Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Tag: bangun pagi

7 Tips Motivasi Bangun Pagi Paling Efektif

Bangun pagi adalah pondasi produktivitas, walaupun ada tipe orang yang lebih produktif di malam hari, saya lebih meyakini kalau produktivitas di pagi hari akan lebih efisien. Sebelumnya saya sudah sering menulis tips-tips untuk bangun pagi di blog ini. Tapi saya akan merangkum tujuh tips yang paling efektif berdasarkan pengalaman saya dan orang-orang yang pernah mencobanya. 

Berikut adalah ketujuh tips supaya mudah bangun pagi;

  1. Tidur lebih awal. Usahakan waktu tidur sekitar 6-8 jam jangan sampai kurang tidur, jika ingin bangun pagi lebih mudah. Jika Anda kurang tidur, akan sangat sulit bangun pagi karena masih terasa sangat mengantuk. Jangan beraktivitas berat beberapa jam sebelum tidur dan jangan makan makanan berat sekitar sejam atau dua jam sebelum ke kasur. Kopi atau teh sebaiknya juga dikurangi atau paling lambat jam dua sore dikonsumsi setelah itu minum air putih saja sampai malam (lihat tips selanjutnya).
  2. Siapkan tiga alarm atau lebih dan taruh agak jauh dari kasur serta coba minum air segelas sampai dua gelas persis sebelum tidur. Jangan sering-sering pakai trik minum air ini, kasihan ginjal mesti bekerja malam-malam. Tapi lumayan minimal Anda semangat mematikan alarm karena kebelet pipis dan harus bangun ke kamar mandi. 
  3. Minta tolong orang lain untuk membangunkan Anda, kalau perlu berkomitmen untuk membayar mahal jika terlambat bangun.
    Baca entri selengkapnya »

Tips Bangun Pagi 3: Tehnik Zombie

Tidur cepat dan bangun pagi membawa kesehatan, kesejahteraan, dan kebijaksanaan. -Benjamin Franklin.

Akhirnya saya bisa memenuhi janji saya untuk menuliskan tips tentang bagaimana cara bangun pagi bagian ke-3. Seperti tulisan yang pertama dan kedua, dalam tulisan ketiga ini saya akan membagikan cara bangun pagi yang telah teruji dan sukses.

Beragam tehnik cara bangun pagi sudah saya pernah tuliskan dan memang ampuh untuk membuat kita bisa terbangun dari tidur lebih pagi. Tapi bagaimana melawan rasa kantuk yang bisa membuat kita ketiduran lagi?

Banyak orang bisa bangun pagi hanya untuk tersadar beberapa saat dan beberapa waktu kemudian tertidur kembali; dan pada akhirnya malah jadi bangun terlambat dan kesiangan.

Bisa saja kita berhasil menerapkan tehnik-tehnik yang telah saya bagikan di tulisan cara bangun pagi yang kesatu dan bagian 2, namun kita merasa sangat malas untuk beranjak dari tempat tidur.

Seseorang mungkin saja sudah bisa membuka mata tapi hanya sebentar saja, dan karena masih bermalas-malasan di atas kasur, dia lalu berlanjut meneruskan mimpinya. Percuma saja bisa bangun pagi jika melek hanya untuk sesaat saja lalu menutup mata dan merem kembali.

Sebagai contoh; suatu pagi kita terbangun sejenak pada jam 5 pagi. Lalu kita berpikir; tunggu 5 menit lagi baru bangkit dari ranjang. Kemudian setelah 5 menit lewat, kita kembali terbuai. Jadi, bangun pagi saja tidak cukup, kita harus bisa menjaga kesadaran dan memotivasi diri untuk bisa segera mulai beraktivitas.

Masalahnya adalah, ketika seseorang bangun pagi dan baru mulai tersadar. Dia akan merasa sangat mengantuk, masih lemas dan kurang energi. Kadar oksigennya masih rendah setelah tertidur semalaman.

