Tips Motivasi

Focusing on Happiness

Tag: semangat

5 Pertanyaan Pengubah Penghidupan

Dalam legenda Yunani, Sisyphus dihukum dewa untuk mendorong batu besar ke atas bukit yang celakanya batu besar itu selalu jatuh kembali dan dia harus mendorongnya lagi ke atas bukit lalu jatuh lagi begitu terus berulang-ulang hingga selamanya.

Di jalan modern ini, seorang pekerja setelah seharian bekerja dia pulang ke rumah dan beristirahat untuk esok harinya kembali bekerja lagi begitu seterusnya. Bagi karyawan yang kurang motivasi, hari-hari kerjanya sama seperti siksaan dalam kisah Sisyphus. Pekerjaan rutin terasa membebani (batin) dan membosankan karena berulang-ulang.

Untuk menguatkan motivasi dan menemukan kebahagiaan, seorang pegawai yang bekerja setiap hari mesti dapat mengubah penghidupan. Mulai menegakkan kebiasaan yang lebih meningkatkan kebahagiaan dan gairah kerja. Dan memicu paradigma berpikir positif yang mengobarkan semangat. Mulailah dengan menanyakan beberapa pertanyaan sederhana.

Baca entri selengkapnya »

Memudahkan Perjuangan Hidup

Hidup adalah perjuangan. Itulah kenyataannya. Namun bukan berarti kehidupan harus menjadi terasa berat. Walau kita mendapati suatu kesusahan, bukan berarti pikiran kita juga mesti tertekan.

Memang banyak hal yang bisa membuat hidup kita terasa bagai perjuangan. Ada saja orang yang melakukan sesuatu yang membuat kita kesal atau marah. Bisa saja perkataan orang lain itu menyakiti kita.

Atau terjadi sesuatu yang membuat kita kecewa. Kita cemas pada anak kita, khawatir sama masa depan, takut salah mengambil keputusan. Dan banyak lagi hal lainnya yang membuat kita berasa berjuang dalam hidup.

Selanjutnya, hidup menjadi terlalu rumit dan banyak tuntutan. Dengan segala macam kewajiban dan tanggung jawab. Kita tetap bisa menyederhanakan segalanya dan mempermudah cara-cara kita dalam menjalani kehidupan.

Baca entri selengkapnya »

Pujian yang Merugikan

Ketika kita dipuji oleh orang lain, rasanya cukup menyenangkan. Tapi pujian juga bisa merugikan.

Jika pujian membuat kita senang, kita akan cenderung mencarinya selalu. Kita bisa menjadi pribadi yang ingin pamer dan akhirnya suka menyombongkan diri. Lama-kelamaan, kita menjadi ketergantungan emosional dengan orang lain.

Selanjutnya, kita bekerja dengan semangat hanya jika diperhatikan. Lalu sedikit saja kritik, walau membangun, bisa menjatuhkan motivasi kerja. Perasaan kita tergantung pada orang lain.

Kita menjadi selalu menginginkan persetujuan dan takut berinovasi. Kita mulai berkompromi dan tidak lagi mengikuti kata hati. Kebahagiaan kita menjadi rentan dan ketergantungan menjadi semakin akut.

Padahal, kita tidak bisa mengontrol orang lain. Tindakan orang lain adalah sesuatu yang di luar kendali kita. Sehingga kita tidak mungkin bisa selalu mendapatkan pujian, bisa juga orang lain memberikan kritikan bahkan hinaan.

Senang sama pujian berarti juga menjadi kesal dengan kritikan. Kita yang mudah termotivasi karena dipuji, akan mudah juga terpancing emosi negatif jika dikritik atau dihina. Motivasi mudah turun naik dan selalu memikirkan apa kata orang. Kita menjadi tidak mandiri. Terkekang dan rapuh.

Baca entri selengkapnya »

5 Tips Motivasi Disiplin Diri

Langsung saja;

1) Sederhana saja, tak pelu dramatis namun awet. Menciptakan perubahan besar dimulai dari yang kecil atau yang paling mudah dahulu, tapi bisa dikerjakan dengan segera dan dilakukan secara konsisten. Buat kemajuan dengan satu langkah demi selangkah. Lakukan satu hal saja pada satu waktu. Fokus itu namanya.

Baca entri selengkapnya »

Nasehat

Lakukan apa yang selalu ingin kita lakukan dalam hidup. Jika tidak, kehidupan akan terasa jenuh dan hampa. Cari caranya. Selalu ada jalan jika kita benar-benar menginginkannya. -Mason Partek

Berapa banyak dari kita yang melakukan kesalahan atau mengambil keputusan yang salah padahal kita bisa melakukannya dengan benar jika saja kita mau bertanya? Banyak kesalahan bisa dihindari kalau saja kita bersedia mendengarkan nasehat.

Masalahnya, kita seringkali tak terbiasa untuk meminta nasehat kepada orang lain. Banyak orang sedari kecil belajar untuk meminta maaf jika khilaf dan berterima kasih jika diberikan sesuatu. Tapi sangat sedikit orang yang belajar untuk meminta bantuan, pengetahuan, pengalaman, dan wawasan dari orang lain ketika akan berbuat atau memutuskan sesuatu.

Banyak hal yang menjadi penyebab mengapa kita tak terbiasa meminta bantuan dan kepintaran orang lain. Salah satu alasan utamanya adalah, kita tak mau terlihat lemah di mata orang lain. Sehingga, kita baru mau memanfaatkan kompetensi orang lain jika kita merasa lebih kuat posisinya, sebagai atasan atau orang yang memberikan bayaran.

Baca entri selengkapnya »