Teknik Instan 2 Menit untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri (PD) dan Menurunkan Stres

by @rezawismail

“Your body language shapes who you are” ~ Amy Cuddy

Saya ingin menawarkan kepada Anda sebuah teknik sederhana yang tidak membutuhkan alat, hanya perubahan postur selama dua menit. Saya mempelajari teknik ini dari Amy Cuddy, seorang peneliti di bidang psikologi sosial dari Harvard. 

Dalam berkomunikasi, kita berinteraksi tidak hanya menggunakan kata-kata secara lisan tapi juga menggunakan bahasa tubuh. Bahkan banyak orang menilai orang lain dari banyak ekspresi non-verbal seperti postur dan mimik muka. Mayoritas komunikasi diartikan dari ekspresi-ekspresi selain kata-kata. Kita membaca dan memaknai maksud pikiran serta perasaan orang lain dari gerakan tubuh, mimik muka, dan postur, selain dari apa yang diucapkan. Begitulah kita berinteraksi sehari-hari. Bahkan dalam tulisan kita menggunakan tanda baca serta emoticon atau emoji untuk memperjelas komunikasi. 

Dan bagaimana dengan komunikasi dengan diri sendiri? Ternyata, kita juga menyatakan emosi dalam bentuk ekspresi non-verbal seperti mimik muka, gerakan tubuh, dan postur. Kala kita senang kita cenderung membuka diri, lebih mudah tersenyum, dan bergaya lebih PD. Dan ketika sedang bersedih kita menutup diri, menundukkan pandangan, atau agak membungkuk. Sebaliknya saat marah kita bernafas agak cepat, menegangkan otot-otot tertentu, dan ada yang mukanya sampai memerah. Dan seterusnya. 

Uniknya lagi, jalur komunikasi ini berjalan dua arah. Jalan-jalan saraf yang dibentuk oleh neuron-neuron kepada sensor motorik kita berlaku dua arah. Kita bisa mempengaruhi emosi dan pikiran dari bahasa tubuh serta ekspresi non-verbal lainnya seperti mimik muka serta postur. Misalnya dengan memaksakan senyuman seperti menggigit pensil dengan gigi dan mulut terbuka selama beberapa saat akan membuat suasana hati lebih baik. Sebaliknya, ketika menjepit pensil dengan bibir atas dan hidung akan membuat ekspresi cemberut yang pada akhirnya membawa pikiran negatif lebih banyak muncul dari pikiran positif. 

Penelitian membuktikan, melakukan suatu postur tubuh tertentu selama minimal dua menit saja sudah bisa menurunkan hormon stres yaitu kortisol dan meningkatkan kepercayaan diri secara signifikan yang terlihat dari kenaikan hormon testoteron. Percobaan membuktikan bahwa orang-orang yang melakukan postur tertentu ini lebih optimis yang diuji dari keyakinannya saat diundang bertaruh/berjudi serta ketika diwawancara dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan postur apapun atau bahkan yang malah melakukan postur kebalikannya.

Jadi postur apakah yang dimaksud? Postur yang mengekspresikan kekuatan, kekuasaan, dan dominasi secara non verbal. Postur seperti seorang superhero atau membusungkan badan. Di dunia satwa, binatang menggunakan untuk memberikan kesan kuat dan besar. Bahkan di orang-orang yang terlahir buta menggunakannya saat ingin mengungkapkan kebanggaan, misalnya ketika memenangkan sebuah lomba. Mereka mengangkat kedua tangan ke atas berbentuk seperti huruf “V” dan mengangkat dagu (padahal tidak pernah melihat postur seperti itu sebelumnya). Jadi, postur tubuh jenis ini adalah universal dan sudah alamiah. 
image

Kita tidak perlu melakukannya di depan lawan bicara, jika situasi tidak memungkinkan carilah tempat yang kondusif untuk melakukan postur yang saya sebut sebagai: Power Pose ini. Misalnya sebelum meeting kita bisa melakukan postur ini selama dua menit di kamar kecil seperti toilet atau dibalik ruang tertutup.

Cobalah setiap hari. Perubahan besar akan terjadi, dimulai dari langkah kecil sederhana. Busungkan dada, buka kaki lebar dan kokoh, serta angkat tangan seperti baru menang lomba atau berlagak seperti jagoan super. Cukup dua menit dan proses biokimia di tubuh mulai menciptakan keajaibannya. Hormon stres, kortisol, berkurang 25 persen dan hormon kepercayaan diri, testosteron, meningkat 20 persen.

Memang pada awalnya akan terasa seperti berpura-pura, namun lama-kelamaan perubahan akan terjadi dari dalam diri. Kita menjadi orang yang kita posturkan. Atau dalam kata-kata Amy Cuddy sang peneliti psikologi sosial dari Harvard;

“… that our bodies change our minds and our minds can change our behavior, and our behavior can change our outcomes!”