Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Tag: target

Trik Optimalisasi Penetapan Target

Target yang optimal adalah target yang cukup menantang namun tidak terlalu mustahil. Jadi, kemungkinan pencapaian target tersebut bisa diraih bahkan dilampaui menjadi cukup besar. Ada keseimbangan antara kemungkinan dan tantangan.

Target yang terlalu tinggi akan menyebabkan pesimisme dan rintangan motivasi seperti penghindaran. Proses bekerja dalam meraih target akan dibayang-bayangi dengan ketakutan kalau-kalau tidak kesampaian. Tekanan bekerja terlalu tinggi sehingga menghambat kreativitas dalam berinovasi.

Target yang terlalu mudah, sebaliknya bisa menciptakan demotivasi seperti penundaan, kemalasan, dan kebosanan. Motivasi untuk bertindak menjadi kecil dan inisiatif untuk lebih berdisiplin dalam mengejar target menjadi rendah.

Baca entri selengkapnya »

Lakukan Sekarang!

Jika kita punya impian, dan menetapkan waktu kapan kita akan mencapainya, maka impian tersebut akan menjadi sebuah tujuan. Lalu kita menyusun rencana untuk mencapai tujuan tersebut. Kita bagi menjadi beberapa sasaran yang harus dikerjakan. Akhirnya kita mesti konsisten dan berdisiplin dalam berusaha memenuhi sasaran-sasaran yang telah kita targetkan tersebut. Lalu, apakah impian kita itu akan terwujud?

Jawabannya, belum..

Baca entri selengkapnya »

Alternatif Resolusi Tahun Baru

Selamat datang di blog sederhana saya dan ini adalah tulisan saya yang pertama di tahun 2015 ini.

Pada tahun ini saya akan membuat resolusi untuk lebih sering menulis di blog tips motivasi ini. Namun, saya tidak yakin resolusi ini akan tercapai. Sama seperti resolusi tahun 2014 yang sudah terlupakan. Oleh karena, sebenarnya resolusi saja tidak cukup, kita harus membuat tema untuk sepanjang tahun yang mendukung resolusinya.

Dan tema tidak sekedar resolusi. Tema bisa lebih fleksibel dan tidak terbatas. Resolusi bisa saja terbatas pada beberapa target tertentu saja. Sebagai contoh: resolusi saya tahun 2014 adalah menurunkan berat badan dan resolusi ini akan terbatas pada ukuran beberapa kilogram saja. Maka, kemungkinan saya akan kurang fokus karena sepanjang tahun akan banyak pengalihan perhatian khususnya dari pekerjaan dan kegiatan sehari-hari.
Baca entri selengkapnya »

Pengejaran Kesuksesan dan Penciptaan Kebahagiaan

Kebahagiaan tidak bisa dikejar, itu harus terjadi. -Victor Frankl

Dalam norma kehidupan, kita bertujuan untuk melakukan tindakan-tindakan yang benar dan kebahagiaan akan menyusul. Sayangnya, kita harus sadari bahwa kebahagiaan perlu secara proaktif diciptakan bukan sekedar berbuat hal-hal yang kita percaya adalah tindakan yang benar.

Di dunia kerja atau bisnis secara keseluruhan, segala aktivitas yang bertujuan ekonomis dianggap sebagai sarana dalam mencapai kesuksesan. Dan kita berharap, pencapaian kesuksesan ini akan membawa kebahagiaan.

Penciptaan kebahagiaan lewat pengejaran kesuksesan ini seringkali mengalami kegagalan. Tapi banyak orang percaya bahwa itu hanya masalah waktu. Bahwa kebahagiaan pasti akan datang hanya tertunda. Selanjutnya, kesuksesan yang selalu ada di masa depan terus ingin diraih.

Beberapa jalan menuju kesuksesan seringkali tidak berujung, sedangkan pengalaman kebahagiaan harus dirasakan dalam kekinian. Inilah paradoks yang menjadi sumber masalah mengapa kebahagiaan tidak hadir seiring kesuksesan.

Baca entri selengkapnya »

Cara Melampaui Target Hingga 3000%: Service with Care

Di awal karir, saya bekerja pada salah satu bank terbesar. Personal banker adalah jabatan saya dan saya ditempatkan di salah satu kantor cabang pembantu. Saya menjalani pekerjaan saya sebagai bankir di tempat itu dengan cukup baik. Lalu, pada suatu waktu saya dipindahkan ke salah satu cabang utama menggantikan rekan saya yang resign.

