Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Kategori: motivasi

Bagaimana Mengatasi Kebosanan di Tempat Kerja

Beberapa Tantangan yang timbul dalam memotivasi diri sendiri atau karyawan untuk bekerja adalah kebosanan. Perasaan Bosan yang timbul dari rutinitas pekerjaan, akan menurunkan tingkat produktivitas sang pekerja yang bosan.

Seorang pegawai yang dilanda kebosanan akan menjadi kurang fokus, tidak mengoptimalkan potensi dirinya, dan menunda-nunda pekerjaan. Permasalahan lainnya yang timbul dari perasaan bosan ini adalah resiko operasional.

Bagaimana cara mengatasi kebosanan ini?

Saya pernah membahas tentang rasa bosan di tempat kerja ini pada tulisan saya sebelumnya.

Disini, saya akan mengelaborasi lebih lanjut dan membahas berdasarkan temuan ilmiah dari beberapa psikolog.

Dalam satu riset yang menggunakan tikus di laboratorium, dibuat suatu sistem kerja yang berdasarkan waktu. Tikus-tikus ini diberikan alat pengungkit atau sejenis tombol yang bisa membuka pintu atau kotak yang berisi makanan, namun hanya bisa terbuka pada waku tertentu saja.

Tikus yang kelaparan harus menunggu sampai rada lemas sebelum bisa memencet tombol untuk makan. Hal ini serupa dengan para karyawan yang menunggu jam 5 atau tanggal gajian. Baru bersemangat menjelang waktu yang telah ditentukan tiba.

Berbeda hal-nya dengan orang-orang yang bekerja secara profesional untuk dirinya sendiri atau yang berwirausaha/berusaha sendiri. Mereka menetapkan sasaran-sasaran setiap hari dan terus termotivasi hingga sasarannya hari itu tercapai, barulah pulang ke rumah.

Contohnya; seorang pedagang yang menargetkan dagangannya terjual sebanyak 500 unit untuk hari itu atau seorang penulis yang bertujuan menuliskan satu bab per harinya.

Riset yang dilakukan selanjutnya pada tikus-tikus laboratorium ini juga mengkonfirmasikan kebenaran ini. Mereka lebih bersemangat jika makanannya tersedia dari hasil usahanya bukan dengan menunggu waktu.

Motivasi lebih kuat dan tahan lama jika dipercaya ditentukan oleh hasil upaya sendiri daripada ditentukan dari waktu yang dihabiskan.

Kembali kepada masalah kebosanan. Rasa bosan biasanya timbul dari kurangnya stimulasi, contohnya seperti pada saat menunggu. Masalah ini bisa dipecahkan dengan mengerjakan sesuatu dan berfokus pada pekerjaan tersebut tanpa memikirkan waktu yang berjalan.

Jika seseorang berkonsentrasi penuh pada tugas yang sedang dikerjakan dan menjadi terfokus, waktu akan terasa terbang begitu saja. Istilahnya, menjadi lupa waktu dan hari terasa cepat.

Konsep ini disebut ‘Flow’ oleh psikolog terkenal: Mihály Csíkszentmihályi.

Flow adalah keadaan pikiran atau mental seseorang dalam sebuah aktivitas atau kegiatan yang membuatnya sangat terfokus, terlibat penuh dalam proses yang sedang dilakukannya. Flow bisa membuat seseorang lupa waktu bahkan lupa diri, sehingga kadang perasaan lapar tidak terasa apalagi rasa bosan.

Beberapa tips untuk mengatasi kebosanan karyawan dengan menggunakan teori ‘Flow’ ini adalah:

1. Menetapkan tujuan yang sejelas-jelasnya. Dengan ukuran yang jelas dan cukup menantang tapi bisa diraih. Tujuan tidak boleh terlalu sulit/mustahil untuk diraih namun juga jangan terlalu mudah sehingga kurang menantang.

2. Struktur tugas yang dikerjakan harus terarah. Urutan dan definisi komponen-komponen pekerjaan yang dilakukan harus jelas juga. Langkah-langkah pengerjaan harus terorganisasi dan bisa dilacak kemajuannya.

Jika pekerjaannya membutuhkan dukungan orang lain, kerja sama kelompok mesti sinergis dan harmonis.

