Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Month: Mei, 2012

Teori Motivasi: Hirarki Kebutuhan Abraham Maslow

Seseorang tidak bisa berpikir dengan perut yang lapar. -Anonim

Di tahun 1943, seorang psikologis dari Amerika; Abraham Maslow (1908-1970), menulis sebuah mahakaryanya yang sangat berpengaruh di bidang psikologi motivasi. Teori Motivasi Manusia adalah tulisan Maslow yang menjadi inspirasi bagi banyak kebijakan di beragam perusahaan modern untuk memotivasi para karyawannya.

Maslow mengungkapkan berbagai tingkatan kebutuhan manusia, mulai dari kebutuhan fisik hingga psikologis. Dan bermacam kebutuhan ini, disusun dalam suatu piramida yang hirarkis, berdasarkan sifat kebutuhannya.

Biasanya piramida Maslow ini berfokus pada lima tingkat kebutuhan, mulai dari yang mendasar untuk bertahan hidup hingga kepada kebutuhan sosial dan kebutuhan untuk mengembangkan diri di dalam kehidupan.

Kelima tingkat kebutuhan tersebut adalah:

Baca entri selengkapnya »

Tips Bangun Pagi 3: Tehnik Zombie

Tidur cepat dan bangun pagi membawa kesehatan, kesejahteraan, dan kebijaksanaan. -Benjamin Franklin.

Akhirnya saya bisa memenuhi janji saya untuk menuliskan tips tentang bagaimana cara bangun pagi bagian ke-3. Seperti tulisan yang pertama dan kedua, dalam tulisan ketiga ini saya akan membagikan cara bangun pagi yang telah teruji dan sukses.

Beragam tehnik cara bangun pagi sudah saya pernah tuliskan dan memang ampuh untuk membuat kita bisa terbangun dari tidur lebih pagi. Tapi bagaimana melawan rasa kantuk yang bisa membuat kita ketiduran lagi?

Banyak orang bisa bangun pagi hanya untuk tersadar beberapa saat dan beberapa waktu kemudian tertidur kembali; dan pada akhirnya malah jadi bangun terlambat dan kesiangan.

Bisa saja kita berhasil menerapkan tehnik-tehnik yang telah saya bagikan di tulisan cara bangun pagi yang kesatu dan bagian 2, namun kita merasa sangat malas untuk beranjak dari tempat tidur.

Seseorang mungkin saja sudah bisa membuka mata tapi hanya sebentar saja, dan karena masih bermalas-malasan di atas kasur, dia lalu berlanjut meneruskan mimpinya. Percuma saja bisa bangun pagi jika melek hanya untuk sesaat saja lalu menutup mata dan merem kembali.

Sebagai contoh; suatu pagi kita terbangun sejenak pada jam 5 pagi. Lalu kita berpikir; tunggu 5 menit lagi baru bangkit dari ranjang. Kemudian setelah 5 menit lewat, kita kembali terbuai. Jadi, bangun pagi saja tidak cukup, kita harus bisa menjaga kesadaran dan memotivasi diri untuk bisa segera mulai beraktivitas.

Masalahnya adalah, ketika seseorang bangun pagi dan baru mulai tersadar. Dia akan merasa sangat mengantuk, masih lemas dan kurang energi. Kadar oksigennya masih rendah setelah tertidur semalaman.

Sayangnya, kita malah menggunakan energi yang sedikit tersebut untuk berpikir. Ketika bangun di pagi hari, otak kita sibuk memikirkan alasan untuk tetap berbaring dan menunggu 5 menit lagi. Otak kita mengkonsumsi banyak energi ketika sedang berpikir. Sehingga tubuh masih lemas dan malas untuk bangkit dari tempat tidur.

Tehnik Zombie adalah tehnik dimana kita mengurangi aktivitas berpikir otak dan mulai mengaktifkan otot-otot di dalam diri untuk bergerak menjauhi ranjang, guling, dan bantal. Disebut tehnik zombie, karena zombie terkenal dengan pikirannya yang dangkal dan bergerak hanya mengikuti instingnya untuk makan (manusia!) Otak dan akal zombie sudah rusak sehingga tidak bisa berpikir secara mendalam. Zombie hanya bergerak memangsa tanpa banyak berpikir atau merenung.

