Satu Tips Meningkatkan Kebahagiaan

by @rezawismail

Satu tips meningkatkan kebahagiaan yang utama dan telah terbukti secara ilmiah dalam bidang ilmu psikologi positif adalah; bersyukur. 

Bersyukur bukan sekedar berpikir positif dan mensyukuri saja apa yang sudah kita punya. Lebih dari sekedar berpikir positif, kita bisa berpikir negatif! Lho kok bisa? 

Berpikir negatif disini adalah sesekali membayangkan kejadian negatif yang mungkin bisa terjadi. Skenario terburuk yang bisa saja terjadi, saat kita bersama teman dan keluarga misalnya, bayangkan sekilas kalau mereka tiada. Maka, kita akan lebih menghargai keberadaan mereka. Bersyukur atas kehadiran orang yang kita cintai dalam kehidupan ini.

Saat makan, kita bisa pikirkan seandainya saja kita terkena musibah dan tidak bisa makan. Rumah kita terbakar atau bayangkan malah terjebak dalam badai serta kebanjiran berhari-hari. Kita merasakan sekarat karena kelaparan. Cukup sekilas saja, dan kita akan lebih mensyukuri makanan yang terhidang dan memakannya dengan lebih nikmat. 

Bahkan, lebih dari sekedar berpikir negatif kita bisa saja bertindak secara negatif. Dalam arti misalnya sengaja membuat diri menderita sesekali seperti berpuasa. Rasakan bagaimana kelaparan itu dalam beberapa hari, sehingga nanti di saat kita berbuka puasa kita akan mensyukuri betapa beruntung kita. Kita masih bisa makan sementara banyak orang di bagian dunia lain benar-benar berpuasa karena tidak ada makanan. 

Tindakan lain yang menunda kesenangan seperti sengaja tidur di lantai atau alas yang keras. Sengaja bersusah-susah dan menahan diri dalam menikmati kesenangan sederhana dalam keseharian. Hal ini selain membuat kita menjadi pribadi yang lebih bersyukur, kita juga akan memiliki kendali diri yang kuat. Kita akan bisa berdisiplin dan memiliki fokus yang lebih baik, yang akan sangat berguna dalam kesuksesan. 

Ide lainnya adalah coba berjalan pada jarak yang cukup jauh jika biasanya menggunakan kendaraan atau moda transportasi umum. Penelitian menunjukkan jika berjalan kaki selain sehat bisa meningkatkan kemampuan kognitif otak. Lalu, coba eksplorasi ide lain dan melakukan tindakan yang menyusahkan diri (untuk sementara) serta tetap lakukan visualisasi skenario buruk dalam kegiatan sehari-hari. 

Namun perlu diingat, berpikir negatif tentang suatu skenario yang tidak mengenakkan jangan sampai berlarut-larut atau keterusan. Nanti menjadi cemas, serta pribadi yang pesimis. Pikiran negatif atau membayangkan kejadian yang buruk itu hanya perlu sesekali saja dan cukup sejenak saja. Hanya sekedar mengingatkan dan membawa kesadaran, bahwa di saat ini kita baik-baik saja dan perlu disyukuri keadaan yang seringkali dianggap biasa saja. 

Juga tak perlu membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Perbandingan dan penilaian adalah permainan ego. Ego yang selalu tidak puas dan menginginkan sesuatu yang lebih. Ego yang berlebihan ini justru mengurangi kemampuan kita untuk bisa bersyukur. Pisahkan ego dari jiwa, anggap pikiran sebagai alat bukan malah kita yang diperalat. 

Berbicara soal alat, ada baiknya kita menyiapkan alat tulis seperti buku catatan kecil. Tulislah beberapa hal sederhana yang bisa disyukuri di hari itu. Buat daftar kejadian atau barang yang bisa disyukuri dari pagi hari. Kerjakan setiap malam tapi jangan merasa menjadi beban, tulis sesedikitnya tiga hal saja sudah cukup untuk membuat perbedaan dan meningkatkan kebahagiaan. 

Kemudian, tidurlah dengan senyuman..