3. Tingkat kesulitan pekerjaan harus sesuai dengan tingkat keahlian yang dimiliki pekerja. Tingkatnya kesulitannya harus sedikit lebih tinggi dari rata-rata (cukup menantang) dan keahlian yang diperlukan juga lebih tinggi dari biasanya.

Hal ini penting untuk mengoptimalkan kondisi ‘Flow’ dan menjaga dari rasa bosan, kecemasan, atau malas.

4. Pekerjaan yang dilakukan memiliki feedback/umpan balik yang informatif dan bersifat langsung agar orang yang melakukan pekerjaan tersebut bisa menyesuaikan dengan segera kondisi/keadaan yang timbul dari proses pengerjaan tersebut dan mengarahkannya kepada keberhasilan.

5. Melatih dan membentuk kepribadian pekerja lewat budaya yang menekankan sikap-sikap seperti: kegigihan, rasa ingin tahu, kinerja yang unggul tanpa keegoisan dan tidak terlalu tergantung insentif dari luar.

Motivasi harus bersifat intrinsik. Motivasi dari hati.

Selain kondisi ‘Flow’ mesti ditimbulkan untuk mengatasi kebosanan dengan menciptakan stimulasi yang cukup dalam membunuh waktu, beberapa hal lainnya perlu diperhatikan juga. Para karyawan harus menyadari makna atau arti penting pekerjaannnya bagi perusahaan, orang lain, dan secara umum.

Pekerjaan yang dilakukan jangan sampai dianggap seperti perbudakan atau keterpaksaan. Pegawai yang ‘enjoy’ dalam pekerjaannya akan lebih termotivasi dan tidak akan merasa bosan.

Beberapa tips lain yang bisa dilakukan oleh sang pekerja agar mampu mengatasi kebosanan di tempat kerja adalah:

1. Hadir tepat waktu bahkan lebih dini.

Untuk para pekerja kantoran, bangunlah lebih pagi. Saya telah menulis artikel tentang tips bangun pagi.

Keterlambatan akan memberikan alasan bahwa pekerjaan tersebut tidak menyenangkan dan menguatkan perasaan malas yang berujung pada kebosanan.

2. Sibukkan diri.

Berfokuslah pada banyaknya pekerjaan yang bisa lakukan, jangan pikirkan waktu yang tersedia untuk bekerja. Selesaikan banyak hal dan buat tugas-tugas baru yang meningkatkan kesibukan di kantor.

Lakukan sesuatu daripada tidak melakukan apa-apa, jika terpaksa menunggu: kerjakan sesuatu seperti mengatur berkas-berkas di meja atau menuliskan rencana kerja, laporan, dll.

3. Milikilah Rasa Bangga

Kuatkan perasaan kepemilikan dengan perusahaan, banggalah dengan pekerjaan yang dilakukan. Bantu rekan kerja yang membutuhkan pertolongan, soal komputer misalnya. Atau berikan perhatian pada lingkungan kantor, sesama, tanaman hias, dll.

Bersosialisasilah dan berinteraksi dengan aktif kepada atasan, bawahan, dan rekan. Banggalah dengan jabatan daripada memikirkan uang yang dihasilkan. Bahkan terlibat politik kantor (dengan etis tentunya) akan lebih menyenangkan daripada mengalami kebosanan.

Sekian dulu tips dari saya. Saya akan bahas lebih rinci dan tambahkan beberapa tips yang bisa mengatasi rasa bosan, malas, atau cemas di tulisan-tulisan saya selanjutnya…

Bagaimana Meningkatkan Level Motivasi Kerja?

Motivasi kita untuk bekerja sebenarnya bisa diukur secara kira-kira.

Sebagai ilustrasi; kita gunakan saja 5 level motivasi:

Level 1: tidak termotivasi
Level 2: kurang termotivasi
Level 3: lumayan termotivasi
Level 4: lebih dari cukup termotivasi
Level 5: amat sangat termotivasi sekali!

Kira-kira apa gunanya ukuran motivasi ini? Kita bisa gunakan sebagai acuan apakah sasaran kerja yang kita ingin capai sudah selaras dengan tujuan sejati yang dibisikkan oleh kata hati.

Seperti yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya, motivasi yang sejati itu berasal dari hati.

