Tips Motivasi

Anti Stres *Metode Spiritual Motivasi Diri & Manajemen Emosi ^ Pencerahan #mindfulness #nonduality

Month: Juli, 2019

Kebiasaan Kecil

Tiny Habit adalah istilah yang digunakan seorang peneliti dari Stanford, BJ Fogg, untuk kebiasaan kecil yang sangat mudah dilakukan.

Kebanyakan tindakan, membutuhkan motivasi dan mayoritas orang berpikir untuk meraih kesuksesan besar butuh inovasi atau perubahan yang hebat.

Padahal, kemajuan dibangun dari banyak perbaikan-perbaikan kecil yang terus-menerus alias konsisten.

Konsistensi adalah kunci, melebihi kuantitas atau intensitas tindakannya.

Keberhasilan seseorang paling sering dipengaruhi kebiasaan-kebiasaannya, namun kegagalan juga akan didapat jika kebiasaan-kebiasaannya buruk.

Untuk menanamkan tindakan yang konsisten alias kebiasaan ini butuh motivasi, sayangnya tidak selamanya tingkat motivasinya bisa mencukupi.

Maka dari itu, adalah penting untuk menanamkan dahulu konsistensinya supaya terbangun momentum inersia.

Nantinya dengan pergerakan tindakan yang sudah berjalan rutin, akan lebih mudah dalam proses sampai tujuan.

Agar terus bertindak, walau motivasi sangat rendah, tingkat kebiasaannya harus dibuat amat sangat mudah plus anti gagal, misal hanya satu menit, dll.

Kebiasaan kecil ini juga bisa dikaitkan dengan kebiasaan yang ada sebagai pemicu awal dari kebiasaan kecil ini.

Jadinya, kebiasaan yang sudah ada menjadi pemicu alias trigger (cue) bagi kebiasaan kecil yang baru mau dimulai ini; misal setelah sikat gigi coba untuk bermeditasi satu menit.

Pada contoh di atas, meditasi adalah salah satu kebiasaan baru yang ingin ditanamkan walau hanya semenit tapi harus bisa dilakukan secara konsisten jangan pikirkan dulu intensitas atau kuantitasnya, itu nanti akan otomatis.

Memang sepertinya remeh dan aneh, untuk melakukan tindakan sekecil itu, tapi berapa lama Anda sudah berniat melakukan sesuatu tapi selalu gagal atau tertunda karena belum menjadi kebiasaan yang tertanam kuat atau malah terhambat oleh rasa takut, dst.

Dengan kebiasaan kecil yang dimulai dari satu tindakan anti gagal saking sangat mudahnya, kita akan mampu maju selangkah lebih dekat ke tujuan daripada selamanya tertahan tanpa ada perkembangan, inilah rahasianya.

Kebiasaan kecil akan melatih otot kedisiplinan, yang lama-kelamaan kebiasaannya semakin kuat, lalu tumbuh besar!!!

Iklan

Determinisme Kuantum

Bayangkan Anda bisa mengamati setiap unsur yang ada semuanya;

Materi penyusun apapun, di dalam beragam jenis atom dan intinya, lebih kecil dari elektron, proton dan neutron sampai quark hingga yang lebih kecil..

Yaitu potensi energi yang tanpa batas, yang mengisi seluruh alam semesta,

Alam semesta yang begitu besarnya, membuat bumi ini tampak seperti sebutir debu yang amat rapuh.

Di dunia yang kecil dan fana ini tidak ada masalah yang besar termasuk segala materi dan yang terjadi itu tidak terlalu berarti lagi…

Dan semua yang akan terjadi itu telah terjadi, ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa, yang juga Maha Pencipta.

Menciptakan dan Mengetahui setiap skenario kehidupan yang mungkin di masing-masing semesta yang paralel.

Dalam ilmu kuantum, posisi eksistensi materi baru diketahui setelah diamati, sebelumnya hanya prediksi-potensi.

Realitas atau kenyataan yang ada, berasal dari partikel atau gelombang yang berenang dalam ketidakpastian.

Untuk bisa menentukan determinasi diri ini, kita perlu menyadari fungsi diri:

Sebagai wadah lompatan kuanta, kita sebagai entitas fisik yang dialami oleh spirit atau bagai jendela jiwa nan unik bagi yang universal itu mengindrai.

Jadi, nikmati saja perjalanan ini, sambil mengamati lalu menyadari, dengan sabar dan penuh rasa syukur.

Sehingga pada akhirnya kita akan mengulangi lagi, namun dengan pengalaman yang lebih baru.

Saat ini, momen sekarang lah, itulah yang nyata, realitas yang terpenting telah terjadi dan tinggal dijalani diri.

Tak perlu menunggu masa depan yang cerah, cukup terangi masa kini dengan cahaya kesadaran kuantum…

Bahwa segalanya yang akan terjadi telah terjadi dan apapun bisa kejadian,

Tinggal lah diri ini menentukan: mau menikmati perjalanan ini atau memilih menderita karena ilusi singularitas diri #bukamata #redpill #thematrix #multiverse #quantumjump

Bagaimana Mengatasi Stres:

1. Nomer satu mesti cari temen yang mau di curhatin.

2. Minimal ngumpul2, nongkrong atau makan bareng.

3. Belajar dan mengajari, baca tipsmotivasi.com

4. Makan daging merah dan konsumsi buah, minum elektrolit dan probiotik (yogurt) itu pengaruh ke mood

5. Yoga/sholat, meditasi/zikir, jadi pengamat, amati semua termasuk pikiran, badan, atur perhatian kepada saat ini, momen sekarang, nari, berdansa, silat, nyanyi, mandi air hangat, sauna/renang, olahraga. Aktif bergerak jangan banyak duduk-duduk itu bikin stres, tidur waktu malam aja tapi harus cukup, puasa hindari gadget, minimalisir TV & internet, pergi ke alam bebas, traveling, sedekah/amal, kasih orang duit/hadiah, lakukan hobi, masak, makan enak, ngopi/ngeteh, relaks, pijat, nonton, bikin aja list 100 hal yang bikin hepi/enak, coba juga ke kuburan, rumah sakit, biar bersyukur.. Sisanya yang utama: sabar! Ikhlas aja, liat bumi itu setitik kecil doang di angkasa; pelajari stoikisme, epicureanisme (tetrafarmakos/empat obat bahagia), absurdism, ga cuma tau agama tapi filsafat itu lebih praktis dan jalani aja hidup nafas by nafas, saya juga stres banyak masalah tapi itulah urip, kehidupan.. Lalu: C’est la Vie!

%d blogger menyukai ini: