Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Month: Mei, 2012

Tehnik Motivasi Intrinsik: Teori Drive, Daniel Pink dan Edward Deci

Usaha yang gigih, bukan kecerdasan atau kekuatan, adalah kunci untuk membuka potensi diri kita. -Winston Churcill

Pada tahun 1949, sebuah eksperimen untuk meneliti teori motivasi dilakukan oleh seorang peneliti bernama Harry F. Harlow. Riset tersebut mengungkapkan suatu motivasi yang mendorong primata yang sedang diteliti untuk menyelesaikan sebuah puzzle sederhana.

Dalam obervasi ini, para primata semakin bersemangat menyelesaikan puzzle walau tanpa imbalan seperti makanan, minuman, stimulasi seksual, atau kebutuhan lainnya. Mereka termotivasi sendiri secara intrinsik untuk menjadi lebih ahli dalam menyelesaikan puzzle walau tanpa insentif eksternal. Teori motivasi intrinsik mulai diperkenalkan.

Sayangnya pada waktu itu, teori ini sangatlah kontroversial dan diabaikan sampai tahun 1969. Di tahun tersebut, Edward Deci tertarik untuk mengadakan penelitian lanjutan di Universitas Carnegie-Mellon dan menguji-cobakan teori motivasi intrinsik ini kepada manusia.

Dalam penelitiannya, dua kelompok partisipan diberikan puzzle dengan beragam instruksi yang harus dikerjakan sebanyak 3 sesi selama satu jam dan memakan waktu hingga 3 hari. Pada hari pertama, kedua kelompok memiliki tingkat motivasi yang relatif sama. Di hari kedua, satu kelompok diinformasikan akan diberikan insentif uang dan kelompok ini menjadi lebih termotivasi daripada kelompok yang tidak dibayar.

Namun, ketika di hari ketiga diinformasikan bahwa tidak akan ada pemberian imbalan, kelompok yang sebelumnya menerima imbalan tersebut menjadi terdemotivasi, kurang semangat untuk menyelesaikan puzzle-nya. Dan kelompok yang tidak menerima uang sejak hari pertama malah semakin termotivasi, bersemangat dalam mengerjakan puzzle-nya secara lebih cepat dan lebih baik.

Ternyata, reward eksternal seperti uang hanya memberikan motivasi dalam jangka pendek selama insentifnya dibayarkan. Imbalan berupa uang seperti gaji dan upah hanya memotivasi sejauh apa yang diminta. Insentif eksternal memang menciptakan kepatuhan tapi tidak mendorong kontribusi yang lebih bernilai. Para pekerja bayaran tidak termotivasi untuk memberikan hasil yang terbaik. Orang menjadi kurang kreatif dan inovatif dalam jangka panjang.

Imbalan moneter bisa menjadi senjata makan tuan, berbalik menjadi demotivator, jika pekerja tersebut merasa bahwa uang yang diterimanya dinilai kurang. Uang hanya memotivasi orang untuk mengerjakan aktivitas yang rutin dan tanpa perlu pengembangan dengan kreativitas serta inovasi yang baru. Inisiatif karyawan menjadi sangat tergantung pada tingkat kepuasannya terhadap gajinya dan motivasinya menjadi semakin menurun seiring waktu.

Dalam kisah fiktif Tom Saywer, ditemukan istilah Saywer Effect; yaitu ketika satu pekerjaan (dalam cerita tersebut: mengecat) dilakukan atas dasar imbalan semata, maka pekerjaan itu terasa membebani dan sulit untuk termotivasi secara konstan. Lalu beberapa karakter di dalam kisah fiksi tersebut membuat pekerjaan mengecat menjadi sebuah permainan untuk menjadi jago dalam mengecat. Dan akhirnya pekerjaan mengecat diselesaikan dengan semangat.

Mereka yang berfokus pada penguasaan keahlian daripada imbalan akan lebih bersemangat dalam pekerjaannya. Fokus pada perbaikan diri dan pengembangan kecakapan ini akan membuat motivasi tetap tinggi dalam jangka panjang. Penguasaan keahlian atau Mastery adalah salah satu faktor motivasi yang berasal dari dalam diri sendiri. Motivasi intrinsik.