Tapi sayangnya hati kita berkata dengan berbisik. Jadi terkadang, agak susah didengarkan dan sering terganggu serta teralihkan perhatiannya dengan aktivitas sehari-hari. Walaupun begitu, tujuan sejati ini sangat menentukan level motivasi.

Sebagai contohnya; dahulu saya susah untuk bangun pagi. Padahal jam kantor saya lumayan siang, jam 9 pagi baru masuk kerja. Dan pekerjaannya memberikan kompensasi yang lebih jika kita lebih rajin.

Kompensasinya disebut komisi penjualan. Selain itu, saya juga menerima gaji yang cukup untuk kebutuhan hidup saya pada waktu itu. Tapi setelah saya ukur, mengapa level motivasi saya rendah untuk bangun pagi? Kira-kira levelnya berkisar di angka 1,5 saja.

Mengapa bisa begitu?

Ternyata setelah saya renungkan. Pekerjaan tersebut tidak kongruen dengan gambaran besar hidup saya. Bisa dibilang, tidak selaras dengan tujuan sejati hidup saya. Tujuan sejati saya adalah meningkatkan kesadaran diri dan orang lain serta untuk terus bertumbuh dan berkembang bersama-sama.

Bagaimana saya bisa menemukan tujuan seperti itu? Nanti akan saya bahas di tulisan selanjutnya. Yang jelas, saya merasa pekerjaan saya pada waktu itu tidak selaras dengan tujuan ini.

Pekerjaan saya pada saat itu tidak tampak memberikan saya peluang untuk bertumbuh dan berkembang. Di kantor itu saya masih pegawai kontrak dan sepertinya untuk tenaga penjual akan selalu begitu.

Saya juga merasa bekerja pada pemilik bisnis yang hanya mementingkan materi dan tidak terlalu peduli pada para pelanggannya. Sehingga kita didorong menggunakan cara-cara yang manipulatif yang penting mencapai target penjualan.

Kepedulian pada pelanggan tidak terlalu dibudayakan. Saya merasa kesadaran saya malah menurun. Jadilah saya tidak terlalu termotivasi bekerja di kantor tersebut.

Kini saya terbiasa bangun pagi dan bersemangat dalam bekerja. Saya sudah membahas strategi untuk bangun pagi di artikel sebelumnya.

Tapi disini saya akan memberikan alasan mengapa level motivasi saya meningkat sehingga untuk bangun pagi tidak sesulit dahulu. Dahulu, ketika jam weker berbunyi, otak saya masih setengah sadar.

Kadang menjadi berlanjut tidur lagi alias hilang kesadaran. Namun sekarang, saya bangun pagi bahkan seringkali sebelum jam weker berbunyi. Kesadaran otak saya meningkat cepat dari keadaan setengah tidur sampai keadaan terbangun penuh dan tidak mengantuk lagi.

Level motivasi saya untuk bangun pagi dan bekerja bisa sampai 5,5 🙂

Mengapa bisa setinggi itu?

Karena saya sangat termotivasi bekerja dan pekerjaan saya yang memberikan perasaan yang selaras dengan tujuan sejati hidup saya.

Meski jam kantor saya dimulai pukul 7.30 pagi, saya sudah mulai bekerja sejak jam 5 dini hari.

Saya senang mengerjakan tulisan saya yang memotivasi, saya membaca tulisan-tulisan yang inspiratif dan tulisan yang bisa menjadi sebagai referensi saya untuk menulis, lalu bermeditasi, berolahraga, serta bermain dengan anak saya yang juga sudah terjaga.

Saya sangat bersemangat untuk berbagi ilmu yang membuat kita bisa maju, tumbuh, dan berkembang bersama-sama.

Level motivasi saya menjadi otomatis tinggi begitu saya ingat bahwa pekerjaan yang akan saya lakukan memberikan keselarasan kepada tujuan sejati saya.

Dan level motivasi saya terus bertahan tinggi karena saya tahu setiap saya mengerjakan sasaran-sasaran saya yang sekarang, semakin mendekatkan saya kepada gambaran besar hidup ideal yang saya impikan.

Jadi, level motivasi kita juga bergantung pada keselarasan antara apa yang ingin kita kerjakan dengan tujuan apa yang ingin kita capai dalam hidup kita ini. Kejelasan itu perlu, dan tujuan sejati ini harus terus diingatkan di dalam hati.

Cara untuk meningkatkan level motivasi kerja kita adalah dengan menyelaraskan dan terus mengingatkan selalu pekerjaan tersebut dengan tujuan kita yang sejati.

Tujuan sejati nilainya melebihi materi.

Tujuan sejati adalah arti keberadaan kita di bumi. Temukanlah tujuan sejati yang paling menginspirasi. Itulah motivasi sejati…

Training Sales Persuasif

Seorang sales yang baik harus mengikuti training tehnik-tehnik psikologi persuasif.

Seorang sales tidak hanya memberikan argumentasi logis mengapa seorang prospek harus membeli produknya berdasarkan fitur, namun sales tersebut harus mampu memberikan pengaruh-pengaruh psikologis kepada calon customer-nya.

Memotivasi pembelian dengan berusaha menyentuh hati pelanggannya.

Ini disebut persuasi.

Persuasi adalah bujukan yang menyentuh perasaan seorang pelanggan. Penjual yang persuasif berarti seseorang yang memanfaatkan sisi emosional kliennya. Lagipula, kebanyakan orang malas berpikir dan ingin solusi yang praktis.

Sehingga banyak keputusan pembelian lebih ditentukan secara emosional. Setelah membeli, beberapa argumen yang logis dipakai untuk menguatkan alasan pembeliannya dan agar tidak menyesal.

Tapi tetap, yang memotivasi seseorang untuk membeli adalah emosinya.

Saya akan berikan beberapa contoh trik persuasif yang memanfaatkan emosi:

1. Seseorang bisa saja membeli sesuatu tanpa berpikir panjang jika sesuatu itu memiliki diskon yang terbatas, misalnya. Ini akan memicu respon emosional akan kelangkaan membuat sesuatu menjadi berharga.

Padahal, secara rasional sang pembeli belum tentu membutuhkan barang yang sedang didiskon tersebut.

2. Sebuah barang bisa lebih laku dijual jika sudah banyak orang memilih untuk membelinya. Jadi seorang pembeli beralasan membeli barang tersebut dengan efek ikut-ikutan, yaitu secara emosi memberikan kepercayaan dengan alasan banyak orang yang juga yakin untuk membeli barang tersebut.

Padahal, secara argumentatif logis bisa saja orang yang banyak itu juga salah. Misalnya kasus ratusan nasabah yang bareng-bareng tertipu produk investasi bodong.

3. Dengan simbol-simbol otoritas seperti gelar/titel, kepakaran, profesor, dokter, pakaian/seragam, aksesoris dan gaya yang mewah; banyak pelanggan menjadi percaya pada sang penjual tapi tidak menyelidiki produk yang dijual secara rasional.

4. Kepercayaan kepada penjual secara emosional daripada produk yang dijualnya adalah trik persuasi yang memanfaatkan keakraban/kedekatan hubungan.

Pembeli seharusnya mengevaluasi apakah produk yang ingin dibeli adalah produk yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhannya bukan hanya dari rasa percayanya pada sang penjual yang bisa ditimbulkan dengan perasaan kedekatan.

Sang penjual bisa saja mengaku berasal dari daerah yang sama, satu suku, teman sekolah, dan bahkan masih keluarga. Banyak MLM dan agen asuransi jiwa memanfaatkan hubungan-hubungan emosional ini untuk menggaet anggota/nasabahnya.

Dan masih banyak contoh trik persuasif lainnya untuk sales. Sebenarnya ada 7 prinsip yang sudah diteliti oleh Robert Cialdini, seorang peneliti bidang psikologi persuasif. Ketujuh prinsip tersebut adalah:

1. Prinsip Timbal-Balik
2. Komitmen dan Konsistensi
3. Validasi Sosial
4. Prinsip Rasa Suka
5. Prinsip Otoritas
6. Pinsip Kelangkaan
7. Prinsip Kontras

Dan ada juga prinsip kedelapan yang dirahasiakan Cialdini, Ph.D, dkk. Jadi, total ada 8 prinsip psikologi persuasif untuk mempengaruhi seseorang secara emosional.

Apakah salah membujuk seorang prospek dengan trik-trik persuasi ini?

Jawabannya tidak, karena sebagai penjual, seorang sales memiliki target yang harus dipenuhi.

Namun, seorang sales atau penjual juga memiliki reputasi yang harus dia pertahankan. Jika seorang sales menggunakan trik-trik penjualan untuk menipu atau menjual produk yang tidak berkualitas, maka reputasinya akan hancur.

Runtuhnya reputasi seorang penjual akan merusak pencapaian target penjualannya dan pada akhirnya merugikan dirinya sendiri.

Saya akan memaparkan 8 prinsip psikologi persuasif ini pada tulisan-tulisan yang selanjutnya. Seorang tenaga penjual atau wirausaha yang ingin jago menggunakan trik-trik persuasi wajib mengikuti training, karena prinsip-prinsip persuasi ini tidak bisa hanya dihapal.

Aktivitas persuasi dilakukan secara alamiah, jangan tampak seperti hapalan karena bersifat emosional.

Training sales yang mengajarkan kemampuan persuasif akan menanamkan keahlian ini sampai di tingkat alam bawah sadar…

Motivasi Kerja Karyawan dan Tipe Motivator

Kebanyakan motivator top di Indonesia mengukur kesuksesan dari nilai uang atau kekayaan. Hal ini tidaklah salah, namun jadinya mereka berfokus pada strategi-strategi untuk meningkatkan penghasilan.

Tentunya penghasilan yang diharapkan berasal dari kegiatan bisnis dan investasi agar lebih memaksimalkan pendapatan.

Pada umumnya, ilmu motivasi memang mendorong kita agar sukses dalam berusaha secara maksimal. Kalau karyawan membutuhkan motivasi kerja yang optimal, tapi untuk usaha seseorang bisa maksimal dia harus menjadi pebisnis atau investor.

Untuk bisa berhasil dalam bisnis dan investasi, seseorang harus belajar banyak dan berani gagal.

Inilah yang banyak diajarkan oleh para pakar motivasi di Indonesia. Berani mencoba berbisnis dan belajar berinvestasi dengan beragam ilmu yang tidak sederhana. Berwirausaha dan mengubah mindset untuk menjadi investor atau pengusaha.

Sayangnya, tips-tips motivasi sang motivator tipe ini kurang cocok diterapkan untuk meningkatkan kinerja karyawan di sebuah perusahaan.

Jika karyawan perusahaan diberikan materi motivasi yang mengukur kesuksesan dari uang, maka mereka bisa jadi malah ingin berhenti bekerja dan keluar untuk berusaha atau berinvestasi sendiri.

Hal ini bukan berarti para karyawan tidak bisa berbisnis atau berinvestasi disamping tetap bekerja di perusahaannya yang sekarang. Saya akan membahas beberapa tips berinvestasi yang aman, mudah, dan menguntungkan bagi karyawan di tulisan yang selanjutnya.

Nah, motivator yang sesuai untuk meningkatkan kinerja para karyawan di sebuah perusahaan memiliki strategi motivasi yang berbeda. Motivator untuk karyawan akan lebih menekankan tentang kepuasan kerja dan produktivitas karyawan.

Inilah motivator tipe kedua: motivator kantor.

Ukuran kesuksesan yang digunakan motivator tipe kedua ini adalah pencapaian target pekerjaan karyawan, efektivitas dan efisiensi dalam menyelesaikan pekerjaan, serta peningkatan motivasi, produktivitas, dan kepuasan karyawan.

Pada akhirnya, keberhasilan yang didapat adalah naiknya profit perusahaan dan turunnya tingkat kepindahan atau karyawan yang berhenti/resign. Namun, ilmu memotivasi karyawan lebih rumit daripada ilmu motivasi yang umum.

Motivasi kepada karyawan menjadi rumit karena sang motivator mesti bisa membangkitkan semangat bekerja tapi tidak terlalu bersemangat untuk mau berusaha sendiri. Motivator kantor harus mampu membuat perubahan dengan perbaikan pikiran karyawan agar lebih produktif, efektif, dan inovatif tapi tidak berubah menjadi mindset pengusaha atau investor.

Motivator tipe kedua ini juga diwajibkan memiliki wawasan sebagai konsultan manajemen yang mengerti ilmu manajemen, budaya perusahaan dan dinamika sosial kantor, serta psikologi korporasi.

Dan akhirnya; motivasi untuk karyawan membutuhkan motivator yang juga berpengalaman menjadi karyawan dalam jangka waktu yang lama agar bisa memahami dengan empatik bagaimana jiwa & jalan pikiran karyawan.

