Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Tag: memotivasi

Motivasi Diri dengan Bahan Bakar yang Benar

Seringkali kita merasa pikiran kita bertanggung jawab atas motivasi diri. Ketika kita berpikir pesimis, perasaan menjadi kurang termotivasi, dan kinerja jadi menurun. Ada benarnya, tapi banyak faktor yang mempengaruhi pikiran kita. 

Faktor lingkungan misalnya, jadi sebaiknya atur lingkungan dan pergaulan dengan baik. Jangan sering-sering mendengar mereka yang berpikiran negatif. Lebih baik menyendiri dan membaca buku yang bermutu daripada mendengarkan opini-opini yang menjatuhkan semangat. Berhenti bergosip atau mengeluh, lebih baik angkat semangat dengan kata-kata yang positif. 

Kalau tidak bisa mempengaruhi orang lain dengan kata-kata yang positif, mending pengaruhi diri dengan kata-kata yang positif. Dengar, tonton, baca, apapun itu carilah input yang positif bagi pikiran setiap hari. 

Harus setiap hari, sama seperti mandi. Dan makan. Berbicara tentang makanan, asupan makanan juga sangat berpengaruh bagi pikiran. Ada istilah “kenyang bego” yaitu keadaan susah berpikir setelah makan kekenyangan. Khususnya makan makanan yang mengandung gula tinggi seperti karbohidrat. 

Dalam jangka panjang, kegemukan dan resistensi insulin karena gula darah yang seringkali tinggi juga mempengaruhi otak. Peredaran darah yang kurang lancar karena banyak makan junk food sangat mempengaruhi kecerdasan dan semangat beraktivitas. 

Makanlah makanan yang alami yang sudah dikonsumsi manusia selama ratusan ribu tahun seperti daging, ikan, telur. Jauhi Pati berkabohidrat tinggi, tepung dan gula. Rasakan selama beberapa minggu saja makan makanan bergizi tinggi ini dan motivasi akan meningkat. Info lebih lanjut silahkan klik situs Pantang Diet

Rileksasi dan sesekali berpuasa juga perlu. Istirahatkan sistem pencernaan dan tubuh, nikmati kesendirian. Berlatih merenung dengan berpikir mendalam tidak hanya bengong. Kalau perlu jauhi peradaban dulu dan berjalan di alam bebas hirup udara segar supaya fresh.  Supaya nanti siap menghadapi beragam jenis manusia dalam bekerja dan berprestasi. Salam semangat motivasi diri!

Resep Merubah Diri dan Orang Lain

Michael V. Pentagon, PhD., adalah seorang psikolog dan peneliti dari Yale School of Medicine yang mengembangkan formula Instant Influence yang praktis dalam mempengaruhi diri atau orang lain untuk berubah dan melakukan sesuatu. Teknik praktis dalam memotivasi ini merupakan pengembangan dari metode Motivational Interview yang bersifat akademis untuk bisa dipergunakan dalam bisnis, lingkungan, keluarga, dan diri sendiri. Dalam bukunya, Dr. Pantalon mengungkapkan resep untuk memotivasi orang-orang dalam waktu singkat dengan metode yang terstruktur dan telah teruji secara ilmiah. 

Teknik ini menekankan supaya orang-orang melakukan tindakan berdasarkan dorongan dari dalam diri atau menemukan motivasi intrinsik, alasan mereka sendiri untuk melakukan apa yang diminta. Jadi pertama-tama, jika kita ingin merubah diri atau orang lain kita harus menghargai prinsip bahwa semua orang selalu memiliki pilihan, tidak ada orang yang harus melakukan apapun. Jadi, untuk menerapkan ilmu Instant Influence ini, kita perlu menghargai bahwa masing-masing orang memiliki kebebasan untuk memilih tindakannya (walaupun setiap tindakan memiliki konsekuensi). 

Jadi, untuk memotivasi diri atau orang lain supaya berubah dari menolak menjadi mau melakukan sesuatu, kita harus memberikan otonomi atau terus mengingatkan dan bahkan memperbesar rasa akan kebebasan serta kekuasaan atas pilihan tindakannya. Kita tidak boleh memaksakan sudut pandang kita, memberikan nasehat kepada orang lain daripada membiarkannya menemukan alasannya sendiri. 

Baca entri selengkapnya »

Motivasi Tanpa Motivator

Memang seru kalau ikut seminar motivasi oleh seorang motivator top.

Seminarnya bisa jadi sangat menyenangkan, ada permainannya, ada film/video yang menghibur, ada musik yang menggelegar, dan trik-trik yang memukau seperti menonton sulap saja.

Kita bisa tertawa, menangis, dan yang paling penting: jadi merasa sangat termotivasi!

Tapi pertanyaannya, bagaimana kalau setelah beberapa hari motivasinya mengendur? Apakah kita mesti ikut seminar motivasi lagi yang biayanya lumayan mahal? Dan begitu seterusnya?