Daniel Pink dalam bukunya; Drive, memaparkan tiga faktor dalam teori motivasi intrinsik. Ketiganya adalah: Mastery atau penguasaan keahlian, Autonomy atau kemandirian, dan Purpose atau tujuan yang bermakna. Ketiganya harus dimiliki oleh seseorang yang ingin bekerja dengan semangat konstan dan motivasi tinggi.

Manajemen perusahaan mesti mengelola ketiga faktor ini agar dapat secara optimal memotivasi karyawannya selain dengan gaji dan tunjangan. Individu juga bisa mengatur dirinya agar menjadi pribadi yang produktif dengan memperhatikan ketiga faktor motivasi intrinsik ini dalam aktivitasnya.

Mastery atau penguasaan keahlian berarti para karyawan diberikan peluang untuk mengembangkan dirinya. Pekerjaan yang diberikan harus cukup menantang namun tidak terlalu mustahil. Tugas-tugas yang terlalu mudah akan menciptakan kebosanan dan tidak membuat keahlian seorang pekerja meningkat. Sedangkan tugas-tugas yang sedikit lebih sulit akan memacu pengembangan keahlian dan memicu suatu kondisi yang disebut Flow.

Flow adalah keadaan dimana kita bisa bekerja dengan menggunakan segala potensi dan keahlian kita secara maksimal sehingga waktu mengalir tanpa terasa. Mental seeorang yang sedang dalam status Flow akan sangat terfokus dalam aktivitas yang sedang dikerjakannya.

Kesuksesan kegiatan yang dilakukan dalam momen Flow diraih secara alami karena energi, emosi, dan pikiran menjadi lebih positif. Studi oleh psikolog Mihaly Csikzentmihalyi telah membuktikan teori Flow ini. Dengan Flow, kinerja puncak akan mudah didapatkan yang akan memberikan tingkat produktivitas tinggi.

Selain Flow, Mastery didapatkan dengan mindset yang tidak kaku. Paradigma berpikir yang berkembang dan menginginkan kemajuan. Jangan pernah menganggap bahwa kemampuan kita terbatas secara genetik dan tidak memiliki potensi untuk berkembang. Pengembangan kepakaran suatu keahlian harus dipersepsikan sebagai sebuah kemungkinan yang bisa dicapai.

Penguasaan keahlian atau Mastery secara faktual diperoleh dengan berlatih. Secara statistik, suatu keahlian akan dikuasai dengan optimal jika telah dilatih atau dikerjakan selama 10 ribu jam. Faktanya: peningkatan jam terbang dan hasrat untuk menjadi ahli adalah elemen penting dalam memotivasi diri.

Autonomy atau kemandirian diberikan perusahaan kepada para karyawannya dalam bentuk kebijakan yang flekibel. Prosedur kerja yang tidak terlalu mengekang dan memberikan kebebasan untuk berinovasi serta menjadi kreatif. Perasaan tertekan karena tidak memiliki kendali akan mendemotivasi seseorang.

Pemberian wewenang dan kontrol akan meningkatkan motivasi secara intrinsik. Pembatasan yang ketat dan larangan-larangan justru akan menimbulkan perlawanan dan membuat pekerjaan menjadi tidak produktif. Solusi yang kreatif dan inovasi untuk bekerja secara lebih efektif serta efisien akan didapatkan dengan kemandirian pekerja yang diberikan kebebasan yang bertanggung jawab.

Purpose atau penetapan tujuan yang bermakna akan saya bahas dalam tulisan yang lain agar pemaparannya lebih detail. Namun, inilah faktor terpenting dalam teori motivasi intrinsik. Perusahaan yang memprioritaskan penanaman tujuan yang utama kepada para karyawannya akan mendapatkan tingkat produktivitas serta loyalitas yang tinggi.

Individu yang memiliki Purpose atau tujuan yang bermakna bagi dirinya akan secara otomatis termotivasi. Purpose memberikan arti penting dalam suatu aktivitas menjadi layak diperjuangkan. Semangat juang inilah yang akan memotivasi seseorang dalam bekerja. Purpose adalah bahan bakar utama dalam mengobarkan api motivasi.