Tipe yang ketiga adalah motivator spesialis. Motivator ini mengkhususkan diri untuk berbagi tips-tips motivasi yang dikhususkan untuk bagian-bagian pekerjaan tertentu.

Contohnya seperti sales trainer, marketing consultant, service-oriented coach, atau bagian spesifik lainnya.

Motivator tipe ini mengajarkan beragam tips-tips motivasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing bagian perusahaan dan kegiatan. Tehnik-tehnik untuk bagian penjualan, customer service, pelatihan pengawasan supervisor, manajemen gudang, kelas kepemimpinan, dll.

Strategi yang digunakan diukur dengan kebaruan dan kedalaman dari taktik yang dipaparkan oleh sang motivator jenis ini.

Sebenarnya, saya bisa memecah lagi menjadi beberapa tipe dari motivator ini. Namun, intinya adalah: kita bisa membagi kedua sisi keilmuan motivasi. Motivasi untuk berwirausaha dan motivasi kerja karyawan.

Keduanya tidak bisa digabungkan walau terdapat beberapa trik yang serupa. Cara mencapai tujuan misalnya. Tapi bedanya, motivasi untuk karyawan ditujukan untuk mencapai atau melebihi target yang telah ditentukan perusahaan.

Jangan sampai karyawan malah menetapkan tujuan sendirian dan keluar dari pekerjaannya.

Maka, jika suatu perusahaan menginginkan kelas/training motivasi untuk karyawannya, perusahaan tersebut harus mencari motivator berdasarkan kebutuhannya: untuk meningkatkan kinerja karyawan bukan membuatnya karyawannya berinisiatif dan bersemangat untuk berbisnis sendiri!

5 Cara Meningkatkan Peluang untuk Sukses

Dalam tulisan kali ini, saya akan membagikan sebagian tips untuk meningkatkan peluang kesuksesan. Peluang kesuksesan ini bisa berarti sebagai peningkatan kekayaan pada umumnya.

Peningkatan jumlah prospek, klien, atau pelanggan bagi para marketing dan sales. Bisa juga peningkatan bisnis untuk perusahaan dan peningkatan karir untuk para karyawan. Dan tidak menutup kemungkinan, peningkatan peluang untuk mendapatkan jodoh bagi yang belum laku 😉

Untuk sukses, seseorang mesti memperoleh kesempatan dan menindaklanjuti kesempatan tersebut dengan kompetensi dirinya. Untuk mendapatkan kesempatan tersebut, seseorang harus meningkatkan probabilitas dari kesempatan yang datang. Dan probabilitas ini disebut peluang.

Cara meningkatkan probabilitas kesempatan untuk sukses adalah memperbanyak peluang. Semakin banyak kesempatan yang didapat semakin berpeluang untuk sukses.

Oke – selanjutnya, langsung saja, tanpa bertele-tele lagi berikut adalah tips untuk meningkatkan peluang kesuksesan:

1. Mencoba Banyak Hal yang Baru

Dengan mencoba banyak hal yang baru, seseorang akan terbuka atau terekspos terhadap pencocokan minat dan bakatnya. Darimana kita tahu kalau ternyata kita berbakat di suatu bidang jika kita tidak pernah mencobanya?

Bisa saja seseorang ternyata memiliki potensi menjadi maestro di bidang seni tari namun karena dia tidak pernah mencoba menari, dia tidak akan tahu bahwa dia berpeluang sukses di bidang seni tari contohnya.

Cara termudah adalah dengan membuat beberapa daftar kegiatan yang belum pernah dilakukan, tempat yang belum pernah didatangi, makanan dan hiburan yang belum pernah dicoba, dll.

Lalu lempar dadu atau diundi dan lakukan saja hasil undian yang keluar. Dijamin kamu akan memperoleh banyak keuntungan walaupun ternyatan bukan disitu minat dan bakatmu.

Seorang penjual atau orang yang bekerja di bidang sales dan marketing akan memperoleh banyak kenalan baru. Pebisnis bisa mendapatkan jaringan/networking yang banyak. Dan minimal kita bisa memiliki banyak pengetahuan baru sehingga menjadi pribadi yang berwawasan luas.

Cobalah memasak, ikut klub olahraga baru, mencicipi restoran yang unik, dan mengikuti seminar.