Jadi, yang perlu kita lakukan setelah bangun pagi dengan sedikit kesadaran dan oksigen, serta tingkat energi yang masih rendah adalah kita perlu berhenti berpikir, mengumpulkan tenaga, lalu mulai bergerak dengan bangun dari tidur dan menjauhi ranjang.

Caranya adalah:

  1. Mengalihkan kesadaran dari otak yang sedang berpikir mencari alasan untuk tetap berbaring nyaman kepada nafas yang keluar-masuk. Perhatikan saja nafas masuk dan keluar, sehingga otak berhenti memikirkan berbagai hal lainnya.
    Baca entri selengkapnya »

Sukses dengan Pareto: Prinsip 80 20

Efisiensi berarti melakukan hal-hal secara tepat, keefektifan adalah melakukan hal-hal yang tepat. -Peter Drucker

Beberapa konsultan strategi manajemen memberikan panduan untuk perusahaan-perusahaan meraih kesuksesan dengan memanfaatkan hukum Pareto: rasio 80/20 yang pada awalnya tampak tidak logis.

Rasio ini menggambarkan secara kasar bahwa mayoritas hasil (digambarkan sebagai 80 persen meski tidak selalu tepat segitu), didapatkan dari minoritas upaya (sekitar 20 persen) yang dilakukan. Rasio ini bisa juga berbentuk distribusi 80-10 atau 80-30. Intinya adalah sebagian besar akibat dihasilkan oleh sebagian kecil penyebab.

Hukum ini pada awalnya dikemukakan oleh seorang konsultan bisnis: Joseph M. Juran sebagai hukum Pareto setelah menemukan kisah seorang ekonom Itali, Vilfredo Pareto di tahun 1906 mengamati bahwa kira-kira 80 persen tanah di Itali dimiliki oleh sekitar 20 persen penduduk saja.

Baca entri selengkapnya »

Tips Mengingat dengan Tehnik Memori Metode Loci

Selama kenangan orang-orang tercinta terus hidup dalam memori di hatiku, kubisa katakan; hidupku indah. -Helen Keller

Metode Loci adalah tehnik mengingat yang paling sering digunakan oleh para peserta dan pemenang tahunan dalam Kejuaraan Memori Dunia. Kejuaraan ini menuntut para partisipan untuk menghafal informasi sebanyak mungkin. Data yang harus diingat-ingat biasanya berupa urutan angka, digit biner, kata-kata acak, nama serta wajah, tanggal bersejarah, gambar abstrak, dan kartu.

Kita bisa menggunakan metode loci sebagai tehnik memori untuk membantu kita dalam menghafal dan mengingat sesuatu atau beberapa hal. Loci berasal dari bahasa latin yang berarti lokasi atau tempat. Metode loci memanfaatkan kemampuan otak khususnya di bagian hippocampus untuk menguatkan ingatan dengan konteks spasial.

Dengan kata lain, metode loci ini bekerja dengan mengasosiasikan hal-hal yang ingin kita ingat-ingat dengan gambaran suatu atau beragam tempat dan lokasi yang spesifik serta familiar. Menggunakan ingatan kita yang telah dimiliki sebelumnya tentang beberapa tempat dan rute yang sudah dikenal dengan baik sebagai alat bantu dalam menghafal beberapa hal yang ingin kita ingat-ingat nantinya.

Ketika kita ingin menghafal suatu urutan kata-kata, kita bisa membuat suatu perjalanan mental dan membayangkan kata-kata yang ingin diingat berada pada beberapa lokasi atau tempat yang spesifik, diurut sesuai rute perjalanannya. Sebagai variasi dari tehnik memori ini, kita bisa menciptakan suatu wilayah fiktif atau khayalan seperti istana fiktif atau kota khayalan selama masih mudah untuk diingat-ingat seperti lingkungan di sekitar tempat tinggal kita sendiri.