Baca juga:
Teori Motivasi dari Hati
2 Faktor Motivasi
Tehnik Motivasi Douglas McGregor: Teori X, Y, dan Z
Motivasi Karyawan: Pendekatan Tradisional dan Modern

Tips Inspirasi: Temukan Teladan

Menjadi orang terkaya di akhir hayat saya bukanlah hal yang penting, mengatakan bahwa saya telah mengerjakan sesuatu yang menakjubkan sebelum saya tidur adalah hal yang terpenting. -Steve Jobs

Salah satu cara untuk tetap termotivasi dalam komitmen kita untuk sukses mencapai tujuan adalah menemukan teladan. Teladan adalah orang yang telah sukses terlebih dahulu di bidang yang menjadi tujuan tersebut. Seorang teladan akan memberikan inspirasi dan kekuatan yang memotivasi diri; khususnya ketika komitmen kita mulai kendor.

Ketika kita mencari dan menemukan seorang teladan, bukan berarti kita harus meniru segalanya. Yang terutama adalah membuat pengamatan secara mendalam. Observasi yang teliti akan membawa minat yang lebih; inspirasi yang akan mengobarkan semangat membara dalam memotivasi diri kita untuk ingin menjadi seperti teladan kita. Bahkan untuk menjadi lebih baik dari sang teladan.

Makna yang sesungguhnya dengan memiliki seorang teladan adalah untuk menyingkirkan segala ketakutan dan keraguan yang ada di dalam pikiran ketika kita ingin mengejar impian. Pemahaman bahwa mimpi kita bisa menjadi nyata dalam diri seorang teladan akan membawa kesadaran bahwa kita juga berpotensi mencapai kesukesan yang sama, atau paling tidak mendekati.

Namun demikian, bukan berarti kita tidak bisa memiliki teladan yang berasal dari dunia khayalan. Boleh saja teladan kita itu berupa tokoh fiktif, agar kita bisa mengingat kualitas sikapnya sehingga kita bisa terinspirasi ketika kita membayangkan, menonton atau membacanya di dalam sebuah karya fiksi.

Menemukan seseorang atau beberapa orang teladan bukan berarti kita harus memujanya secara membabi buta. Kita juga harus tahu bahwa tidak ada orang yang sempurna. Teladan yang baik berarti memiliki kelemahan dan kekurangan juga, selain kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Kita harus belajar agar tidak melakukan kesalahan yang sama atau bahkan mempelajari bagaimana cara seorang teladan mengatasi masalahnya tersebut dalam mencapai kesuksesan.

Selain mencari inspirasi dari orang-orang yang sedang menjalani kehidupan seperti yang kita inginkan, para teladan ini juga bisa menjadi kolega yang berharga dalam karir kita. Pertemanan dengan seorang teladan akan memaksa diri kita untuk meningkatkan kualitas diri ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan adanya kemajuan teknologi, akses kepada sang teladan menjadi lebih mudah. Mengikuti akun twitter-nya misalnya, menjadi solusi yang mudah untuk terus terinspirasi dan menjalin koneksi.

Jadi, memiliki seorang teladan amatlah penting. Sungguh amatlah banyak keuntungan dan manfaat yang didapat kala kita memiliki seorang teladan. Investasi waktu dan tenaga dalam membaca biografi, menyisihkan waktu untuk berusaha meniru paradigma berpikir sang teladan, adalah aktivitas yang bernilai tinggi untuk kesuksesan kita. Sempatkanlah waktu untuk mengingat dan berkontemplasi kepada teladan kita secara rutin agar level motivasi kita terjaga dengan konsisten.

Teladan yang inspiratif akan memberikan kekuatan agar kita tetap teguh dalam mengejar impian kita. Dengan meniru seorang teladan dan memodifikasi peniruan kita sesuai karakter kita sendiri, kita bisa menjadi orang yang lebih baik dari sang teladan. Adaptasi model yang bisa dicontoh dari seorang teladan akan memberikan kemudahan dan semangat dalam bekerja. Kesimpulannya, seorang teladan akan menjadi inspirasi motivasi yang sangat berharga. Coba saja!

Baca juga:
Mencari Inspirasi
Memotivasi Komitmen yang Kendor
Kepemimpinan yang Menginspirasi
Kecerdasan dan Kerja Keras: Thomas Alva Edison

Tips Memotivasi Diri Ketika Gagal

Ketika kita mengalami kegagalan, kita merasakan emosi yang negatif. Bisa berupa perasaan kecewa, sedih, kesal, marah, takut, traumatis, bahkan putus asa. Rasa yang melumpuhkan. Motivasi diri jatuh sehingga sangat sulit untuk bangkit kembali. Perasaan yang sungguh mengerikan.

