Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: kesehatan tubuh & pikiran

Pujian yang Merugikan

Ketika kita dipuji oleh orang lain, rasanya cukup menyenangkan. Tapi pujian juga bisa merugikan.

Jika pujian membuat kita senang, kita akan cenderung mencarinya selalu. Kita bisa menjadi pribadi yang ingin pamer dan akhirnya suka menyombongkan diri. Lama-kelamaan, kita menjadi ketergantungan emosional dengan orang lain.

Selanjutnya, kita bekerja dengan semangat hanya jika diperhatikan. Lalu sedikit saja kritik, walau membangun, bisa menjatuhkan motivasi kerja. Perasaan kita tergantung pada orang lain.

Kita menjadi selalu menginginkan persetujuan dan takut berinovasi. Kita mulai berkompromi dan tidak lagi mengikuti kata hati. Kebahagiaan kita menjadi rentan dan ketergantungan menjadi semakin akut.

Padahal, kita tidak bisa mengontrol orang lain. Tindakan orang lain adalah sesuatu yang di luar kendali kita. Sehingga kita tidak mungkin bisa selalu mendapatkan pujian, bisa juga orang lain memberikan kritikan bahkan hinaan.

Senang sama pujian berarti juga menjadi kesal dengan kritikan. Kita yang mudah termotivasi karena dipuji, akan mudah juga terpancing emosi negatif jika dikritik atau dihina. Motivasi mudah turun naik dan selalu memikirkan apa kata orang. Kita menjadi tidak mandiri. Terkekang dan rapuh.

Baca entri selengkapnya »

Sapalah Orang Lain Seperti Anjing Menyapa Tuannya

Kita tentu tahu bagaimana antusiasnya seekor anjing ketika bertemu tuannya. Kalau tidak tahu, bayangkan saja seorang anak kecil yang senang sekali mendengar suara kendaraan ayahnya yang pulang ke rumah sehabis bekerja.

Inilah sapaan yang dapat mengubah dunia.

Minimal dunia internal dalam batin orang yang disapa dengan sebegitu riangnya. Seorang ayah yang lelah bekerja menjadi semangat lagi karena berbahagia disapa seperti itu oleh anaknya.

Tentunya dengan sapaan yang sangat menyenangkan bukan? Penuh semangat dan senyuman yang lebar. Seperti anjing yang memberikan cinta dan kesetiaan.

Baca entri selengkapnya »

Sadari Cara Berpikir Ego Diri

Banyak pemimpin dan pebisnis yang sukses dengan membuka pikiran. Pandangannya tidak sempit dan selalu mau untuk belajar dari siapapun. Namun, ego diri ini bisa saja menutup kesadaran kita untuk pemilihan proses pemikiran akan kenyataan secara lebih luas.

Misalnya, seorang pekerja yang sudah terbiasa melakukan tugas-tugas yang setiap hari berulang-ulang; riset data, analisis dan menyusun konsep, mengetik, presentasi, negosiasi, dan seterusnya.

Saking seringnya melakukan sesuatu atau beberapa hal, pikirannya menjadi malas dan kurang inovatif. Berpikir menjadi otomatis dan bertindak hanya sesuai rutinitas yang ada begitu saja.

Seringkali kita berpikir tanpa berpikir lagi bagaimana kita memproses informasi. Ego kita secara otomatis menangani segala hal tanpa memikirkan pemikiran-pemikiran yang mungkin dimiliki orang lain.

Baca entri selengkapnya »

Perubahan Bukan Menggunakan Kekuatan Tekad Saja

Kemajuan, perkembangan, atau perbaikan apapun membutuhkan perubahan. Akan tetapi, perubahan bisa terasa sulit untuk dilakukan.

Banyak orang atau organisasi gagal melakukan perubahan karena hambatan yang begitu kokoh. Tantangan yang menyulitkan selalu ada ketika kita ingin berubah dan melawan perilaku yang telah begitu tertanam dalam-dalam di alam bawah sadar pikiran kita.

Seringkali dibutuhkan niat yang kuat dan mental yang gigih untuk melakukan perubahan. Kehendak yang benar-benar besar dirasa sangat diperlukan dalam memulai suatu langkah perubahan.

Tapi ternyata, kekuatan tekad (will power) saja tidak cukup untuk menciptakan suatu perubahan yang permanen. Berapa banyak orang yang menyatakan berubah hanya untuk beberapa saat dan kembali lagi pada situasi atau kondisi yang lama.

Penelitian membuktikan bahwa kekuatan tekad bisa berkurang seiring waktu penggunaannya. Energi mental dari kehendak bisa terkuras dan menurun sebelum perubahan berhasil dalam jangka waktu yang lama. Pada awalnya kita begitu bersemangat untuk berubah tapi lama-kelamaan akhirnya kita menyerah pada keadaan atau status quo.

Misalnya pada kasus orang yang berhasil diet menurunkan berat badannya dan setahun kemudian kembali kepada pola makan yang lama sehingga berat badannya kembali naik. Fenomena ini sering disebut diet yoyo.

Baca entri selengkapnya »

Cara Sederhana Berbahagia

Ketidakbahagiaan adalah salah satu hal yang menurunkan motivasi. Stres yang berlebihan dapat menghambat kinerja dan produktivitas, bahkan membawa penyakit. Statistik menunjukkan sebanyak 69 persen orang dewasa yang stres memiliki gejala fisik yang negatif akibat stres.

Kita bisa mengurangi stres serta meningkatkan semangat kerja dengan beberapa tips sederhana:

Berhenti membanding-bandingkan diri dengan orang lain.

Seringkali jiwa kompetitif kita termotivasi oleh perbandingan dan ingin mengalahkan orang lain. Tapi, penelitian di bidang psikologi terkini menunjukkan bahwa orang yang kurang berbahagia lebih suka membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Bahwa; kepercayaan dirinya tergantung dari apakah dia lebih baik atau kalah dari orang lain.

Walaupun kita bisa saja lebih unggul dari orang-orang di sekitar kita, tetap saja akan ada orang lain yang setidaknya selangkah lebih maju dari kita; di dalam pekerjaan, pasangan, karir, keuangan, keberuntungan, dll.

Sedangkan orang yang bahagia, tidak terlalu memikirkan perbandingan dirinya dengan orang lain. Orang yang berbahagia adalah mereka yang cukup dengan umpan balik yang positif, bahwa mereka lebih baik dari kinerja mereka sendiri di masa lalu.

Membanding-bandingkan diri dengan orang lain hanya akan membawa ketidakbahagiaan. Sumber: businessinsider.com

Berolahraga secara rutin.

Olah raga yang rutin akan meningkatkan kadar serotonin, salah satu neurotransmitter atau hormon yang menigkatkan mood untuk berbahagia. Juga, olah raga yang intensif akan membuat otak memproduksi hormon dophamine yang membuat kita senang, riang-gembira.

Baca entri selengkapnya »