Secara teoritis, otak lebih mudah mengingat hal-hal yang sudah akrab dan komunikasi saraf dalam otak menciptakan gambar-gambar. Teori ini memang masih diperdebatkan. Tapi telah terbukti berguna jika kita ingin menghapal sesuatu kita menggunakan repetisi agar sesuatu itu tertanam dalam memori dengan mudah. Contohnya; seorang anak yang sedang belajar akan cenderung membaca dengan berulang-ulang.

Teori selanjutnya adalah, otak berbicara dalam gambar. Misalnya, jika kita mendengar kata-kata seperti: ‘gajah’, maka otak kita akan membayangkan seekor gajah daripada melihat huruf-huruf seperti: ‘g, a, j, a, dan huruf h’ di otak kita. Maka dari itu, kita lebih ingat dengan wajah seseorang daripada hafal nama-namanya saja tanpa melihat rupanya. Contohnya: banyak orang merasa familiar dan merasa kenal seseorang yang sudah lama tidak ditemui namun ternyata lupa dengan namanya. Atau seseorang lebih mudah dalam mempelajari sesuatu jika ada gambar, bagan, grafik, ilustrasi, dan seterusnya.

Metode loci ini seperti menggabungkan kedua teori ini, sehingga kemampuan memori bisa meningkat berkali lipat. Keberhasilan dari penggunaan teori ini memang tidak selalu konsisten tapi relatif berguna untuk mengingat-ingat, setidaknya telah terbukti dalam meningkatkan memori jangka pendek. Sedangkan untuk memori jangka panjang dibutuhkan investasi waktu dan energi yang banyak tapi tetap lebih baik dengan menggunakan metode loci yang telah teruji ini.

Medial parietal kortek dan retrosplenial korteks berkontribusi kepada kemampuan seseorang untuk mengingat suatu area yang telah kita kunjungi, menghafal urutan tempat di dalam suatu rute yang pernah kita datangi, dan bisa tahu arah tanpa tersesat di suatu daerah yang sudah dikenal dengan baik. Metode loci memanfaatkan kemampuan ini dengan menyimpan memori yang baru kepada gambaran mental dari memori lama dari beberapa lokasi.

Juara dunia dalam kompetisi menghafal, Dominic O’Brien, memakai metode loci yang dia sebut sebagai tehnik memori dengan metode perjalanan. Juara mengingat dari Jerman, Clemens Mayer, menggunakan metode loci untuk menghafal 1040 urutan angka yang acak dengan menggunakan 300 titik lokasi menuju rumahnya dalam ingatannya. Bahkan, ada orang yang bisa mengingat urutan konstanta pi hingga digit ke-65.536. Seseorang yang bernama Simon Reinhard bisa menghafal urutan kartu yang telah dikocok dalam waktu hanya 21,19 detik saja.

Contoh Penggunaan dari Tehnik Memori dengan Metode Loci:

Baca entri selengkapnya »

Bingung? Pegangan! (Sama Prinsip-Prinsip)

Orang yang mengutamakan prinsip tidak akan pernah gagal dalam berbuat kebajikan. -Martin Luther

Kehidupan kita disusun oleh rangkaian pilihan dan keputusan yang kita buat. Beragam pilihan yang mengarahkan jalan hidup kita dalam segala hal; pekerjaan, percintaan, dan seterusnya. Renungkanlah, bagaimana kisah kita yang sekarang terbentuk oleh berbagai pilihan di masa lalu. Dan terkadang, kita bingung dalam memilih, mengambil keputusan yang terbaik bagi masa depan kita.

Seorang pemuda bimbang dalam memilih calon istrinya. Seorang salesman bingung memikirkan cara untuk mendekati prosepeknya. Seorang direktur ragu-ragu ketika harus membuat suatu keputusan. Setiap tindakan akan membawa konsekuensi, dan kita ingin tindakan yang kita pilih akan membawa kita kepada konsekuensi yang terbaik dan dalam jangka panjang.

Ketika kita harus bertanggung jawab dalam memilih, berbagai pilihan kecil atau besar, bagaimana kita bisa memilih pilihan yang tepat? Saat kita akan mengambil sebuah keputusan, pertimbangan apa yang harus kita pikirkan? Waktu menjalani setiap detik dalam usia kita, seperti apa kita akan bertindak? Jalan mana yang harus ditempuh?

Baca entri selengkapnya »