Sayangnya, kita malah menggunakan energi yang sedikit tersebut untuk berpikir. Ketika bangun di pagi hari, otak kita sibuk memikirkan alasan untuk tetap berbaring dan menunggu 5 menit lagi. Otak kita mengkonsumsi banyak energi ketika sedang berpikir. Sehingga tubuh masih lemas dan malas untuk bangkit dari tempat tidur.

Tehnik Zombie adalah tehnik dimana kita mengurangi aktivitas berpikir otak dan mulai mengaktifkan otot-otot di dalam diri untuk bergerak menjauhi ranjang, guling, dan bantal. Disebut tehnik zombie, karena zombie terkenal dengan pikirannya yang dangkal dan bergerak hanya mengikuti instingnya untuk makan (manusia!) Otak dan akal zombie sudah rusak sehingga tidak bisa berpikir secara mendalam. Zombie hanya bergerak memangsa tanpa banyak berpikir atau merenung.

Jadi, yang perlu kita lakukan setelah bangun pagi dengan sedikit kesadaran dan oksigen, serta tingkat energi yang masih rendah adalah kita perlu berhenti berpikir, mengumpulkan tenaga, lalu mulai bergerak dengan bangun dari tidur dan menjauhi ranjang.

Caranya adalah:

  1. Mengalihkan kesadaran dari otak yang sedang berpikir mencari alasan untuk tetap berbaring nyaman kepada nafas yang keluar-masuk. Perhatikan saja nafas masuk dan keluar, sehingga otak berhenti memikirkan berbagai hal lainnya.
    Baca entri selengkapnya »

Tips Cara Bangun Pagi 2

Ini adalah sekuel dari tulisan saya sebelumnya tentang: Bagaimana Cara Bangun Pagi.

Seperti film saja, ada sekuelnya 😉

Kalau pada artikel sebelumnya, tips pertama untuk bangun pagi; saya menyarankan agar tidur lebih dini, bagaimana kalau ternyata pada malam hari sebelumnya kita tidur terlalu larut? Bahkan menjelang dini hari baru tertidur. Berikut tips-tips untuk bangun pagi yang bisa diaplikasikan meski sedang kurang tidur.

1. Minum air yang banyak.

Di malam hari sebelum tidur, minumlah air yang banyak. Minimal 2 gelas besar. Dan jangan kencing lagi sebelum tidur. Jika terpaksa kencing, minum lagi segelas air sebelum tidur. Tujuannya agar kebelet ingin pipis di pagi hari meski belum terbangun. Begitu pagi datang dan kebelet, segera bangun dan pergi ke toilet tanpa berpikir lagi.

Siapkan juga segelas air di malam hari untuk diminum keesokan harinya ketika bangun tidur. Kita cenderung malas dan kurang motivasi di pagi hari karena dehidrasi. Tubuh kekurangan cairan sewaktu bangun tidur, makanya badan terasa lemas. Agar tidak lemas, minumlah segelas air kalau perlu air isotonik agar cepat menyegarkan tubuh yang sedang dehidrasi.

2. Segera bangun dari kasur begitu melek.

Ketika pertama kali membuka mata, niatkan untuk tidak menyentuh bantal, guling dan kasur. Langsung berdiri ke tepi ranjang dan lakukan ritual pagi seperti ke toilet atau minum segelas air. Jangan banyak berdebat bolak-balik dengan pikiran :”lima menit lagi.”

Cara mudahnya, siapkan alarm yang keras di luar pintu kamar. Kalau perlu, beli alarm yang bisa bergerak liar kesana-kemari sehingga kamu harus mengejarnya untuk mematikannya. Intinya; ketika masih setengah sadar jangan banyak berpikir karena bikin ngantuk. Langsung bangun dan berdiri begitu mata mulai terbuka.

3. Nyalakan kebisingan.

Setel radio, nyalakan televisi. Dengarkan berita dan aktifkan pikiran agar lebih sadar dengan memperhatikan berita. Kalau perlu, miliki alarm-radio atau televisi yang bisa menyala otomatis pada waktu yang ditentukan untuk bangun tidur di pagi hari.

Atau dengarkan kaset/audio bersuarakan motivator favorit kamu. Setel DVD atau nyalakan youtube yang menayangkan seminar penyemangat. Kalau perlu rekam suara kamu sendiri dan dengarkan pesan-pesan yang memotivasi.

Bisa juga minta bantuan seseorang untuk membangunkan dan mulai berbicara dengan keras. Lewat telpon juga bisa. Lebih hebat lagi kalau atasan yang menelpon, dijamin langsung bangun 😉

4. Berolah raga yang ringan.

Lakukan yoga. Latih kelenturan dengan gerakan-gerakan pemanasan/stretching. Sambil menarik nafas dalam-dalam menghirup udara pagi yang menyegarkan. Coba berjalan cepat sebentar. Atau berlari di tempat. Sambil berteriak.

Namun jangan sampai merasa lelah lalu ingin berbaring. Segera pergi ke kamar mandi dan gosok gigi. Yang penting; gerakkan tubuh meski pikiran masih setengah sadar. Tujuannya agar rasa kantuk menghilang karena kadar oksigen mulai meningkat akibat berolahraga.

5. Pancing emosi.

Pancinglah emosi kamu dengan cepat. Ingat-ingat kemarahan bos atau konsekuensi yang menakutkan jika terlambat. Bayangkan seperti film yang berjudul: “terlambat bikin malu.”

Atau gunakan perasaan yang positif. Ingat-ingat makna, sasaran, dan insentif dalam bekerja. Kalau perlu tempel gambar rumah/mobil idaman atau tulisan pernyataan tujuan di dinding kamar tidur. Bayangkan keluarga yang kita nafkahi, orang-orang tercinta, lebih bagus lagi jika yang dicinta ada di kantor 😉

Sekian tips bangun pagi saya kali ini. Semoga artikel cara bangun pagi ini berguna dan saya semakin bersemangat untuk melanjutkan sekuelnya hingga menjadi trilogi!

Update tulisan terbaru: Tips Bangun Pagi 3: Tehnik Zombie

Bagaimana Mengatasi Kebosanan di Tempat Kerja

Beberapa Tantangan yang timbul dalam memotivasi diri sendiri atau karyawan untuk bekerja adalah kebosanan. Perasaan Bosan yang timbul dari rutinitas pekerjaan, akan menurunkan tingkat produktivitas sang pekerja yang bosan.

Seorang pegawai yang dilanda kebosanan akan menjadi kurang fokus, tidak mengoptimalkan potensi dirinya, dan menunda-nunda pekerjaan. Permasalahan lainnya yang timbul dari perasaan bosan ini adalah resiko operasional.

Bagaimana cara mengatasi kebosanan ini?

Saya pernah membahas tentang rasa bosan di tempat kerja ini pada tulisan saya sebelumnya.

Disini, saya akan mengelaborasi lebih lanjut dan membahas berdasarkan temuan ilmiah dari beberapa psikolog.

Dalam satu riset yang menggunakan tikus di laboratorium, dibuat suatu sistem kerja yang berdasarkan waktu. Tikus-tikus ini diberikan alat pengungkit atau sejenis tombol yang bisa membuka pintu atau kotak yang berisi makanan, namun hanya bisa terbuka pada waku tertentu saja.

Tikus yang kelaparan harus menunggu sampai rada lemas sebelum bisa memencet tombol untuk makan. Hal ini serupa dengan para karyawan yang menunggu jam 5 atau tanggal gajian. Baru bersemangat menjelang waktu yang telah ditentukan tiba.

