Seri Marketing in Me: Tips Motivasi ala Gamers

by @rezawismail

Pertama kali saya bekerja, saya memiliki jabatan sebagai Marketing Executive. Nama yang keren dan saya bertugas memasarkan produk yang dijual oleh perusahaan tempat saya bekerja itu.

Pada awalnya saya bersemangat dalam mempelajari cara-cara membujuk para pembeli dan meningkatkan keahlian menjual saya. Tapi, lama-kelamaan saya merasa jenuh dan malas untuk bekerja. Utamanya karena rasa takut akan penolakan dan stres oleh tekanan target dari atasan.

Ketika saya sedang tidak bekerja, saya mempunyai hobi bermain video games. Saya bisa memainkan video games sampai berjam-jam hingga lupa waktu. Seperti orang kecanduan saja.

Di akhir pekan bahkan saya bisa memainkan video games hingga dini hari. Dan saya pun berpikir, bagaimana caranya agar saya bisa bekerja serajin saya bermain video games?

Saya begitu bersemangatnya dalam bermain video games dan begitu malasnya ketika bekerja. Lalu, saya mulai mempelajari teknik-teknik motivasi dari ilmu psikologi terkini dan ternyata: banyak hal yang memang bisa kita pelajari dari video games.

1. Miliki satu tujuan yang tidak mustahil untuk diraih tapi cukup menantang juga. Lalu dibagi menjadi beberapa sasaran mingguan atau tugas-tugas harian. Bisa juga satu tujuan besar dipecah menjadi beberapa kuota kecil yang lebih mudah untuk ditangani secara mendetail. Dan ukuran-ukuran pencapaiannya bisa dinilai dengan tegas tidak ambigu atau multi-tafsir.

2. Pahami aturan main atau prosedur dalam mengerjakan tugas-tugas secara jelas. Langkah-langkah kerja harus terdefinisikan dengan jelas plus dead line-nya. Namun juga ketahui keleluasaan dalam berkreativitas dalam mencapai tujuan tanpa melanggar peraturan. Jadi, tetap harus ada ruang untuk inovasi dengan wewenang yang terbatas.

3. Miliki keahlian yang cukup sepadan untuk melaksanakan pekerjaan yang ada dan terdapat peningkatan tantangan kerja secara bertahap agar tidak jenuh. Kemudian, tingkat kesulitan kerja yang bertambah ini juga mesti diiringi oleh peningkatan kemampuan lewat training atau pelatihan misalnya.

4. Buat pemicu seperti tanda khusus (cue) untuk memulai suatu rutinitas dan dapatkan imbalan yang sederhana tapi memuaskan batin. Kemudian, olah rutinitas bekerja menjadi kebiasaan yang berulang-ulang sampai terasa mudah tanpa perlu berpikir lama. Fasilitas dan perangkat pendukung juga harus disiapkan sebelum rencana kerja dilaksanakan.

5. Jalin interaksi sosial yang menyenangkan dengan atasan dan rekan kerja. Serta jangan lupa untuk mengingatkan arti atau makna pekerjaan terhadap masyarakat minimal untuk keluarga tercinta. Sisihkan saja waktu satu jam (dibatasi) untuk berbincang-bincang atau bersosialisasi menjalin komunikasi yang suportif.

Yang terpenting dalam pembelajaran motivasi dengan menganalisa diri sebagai gamers adalah: mengerjakan pekerjaan yang menarik dan menantang sesuai minat serta kemampuan, serta terdapat peluang untuk peningkatan keahlian. Intinya; ada keselarasan tingkat kesulitan kerja dan juga terbuka kesempatan untuk bisa berkarier lebih tinggi lagi.

Sekian dahulu untuk tulisan kali ini. Akan saya sambung lagi tips-tips motivasi bekerja lainnya di postingan-postingan yang akan datang.

Salam Sentosa!