Kata-kata apapun tidak ada yang cukup menghibur dan memotivasi. Mungkin beberapa rekan atau sahabat berusaha menyemangati dengan kata-kata yang bermaksud baik. Tapi perasaan yang dibawa oleh kegagalan itu tetap menghantui.

Bisa jadi kita sendiri yang berusaha memotivasi diri dengan kata-kata, afirmasi, dan segala tulisan tentang teori menghadapi kegagalan. Namun, kata-kata dari manapun dan oleh siapapun, tidak akan ada yang bisa membuat rasa gagal menjadi sirna.

Lalu, bagaimanakah cara yang tepat untuk mengatasi kegagalan dan membuat diri kembali termotivasi? Berikut tips memotivasi diri ketika gagal:

1)Kita harus menerima perasaan apapun yang kita rasakan ketika gagal. Jangan berusaha dihindari, disangkal, atau ditekan. Terima dan rasakan. Bayangkan dengan beragam perspektif termasuk dari sudut pandang orang ketiga, visualisasikan dengan imajinasi yang yang aneh atau lucu. Perasaan memang kodratnya untuk dirasakan, dan pasti akan memudar. Seperti menelan pil pahit, rasa pahitnya akan menghilang seiring waktu. Segalanya pasti berlalu.

2)Segala kata-kata memang tidak cukup, perbuatanlah yang bisa membantu. Lakukan sesuatu, bertindak dan bergerak. Kegagalan memberikan kehampaan karena tujuan yang ingin diraih tidak didapatkan. Berikan diri sebuah tujuan baru, buat otak dan otot tetap terus aktif. Lakukan segera satu hal yang bisa dikerjakan secepatnya. Ciptakan kesibukan yang berguna. Mulailah dari satu hal kecil jika yang lainnya terasa sulit, misalnya: bersih-bersih dan membuang sampah, membantu orang lain, dan sebagainya.

3)Kalaupun tetap merasa demotivasi, tidak apa-apa, itu wajar. Segala emosi negatif yang datang akibat kegagalan adalah perasaan yang bisa kita rasakan tanpa perlu menindaklanjuti secara impulsif. Bedakan garis tegas antara perasaan dan perbuatan. Kita boleh saja merasakan perasaan marah misalnya, dan memang kita tidak bisa menolak emosi yang terjadi di hati. Namun, kita bisa kontrol diri kita untuk tidak melakukan perbuatan berkonsekuensi yang negatif. Meski gagal dan terasa tidak enak, kita bisa bertindak secara positif. Jangan bereaksi, tapi beraksi; jadilah proaktif. Melakukan inisiatif berdasarkan prinsip yang benar bukan berdasarkan perasaan belaka.

4)Walau telah gagal, sadari bahwa kegagalan itu hanya sementara dan parsial, masih banyak bidang lain di dalam kehidupan yang tidak gagal. Syukuri dan buat daftar hal-hal yang masih baik-baik saja. Nilailah diri dengan adil, jangan terlalu menghukum diri dengan melihat secara obyektif keadaan diri secara keseluruhan. Kadangkala pandangan kita terlalu sempit untuk melihat lebih luas. Lihatlah jauh ke depan seperti Tuhan, masih banyak berkah lain dan kegagalan hanyalah salah satu rencana kecil di dalam gambaran besar takdir kehidupan kita.

5)Ambil hikmah dari kegagalan, anggaplah bahwa kegagalan hanyalah pelajaran yang sangat berharga dengan guru yang buruk. Pelajari kegagalan sebagai anak tangga menuju kesuksesan. Renungkan kesalahan-kesalahan yang ada agar tidak terulang lagi dan ajari orang lain agar terhindar dari kegagalan seperti yang dialami. Pada akhirnya, yang akan kita ingat bukanlah seberapa banyak kegagalan yang terjadi. Melainkan kesuksesan yang terasa begitu indahnya, begitu manis; karena kita pernah menelan pil pahit kegagalan. Begitulah kodrat kehidupan.

Baca juga:
Tanpa Kegagalan Tidak Ada Kesuksesan
Takut Gagal = Tidak Sukses
Tips Motivasi Saat Gagal
Kisah Kesuksesan

Tips Memotivasi Disiplin Diri

Kediplinan membedakan kita dari binatang dengan kekuatan pikiran berakal yang mampu mengendalikan diri dengan mengontrol nafsu dan insting kita.

