Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: motivasi

Jalan Menuju Kesuksesan

Ada dua jalan menuju kesuksesan. Yang pasti dan yang tercepat. Dan keduanya bukan jalan yang sama.

Mendaki puncak gunung kesuksesan, ada dua jalan. Yang paling cepat, jalan tegak lurus langsung ke atas. Namun ini jalan yang berbahaya, terjal dan rawan kejatuhan. Atau yang kedua, jalan landai yang mengelilingi gunung. Jalan yang spiral memutar, lambat tapi pasti.

Banyak orang ingin sukses dengan cepat dan mudah. Menjadi artis sensasional, mencoba lewat Youtube atau kontes bakat di TV misalnya. Membeli lotre. Mudah dan cepat, namun tidak pasti.

Kalaupun berhasil sukses, tidak akan bertahan lama. Mentalnya belum siap. Terbukti banyak pemenang lotre kembali miskin setelah beberapa tahun. Selebriti hasil kontes TV dan sensasi Youtube tidak bertahan lama. Mereka belum siap untuk sukses.

Dan yang gagal di jalan tercepat ini, sangatlah banyak. Mereka berjatuhan di tengah jalan pendakian kesuksesan. Kehabisan tenaga, terpeleset, dan kurangnya pengalaman.

Beberapa orang di jalan yang lambat melingkar, mereka bisa dipastikan akan mencapai puncak keberhasilan. Dan bertahan lama disana. Dengan energi yang masih terjaga, mental, dan pengalaman yang matang. Dengan beragam kenangan akan keindahan mengelilingi gunung kesuksesan.

Tapi jalan yang pasti ini tidaklah mudah. Jalan ini membutuhkan motivasi yang terjaga untuk terus berkomitmen dan berdisiplin. Termotivasi untuk selalu melangkah maju. Kesabaran juga dibutuhkan karena perjalanan yang lebih jauh. Layaknya seorang dokter bedah saraf yang hebat, dia telah menjalani berpuluh-puluh tahun untuk pendidikan dan pembelajarannya.

Ada dua jalan menuju sukses. Yang cepat tapi tidak pasti dan yang pasti tapi tidak mudah. Mana yang kamu pilih?

Rahasia Sukses

Saya pernah menanyakan seorang penulis sukses apa rahasia sukses dia.

Katanya; rahasianya adalah banyak membaca.

Selama ini, saya mengira penulis yang baik itu yang rajin menulis. Tapi katanya itu biasa. Dan seorang penulis memang senang menulis.

Yang berat adalah membaca sebanyak-banyaknya.

Penulis yang baik harus membaca banyak data untuk riset kepenulisannya. Jaman dulu, seorang penulis mesti mengubek-ubek perpustakaan. Membuka kliping koran dan majalah. Membeli banyak buku.

Jaman sekarang bagusnya sudah ada internet. Internet mempermudah riset kepenulisan. Namun, membaca sebanyak-banyaknya tetap harus dilakukan.

Membaca beragam hal untuk memperluas wawasannya. Padahal belum tentu semua yang sebaiknya dibaca, enak untuk dibaca. Meski ada banyak hal yang kurang diminati, tetap harus dibaca.

Membaca karya penulis lain yang lebih sukses. Atau yang gagal. Walau egonya malas-malasan membaca tulisan orang lain. Atau gengsi mengakui kehebatan penulis lainnya.

Menulis satu buku yang sukses, teman saya ini telah membaca ribuan buku dan beragam tulisan.

Inilah yang disebut persiapan. Mungkin persiapan terasa berat, tapi sangatlah penting. Kita harus mampu mendisiplinkan diri dalam persiapan sukses kita.

Banyak orang menginginkan kesuksesan yang instan. Tanpa melalui fase persiapan yang mungkin tidak menarik. Tapi persiapan menentukan kesuksesan.

Maukah kita berdisiplin; kerja keras untuk menyiapkan kesuksesan diri kita?

Agar Termotivasi

Pada tulisan sebelumnya, saya mengungkapkan bagaimana caranya untuk menemukan ide-ide dalam meningkatkan motivasi.

Berikut beberapa ide sederhana untuk menguatkan motivasi yang kendor. Agar termotivasi, kita membutuhkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Fokus pada tujuan utama.

Seringkali kita lupa apa tujuan utama kita ketika sedang sibuk menjalani aktivitas sehari-hari. Ingatkan kembali diri kita akan tujuan utama kita serta evaluasi nilai-nilai yang kita anggap penting.

Kuatkan kembali prinsip-prinsip yang kita pegang yang membuat kita kuat untuk terus berjalan.

