Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: sukses & kekayaan

Kepemimpinan yang Hebat

Inovasi membedakan seorang pemimpin dari seorang pengikut. -Steve Jobs

Pemimpin yang hebat tidak hanya efektif dalam mencapai tujuan bersama tapi juga memiliki keberanian untuk menentukan tujuan yang bermakna.

Pemimpin juga berani mengambil keputusan yang beresiko, tapi bukan berjudi. Kehebatannya ada pada dukungannya terhadap inovasi daripada efisiensi. Pilihannya diambil berdasarkan peluang kesuksesan yang di atas 50%, yang bukan spekulasi seperti memilih dengan lemparan koin. Rencana tindakannya diperhitungkan dengan matang dan dilaksanakan dengan perbaikan kualitas yang konsisten.

Pemimpin juga memiliki kompas internal sebagai pegangan, prinsip-prinsip yang mendasari setiap perilakunya yang bukan hanya sekedar berpestasi saja. Moral, etika, dan bertanggung jawab adalah karakter kepemimpinan hebat yang lebih dari hanya menjadi pemimpin yang efektif.

Pemimpin yang berani berarti peduli lingkungan serta menjaga sumber daya yang berharga. Integritas yang baik mencegah seorang pemimpin melakukan hal yang tercela dan merugikan bagi masyarakat meski itu berarti melawan kehendak pemodal.

Pemimpin juga harus bisa mencetak pemimpin-pemimpin baru sebagai penggantinya kelak, memberikan pengajaran dengan teladan dan berbagi pengetahuan serta wawasan kepada para anggota kelompoknya. Kinerjanya akan dinilai bukan hanya ketika dia berkuasa, tapi juga di masa yang akan datang dalam diri sang penerusnya setelah suksesi kepemimpinannya telah tejadi di masa depan.

Baca entri selengkapnya »

Evolusi, Emosi, dan Motivasi

Keberanian adalah perjuangan melawan ketakutan, menaklukkan rasa takut, bukan ketiadaan akan rasa takut itu sendiri. -Mark Twain

Manusia bisa terus berevolusi, tidak punah hingga kini berkat kemampuannya beradaptasi untuk bertahan hidup dalam menghadapi tantangan dari lingkungannya atau seleksi alam.

Insting untuk bertahan hidup dan berkembang biak menjadi motivator terkuat dalam setiap gerak langkah manusia dari jaman purbakala hingga jaman modern.

Emosi menjadi alat penting untuk manusia berperilaku dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan merespons stimulus yang ada. Reaksi yang cepat seringkali menentukan hidup atau mati bagi manusia di jaman purba.

Emosi yang vital bagi keselamatan nyawa ini adalah emosi-emosi yang memicu reaksi untuk bertindak dengan cepat. Contohnya seperti emosi kaget, jijik, dan ketakutan atau kemarahan yang dirasakan secara intens.

Emosi-emosi ini terprogram untuk memperingatkan insting manusia agar menyelamatkan diri dengan memotivasi suatu tindakan yang impulsif. Misalnya terhadap bahaya saat menghadapi binatang buas yang hendak menyerang atau menemui makanan atau zat sudah yang busuk/beracun.

Baca entri selengkapnya »

2 Kata Kunci Kesuksesan Kepemimpinan

Lebih baik berani mengambil keputusan dengan resiko salah (yang masih sempat diperbaiki) daripada meragu berlama-lama dan tahu yang benar tapi sudah terlambat. -Marylin Moats Kennedy

Salah satu kualitas yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin yang kompeten adalah ketegasan dalam mengambil keputusan. Bahasa kerennya: decisiveness.

Keberhasilan seorang pemimpin ditentukan dari ketegasannya dalam mengambil keputusan yang tepat bahkan ketika sedang menghadapi ketidakpastian.

Dan dua kata kunci yang penting bagi pengambilan keputusan secara tegas adalah YA dan TIDAK.

Seorang pemimpin harus bisa mengambil keputusan secara pasti dan tidak ragu-ragu dalam menjalankannya. Konsisten serta bertanggung jawab dalam setiap pilihannya.

Seringkali banyak keputusan yang diambil mengundang kontroversi, itu tetap dibenarkan asalkan tidak bertentangan di dalam diri sang pemimpin itu sendiri. Keputusannya harus bulat: YA atau TIDAK, tak bisa meragu dan mengambang.

