Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: sukses & kekayaan

Pujian yang Merugikan

Ketika kita dipuji oleh orang lain, rasanya cukup menyenangkan. Tapi pujian juga bisa merugikan.

Jika pujian membuat kita senang, kita akan cenderung mencarinya selalu. Kita bisa menjadi pribadi yang ingin pamer dan akhirnya suka menyombongkan diri. Lama-kelamaan, kita menjadi ketergantungan emosional dengan orang lain.

Selanjutnya, kita bekerja dengan semangat hanya jika diperhatikan. Lalu sedikit saja kritik, walau membangun, bisa menjatuhkan motivasi kerja. Perasaan kita tergantung pada orang lain.

Kita menjadi selalu menginginkan persetujuan dan takut berinovasi. Kita mulai berkompromi dan tidak lagi mengikuti kata hati. Kebahagiaan kita menjadi rentan dan ketergantungan menjadi semakin akut.

Padahal, kita tidak bisa mengontrol orang lain. Tindakan orang lain adalah sesuatu yang di luar kendali kita. Sehingga kita tidak mungkin bisa selalu mendapatkan pujian, bisa juga orang lain memberikan kritikan bahkan hinaan.

Senang sama pujian berarti juga menjadi kesal dengan kritikan. Kita yang mudah termotivasi karena dipuji, akan mudah juga terpancing emosi negatif jika dikritik atau dihina. Motivasi mudah turun naik dan selalu memikirkan apa kata orang. Kita menjadi tidak mandiri. Terkekang dan rapuh.

Baca entri selengkapnya »

The Next Marketing BBB alias 3B dalam Pemasaran yang Sukses

Ilmu pemasaran terus berkembang, saya ingat dalam teori marketing management ada banyak akronim. Seperti 4P; Product, Price, Promotion, Place atau STP; Segmentation, Targeting, Positioning. Dan sebagainya.

Tapi ada satu singkatan baru yang berbeda yang sangat berguna untuk teknik pemasaran, yaitu; BBB atau 3B.

Seperti yang saya sudah tuliskan sebelumnya (coba lihat kembali tulisan di atas) bahwa 3B adalah: Berguna, Berbeda, dan Baru.

Berguna

Ini adalah faktor yang paling mendasar dalam marketing. Sangat jelas sekali bahwa kita mesti memberikan sesuatu yang akan dipasarkan. Suatu produk atau jasa yang dipasarkan harus memiliki kegunaan atau nilai tambah.

Penawaran produk dalam suatu program pemasaran mesti mengkomunikasikan dan menciptakan kesan bahwa: konsumen mendapatkan manfaat yang jelas dari fitur-fitur yang ada, dan perusahaan dianggap reliable atau dapat diandalkan, terpercaya untuk dapat memenuhi harapan pelanggan dari pembelian produknya.

Komunikasi yang jelas dan terpercaya adalah kunci dari peningkatan brand value dari produk yang dipasarkan.

Seringkali kita lupa bahwa yang menilai berguna adalah si pembeli atau dari perspektif pelanggan. Bukan dari sudut pandang penjual, maka dari itu diperlukan market research dan pengembangan poduk.

Contohnya; Suatu perusahaan bisa saja ingin menjual lem yang bagus tapi ternyata kreativitasnya membuahkan inovasi baru yang memiliki potensi lain sebagai suatu produk unik yang sangat berguna berupa notes tempelan. Ini adalah kisah Post-It.

Jelas, perusahan pemasar mesti dapat mengkomunikasikan kegunaan atau manfaat dari fitur-fitur produk yang ditawarkan dengan jelas dan berintegritas. Jangan gombal!

Jangan berikan janji-janji berlebihan tapi service kurang atau over-promise. Dan edukasikan manfaat bukan fitur-fitur yang terlalu teknis. Benefit over features.

Baca entri selengkapnya »

Perubahan Bukan Menggunakan Kekuatan Tekad Saja

Kemajuan, perkembangan, atau perbaikan apapun membutuhkan perubahan. Akan tetapi, perubahan bisa terasa sulit untuk dilakukan.

Banyak orang atau organisasi gagal melakukan perubahan karena hambatan yang begitu kokoh. Tantangan yang menyulitkan selalu ada ketika kita ingin berubah dan melawan perilaku yang telah begitu tertanam dalam-dalam di alam bawah sadar pikiran kita.

Seringkali dibutuhkan niat yang kuat dan mental yang gigih untuk melakukan perubahan. Kehendak yang benar-benar besar dirasa sangat diperlukan dalam memulai suatu langkah perubahan.

Tapi ternyata, kekuatan tekad (will power) saja tidak cukup untuk menciptakan suatu perubahan yang permanen. Berapa banyak orang yang menyatakan berubah hanya untuk beberapa saat dan kembali lagi pada situasi atau kondisi yang lama.

Penelitian membuktikan bahwa kekuatan tekad bisa berkurang seiring waktu penggunaannya. Energi mental dari kehendak bisa terkuras dan menurun sebelum perubahan berhasil dalam jangka waktu yang lama. Pada awalnya kita begitu bersemangat untuk berubah tapi lama-kelamaan akhirnya kita menyerah pada keadaan atau status quo.

Misalnya pada kasus orang yang berhasil diet menurunkan berat badannya dan setahun kemudian kembali kepada pola makan yang lama sehingga berat badannya kembali naik. Fenomena ini sering disebut diet yoyo.

Baca entri selengkapnya »

Cara Mengobarkan Motivasi

Sumber: Steve Pavlina

1) Just do it immediately. Jangan banyak berpikir setelah menetapkan tujuan, langsung segera bertindak. Momentum tindakan akan mendorong motivasi, sementara penundaan akan menjatuhkan semangat. Kalau masih sulit juga, lakukan satu saja tindakan termudah. Perlahan tapi pasti, kemajuan selangkah demi selangkah. Daripada diam tanpa perkembangan. Perbaikan yang konsisten dengan pergerakan kecil yang akan meningkat seiring waktu.

Misalnya: bagi yang ingin termotivasi untuk mulai berolahraga bisa mulai berolahraga 5 menit saja perhari, setelah sebulan berkelanjutan bisa ditambah menjadi 15 menit.

2) Memprogram pikiran dengan teknik-teknik seperti afirmasi dan sugesti, visualisasi, NLP, hipnotis diri, dll. Bayangkan kesenangan ketika berhasil mencapai apa yang diinginkan. Berlatih fokus konsentrasi dengan relaksasi penuh kesadaran akan meningkatkan kemampuan pikiran untuk menguatkan motivasi tanpa terdistraksi. Jangan terpengaruh dengan iklan yang memprogram pikiran kita, tapi manfaatkan ilmunya.

Misalnya: menempel tulisan atau gambar yang memotivasi pencapaian tujuan dimana-mana; monitor, dinding, cermin, pintu, kulkas, meja, sampai memasang program pengingat di tablet atau smartphone.

Baca entri selengkapnya »

Tips Sales Membangun Kepercayaan Pelanggan

Salah satu kunci utama dalam kesuksesan penjualan adalah membangun kepercayaan pelanggan kepada sang sales. Sales yang terpercaya akan lebih mudah mendapatkan order pembelian dari sang pelanggan. Cara untuk membangun kepercayaan adalah dengan menciptakan kedekatan, berikut beberapa tips-nya:

  • Pertama-tama, seorang sales harus mengetahui tentang hal-hal yang dipedulikan oleh sang calon pelanggan atau prospeknya. Penjual mesti mengenal kesukaan dan ketidaksukaan, preferensi, dan karakteristik utama dari si pembeli.
    Baca entri selengkapnya »