2. Membuat strategi dengan sejelas-jelasnya.

Seringkali ketika sedang berusaha mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan, kita kehilangan arah.

Kebingungan terhadap situasi tertentu atau tak tahu mesti bagaimana ketika menghadapai suatu hambatan.

Agar terus termotivasi, kita harus menyusun strategi yang jelas langkah demi langkah untuk mencapai tujuan, lengkap dengan antisipasi masalah yang mungkin muncul.

3. Melepaskan beberapa distraksi.

Saat kita sedang bekerja, ada saja beberapa hal yang urgent yang mendadak mesti dilakukan secepatnya padahal belum tentu penting untuk pencapaian tujuan kita.

Kita harus bisa menciptakan prioritas dan mengklasifikasi tugas-tugas.

Tugas yang tidak terlalu penting sebaiknya didelegasikan kepada orang lain atau ditunda demi mengerjakan tugas yang penting sesuai prioritas kita.

4. Meningkatkan keyakinan diri.

Dengan memiliki tingkat kepercayaan diri yang cukup, kita akan termotivasi selalu dalam menghadapi segala tantangan yang sesuai dengan kompetensi kita.

Maka dari itu, tingkatkanlah kompetensi diri kita dengan selalu belajar dan berlatih. Jangan lupa juga untuk selalu mensyukuri keahlian-keahlian yang kita miliki.

Lalu, selalu kerjakan tugas yang cukup menantang dan agak sulit, tapi jangan terlalu sulit.

5. Menghilangkan stres yang tak perlu.

Stres yang baik bisa memacu motivasi, seperti mengerjakan sesuatu yang menantang dan agak sulit.

Namun, stres yang berlebihan akan melemahkan kekuatan kita untuk berdisiplin dengan melemahkan otak serta kehendak. Beristirahatlah dengan cukup dan hiburlah diri sewajarnya.

Nikmati seni dan luangkan waktu untuk hobi yang diminati. Cari waktu untuk sendiri dan rileksasi. Asah Gergaji

25 Ide Motivasi

Seringkali kita mencari nasehat dari para ahli. Padahal tidak sedikit kebijaksanaan yang kita bisa peroleh dari dalam diri sendiri. Potensi otak kita lebih besar daripada yang kita sadari.

25 ide motivasi bisa kita dapatkan dengan selembar kertas dan pulpen. Bersama kreativitas serta sedikit usaha. Dari diri sendiri.

Ide yang terlahir dari pemikiran sendiri akan lebih pas untuk diterapkan kepada diri sendiri juga. Oleh karena, seringkali nasehat dari buku atau orang lain kurang sesuai dengan keadaan dan kondisi yang ada pada diri sendiri.

Berfokuslah untuk menemukan ide-ide yang berpeluang meningkatkan motivasi. Bisa juga kita aplikasikan kepada hal-hal lain. Pada banyak hal-hal lainnya.

Contohnya, mencari 25 cara untuk meningkatkan kesehatan. Memperbaiki hubungan sosial. Menaikkan level penghasilan. Dan sebagainya. Namun sebaiknya, berkonsentrasilah dahulu untuk mencari 25 cara meningkatkan suatu hal atau satu bidang tertentu saja.

Memikirkan 10 ide pertama biasanya tidak terlalu sulit. Untuk 10 ide selanjutnya, akan dibutuhkan usaha lebih. Lalu, 5 ide terakhir bisa jadi memberikan tantangan yang lumayan sulit untuk dipikirkan.

Meski banyak ide yang tidak praktis atau bahkan tidak berguna sama sekali, beberapa ide akan menjadi penemuan terpenting.

Sangat dimungkinkan, ide keduapuluhlima dan beberapa ide terakhir yang terpikirkan adalah ide-ide yang sangat bagus. Jangan menyerah dan berhenti sebelum menemukan minimal 25 ide.

Ide yang bagus adalah ide yang sederhana, praktis, tetapi memiliki dampak yang paling besar. Salah satu metode sederhana untuk menghasilkan ide-ide bagus adalah dengan melakukan apa yang disebut dengan brainstorming.

Brainstorming dilakukan dengan cara menuliskan ide sebanyak-banyaknya. Tidak perlu memikirkan kepraktisan atau batasan apapun. Biarkan kreativitas mengalir bebas dahulu.

Doronglah pikiran untuk kreatif, asosiasikan dengan beragam hal yang tidak terlalu berkaitan. Dengan warna-warna misalnya, kata-kata sifat, judul beragam film serta novel, dll.

Tuliskan dengan segera dan jangan saring pikiran, apapun yang muncul. Amati dan catat saja. Meski mustahil dan yang aneh sekalipun. Jika ada kesulitan, pikirkan hal-hal yang sederhana saja.