Kelebihan manusiawi inilah yang akan mendorong kemajuan kita dengan memampukan diri kita untuk membuat perencanaan, mengevaluasi tindakan, dan mencapai kesuksesan.

Namun kadangkala, kita merasa lemah dalam mengendalikan diri untuk berdisiplin. Berikut beberapa tips singkat untuk memotivasi diri agar bisa disiplin;

1)Selalu Mengingat Alasan & Tujuan
Jika kita menginginkan sesuatu sebagai tujuan dan memiliki alasan yang kuat untuk mencapai tujuan tersebut, maka kita akan mencari cara bagaimana meraih tujuan tersebut dan melaksanakannya. Namun jika kita hanya mengetahui bagaimana caranya sesuatu dikerjakan, kita tidak akan terlalu termotivasi berdisiplin tanpa menyadari apa yang menjadi alasan dan tujuan yang kuat mengapa kita melakukan hal tersebut. Ini sering terjadi pada para karyawan yang bekerja di bidang administrasi dan pekerja di bagian manufaktur/lini produksi atau buruh.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Kentaro Fujita, para partisipan yang selalu mengingat-ingat alasan mengapa mereka melakukan sesuatu ketika sedang mengerjakannya, lebih gigih dan disiplin dalam mencapai tujuannya daripada mereka yang mengerjakan sesuatu tanpa secara sadar memikirkan alasan dan tujuannya.

Kita akan lebih termotivasi jika kita menyadari bahwa pekerjaan kita bermakna dan memiliki tujuan yang berarti. Gali inspirasi, hasrat pribadi, dan ingat-ingatlah orang-orang yang dicintai yang ingin kita nafkahi serta yang ingin kita bahagiakan. Bayangkan diri kita di masa depan, ketika usia telah senja dan tubuh telah renta, bagaimana kita ingin menjadi di suatu hari nanti? Tentunya ingin berhasil mendapatkan tujuan dengan alasan yang berarti.

2)Membuat Rencana yang Spesifik dan Tertib
Banyak orang gagal memenuhi resolusi tahun barunya untuk menurunkan berat badan karena rencananya kurang spesifik: makan lebih sedikit, berolahraga lebih banyak. Selain tidak spesifik, rencana ini tidak tertib: tidak memiliki urutan tindakan yang teratur.

Penelitian oleh Peter Gollwitzer menyatakan rencana yang terbaik memiliki langkah-langkah yang berkelanjutan, yang memiliki pemicu seperti sebuah waktu yang spesifik atau suatu kejadian tertentu. Contohnya, resolusi tahun barunya menjadi: berolahraga selama sejam di gym setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu setelah pulang kerja atau jam 5 sore. Rencana diet menjadi: jika makanan penutup datang, saya akan mengabaikannya dan minum kopi saja.

Perencanaan seperti ini akan memudahkan otak agar tidak terlalu menghabiskan energi dalam memikirkan prosedur dalam bertindak dan cukup memikirkan alasan dan tujuannya saja. Rencana yang spesifik dan tertib akan membuat pekerjaan seakan-akan otomatis dilakukan tanpa perlu banyak berpikir lagi. Terlalu banyak berpikir akan menguras energi mental kita.

Pengendalian diri memerlukan energi, dan jangan kuras energi tersebut dengan terlalu banyak berpikir tentang bagaimana cara melakukan sesuatu atau langkah selanjutnya ketika sedang berdisiplin. Fokuskan energi untuk berdisiplin dengan memisahkan waktu berpikir dengan saat bertindak ke dalam dua fase yang berbeda. Buatlah rencana tindakan secara spesifik dan tertib sebelum bertindak sehingga kita bisa memanfaatkan energi kita secara efektif serta terfokus dalam berdisiplin.

3)Jangan Terlalu Memforsir Diri
Seperti yang telah saya sebutkan di atas, berdisiplin memerlukan energi yang cukup agar kita bisa mengendalikan diri agar tindakan kita tetap sesuai rencana dan mampu gigih untuk terus bertahan sampai tujuan. Maka dari itu, jangan menghabiskan energi dan jangan lupa untuk beristirahat.

