Trik Optimalisasi Penetapan Target

by @rezawismail

Target yang optimal adalah target yang cukup menantang namun tidak terlalu mustahil. Jadi, kemungkinan pencapaian target tersebut bisa diraih bahkan dilampaui menjadi cukup besar. Ada keseimbangan antara kemungkinan dan tantangan.

Target yang terlalu tinggi akan menyebabkan pesimisme dan rintangan motivasi seperti penghindaran. Proses bekerja dalam meraih target akan dibayang-bayangi dengan ketakutan kalau-kalau tidak kesampaian. Tekanan bekerja terlalu tinggi sehingga menghambat kreativitas dalam berinovasi.

Target yang terlalu mudah, sebaliknya bisa menciptakan demotivasi seperti penundaan, kemalasan, dan kebosanan. Motivasi untuk bertindak menjadi kecil dan inisiatif untuk lebih berdisiplin dalam mengejar target menjadi rendah.

Target yang optimal yaitu yang seimbang antara tantangan dan kemungkinan ada triknya. Triknya adalah dengan menciptakan target berupa suatu kisaran atau jangkauan. Angka yang ditetapkan bukan satu angka tunggal yang spesifik tapi suatu rentang. Sebagai contoh, sebuah perusahaan pengembang properti menetapkan angka target penjualan bulanan sebesar 5~8 unit per bulan.

Target yang standar akan menetapkan angka 5 saja atau angka 8 saja. Dimana angka rata-rata penjualan per bulan biasa di angka 4 atau 5 unit. Dan angka 9 atau 10 unit sudah terasa seperti sangat mustahil untuk diraih. Dan pada umumnya perusahaan mengambil angka mutlak saja bukan suatu jangkauan. Contoh; penetapan target dengan satu angka tunggal yang spesifik seperti angka 7 misalnya.

Target di angka 7 tidak akan optimal karena tidak cukup tinggi untuk memberikan tantangan yang memotivasi dan tidak cukup rendah untuk memberikan keyakinan yang membuang perasaan skeptis yang mengurangi kepercayaan diri. Target di angka 4 memang terasa mungkin diraih tapi kurang memotivasi dan membawa rasa malas serta penundaan.

Target di angka 8 atau 9 saja terasa sangat sulit dan berkemungkinan kecil untuk diraih. Target yang terlalu tinggi akan sangat membebani dan membawa perasan putus asa atau ragu-ragu. Jadi, daripada menetapkan target dengan satu angka saja dan harus memilih antara target yang mudah tapi kurang memotivasi atau target yang sulit namun membuat stres serta ketakutan, perusahaan bisa menetapkan target dengan angka kisaran dari yang masih mungkin diraih hingga yang menantang namun tetap berpeluang untuk didapatkan.

Target berupa rentang angka atau kisaran seperti 5 sampai 8 rumah per bulan per tenaga penjual akan menciptakan insentif psikologis dengan angka yang cukup berpeluang untuk didapatkan plus, angka yang cukup tinggi untuk memotivasi serta meningkatkan kemampuan penjual.

Target yang optimal dengan trik berupa angka kisaran atau rentang angka ini bisa dicoba oleh perusahaan atau pribadi. Bahkan sudah teruji secara ilmiah dalam studi psikologis yang bisa dibaca di salah satu sumber Blog Tipsmotivasi.com ini; hasil riset oleh dua profesor pemasaran: Maura Scott dan Stephen Nowlis.