Baca entri selengkapnya »

Tips Inspirasi: Temukan Teladan

Menjadi orang terkaya di akhir hayat saya bukanlah hal yang penting, mengatakan bahwa saya telah mengerjakan sesuatu yang menakjubkan sebelum saya tidur adalah hal yang terpenting. -Steve Jobs

Salah satu cara untuk tetap termotivasi dalam komitmen kita untuk sukses mencapai tujuan adalah menemukan teladan. Teladan adalah orang yang telah sukses terlebih dahulu di bidang yang menjadi tujuan tersebut. Seorang teladan akan memberikan inspirasi dan kekuatan yang memotivasi diri; khususnya ketika komitmen kita mulai kendor.

Ketika kita mencari dan menemukan seorang teladan, bukan berarti kita harus meniru segalanya. Yang terutama adalah membuat pengamatan secara mendalam. Observasi yang teliti akan membawa minat yang lebih; inspirasi yang akan mengobarkan semangat membara dalam memotivasi diri kita untuk ingin menjadi seperti teladan kita. Bahkan untuk menjadi lebih baik dari sang teladan.

Makna yang sesungguhnya dengan memiliki seorang teladan adalah untuk menyingkirkan segala ketakutan dan keraguan yang ada di dalam pikiran ketika kita ingin mengejar impian. Pemahaman bahwa mimpi kita bisa menjadi nyata dalam diri seorang teladan akan membawa kesadaran bahwa kita juga berpotensi mencapai kesukesan yang sama, atau paling tidak mendekati.

Namun demikian, bukan berarti kita tidak bisa memiliki teladan yang berasal dari dunia khayalan. Boleh saja teladan kita itu berupa tokoh fiktif, agar kita bisa mengingat kualitas sikapnya sehingga kita bisa terinspirasi ketika kita membayangkan, menonton atau membacanya di dalam sebuah karya fiksi.

Menemukan seseorang atau beberapa orang teladan bukan berarti kita harus memujanya secara membabi buta. Kita juga harus tahu bahwa tidak ada orang yang sempurna. Teladan yang baik berarti memiliki kelemahan dan kekurangan juga, selain kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Kita harus belajar agar tidak melakukan kesalahan yang sama atau bahkan mempelajari bagaimana cara seorang teladan mengatasi masalahnya tersebut dalam mencapai kesuksesan.

Selain mencari inspirasi dari orang-orang yang sedang menjalani kehidupan seperti yang kita inginkan, para teladan ini juga bisa menjadi kolega yang berharga dalam karir kita. Pertemanan dengan seorang teladan akan memaksa diri kita untuk meningkatkan kualitas diri ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan adanya kemajuan teknologi, akses kepada sang teladan menjadi lebih mudah. Mengikuti akun twitter-nya misalnya, menjadi solusi yang mudah untuk terus terinspirasi dan menjalin koneksi.

Jadi, memiliki seorang teladan amatlah penting. Sungguh amatlah banyak keuntungan dan manfaat yang didapat kala kita memiliki seorang teladan. Investasi waktu dan tenaga dalam membaca biografi, menyisihkan waktu untuk berusaha meniru paradigma berpikir sang teladan, adalah aktivitas yang bernilai tinggi untuk kesuksesan kita. Sempatkanlah waktu untuk mengingat dan berkontemplasi kepada teladan kita secara rutin agar level motivasi kita terjaga dengan konsisten.

Teladan yang inspiratif akan memberikan kekuatan agar kita tetap teguh dalam mengejar impian kita. Dengan meniru seorang teladan dan memodifikasi peniruan kita sesuai karakter kita sendiri, kita bisa menjadi orang yang lebih baik dari sang teladan. Adaptasi model yang bisa dicontoh dari seorang teladan akan memberikan kemudahan dan semangat dalam bekerja. Kesimpulannya, seorang teladan akan menjadi inspirasi motivasi yang sangat berharga. Coba saja!

Baca juga:
Mencari Inspirasi
Memotivasi Komitmen yang Kendor
Kepemimpinan yang Menginspirasi
Kecerdasan dan Kerja Keras: Thomas Alva Edison

Tips Memotivasi Diri Ketika Gagal

Ketika kita mengalami kegagalan, kita merasakan emosi yang negatif. Bisa berupa perasaan kecewa, sedih, kesal, marah, takut, traumatis, bahkan putus asa. Rasa yang melumpuhkan. Motivasi diri jatuh sehingga sangat sulit untuk bangkit kembali. Perasaan yang sungguh mengerikan.

