Tips Mengurangi Stres 

by @rezawismail

Pertama-tama, saya perlu jelaskan bahwa tidak semua stres itu buruk dan harus dikurangi. Ada jenis stres yang baik dan diperlukan dalam kehidupan. Stres yang memberikan kita tantangan dan memotivasi kita untuk maju. Stres yang menguatkan mental. Stres yang positif adalah stres yang membawa kebaikan, memberikan kita kreativitas dan semangat untuk menaklukkan masalah. 

Namun, ada juga stres yang perlu dikelola. Yaitu stres yang terlalu berlebihan yang membuat kita tertekan, terlalu khawatir, atau membuat kita berpikiran secara berputar-putar. Stres yang buruk bagi kesehatan, stres yang melumpuhkan produktivitas dan memicu kemalasan serta penundaan. Stres yang negatif adalah stres yang merusak kebahagiaan diri serta orang lain. 

Bagaimana kita bisa mengelola stres yang merugikan kehidupan? Langkah awalnya adalah melakukan afirmasi, yaitu dengan mengawali hari dengan menyebut berulang-ulang bahwa kita bukanlah pikiran, kita adalah kesadaran. Stres berawal dari pikiran, yang berulang-ulang, pikiran yang terlalu keras mengkritik diri, yang membawa ketakutan atau penyesalan tanpa solusi. 

Kita harus memisahkan diri dari pikiran-pikiran yang memicu stres. Pikiran bukanlah identitas diri, pikiran adalah alat. Kesadaran adalah diri kita yang sejati. Pikiran terkadang sulit dikendalikan dan bisa timbul dengan sendirinya. Pikiran sangat dipengaruhi oleh genetika, memori, edukasi, orang tua, orang-orang sekitar, lingkungan, alam bawah sadar, bahkan oleh energi-energi tak terlihat seperti gelombang elektromagnetik, nutrisi dari makanan, dan sebagainya. Kita seringkali tidak bisa mengontrol semua itu. Banyak hal bisa mempengaruhi pikiran di luar kendali diri. 

Kita bisa mencoba mempengaruhi pikiran dengan membaca buku-buku yang positif dan inspirasional, mendengar atau menonton hal-hal yang membawa semangat optimisme ke dalam pikiran. Namun, jangan sampai kita terlalu terobsesi sehingga pikiran kembali mengambil alih identitas diri kita. 

Pisahkan sejenak diri dari pikiran. Cobalah makan dengan berfokus pada makanan, nikmati setiap sensasi dari indera pengecapan, pembauan, penglihatan, dan perasaan. Lupakan segala analisis atau bentuk pemikiran apapun selain kepada makanan. Begitu juga dengan waktu berpakaian dan berjalan. Cobalah berjalan selama 5-10 menit saja di tempat yang sepi dan merasakan setiap langkahnya tanpa berpikir yang lain. 

Dan lanjutkan perjalanan dengan sesekali berjalan di alam bebas, menikmati keindahan alam dan mengagumi tanpa berpikir panjang. Ambil kelas dansa, yoga, atau sekedar kursus melukis, menyanyi, dan sebagainya. Kesenian adalah jalan memisahkan hati dengan pikiran. Bermainlah dengan hati, lupakan sejenak kepenatan dari rutinitas. 

Bahkan saat menjalankan rutinitas, bermacet-macet di jalan, ketika sedang bekerja, jangan lupa untuk menarik nafas dalam-dalam dan sekedar mengamati nafas yang keluar masuk beserta sensasi yang dirasakan di hidung, dada, dan perut. Biarkan pikiran berkonsentrasi di saat sekarang dan bukan ke masa lalu atau masa depan. Semenit saja cukup, jika kurang bisa ditingkatkan. Hilangkan pemikiran yang jauh dan berfokus saja pada nafas di dalam tubuh. Boleh memejamkan mata, atau memandangi sekitar tanpa penilaian. Ingat-ingatlah meditasi singkat ini saat nafas mulai pendek-pendek dan pikiran cenderung stres.

Saat di rumah sebelum beristirahat, nikmati mandi dan masa bersantai dengan segala sensasi rasa di diri. Cobalah menulis segala pemikiran dan perasaan lalu lepaskan, lupakan untuk memulai perjalanan ke alam mimpi. Tidurlah dengan visualisasi yang positif, bayangkan yang indah-indah tapi jangan terseret dengan pikiran. Kalau pikiran kembali menganalisis, memikirkan masa lalu dengan penyesalan, masa depan dengan kekhawatiran, mulai berpikir jauh dan membanding-bandingkan; saatnya kembali berhenti berpikir dan mulai berafirmasi..

Aku bukanlah pikiran, namun kesadaran. Sadarlah pada kekinian dan silahkan bermeditasi dengan nafas beserta segala sensasi indera yang ada sampai ketiduran. Jadi, kita berafirmasi di awal dan akhir hari walaupun di tengah-tengah juga tidak dilarang untuk berafirmasi demi mengurangi stres.