Profesor Kathleen Vohs, seorang pakar perilaku, menyatakan bahwa pengendalian diri memiliki sumber daya yang terbatas, yang bisa habis jika digunakan secara berlebihan. Seperti otot yang kelelahan yang tidak bisa digerakkan lagi jika terlalu diforsir. Dan seperti otot juga, bagian otak yang berkaitan dengan kontrol diri; prefrontal cortex, bisa dilatih agar lebih perkasa.

Cara melatih bagian otak ini juga sama dengan cara binaragawan melatih dan memperbesar otot-ototnya secara alamiah. Perlahan tapi pasti, mulai dari beban barbel yang kecil dan sampai mengangkat besi yang lebih berat. Semua dilakukan tanpa dipaksakan, tanpa stres, dan disesuaikan dengan perkembangan ototnya. Selain itu, masa istirahat juga diperlukan agar otot yang sudah dilatih melakukan pemulihan untuk bertumbuh agar lebih besar dan kuat.

Maka, tips disiplin diri menjadi; lakukan tindakan yang harus dilakukan, namun jangan dipaksakan tapi tetap harus dikerjakan. Intinya, laksanakan kedisiplinan dengan langkah-langkah yang mudah dan bertahap, yang penting konsisten dan tidak absen dalam prakteknya walau tetap diberikan jeda untuk memulihkan tenaga.

4)Kelola Lingkungan dan Kondisi Sosial di Sekitar
Disiplin diri bukan hanya sekedar mengelola kemampuan yang ada di dalam diri untuk mengerjakan rencana tindakan secara konsisten, tapi juga menempatkan diri pada lingkungan dan kondisi sosial yang mendukung pelaksanaan kedisiplinan diri tersebut.

Seorang psikologis dari Princeton, Dan Ariely, meneliti tingkat pengendalian diri seseorang membutuhkan kontrol eksternal seperti pengaturan keadaan serta orang-orang yang ada di sekitarnya. Perubahan pada lingkungan akan memacu perubahan pada diri orang yang ditempatkan di lingkungan tersebut.

Untuk berdisiplin, kita perlu menyiapkan segala sesuatu yang kita butuhkan dan menyingkirkan semua yang ingin kita hindari selama berdisiplin. Contohnya untuk berdiet; seseorang perlu melakukan persiapan dengan membuang segala makanan junk-food dari kulkas dan lemarinya serta selalu menyediakan makanan sehat seperti buah dan sayur. Kalau perlu, pindah tempat tinggal ke lingkungan yang lebih mendukung gaya hidup yang sehat.

Lalu, kita harus menempatkan diri bersama orang-orang yang mendukung tujuan kita berdisiplin, mendekati diri dengan orang-orang yang bisa mempengaruhi dan melemahkan kedisiplinan kita. Misalnya, jika ingin lebih rajin berolahraga maka bergaulah dengan orang-orang yang juga rajin berolahraga jangan berkumpul dengan orang-orang yang duduk-duduk saja kerjanya. Jangan cuma mendaftarkan diri ke gym tapi milikilah teman atau tim dalam suatu klub olah raga yang diminati.

Aktiflah mengikuti diskusi, forum, dan nyatakan tujuan serta rencana tindakan kita secara publik. Umumkan beserta sanksi atau hukuman yang bersedia kita terima jika gagal memenuhi komitmen dalam berdisiplin tersebut. Bergabung atau buatlah grup/kelompok yang bertujuan sama dan saling mendukung, atau minimal cari seorang partner/mitra yang mendukung kita untuk mendisiplinkan diri.

5)Meningkatkan Kepercayaan Diri
Kesuksesan menaklukan tantangan dalam berdisiplin membutuhkan kepercayaan diri. Tingkat keberhasilan yang tinggi didapatkan dengan memberikan yang terbaik dari kemampuan yang ada. Dan memberikan yang terbaik semaksimal yang kita bisa, hanya mungkin dilakukan dengan kepercayaan diri yang optimal.

Peneliti beberapa atlit terbaik yang menjadi juara dunia, Jim Taylor, Ph.D. Mengemukakan bahwa keyakinan penuh akan keahlian yang kita miliki akan membuka potensi diri sepenuhnya. Sedangkan keragu-raguan akan menghambat pemanfaatan keahlian secara maksimal dan akan membawa penyesalan karena tidak memberikan yang terbaik dari diri kita. Kepercayaan diri akan meningkatkan keyakinan seseorang untuk sukses.

