5 Pertanyaan Pengubah Penghidupan

by @rezawismail

Dalam legenda Yunani, Sisyphus dihukum dewa untuk mendorong batu besar ke atas bukit yang celakanya batu besar itu selalu jatuh kembali dan dia harus mendorongnya lagi ke atas bukit lalu jatuh lagi begitu terus berulang-ulang hingga selamanya.

Di jalan modern ini, seorang pekerja setelah seharian bekerja dia pulang ke rumah dan beristirahat untuk esok harinya kembali bekerja lagi begitu seterusnya. Bagi karyawan yang kurang motivasi, hari-hari kerjanya sama seperti siksaan dalam kisah Sisyphus. Pekerjaan rutin terasa membebani (batin) dan membosankan karena berulang-ulang.

Untuk menguatkan motivasi dan menemukan kebahagiaan, seorang pegawai yang bekerja setiap hari mesti dapat mengubah penghidupan. Mulai menegakkan kebiasaan yang lebih meningkatkan kebahagiaan dan gairah kerja. Dan memicu paradigma berpikir positif yang mengobarkan semangat. Mulailah dengan menanyakan beberapa pertanyaan sederhana.

Pertama-tama, coba tanyakan; apakah kita bangun pagi dengan semangat atau malah berkali-kali mematikan alarm? Mulailah hari dengan antusiasisme mengantisipasi hal apa yang ingin kita kerjakan dan dapatkan. Jika kita tidak bangun tidur dengan rasa penasaran tapi malah bermalas-malasan, saatnya mencari alasan baru untuk bangun pagi. Jangan sia-siakan usia!

Selanjutnya adalah, saat kita mengakhiri hari; adakah sesuatu di hari itu yang membuat kita puas atau bahagia? Kalau sulit menemukan satu hal saja yang bisa disyukuri atau minimal membuat satu senyuman di hati, maka saatnya mengevaluasi tindakan-tindakan kita, tempat dimana kita berada, siapa saja yang kita temui dan kejadian apa yang kita dapati.

Mungkin memang keseharian kita terlalu otomatis tanpa memikirkan bagaimana kita mampu mendapatkan kesenangan. Kita bekerja setiap hari dengan tugas-tugas yang tak memberikan kepuasan saat itu juga tapi kita perlu pekerjaan itu untuk menafkahi diri dan mensejahterakan keluarga. Dengan berpikir begitu, kita akan lebih kuat dan termotivasi dengan memberikan arti.

Walau penghidupan kita terasa kurang membahagiakan bukan berarti tanpa makna. Kita boleh saja bekerja keras dan menunda kesenangan demi suatu tujuan. Maka dari itu selalu ingatkan diri akan tujuan jangka panjang dan buat sasaran-sasaran jangka pendek yang menantang. Tips ini saja akan meningkatkan motivasi kerja secara signifikan.

Namun begitu, kita bisa saja tidak memperoleh kebahagiaan atau kesenangan instan dalam bekerja. Tapi kita bisa menciptakan kebahagiaan itu, dengan memiliki suatu hobi misalnya. Tanyakanlah pada diri; hal-hal apa yang kita sukai dan senang melakukannya walau tidak dibayar?

Lalu tanyakan juga; siapakah mereka yang mengelilingi kita dan akan mempengaruhi kebahagiaan dan masa depan kita dalam beberapa tahun lagi. Waspadalah terhadap orang-orang yang berpikir negatif dan suka mengkritik atau menghina tanpa saran yang membangun.

Seringkali, hambatan terbesar kita untuk sukses bukanlah kesempatan atau kompetensi. Peluang bisa dicari, keahlian dapat dipelajari. Tapi orang lainlah yang mampu menjatuhkan semangat dan menghalangi kesuksesan kita. Hati-hati dengan pengaruh sosial yang bisa memprogram otak kita tanpa kita sadari.

Bergaul dan bersosialisasilah dengan bijaksana. Lihatlah ke arah orang yang bisa kita teladani serta minta dukungan dari orang-orang tercinta. Tapi jangan dengarkan pemikiran yang membatasi diri bahkan yang menjatuhkan. Bisa saja orang yang peduli sama kita malah menjatuhkan motivasi tanpa disadari.

Akhirnya, pertanyaan kelima; apakah kita yakin bahwa kita sudah on the track, sudah di arah yang benar dalam pengejaran kebahagiaan kita? Jangan ragu untuk mengubah arah penghidupan daripada kita mesti menjalani siksaan seperti Sisyphus, melakukan pekerjaan yang tanpa arti.

Motivasi kerja didapatkan dari mengetahui kaitannya dengan arti yang kita maknai. Tidak seperti Sisyphus, kita punya waktu yang terbatas dan suatu saat kita bisa nikmati hasil kerja kita pada akhirnya. Bahkan pada setiap interval waktu bekerja seperti saat di rumah dan hari libur, kita dapat melakukan hobi yang menyenangkan dan berkumpul bersama mereka yang kita cinta. Berbahagia di antara masa-masa produktif.

Bukan tidak mustahil, Sisyphus pun berbahagia saat melepas lelah sembari menyaksikan batu besarnya jatuh berguling ke bawah bukit (menurut Albert Camus sang Absurdist). Intinya; cari makna dalam bekerja dan ciptakan kesenangan-kesenangan kecil untuk berbahagia dalam kehidupan.

Salam sentosa!