Berbeda hal-nya dengan orang-orang yang bekerja secara profesional untuk dirinya sendiri atau yang berwirausaha/berusaha sendiri. Mereka menetapkan sasaran-sasaran setiap hari dan terus termotivasi hingga sasarannya hari itu tercapai, barulah pulang ke rumah.

Contohnya; seorang pedagang yang menargetkan dagangannya terjual sebanyak 500 unit untuk hari itu atau seorang penulis yang bertujuan menuliskan satu bab per harinya.

Riset yang dilakukan selanjutnya pada tikus-tikus laboratorium ini juga mengkonfirmasikan kebenaran ini. Mereka lebih bersemangat jika makanannya tersedia dari hasil usahanya bukan dengan menunggu waktu.

Motivasi lebih kuat dan tahan lama jika dipercaya ditentukan oleh hasil upaya sendiri daripada ditentukan dari waktu yang dihabiskan.

Kembali kepada masalah kebosanan. Rasa bosan biasanya timbul dari kurangnya stimulasi, contohnya seperti pada saat menunggu. Masalah ini bisa dipecahkan dengan mengerjakan sesuatu dan berfokus pada pekerjaan tersebut tanpa memikirkan waktu yang berjalan.

Jika seseorang berkonsentrasi penuh pada tugas yang sedang dikerjakan dan menjadi terfokus, waktu akan terasa terbang begitu saja. Istilahnya, menjadi lupa waktu dan hari terasa cepat.

Konsep ini disebut ‘Flow’ oleh psikolog terkenal: Mihály Csíkszentmihályi.

Flow adalah keadaan pikiran atau mental seseorang dalam sebuah aktivitas atau kegiatan yang membuatnya sangat terfokus, terlibat penuh dalam proses yang sedang dilakukannya. Flow bisa membuat seseorang lupa waktu bahkan lupa diri, sehingga kadang perasaan lapar tidak terasa apalagi rasa bosan.

Beberapa tips untuk mengatasi kebosanan karyawan dengan menggunakan teori ‘Flow’ ini adalah:

1. Menetapkan tujuan yang sejelas-jelasnya. Dengan ukuran yang jelas dan cukup menantang tapi bisa diraih. Tujuan tidak boleh terlalu sulit/mustahil untuk diraih namun juga jangan terlalu mudah sehingga kurang menantang.

2. Struktur tugas yang dikerjakan harus terarah. Urutan dan definisi komponen-komponen pekerjaan yang dilakukan harus jelas juga. Langkah-langkah pengerjaan harus terorganisasi dan bisa dilacak kemajuannya.

Jika pekerjaannya membutuhkan dukungan orang lain, kerja sama kelompok mesti sinergis dan harmonis.

3. Tingkat kesulitan pekerjaan harus sesuai dengan tingkat keahlian yang dimiliki pekerja. Tingkatnya kesulitannya harus sedikit lebih tinggi dari rata-rata (cukup menantang) dan keahlian yang diperlukan juga lebih tinggi dari biasanya.

Hal ini penting untuk mengoptimalkan kondisi ‘Flow’ dan menjaga dari rasa bosan, kecemasan, atau malas.

4. Pekerjaan yang dilakukan memiliki feedback/umpan balik yang informatif dan bersifat langsung agar orang yang melakukan pekerjaan tersebut bisa menyesuaikan dengan segera kondisi/keadaan yang timbul dari proses pengerjaan tersebut dan mengarahkannya kepada keberhasilan.

5. Melatih dan membentuk kepribadian pekerja lewat budaya yang menekankan sikap-sikap seperti: kegigihan, rasa ingin tahu, kinerja yang unggul tanpa keegoisan dan tidak terlalu tergantung insentif dari luar.

Motivasi harus bersifat intrinsik. Motivasi dari hati.

Selain kondisi ‘Flow’ mesti ditimbulkan untuk mengatasi kebosanan dengan menciptakan stimulasi yang cukup dalam membunuh waktu, beberapa hal lainnya perlu diperhatikan juga. Para karyawan harus menyadari makna atau arti penting pekerjaannnya bagi perusahaan, orang lain, dan secara umum.