Di tempat baru tersebut, saya menerima situasi yang ditinggalkan rekan saya: target yang tertinggal jauh, kekurangan beberapa milyar rupiah. Saya sempat down, tapi tidak sampai berputus asa. Saya mencoba menjawab tantangan dari atasan saya yang baru itu untuk mencapai target yang tinggi dengan cara; bekerja semaksimal yang saya mampu.

Going to the extra miles.

Saya turun dari meja saya di lantai atas ke banking hall di lantai bawah. Saya membantu pekerjaan customer service yang saat itu tampak sibuk sekali dengan banyaknya nasabah yang mengantri. Saya dekati salah satu orang tua yang sedang menunggu antrian, dan ternyata dia belum menjadi nasabah bank kami. Orang tua ini memiliki banyak pertanyaan dan saya berusaha memberikan pelayanan sebaik-baiknya yang saya bisa.

Pelayanan dengan kepedulian.

Saya menyadari, sebagai seorang personal banker, saya adalah seorang sales: penjual produk dan jasa perbankan. Mungkin semua fitur yang ada di lini produk dan jasa kami tidak jauh berbeda dengan bank-bank lainnya. Bank-bank pesaing yang bersebelahan dan menghimpit cabang kami. Saya mencoba membuat suatu perbedaan, keunggulan dari produk dan jasa yang bukan hanya pada fitur-fiturnya.
Tapi pada orang, sales person, pelayanannya. Dan bukan hanya sekedar pelayananan, tapi juga kepedulian. Menjalin hubungan baik yang bertahan dalam waktu yang lama. Memberikan perhatian dan kepuasan yang lebih dari yang diharapkan, diluar dugaan si nasabah atau ekspektasi sang pelanggan.

Memanusiakan pelanggan, bukan hanya mengeksploitasinya dengan meningkatkan sales volume dan cross-sell dari kegiatan penjualan kita. Pada akhirnya, bukan hanya service excellence yang menjadi tujuan dari pelayanan kita melainkan juga wonderful experience yang didapatkan oleh konsumen.

Sehingga saya bisa mencapai target bahkan melebihinya. Hingga 3000 persen!!! Saya akui, saya memang beruntung bisa meraih hasil yang setinggi itu. Tapi keberuntungan memang memihak pada orang yang berupaya tanpa menyerah dengan penuh kesungguhan. Sungguh merupakan prestasi yang membanggakan, dan memberikan pelajaran yang berharga.

Bahwa perusahaan yang berorientasi pada hospitality business bukan hanya memberikan solusi namun juga harus memberikan sensasi kepada para pelanggannya. Menciptakan suatu value atau nilai tambah dalam marketing strategy dan taktik pemasaran yang dijalankan oleh perusahaan.

Dari customer solution ke customer sensation. Inilah konsep inti dari pelayanan pelanggan dengan kepedulian, membawa keunggulan bersaing perusahaan. Dengan cara mengutamakan customer satisfaction.

Lalu, bagaimana implementasinya dalam kegiatan operasional sehari-hari? Faktor-faktor apa saja yang menentukan tingkat layanan yang harus diberikan perusahaan kepada para pelanggannya?

Mulailah dengan reliability. Berikan janji yang bisa diandalkan. Sesuaikan positioning, fitur, dan manfaat yang dijanjikan dalam suatu produk atau jasa dengan ketepatan. Jagalah kualitas dari produk dan jasa secara total. Kasih pelayanan yang penuh kasih.

Jadilah pelayan yang cepat tanggap serta penuh empati. Buatlah kemudahan dalam proses pembelian dan penggunaan produk/jasa. Sederhanakan kondisi yang memperumit dan memancing emosi sang buyer. Pahamilah jalan pikiran pembeli dan rasakan emosinya. Kembangkan intuisi, olah rasa di hati. Pelajari cara tersenyum yang baik.

Kenalilah pelanggan lebih dekat, lebih dalam. Jalin pengertian dengan membangun hubungan yang awet dalam jangka panjang. Tunjukkan perhatian, ketertarikan, dan kepedulian secara tulus tanpa kepura-puraan atau dibuat-buat. Yakinkan pembeli dengan meyakini produk/jasa yang kita jual.

Lalu, ciptakan kredibilitas dengan memberikan kepastian, konsistensi, dan gambaran yang jelas dari apa yang bisa diharapkan oleh para pelanggan. Penuhi harapan tersebut secara luar biasa. Berikan lebih.

Lakukan kebalikan dari: over promise under deliver. Lakukanlah; Service with Care. Inilah prinsip bisnis yang utama. Ini kisah nyata…

Baca juga:
Mata Uang Utama dalam Bisnis
Tujuan dan Motivasi
Internalisasi Kesuksesan
5 Tehnik Pencapaian Tujuan yang Efektif dan 5 Tehnik yang Tidak Efektif