2. Tingkatkan Komunikasi

Jalinlah pertemanan dimana pun kamu berada. Pererat hubungan dengan sahabat-sahabat lama. Habiskan waktu setiap hari untuk mengontak 5 orang lewat telpon, email, sms, bbm, dll.

Berbicaralah dengan orang yang sedang mengantri di depan, di samping, atau di belakang kamu. Obrolkanlah beragam topik, jadilah pribadi yang berwawasan luas. Galilah lebih dalam kepribadian rekan kamu, orang asing yang sedang menjual sesuatu ke kamu, dan siapapun yang kamu jumpai.

Buatlah daftar nama dari keluarga dekat dan jauh, teman baru dan sahabat lama, rekan kerja dan sesama alumni. Lalu analisa sudah berapa lama tidak berhubungan dan pikirkan bagaimana caranya untuk secepatnya berkomunikasi.

Jadilah orang yang terbuka, jujur, dan tulus.

3. Membaca & Belajar

Manfaatkan kapasitas otak kamu yang besar. Isilah dengan beragam informasi yang berguna. Perbaharui wawasan kamu dengan banyak memperhatikan berita terkini, tren terbaru, dan beragam info yang menarik.

Jadikan ini modal untuk berkomunikasi dengan orang lain, target sales, prospek marketing, klien bisnis, calon partner usaha, dan siapapun yang kamu temui atau hubungi. Pelajarilah ilmu di dalam, di luar, dan yang berkaitan dengan disiplin ilmu yang kamu punya.

Buka internet yang praktis dan perdalam pengetahuan yang dipunya. Setiap hari, tulis satu hal baru yang dipelajari.

4. Rileks

Orang yang sedang stres dan pikirannya sedang berkecamuk, tidak akan bisa melihat dengan jeli peluang-peluang yang ada. Contohnya jika ada uang yang tergeletak di jalan, lebih besar kemungkinannya untuk ditemukan oleh orang yang sedang berjalan santai daripada oleh orang yang sedang stres.

Rileksasikan pikiran kamu, pijat tubuhmu dengan rutin, dan bermeditasilah. Silahkan berlibur panjang jika ada kesempatan. Ambil istirahat jika memungkinkan. Pelajari seni Siesta atau tidur ayam.

Lepaskan ketegangan pikiran dan murah hati untuk memaafkan. Jadilah pribadi yang tenang dan pikiran yang siap menerima beragam peluang.

5. Gigih!

Bayangkan ini. Orang yang baru belajar main catur akan berpeluang sangat kecil untuk mengalahkan lawan mainnya yang sudah biasa main catur. Orang yang sudah dua kali bermain catur akan lebih berpeluang menang dibandingkan orang yang baru sekali main catur.

Dan orang yang telah tiga kali main catur lebih berpeluang untuk menang melawan orang yang baru sekali mencoba bermain catur. Tapi apakah orang yang baru tiga kali main catur bisa menang melawan orang yang sudah biasa bermain catur? Amat kecil peluangnya.

Tapi bagaimana caranya agar dia bisa meningkatkan peluang untuk menang bermain catur? Dengan terus mencoba bermain catur, maka dia akan belajar banyak dan mengantisipasi beragam pola, taktik, dan strategi lawannya. Peluang dia menang meningkat seiring kegigihannya.

Jangan pernah menyerah, kamu tidak akan pernah tahu seberapa dekat kamu dengan keberhasilan jika kamu menyerah. Bisa saja emas yang ingin kita dapatkan tinggal 5 meter lagi menggali goa itu, tapi kalau kita berhenti menggali, kita tidak akan pernah berhasil memperoleh emas itu.

Kegagalan hanyalah batu lompatan atau anak tangga menuju puncak keberhasilan.

Sekian kata-kata motivasi saya kali ini. Mohon jangan hanya membaca teori saja namun eksekusi prakteknya. Saya sudah berikan beberapa tips praktis untuk menjalankan ide-ide saya di atas kecuali untuk yang kelima.

Kegigihan membutuhkan tekad yang kuat, prakteknya ada pada keempat tips yang lainnya.

Untuk menguatkan tekad atau kehendak kita agar bisa menjadi pribadi yang gigih, karyawan yang sukses berdisiplin, atau pejuang cinta yang pantang menyerah 😉 saya akan bahas pada tulisan selanjutnya…