Tips Motivasi

Tips-Tips Motivasi by Reza Wahyu

Tag: disiplin

Berpikir dan Bertindak

Ada saatnya berpikir, ada saatnya bertindak.

Melakukan kedua-duanya secara bersamaan akan sangat rentan gagal fokus dan mudah terpengaruh yang lain. Jangan sampai menyesal karena tidak optimal dalam berencana dan bertindak.

Pisahkan keduanya.

  • Berpikir sebaik-baiknya secara matang dengan mengantisipasi segala kemungkinan.
  • Bertindak sesuai rencana secara konsisten dengan energi serta konsentrasi maksimal.

Setelah bertindak barulah membuat evaluasi tindakan dan membuat perbaikan rencana jika diperlukan. Setelah membuat rencana yang lebih baik barulah bertindak mengikuti rencana jangan pusing-pusing berpikir lagi.

Namun dari semula, pastikan berpikir dahulu sebelum bertindak.

Cobalah dari hal-hal kecil, seperti membuat daftar belanja sebelum pergi berbelanja agar jangan sampai menyesal karena tidak ada daftar jadi berbelanja mengikuti impulsif pikiran atau pengaruh dari orang lain.

Setiap malam atau pagi, rencanakan hari dengan menuliskan prioritas sebanyak tiga sampai lima hal yang ingin dikerjakan hari itu.

Siapkan skenario yang setiap interaksi yang penting. Susun prosedur dari setiap kegiatan. Semua aktivitas kalau bisa ada protokolnya.

Sehingga di saat kita akan mengeksekusi rencana, kita tidak ragu sampai labil atau bingung dan tak termotivasi karena sudah tinggal menjalankan rencana tanpa perlu susah-susah lagi berpikir.

Kalau kita masih malas bertindak dan mengaplikasikan rencana, itu berarti kita masih dalam mode berpikir. Energinya masih banyak ada di dalam pikiran belum tersalurkan kepada otot-otot tindakan.

Terdapat masa transisi dari mode berpikir ke mode bertindak. Tips motivasi untuk mengerjakan apapun sesuai rencana semula adalah: 

  1. Pertama-tama, kita harus membuat rencana tindakan langkah demi langkah yang jelas secara urut walaupun juga bisa membuat beberapa rencana cadangan atau alternatif tapi tetap tertib dan mendetail.
  2. Kemudian setelah berpikir keras dan menghasilkan rencana yang brilian, mulailah berhenti berpikir jika sudah mau memulai tindakan dari rencana tersebut sesuai dengan waktu tenggat (dead line) yang telah ditetapkan.
  3. Salurkan perhatian dari pikiran kepada sensasi fisik pernafasan. Rasakan gerakan dada atau perut, jalannya udara di hidung, dan atur pernafasan dengan sengaja.
  4. Kalau perlu tahan nafas sebisa mungkin dan mulai bertindak. Jika masih sulit bertindak, mulailah dari satu tindakan sederhana. Gerakkan satu jari, telunjuk misalnya.
  5. Setelah itu, gerakkan semua jari lalu seluruh tangan, kedua tangan, selanjutnya  tubuh dan kepala mulai bergerak. Lanjutkan gerakan kecil menjadi satu aktivitas seluruh tubuh.
  6. Gerakan seluruh tubuh ini memulai mode bertindak dan menghentikan mode berpikir, maka jangan kembali ke mode berpikir lagi.
  7. Segera lakukan langkah pertama dari rencana yang telah disusun di langkah kesatu dan ikuti urutannya untuk bertindak sesuai rencana.

(Saya mendapatkan ide transisi ini saat mengalami sleep paralysis yaitu kelumpuhan otot di saat otak terjaga dan sadar, namun tubuh masih dalam keadaan tidur dan otot-otot tidak ada yang bisa digerakkan kecuali ada sedikit pergerakan badan saat bernafas, kemudian saya mencoba bangun dari tidur tersebut)

 

 

Satu Tips Meningkatkan Kebahagiaan

Satu tips meningkatkan kebahagiaan yang utama dan telah terbukti secara ilmiah dalam bidang ilmu psikologi positif adalah; bersyukur. 

Bersyukur bukan sekedar berpikir positif dan mensyukuri saja apa yang sudah kita punya. Lebih dari sekedar berpikir positif, kita bisa berpikir negatif! Lho kok bisa? 

Berpikir negatif disini adalah sesekali membayangkan kejadian negatif yang mungkin bisa terjadi. Skenario terburuk yang bisa saja terjadi, saat kita bersama teman dan keluarga misalnya, bayangkan sekilas kalau mereka tiada. Maka, kita akan lebih menghargai keberadaan mereka. Bersyukur atas kehadiran orang yang kita cintai dalam kehidupan ini.

Baca entri selengkapnya »

Disiplin Motivasi: 3 Rahasia Mengendalikan Emosi

Ada satu kisah yang saya paling ingat ketika membaca buku pengembangan diri: Seseorang mengalami kecelakaan kecil di jalan raya, kendaraannya secara tidak sengaja tersenggol oleh pengendara lain. Dia merasa sangat marah dan ingin memukul orang yang menyenggol kendaraannya. Namun, ketika dia melihat orang itu keluar dari kendaraan dengan senyum dan permintaan maaf yang tulus disertai perhatian, emosinya luruh dan dia tidak jadi marah. 

Saya pikir, kisah itu adalah tentang kekuatan dari senyuman. Tapi ternyata setelah saya renungkan, cerita ini sebenarnya adalah tentang pengendalian emosi. Kisah ini diceritakan dari sudut pandang seseorang yang marah dan berniat melakukan kekerasan. Bukan dari sudut pandang orang yang tersenyum, jadi ini bukan kisah tentang kekuatan senyuman. 

Walaupun begitu, sebuah senyum yang tulus memang memiliki kekuatan. Tapi akan saya tulis dalam postingan saya yang lain saja. Hahaha!

Kembali kepada cerita saya, emosi pada seseorang bisa menutup pikiran rasional dan membuat orang melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan konsekuensi negatif. Misalnya seperti kasus orang yang marah sampai melakukan kekerasan, melukai orang lain, bahkan banyak pembunuhan bermotifkan emosi. Kecuali pada orang-orang psikopat dan kelainan jiwa lainnya. Banyak kejahatan terjadi karena latar belakang emosi seperti marah, walaupun bisa juga emosi seperti rakus yang mendorong pencurian serta korupsi, kecemburuan yang mendorong orang untuk menyakiti pasangannya, Dan berbagai emosi negatif lainnya. Emosi juga bisa menghambat produktivitas dengan melemahkan motivasi, seperti pada kasus orang yang depresi, sedih, takut atau sekedar malas.

Jika saja banyak orang bisa mengendalikan emosinya, maka masyarakat yang adil makmur sejahtera bisa terwujud. Sayangnya, banyak dari kita yang ketika sedang emosi malah tak terkendali dan termotivasi untuk melakukan hal-hal yang kurang baik. 

Baca entri selengkapnya »