Sebaliknya, kita tidak akan menyesal meski gagal jika kita tahu kita telah memberikan yang terbaik dan berusaha semaksimal mungkin. Kita tidak akan menyalahkan diri, mungkin kita akan menyalahkan nasib atau takdir, tapi kita akan tetap percaya diri karena telah berjuang dengan seluruh kemampuan yang kita punya. Penyesalan akan mendemotivasi dan melemahkan semangat kita, berikan seluruh kemampuan yang terbaik yang kita bisa agar tidak menyesal nanti. Dan kepercayaan diri yang tinggi akan menguatkan kita dari perasaan kecewa jika kita mengalami kegagalan.

Maka dari itu, adalah penting untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan diri bahwa kita akan mampu berdisiplin secara maksimal. Untuk meningkatkan kepercayaan diri kita harus menjaga sikap dan pikiran yang positif, optimis dan berani menghadapi rasa takut serta kecemasan atau ketidaknyamanan yang ada akibat perubahan yang dilakukan. Dan yang paling penting; mampu bangkit serta belajar dari kesalahan, terus percaya diri untuk kembali termotivasi dalam berdisiplin.

Baca juga:
Cara Disiplin dalam Bekerja
Memotivasi Komitmen yang Kendor
Sukses di Tujuan Sukses di Perjalanan
Cara Mudah untuk Berubah

Rahasia Sukses Bisnis Waralaba McDonald’s

Pada tahun 1950an, Ray Kroc adalah seorang pengusaha yang menjual mesin milkshake, alat pengocok minuman dengan susu. Suatu ketika, dia mendengar sebuah restoran di California (AS) yang terkenal dengan hamburger dan kentang gorengnya, memiliki sekurang-kurangnya delapan mesin milkshake. Sungguh merupakan sebuah rumah makan yang ramai.

Ray Kroc pun terkesan dan segera terbang dari Chicago ke Los Angeles, dan berkendara sejauh kira-kira 100 KM ke San Bernardino, tempat restoran itu berada. Sedari pagi dia mengamati: mulai dari para karyawannya yang berseragam dan bekerja dengan disiplin, sampai siang hari ketika banyak pengunjung yang mendatangi dan makan di restoran tersebut. Semua pelanggan yang membeli makanan di tempat itu tampak sangat antusias.

Keesokan harinya, Ray Kroc datang kembali ke restoran hamburger itu dan mencoba melihat langsung ke dapurnya. Dapurnya sangatlah terorganisasi, dengan prinsip lini produksi yang rapih. Semua makanan dimasak dan dipersiapkan secara teratur sehingga efisien dalam penyajiannya. Setelah 8 tahun berdiri, restoran tersebut membangun “Speedee Service System” yang membuat penyajian pesanan pelanggan menjadi lebih cepat. Restoran yang dulunya menyajikan menu barbecue dengan proses yang agak lama, telah bertransformasi menjadi restoran cepat saji yang terkenal karena kecepatannya dalam menyajikan hamburger dan kentang goreng.

Saat itu, Ray Kroc sangat terkesan dengan kentang goreng yang sedang dipersiapkan. Kentang itu dipilih dari kualitas yang terbaik, direndam dalam minyak panas, dan dibumbui dengan garam serta gula untuk karamelisasi sehingga tampak kuning keemasan. Sungguh merupakan proses memasak yang seperti sebuah ritual saja, dan dia pun mencicipi kentang goreng tersebut. Kentang gorengnya sangat garing di luar dan lembut di dalam, rasa yang memberikan inspirasi. Hari itu juga, Ray Kroc mendapatkan inspirasi untuk memiliki banyak restoran di beragam negara yang menjual kentang goreng keemasan yang sangat berkesan itu.

Selanjutnya, Ray Kroc bernegosiasi dengan kedua bersaudara yang memiliki restoran tersebut. Dia menanyakan apakah dia bisa memiliki hak franchise atau waralaba untuk restoran itu. Di tahun 1955, Ray Kroc bergabung menjadi agen franchise untuk waralaba restoran tersebut. Lalu dia memiliki impian untuk menjadikan restoran itu mendunia dan berniat membelinya dari kedua bersaudara sang pemilik restoran. Dengan agresif, Ray Kroc berupaya mengambil alih kepemilikan dari kedua bersaudara yang bernama Richard dan Maurice itu. Dua bersaudara dengan nama belakang yang sama: McDonalds.

