan?

Baca entri selengkapnya »

Perubahan Bukan Menggunakan Kekuatan Tekad Saja

Kemajuan, perkembangan, atau perbaikan apapun membutuhkan perubahan. Akan tetapi, perubahan bisa terasa sulit untuk dilakukan.

Banyak orang atau organisasi gagal melakukan perubahan karena hambatan yang begitu kokoh. Tantangan yang menyulitkan selalu ada ketika kita ingin berubah dan melawan perilaku yang telah begitu tertanam dalam-dalam di alam bawah sadar pikiran kita.

Seringkali dibutuhkan niat yang kuat dan mental yang gigih untuk melakukan perubahan. Kehendak yang benar-benar besar dirasa sangat diperlukan dalam memulai suatu langkah perubahan.

Tapi ternyata, kekuatan tekad (will power) saja tidak cukup untuk menciptakan suatu perubahan yang permanen. Berapa banyak orang yang menyatakan berubah hanya untuk beberapa saat dan kembali lagi pada situasi atau kondisi yang lama.

Penelitian membuktikan bahwa kekuatan tekad bisa berkurang seiring waktu penggunaannya. Energi mental dari kehendak bisa terkuras dan menurun sebelum perubahan berhasil dalam jangka waktu yang lama. Pada awalnya kita begitu bersemangat untuk berubah tapi lama-kelamaan akhirnya kita menyerah pada keadaan atau status quo.

Misalnya pada kasus orang yang berhasil diet menurunkan berat badannya dan setahun kemudian kembali kepada pola makan yang lama sehingga berat badannya kembali naik. Fenomena ini sering disebut diet yoyo.

Baca entri selengkapnya »

Menciptakan Komitmen Kerja yang Berkualitas dari Karyawan

Amy Arnsten adalah seorang profesor di bidang ilmu neuroscience di Universitas Yale. Dia mempelajari pengaruh respons emosional dari otonomi diri terhadap fungsi kognitif. Yaitu persepsi bahwa seseorang merasa dirinya kehilangan kontrol akan juga membuat penurunan dalam kompetensi pikiran.

Contoh sederhananya, bila seorang manajer mengatur para karyawannya dengan otonomi yang sangat terbatas. Misalnya dengan mendiktekan tugas-tugas tanpa memberikan ruang untuk berinovasi, maka para karyawan yang merasakan kurangnya rasa kontrol dirinya, akan menjadi tidak terlalu produktif.

Pusat kendali emosi di dalam otak orang yang merasa tidak bebas berkarya, apakah itu nyata atau hanya persepsinya saja, akan menurunkan kemampuan fungsi berpikir di level tertentu.

Jadi, jika perusahaan menginginkan hasil kinerja yang berkualitas dengan komitmen yang tinggi dari para karyawan, sebaiknya penetapan tujuan atau target dideskripsikan cukup dengan garis-garis besarnya saja.

Baca entri selengkapnya »

Bekerja dengan Produktivitas Tinggi secara Efektif

Berapa banyak waktu kita dihabiskan secara berlebihan? Yang jelas, banyak yang kita tak sadari. Bahwa perhatian kita seringkali teralihkan, dan pikiran kita terus berputar-putar sebelum melakukan sesuatu yang produktif.

Contohnya; seorang karyawan yang menjual waktunya dengan memberikan tenaga dan keahliannya untuk uang gaji yang diberikan perusahaan secara berkala. Berapa banyak waktunya yang benar-benar efektif dalam memberikan kontribusi dan berapa banyak yang tersia-siakan?

Misalnya dengan rapat-rapat yang berkepanjangan, mengolah email dan informasi lainnya yang seperti tanpa habis-habis. Melakukan peracakapan yang lebih banyak menyita perhatian kepada hal-hal yang kurang penting namun mendesak, atau bahkan malah sekedar meladeni pembicaraan yang tak berguna.
Baca entri selengkapnya »