Sebenarnya, motivator yang bagus itu bisa memotivasi tanpa diperlukan kehadirannya. Yang penting ilmunya. Memang, membaca saja tidak cukup, lebih bagus mendengarkan dan praktek langsung dengan sang motivator. Baik itu di sebuah seminar atau mengikuti suatu kelas training. Ilmunya akan lebih melekat dalam ingatan dan cepat dipahami. Jadi, seminar itu ada baiknya juga.

Namun, apakah diperlukan segala jenis hiburan, tontonan, permainan, musik, dan beragam trik untuk membuat kita menjadi sangat emosional?

Tidak jarang saya melihat banyak peserta seminar yang bercucuran air mata. Dibuat terharu atau sedih sesedih-sedihnya oleh sang motivator. Perasaannya diaduk-aduk, tapi tujuan akhirnya adalah untuk memicu semangat/motivasi yang berkobar-kobar.

Tapi alangkah baiknya jika kita bisa mengobarkan semangat atau motivasi yang tinggi kapan saja saat kita butuh tanpa perlu dipancing oleh seorang motivator. Seorang motivator yang hebat adalah motivator yang memberikan ilmu motivasi yang bermanfaat walau tanpa kehadiran dirinya.

Sehingga, kita bisa termotivasi tinggi tanpa motivator. Hanya mempraktekkan ilmu yang didapat dari sang motivator, kita bisa bersemangat tanpa harus terus-menerus mengikuti seminar motivasi terlebih dahulu. Motivasi tanpa motivator.

Walaupun begitu, saya tidak menentang seminar motivasi. Saya malah mendukung seminar motivasi sebagai sebuah pendidikan yang diperlukan oleh semua orang yang ingin maju dan berkembang.

Hanya saja, kita tak perlu segala kehebohan dalam bentuk pertunjukan, hiburan atau tangisan yang berlebihan. Untuk itu, lebih baik ke bioskop, nonton konser atau pertunjukkan sulap saja. Sekalian saja ikut majelis dzikir atau kebaktian yang memancing isakan berair mata kalau mau menangis yang bermanfaat (karena ibadah). Yang kita butuhkan adalah ilmu motivasi yang bisa dipraktekkan oleh semua orang tanpa perlu mengharuskan kehadiran sang motivator.

Dalam blog ini, saya akan membagikan beragam tips dan tehnik motivasi 100% tanpa trik sulap atau permainan emosional lainnya. Selanjutnya, saya akan tuangkan dalam tulisan-tulisan saya; cara-cara memotivasi diri tanpa perlu motivator dengan memanfaatkan ilmu tentang gelombang otak, neuroscience, psikologi persuasif, terapi kognitif-perilaku, dan sebagainya.

Jadi, stay tuned terus di blog ini yaa!

Beberapa Ide Motivasi Karyawan

Pada tulisan ini, saya akan membagikan beberapa ide secara acak untuk perusahaan dalam memotivasi karyawannya. Semoga bermanfaat!

1. Memberikan penilaian kinerja yang adil dan akuntabel untuk kenaikan gaji, bonus, komisi, dan insentif tambahan. Pastikan semua pemberian yang berbentuk uang ini mencukupi agar mampu menambah motivasi kerja karyawan. Inilah pemacu motivasi yang paling mendasar, upah atas hasil pekerjaan yang dilakukan karyawan yang diharapkan bisa menyejahterakan diri dan keluarganya.

2. Berikan pengakuan dan penghargaan secara teratur. Pikirkan kriteria karyawan teladan bulanan. Hargai para pekerja yang memberikan kinerja unggul. Akui kontribusi tinggi yang diberikan. Ungkapkan secara garis besar peran dan makna mereka bagi kemajuan perusahaan. Buatlah karyawan merasa berarti dan penting bagi perusahaan, bukan senilai aset atau sekedar alat bagi perusahaan.

3. Pikirkan alasan-alasan non-moneter yang membuat karyawan memilih bekerja seperti reputasi dan budaya perusahaan, promosi serta peluang karir. Atau seperti dukungan dalam hal kesehatan, pendidikan, atau pengembangan kompetensi karyawan. Perkuatlah alasan-alasan ini untuk melengkapi program motivasi lewat remunerasi.

4. Tetapkan tujuan dan sasaran-sasaran yang jelas serta terjadwal. Tetapkan target waktu penyelesaian dan informasikan tentang evaluasi serta imbalan yang akan didapat jika berhasil mencapai target. Susunlah suatu sistem evaluasi penilaian kinerja yang fair.

5. Dukunglah kreativitas karyawan agar mereka tidak jenuh dalam bekerja. Terimalah segala jenis ide dan jangan hukum kegagalan. Hilangkan ketakutan karyawan, buat karyawan berani dan tak perlu malu-malu untuk memberikan ide serta mencoba hal-hal baru. Bangunlah infrastruktur media berinteraksi di dalam perusahaan seperti rapat brainstorming bersama-sama.