Misalkan untuk brainstorming mencari ide-ide untuk melonjakkan penjualan. Jika sesi penulisan ide mandek, coba pikirkan ide yang sangat sederhana.

Dalam contoh kasus ini, jadikan kenaikan penjualannya hanya 5 % saja. Tuliskan apa ide sederhana dan kecil yang dapat meningkatkan penjualan sebesar 5 % saja?

Tuliskan ide-ide yang sederhana ini bersama ide-ide lainnya. Dari sesi brainstorming ini, kita bisa menyaring banyak ide lalu menetapkan 25 cara baru yang inovatif.

Perusahaan-perusahaan bisa menerapkan cara brainstorming seperti ini. Bisa jadi, inilah salah satu cara perusahaan menghargai karyawannya. Agar karyawannya merasa dibutuhkan dan termotivasi dalam bekerja.

Bahkan banyak perusahaan yang sudah memberikan bonus kepada karyawannya jika ide sang karyawan terbukti bisa diterapkan dan menghasilkan sesuatu. Tapi yang efektif adalah bonusnya jangan terlalu besar, agar para karyawan termotivasi secara internal sehingga lebih rajin dalam memberikan ide tanpa terlalu memusingkan besaran bonusnya.

Maka, doronglah sesi brainstorming ide ini dan sisihkanlah waktu beberapa saat saja. 25 cara untuk meningkatkan produktivitas, adalah salah satu contoh yang bagus untuk dimulai di sebuah perusahaan.

Dan tidak ada salahnya, sebagai pribadi kita coba praktekkan metode ini. Coba pikirkan suatu hal apa yang ingin ditingkatkan. Lalu tuliskan 25 ide dari sesi brainstorming. Tunggu apa lagi?

Kepemimpinan yang Memotivasi

Riset oleh seorang peneliti bernama Jones, Ph.D dari Universitas Benedictine mengungkapkan bahwa para karyawan manajerial di tingkatan bawah yang merasa dihargai oleh atasannya terbukti menurunkan tingkat perpindahan/keluarnya sang pegawai 52% lebih kecil. Kepemimpinan yang memotivasi adalah kepemimpinan yang membuat para karyawan merasa dibutuhkan kontribusinya.

Mungkin sepertinya sepele, tapi inilah kebenarannya. Seorang pekerja akan bekerja lebih baik kalau merasa dihargai.

Uang, prestis, dan segala aspek dari karir seorang karyawan kecil artinya jika ia merasa tidak diperdulikan oleh atasannya.

Kepemimpinan yang ideal harus mencakup kepedulian kepada karyawannya. Seorang pemimpin harus mendukung kebijakan yang memberikan penghargaan. Pimpinan yang baik mendorong bawahannya agar berani berbicara dan memberikan ide-idenya.

Pada suatu penelitian di sebuah industri ditemukan hasil yang menggembirakan dengan menerapkan kebijakan yang membuat sang pekerja merasa dibutuhkan. Terhitung biaya produksi bisa dihemat hingga 35% bahkan kepuasan pelanggan bisa meningkat hingga 91%!

Jika kamu seorang supervisor tingkat rendah pun kamu bisa membuat perubahan. Meski kamu tidak berwenang menaikkan gaji dan jabatan bawahan kamu, tapi kamu punya kekuatan untuk meningkatkan produktivitas orang-orang di bawah kamu. Dan pada akhirnya memajukan perusahaan. Apalagi kalau kamu direktur!

Berikanlah perhatian yang baik sebagai seorang atasan kepada bawahannya:

1. Tanyakan jika terdapat kesulitan atau hambatan yang ditemui dalam melaksanakan pekerjaannya.

2. Berikan pujian yang memang pantas didapatkan, bukan sekedar basa-basi. Tapi jangan sampai tidak pernah sama sekali. Minimal berilah penghargaan seminggu sekali sesuai konteks, dampak, dan terarah pada individualitas si karyawan tersebut.

3. Mintalah ide-ide baru, dengarkan masukan dan pemikiran sang bawahan dengan penuh perhatian. Doronglah keberaniannya berbicara dengan menjadi pendengar yang baik.

4. Bangunlah keakraban, tanyakan hobi personal atau cerita tentang asal-usul dan keluarganya. Nilailah karakternya serta pahamilah kepribadian sang pegawai.

5. Tetap menjaga karisma dan jangan terlalu berlebihan dalam memberikan pernghargaan. Proporsional dan adil merata terhadap semua bawahan.

Sekian dahulu tips saya kali ini. Semoga kita bisa menemukan cara-cara yang kreatif untuk membuat kondisi bekerja yang kondusif di tulisan lainnya…