Kata-kata apapun tidak ada yang cukup menghibur dan memotivasi. Mungkin beberapa rekan atau sahabat berusaha menyemangati dengan kata-kata yang bermaksud baik. Tapi perasaan yang dibawa oleh kegagalan itu tetap menghantui.

Bisa jadi kita sendiri yang berusaha memotivasi diri dengan kata-kata, afirmasi, dan segala tulisan tentang teori menghadapi kegagalan. Namun, kata-kata dari manapun dan oleh siapapun, tidak akan ada yang bisa membuat rasa gagal menjadi sirna.

Lalu, bagaimanakah cara yang tepat untuk mengatasi kegagalan dan membuat diri kembali termotivasi? Berikut tips memotivasi diri ketika gagal:

1)Kita harus menerima perasaan apapun yang kita rasakan ketika gagal. Jangan berusaha dihindari, disangkal, atau ditekan. Terima dan rasakan. Bayangkan dengan beragam perspektif termasuk dari sudut pandang orang ketiga, visualisasikan dengan imajinasi yang yang aneh atau lucu. Perasaan memang kodratnya untuk dirasakan, dan pasti akan memudar. Seperti menelan pil pahit, rasa pahitnya akan menghilang seiring waktu. Segalanya pasti berlalu.

2)Segala kata-kata memang tidak cukup, perbuatanlah yang bisa membantu. Lakukan sesuatu, bertindak dan bergerak. Kegagalan memberikan kehampaan karena tujuan yang ingin diraih tidak didapatkan. Berikan diri sebuah tujuan baru, buat otak dan otot tetap terus aktif. Lakukan segera satu hal yang bisa dikerjakan secepatnya. Ciptakan kesibukan yang berguna. Mulailah dari satu hal kecil jika yang lainnya terasa sulit, misalnya: bersih-bersih dan membuang sampah, membantu orang lain, dan sebagainya.

3)Kalaupun tetap merasa demotivasi, tidak apa-apa, itu wajar. Segala emosi negatif yang datang akibat kegagalan adalah perasaan yang bisa kita rasakan tanpa perlu menindaklanjuti secara impulsif. Bedakan garis tegas antara perasaan dan perbuatan. Kita boleh saja merasakan perasaan marah misalnya, dan memang kita tidak bisa menolak emosi yang terjadi di hati. Namun, kita bisa kontrol diri kita untuk tidak melakukan perbuatan berkonsekuensi yang negatif. Meski gagal dan terasa tidak enak, kita bisa bertindak secara positif. Jangan bereaksi, tapi beraksi; jadilah proaktif. Melakukan inisiatif berdasarkan prinsip yang benar bukan berdasarkan perasaan belaka.

4)Walau telah gagal, sadari bahwa kegagalan itu hanya sementara dan parsial, masih banyak bidang lain di dalam kehidupan yang tidak gagal. Syukuri dan buat daftar hal-hal yang masih baik-baik saja. Nilailah diri dengan adil, jangan terlalu menghukum diri dengan melihat secara obyektif keadaan diri secara keseluruhan. Kadangkala pandangan kita terlalu sempit untuk melihat lebih luas. Lihatlah jauh ke depan seperti Tuhan, masih banyak berkah lain dan kegagalan hanyalah salah satu rencana kecil di dalam gambaran besar takdir kehidupan kita.

5)Ambil hikmah dari kegagalan, anggaplah bahwa kegagalan hanyalah pelajaran yang sangat berharga dengan guru yang buruk. Pelajari kegagalan sebagai anak tangga menuju kesuksesan. Renungkan kesalahan-kesalahan yang ada agar tidak terulang lagi dan ajari orang lain agar terhindar dari kegagalan seperti yang dialami. Pada akhirnya, yang akan kita ingat bukanlah seberapa banyak kegagalan yang terjadi. Melainkan kesuksesan yang terasa begitu indahnya, begitu manis; karena kita pernah menelan pil pahit kegagalan. Begitulah kodrat kehidupan.

Baca juga:
Tanpa Kegagalan Tidak Ada Kesuksesan
Takut Gagal = Tidak Sukses
Tips Motivasi Saat Gagal
Kisah Kesuksesan