Pekerjaan yang dilakukan jangan sampai dianggap seperti perbudakan atau keterpaksaan. Pegawai yang ‘enjoy’ dalam pekerjaannya akan lebih termotivasi dan tidak akan merasa bosan.

Beberapa tips lain yang bisa dilakukan oleh sang pekerja agar mampu mengatasi kebosanan di tempat kerja adalah:

1. Hadir tepat waktu bahkan lebih dini.

Untuk para pekerja kantoran, bangunlah lebih pagi. Saya telah menulis artikel tentang tips bangun pagi.

Keterlambatan akan memberikan alasan bahwa pekerjaan tersebut tidak menyenangkan dan menguatkan perasaan malas yang berujung pada kebosanan.

2. Sibukkan diri.

Berfokuslah pada banyaknya pekerjaan yang bisa lakukan, jangan pikirkan waktu yang tersedia untuk bekerja. Selesaikan banyak hal dan buat tugas-tugas baru yang meningkatkan kesibukan di kantor.

Lakukan sesuatu daripada tidak melakukan apa-apa, jika terpaksa menunggu: kerjakan sesuatu seperti mengatur berkas-berkas di meja atau menuliskan rencana kerja, laporan, dll.

3. Milikilah Rasa Bangga

Kuatkan perasaan kepemilikan dengan perusahaan, banggalah dengan pekerjaan yang dilakukan. Bantu rekan kerja yang membutuhkan pertolongan, soal komputer misalnya. Atau berikan perhatian pada lingkungan kantor, sesama, tanaman hias, dll.

Bersosialisasilah dan berinteraksi dengan aktif kepada atasan, bawahan, dan rekan. Banggalah dengan jabatan daripada memikirkan uang yang dihasilkan. Bahkan terlibat politik kantor (dengan etis tentunya) akan lebih menyenangkan daripada mengalami kebosanan.

Sekian dulu tips dari saya. Saya akan bahas lebih rinci dan tambahkan beberapa tips yang bisa mengatasi rasa bosan, malas, atau cemas di tulisan-tulisan saya selanjutnya…

Bagaimana Meningkatkan Level Motivasi Kerja?

Motivasi kita untuk bekerja sebenarnya bisa diukur secara kira-kira.

Sebagai ilustrasi; kita gunakan saja 5 level motivasi:

Level 1: tidak termotivasi
Level 2: kurang termotivasi
Level 3: lumayan termotivasi
Level 4: lebih dari cukup termotivasi
Level 5: amat sangat termotivasi sekali!

Kira-kira apa gunanya ukuran motivasi ini? Kita bisa gunakan sebagai acuan apakah sasaran kerja yang kita ingin capai sudah selaras dengan tujuan sejati yang dibisikkan oleh kata hati.

Seperti yang pernah saya tulis di artikel sebelumnya, motivasi yang sejati itu berasal dari hati.

Tapi sayangnya hati kita berkata dengan berbisik. Jadi terkadang, agak susah didengarkan dan sering terganggu serta teralihkan perhatiannya dengan aktivitas sehari-hari. Walaupun begitu, tujuan sejati ini sangat menentukan level motivasi.

Sebagai contohnya; dahulu saya susah untuk bangun pagi. Padahal jam kantor saya lumayan siang, jam 9 pagi baru masuk kerja. Dan pekerjaannya memberikan kompensasi yang lebih jika kita lebih rajin.

Kompensasinya disebut komisi penjualan. Selain itu, saya juga menerima gaji yang cukup untuk kebutuhan hidup saya pada waktu itu. Tapi setelah saya ukur, mengapa level motivasi saya rendah untuk bangun pagi? Kira-kira levelnya berkisar di angka 1,5 saja.

Mengapa bisa begitu?