Kini, McDonald’s Corporation menjadi rangkaian restoran cepat saji terbesar di dunia, setiap harinya melayani sekitar 70 juta pelanggan di 120 negara. Puluhan ribu restoran McDonald’s telah menampung jutaan karyawan di seluruh dunia. Ray Kroc dengan sukses membawa bisnis makanan cepat saji ala Amerika menjadi fenomena globalisi dan merevolusi standar layanan industri restoran dengan tehnik produksi yang efisien namun mutu makanannya tetap konsisten.

Konsistensi kualitas makanan yang disajikan inilah yang menjadi kunci keberhasilan Ray Kroc dalam membesarkan restoran McDonald’s di seluruh dunia. Dia menciptakan standarisasi yang sangat ketat untuk menu yang disajikan. Dia mengerahkan para pakar dengan hidrometer untuk mengukur secara tepat kadar air dari kentang-kentang yang akan dipanen. Dia juga menerapkan tehnik pengolahan kentang tersebut dengan pengeringan di ruang penyimpanan khusus. Dan dengan canggihnya, restoran McDonald’s menggunakan komputer yang dirancang oleh seorang insinyur berpengalaman untuk mengkalibrasi suhu dan mengukur durasi menggoreng kentang yang optimal. Seni memasak bertransformasi menjadi sesuatu yang ilmiah, yang secara konsisten menghasilkan menu yang berkualitas tinggi setiap waktu dimana saja. Riset-riset selanjutnya membawa inovasi seperti burger Big Mac, saus rahasia, menu tertentu seperti paket nasi dan sebagainya.

McDonald’s merupakan pelopor makanan cepat saji yang membawa sistem produksi massal dengan konsep waralaba, seperti pabrik sehingga mampu melayani banyak orang di banyak negara. Keuntungannya selain berasal dari penjualan makanan oleh restoran-restoran yang dijalankan oleh perusahaan, juga berasal dari pendapatan royalti, uang sewa, ongkos/fee franchise yang dibayarkan oleh para pewaralaba. Kiat suksesnya adalah standarisasi layanan yang memberikan kualitas yang konsisten dimanapun restoran McDonald’s berada.

Kiat sukses McDonald’s yang lain adalah pemasarannya yang sangat gencar. Selain menggunakan teknologi canggih dan prosedur standar di semua jaringan restorannya, McDonald’s juga menjadi distributor mainan terbesar di dunia. Pemasarannya dengan cerdik mengincar anak-anak dengan mainan, happy meals berporsi kecil, dan arena bermain. Anak-anak ini akan menjadi pelanggan yang meramaikan restoran karena pasti mengajak orang tua dan jika mereka sudah tua, mereka akan mengajak anak-anak mereka. Sehingga mereka menjadi pelanggan yang setia. Sungguh merupakan suatu taktik pemasaran yang luar biasa.

Namun, apakah siasat dari Ray Kroc yang terhebat? Bukan hanya sekedar teknologi seperti hidrometer, kompor yang terkomputerisasi, layanan yang terstandarisasi, atau mengiming-imingi anak-anak dengan mainan dan badut. Perhatikan nama badutnya; Ronald McDonald. Ray Kroc tidak mengubah restoran yang telah ia ambil alih menjadi bermerek: Ray atau Kroc. Strateginya adalah membangun merek McDonald’s menjadi merek yang tertanam kuat di pikiran semua orang di dunia. Baca nama-nama makanannya yang dimulai dengan Mac atau Mc. Nama makanan yang menjamin mutunya dimana saja dengan kualitas penyajian yang konsisten. Dan lihatlah huruf “m” yang melengkung tinggi di depan semua restoran. Tertancap kuat bukan hanya di setiap restoran, tapi juga menancap kuat di benak setiap orang yang melihatnya yang menjadi para pelanggannya.

Rahasia sukses Ray Kroc adalah menciptakan suatu merek global yang bernilai sangat tinggi: McDonald’s

Baca juga:
Rahasia Sukses
Kisah Kesuksesan
Kepemimpinan yang Kreatif seperti Steve Jobs
Inspirasi Inovasi: Strategi Sukses Kuda Hitam