6. Ciptakan pertemuan rutin untuk sesi diskusi ide. Umumkan nama karyawan yang menemukan suatu ide tertentu, akui kontribusinya agar ia bangga serta agar idenya merasa tidak dicontek. Pancinglah kreativitas karyawan dengan memberikan kebebasan berekspresi tanpa takut dicela.

7. Jalin kebersamaan dan buka jalur komunikasi. Atasan harus menyapa bawahan juga. Para karyawan di level manajemen mesti bersedia memulai pembicaraan, mengobrol dan sedikit berbasa-basi dengan karyawan level staf atau pelaksana. Bangunlah keakraban. Kalau perlu, perusahaan menyediakan sarana seperti pendirian klub atau komunitas tertentu antar karyawan.

8. Pastikan semua karyawan tahu pekerjaannya masing-masing dan menyadari apa-apa yang diharapkan darinya. Deskripsi pekerjaan harus dipastikan secara jelas, prosedur standar harus dipastikan secara tegas, dan komponen-komponen penilaian kinerja karyawan harus dipastikan dievaluasi secara berkala: harian, mingguan, bulanan, kuartalan, semesteran, dan tahunan. Oleh karena, ketidakpastian akan menggerogoti motivasi bekerja seseorang.

9. Adakan kegiatan berolahraga dan rekreasi untuk meningkatkan rasa kebersamaan dan mempererat keterikatan karyawan kepada sesama rekannya serta perusahaan. Bisa juga dengan mengadakan: family day. Dan olahraga bagus untuk memompa semangat berkompetisi dan menjadi produktif. Seperti yang pernah saya tulis disini.

Sekian dahulu ide-ide sederhana saya kali ini. Semoga beberapa tips motivasi karyawan ini menginspirasi dan bermanfaat.

Guru Motivasi Sejati

Kepada siapakah kita mesti belajar ilmu motivasi?

Siapakah guru motivasi yang sejati?

Beberapa dari kita mempelajari ilmu motivasi dari para motivator terkenal. Kita ingin sesukses dan sekaya mereka.

Tapi mereka sukses karena berjualan seminar dan buku. Mereka kaya karena memotivasi bukan termotivasi bekerja.

Banyak dari para motivator yang tadinya pekerja. Namun mereka berhenti termotivasi bekerja dan ingin kaya dari memotivasi orang lain. Sukses setelah menjadi motivator.

Mustahil kalau kita semua harus mengikuti mereka menjadi motivator untuk bisa sukses. Dan tidak semua orang mau menjadi motivator.

Kebanyakan dari kita ingin mempelajari ilmu motivasi. Agar termotivasi dalam bekerja. Supaya bersemangat dalam berusaha.

Maka, sebaiknya kita mulai mencari sang guru motivasi sejati.

Siapakah mereka?
Mereka adalah orang-orang yang tetap rajin bekerja meski tidak punya banyak uang. Lihatlah sekitar kamu. Cari dan perhatikan mereka.

Di rumah saya ada seorang buruh cuci yang bersemangat bangun pagi-pagi buta. Setia mengabdi pada keluarga kami selama berpuluh-puluh tahun.

Bisakah kita serajin itu dalam usaha kita? Mampukah kita seloyal itu pada perusahaan kita? Kepada para shareholders dan stakeholders kita?

Di kantor saya ada seorang tenaga outsource yang terus termotivasi bekerja meski gaji selalu terlambat diberikan. Berupaya memberikan pelayanan yang terbaik setiap hari kepada orang-orang di kantor.

Bisakah kita memiliki motivasi yang setinggi itu dan seikhlas itu? Terus produktif dan berkinerja dengan baik dari hati tanpa perlu diiming-imingi?

Dan saya ingat di sekolah saya dulu, ada seorang guru honorer yang memberikan pengajaran berkualitas. Dia mendidik dengan telaten dan sangat sabar. Dia rela memberikan pelajaran tambahan tanpa mengenakan biaya atau mengadakan les privat. Walaupun gajinya tidak seberapa dibanding guru-guru lain yang sudah diangkat.

Mempukah kita memberikan kontribusi maksimal melebihi orang-orang yang mendapatkan remunerasi melebihi kita?

Inilah yang saya anggap guru-guru motivasi sejati. Motivator yang memberikan ilmunya lewat teladan perbuatan, dengan praktek langsung yang terlihat. Bukan hanya berkoar-koar, berteori, dan terus berjualan seminar demi seminar. Motivator sejati ada di sekitar kita. Mereka yang tidak terbuai oleh materi. Cari inspirasi yang terpuji.

Jangan hanya membaca buku saja. Marilah belajar ilmu motivasi dari para guru-guru kehidupan ini. Menggali wawasan dari mereka yang bersahaja. Motivator sejati yang mendidik kita dengan semangat yang setia.

Motivasi secara sederhana. Dari hati.