Ternyata setelah saya renungkan. Pekerjaan tersebut tidak kongruen dengan gambaran besar hidup saya. Bisa dibilang, tidak selaras dengan tujuan sejati hidup saya. Tujuan sejati saya adalah meningkatkan kesadaran diri dan orang lain serta untuk terus bertumbuh dan berkembang bersama-sama.

Bagaimana saya bisa menemukan tujuan seperti itu? Nanti akan saya bahas di tulisan selanjutnya. Yang jelas, saya merasa pekerjaan saya pada waktu itu tidak selaras dengan tujuan ini.

Pekerjaan saya pada saat itu tidak tampak memberikan saya peluang untuk bertumbuh dan berkembang. Di kantor itu saya masih pegawai kontrak dan sepertinya untuk tenaga penjual akan selalu begitu.

Saya juga merasa bekerja pada pemilik bisnis yang hanya mementingkan materi dan tidak terlalu peduli pada para pelanggannya. Sehingga kita didorong menggunakan cara-cara yang manipulatif yang penting mencapai target penjualan.

Kepedulian pada pelanggan tidak terlalu dibudayakan. Saya merasa kesadaran saya malah menurun. Jadilah saya tidak terlalu termotivasi bekerja di kantor tersebut.

Kini saya terbiasa bangun pagi dan bersemangat dalam bekerja. Saya sudah membahas strategi untuk bangun pagi di artikel sebelumnya.

Tapi disini saya akan memberikan alasan mengapa level motivasi saya meningkat sehingga untuk bangun pagi tidak sesulit dahulu. Dahulu, ketika jam weker berbunyi, otak saya masih setengah sadar.

Kadang menjadi berlanjut tidur lagi alias hilang kesadaran. Namun sekarang, saya bangun pagi bahkan seringkali sebelum jam weker berbunyi. Kesadaran otak saya meningkat cepat dari keadaan setengah tidur sampai keadaan terbangun penuh dan tidak mengantuk lagi.

Level motivasi saya untuk bangun pagi dan bekerja bisa sampai 5,5 🙂

Mengapa bisa setinggi itu?

Karena saya sangat termotivasi bekerja dan pekerjaan saya yang memberikan perasaan yang selaras dengan tujuan sejati hidup saya.

Meski jam kantor saya dimulai pukul 7.30 pagi, saya sudah mulai bekerja sejak jam 5 dini hari.

Saya senang mengerjakan tulisan saya yang memotivasi, saya membaca tulisan-tulisan yang inspiratif dan tulisan yang bisa menjadi sebagai referensi saya untuk menulis, lalu bermeditasi, berolahraga, serta bermain dengan anak saya yang juga sudah terjaga.

Saya sangat bersemangat untuk berbagi ilmu yang membuat kita bisa maju, tumbuh, dan berkembang bersama-sama.

Level motivasi saya menjadi otomatis tinggi begitu saya ingat bahwa pekerjaan yang akan saya lakukan memberikan keselarasan kepada tujuan sejati saya.

Dan level motivasi saya terus bertahan tinggi karena saya tahu setiap saya mengerjakan sasaran-sasaran saya yang sekarang, semakin mendekatkan saya kepada gambaran besar hidup ideal yang saya impikan.

Jadi, level motivasi kita juga bergantung pada keselarasan antara apa yang ingin kita kerjakan dengan tujuan apa yang ingin kita capai dalam hidup kita ini. Kejelasan itu perlu, dan tujuan sejati ini harus terus diingatkan di dalam hati.

Cara untuk meningkatkan level motivasi kerja kita adalah dengan menyelaraskan dan terus mengingatkan selalu pekerjaan tersebut dengan tujuan kita yang sejati.

Tujuan sejati nilainya melebihi materi.

Tujuan sejati adalah arti keberadaan kita di bumi. Temukanlah tujuan sejati yang paling menginspirasi. Itulah motivasi sejati…